Sibadgirl, Kelebihan Hormon

Sibadgirl, Kelebihan Hormon
honeymoon ke kuburan


__ADS_3

Setelah menceritakan apa alasan kuat Naila mengadopsi Azhar, kini Naila bisa lebih tenang karena tidak ada rahasia lagi, tapi dia sedikit khawatir akan respon yang akan Samar berikan.


Samar masih terdiam dengan raut wajah yang sulit diartikan. Hatinya yang terdalam marah, kecewa, kesal menjadi satu, tapi dia tidak bisa menyalahkan Naila sepenuhnya kan?.


Samar menatap Naila dengan lekat lalu memeluk kekasihnya itu dengan sayang. Naila terkejut dengan respon Samar yang diluar dugaan itu, dia mengira Samar akan marah atau mengomel dulu sebelum berbaikan.


"Aku marah, tapi rasa cintaku lebih besar dari amarah jadi aku perlu memelukmu untuk menenangkan perasaan ini. " ucap Samar dan Naila terharu lalu dia membalas pelukan Samar.


Naila bersyukur bisa kenal dengan Samar yang tidak pernah memarahinya, walaupun Samar itu manja dan posisif tapi dia tidak pernah sama sekali memukul bahkan membentak Naila. Seperti yang sekarang ini disaat dia punya kesempatan untuk memarahi atau membentak kekasihnya tapi dia malah memilih diam dan memeluk kekasihnya.


"Aku minta maaf, " ucap Naila.


Samar mengeratkan pelukan nya, "tidak usah meminta maaf, disini aku juga salah, karena aku kamu tidak sengaja mengabaikan Lala dan membuat dirimu sakit, aku minta maaf sayang... " Samar mengecup lama kening Naila.


Naila mendongak dan melihat Samar yang juga sedang melihat kearahnya, Naila tersenyum manis lalu dia menenggelamkan wajahnya didada bidang Samar.


"Terimakasih, terimakasih sudah menahan amarahmu, aku bersyukur bisa menjadi wanita yang kamu cintai.. " ucap Naila dengan penuh kasih sayang.


"Aku mencintaimu jadi sebisa mungkin aku menahan amarah demi kenyamanan kekasihku. " sahut Samar lembut.


Naila tersenyum haru, "I love you, " ucapnya.


"Love you more baby... "


"Kita akan seperti ini terus kan selamanya sampai maut memisahkan kita? " Naila sangat berharap kebahagiaan hubungan mereka akan terus seperti ini.


"Forever are together honey.. " Samar kembali mengecup kening Naila.


"Promise, "


"Janji sayang. " tak henti-henti nya Samar mengucapkan kata sayang pada Naila.. Uhh manis sekali kamu Samar author jadi pengin punya pacar seperti Samar xixi..


15 menit kkemudian Samar menguraikan pelukannya karena dia sudah merasa tenang bahkan sangat tenang.


"Dimana anak pertama aku? " tanya Samar.


Alis Naila terangkat sebelah, "Azhar atau Lala? " tanya Naila bingung, kalau menurut umur Azhar anak pertama tapi kalau menurut adopsi Lala anak pertama nya bukan?.


"Azhar sayang, " gemes Samar.


"Papa ajak jalan ke mall sekalian beli perlengkapan sekolah serta baju Azhar. "


"Udah mau masuk sekolah? "


"Genap empat tahun nanti dimasukin sekolah. "

__ADS_1


"Seharusnya kita yang beliin Azhar baju dan perlengkapan sekolah.. "


Naila terkekeh mendengar perkataan Samar. "Iya harusnya kita, tapi papa seperti nya suka dan senang dengan Azhar maka dari itu papa ajak Azhar jalan. "


"Papa gak kerja? "


"Lagi gak banyak kerjaan kata papa... Kamu sendiri gak kerja mas? " tanya Naila.


Samar yang mendengar panggilan baru dari Naila senang bukan main, "panggil apa tadi? " tanya Samar seakan suka dengan panggilan itu.


Naila tersipu, diakan harus membiasakan untuk memanggil Samar dngan sebutan 'mas' karena mereka akan menikah.


"Mass, " cicitnya pelan dan malu malu.


Samar gemes dengan tingkah Naila yang malu-malu, "mas suka, " ujar Samar lalu terkekeh.


"Suka di panggil dengan sebutan mas? " tanya Naila bak orang bodoh, kalau bukan tentang sebutan lalu apa lagi Nailaaa? Ahhh begitulah cinta bisa membuat orang menjadi bodoh xixi.


"Bukan, tapi suka susu kamu... " gemes Samar dan dia menjahili Naila.


"Ihhh omess.. " sentak Naila.


Samar tertawa kecil, "udah lama lohh aku gak icipp.. " goda Samar.


"Beberapa hari berasa beberapa tahun tau yang, " melas Samar, benar yang dikatakan Samar dia nunggu beberapa hari berasa beberapa tahun.


"Tinggal tiga hari lagi menikah jadi bersabar lah.. "


"Aku mau sekarang dulu yaaa, " pinta Samar.


"Aku baru menyusui Lala loh, jadi ASI nya tidak banyak lagi. "


"Gak papa, aku belum makan siang lohhh yangg. "


"Yaudah kita kebawah untuk makan siang yahh. " ajak Naila.


Samar menggeleng, "mau inii... " rengek Samar menunjuk payudara Naila.


Cepat sekali mood Samar berubah,pikir Naila.


Naila menatap Samar yang sekarang sedang menunjukkan wajah memelas nya berharap Naila mau menyusuinya.


"Nanti,, " Naila tetap kekeuh dengan keputusan nya.


"Pleaseee... Aku nanti gek semangat lohh kerja nya, kamu tau selama beberapa hari ini aku tidak pernah konsentrasi dalam bekerja karena nutrisi ku tidak masuk ke tubuhku.. "

__ADS_1


"Ooo jadi kamu cuma mau ASI aku doang? " tanya Naila dengan nada agak tinggi sedikit.


"Gak juga, tapi ASI kamu lebih utama, " cengir Samar.


"Dihh, " kesal Naila karena Samar lebih menyukai ASI nya dari pada dirinya.


Samar terkekeh, "bercanda sayang... Aku menyukai dirimu aku hanya ingin menyusu saja untuk menghilang bekas pria itu.. " alibi Samar padahal dia sudah menghilangkan bekas Arman saat dia menginap dirumah Naila sehabis pulang dari apartemen Tobby itu kan?.


"Sudah hilang kok berkat Lala, " sahut Nailaa.


"Itu beda lagi sayang, pleasee yahh aku mah nennn... " rengek Samar dia sudah sedari masuk kamar tadi menahan hasratnya.


"Bentar aja yah?" Naila akhirnya pasrah saja, tuhh kalau dditolak Samar akan tetap merengek jadi dia hanya bisa pasrah.


"Gak janji, " cengir Samar dan Naila hanya mendengkus kesal.


"Hm." deham Naila dan membuat Samar tersenyum lebar. Tanpa aba-aba lagi Samar segera membuka baju Naila dan mengeluarkan kedua payudara Naila lalu menyedot nya rakus bak bayi yang sedang kehausan.


Naila hanya menghela nafas karena sedotan Samar yang kuat, karena sudah sering menyusui samar jadi Naila tidak mendesah lagi seakan sudah terbiasa dengan sentuhan didada nya itu. Beruntung sejauh ini Samar hanya menyentuh dada nya saja.


"Kamu mau honeymoon kemana setelah nikah nanti? " tanya Samar pada Naila disela nyusu nya.


"Aku terserah kamu aja, yang penting Lala ikut karena Lala masih butuh aku dan ASI aku.. " sahut Naila sambil mengelus lembut rambut Samar.


"Mau keluar negeri? " tanya Samar.


"Aku ngikut kemana aja kamu bawa mas, "


"Aku bawa ke kuburan mau? "


"Yaa gak ke kuburan juga mass, masa honeymoon ke kuburan sih, " kesal Naila.


Samar terkekeh, ternyata membuat kekasihnya itu kesal sangat menyenangkan.


"Kan seru di kuburan,yang. Bisa ditemenin sama setan.. "


"Dihh kamu aja sana honeymoon sama setan di kuburan. " Naila menjawab dengan ketus.


"Gak lah sayang, kita honeymoon ke California mau? " tanya Samar.


"Boleh, " sahut Naila.


"Azhar gimana? " tanya Samar.


"Nanti kalau Azhar mau dititipin ya tinggal titipin, tapi kalau dia gak mau yaa kita ajak pergi." ujar Naila dan Samar mengangguk saja padahal dalam hati berdo'a semoga Azhar mau dititipin.

__ADS_1


__ADS_2