
"Kenapa teriak sih? "
Naila yang sedang menyusui Lala tanpa baju itu lantas menoleh kearah Samar.
"Lagian kamu kenapa dirobek coba? " kesal Naila, kenapa dia yang disalahkan saat Lala terbangun? Padahal kan salah Samar juga.
"Ribet kalo di buka satu-satu, " cengir Samar.
Naila mendengus, "gak sabaran. "
"Sayang aku pria normal, sudah cukup aku menahan nafsu selama ini, sekarang sudah SAH aku gak akan nahan lagi. "
"Iya aku tau, tapi kita punya anak mas, jadi sabar dikit.. "
"Hufftt, baru juga pengin udah gini, gimana kita honeymoon nanti yaa? " gumam Samar membuat Naila terkekeh.
"Nunggu Lala tidur mending kamu cerita tentang teman kamu tadi deh, " Naila benar-benar penasaran apa yang membuat Samar judes kepada temannya sendiri.
Samar menghela nafas berat, "tapi kamu jangan menyimpulkan yang tidak-tidak yahh. " pinta Samar.
"Tergantung kamu ceritanya gimana, "
Samar yang awalnya duduk sekarang ikut merebahkan diri disamping kanan sang istri disamping kiri ada Lala yang enak-enak menyusu, seharusnya Samar kan yang enak-enak malam ini? Tapi anaknya itu menganggu.
Samar memeluk pinggang ramping Naila dan mencium pucuk kepala Naila. Naila diam saja dan merasakan kehangatan dari pelukan Samar yang membuat nya nyaman.
"Jadi dulu itu...... " Samar menceritakan tentang pertemanan mereka waktu SMA sampai hari kelulusan mereka hingga selesai tanpa dikurangi dan ditambahi sambil memeluk erat Naila.
Dari yang Naila dengar cerita dari Samar hanya mendengar kan hingga dia menyimpulkan bahwa Samar judes kepada temannya itu karena perempuan. Itu berarti Samar masih mencintai nya kah? Hingga sampai sekarang Samar masih judes dengan teman SMA dulu.
"Yangg,, " panggil Samar saat tidak mendapat respon apa-apa dari Naila setelah bercerita.
"Hm? "
Samar mengernyit saat tidak seperti biasanya Naila menjawab panggilannya, apa Naila marah? Pikir Samar.
"Kamu marah? Jangan salah paham yang.. " Samar mengecup pipi Naila dan Naila hanya diam.
"Kamu masih cinta dengan Cecelia itu? " tanya Naila sinis.
Samae menggelengkan kepalanya, "gak yang, cintaku sepenuhnya buat kamu.. "
"Dasar buayaa.. " ketus Naila.
"Kok buaya? Kan aku gak Playboy. "
"Kata-katanya mirip buaya, "
Samar terkekeh kemudian dia melirik kearah Lala yang sudah tertidur kembali tapi mulut Lala masih mengemut payudara Naila. Samar beranjak dari rebahan nya lalu mencari sesuatu dipaperbag yang dia beli sebelum ke hotel.
"Kamu cari apa? " tanya Naila saat melihat Samar mengobrak-abrik isi paperbag.
__ADS_1
"Sesuatu yang membuat malam pertama kita tenang. " jawab Samar.
Naila mengernyit, sesuatu yang membuat malam pertama tenang? Apa? Bingung Naila.
Samar kembali mendekat kearah ranjang saat sudah menemukan benda tersebut, Naila tidak bisa melihat jelas benda kecil itu karena berada dalam genggaman Samar.
"Lala udah tidur kan? " tanya Samar tersenyum manis.
"I-iya, " gugup Naila.
Samar terkekeh, "gugup hm? " goda Samar.
"Gak, " Naila memalingkan wajahnya agar mengurangi rasa gugup.
"Coba lepasin *********** dari mulut Lala! " pinta Samar.
"Jangan sekarang, nanti dia kebangun lagi. " ucap Naila.
"Pasangin ini, " Samar menyodorkan benda kecil itu ke Naila.
"Empeng? "
Samar mengangguk, "biar dia tidur nyenyak sayang. "
"Apakah bisa membantu? Kan ASI nya tidak ada! " tanya Naila.
"Kan Lala tidur sayang, ini cuma membuat tidur nya agar lebih nyenyak, kamu gak capek apa setiap malam menyusui? "
"Kamu tau aja, "
Naila mendelik lalu dia mengambil empeng itu ditangan Samar. Naila perlahan melepaskan *********** dari mulut Lala lalu dia gantikan dengan empeng bayi itu.
Saat Naila ingin menutup *********** dengan bra Samar menghentikan nya.
"Biarkan seperti ini, nanti bakal dibuka juga kok. "
Naila kembali gugup karena malam ini adalah malam pengantin mereka, walaupun sering berdua dan Samar sering menyusu pada nya tapi tetap saja dia merasa gugup.
"Aku haus nih yangg, " adu Samar bak anak kecil.
"Minum, ngapain ngomong ke aku. " Naila pura-pura tidak paham, seketika Naila tidak lagi gugup.
Senyum jahil terbit diwajah cantik Naila. 'Rasanya aku rindu deh dengar suara rengekan Samar. 'Batin Naila.
"Kita malam pertama yahh. " ajak Samar yang saat ini sudah berbaring disamping sang istri sambil memeluk istri itu.
"Gak, tunggu honeymoon aja. " tolak Naila tapi dia tertawa didalam hati.
Wajah Samar seketika berubah menjadi lesu, "kelamaan sayangg, aku udah nunggu minum ini selama 3 hari ini lohh. " Samar meremas payudara Naila. Naila saat ini telanjang dada karena baju tidurnya sudah dirobek Samar tadi.
Naila menjauhkan tangan besar Samar dari dada nya, "aku mau pakai baju. " Naila berusaha bangun tapi Samar menahannya.
__ADS_1
"Aaaaa sayaangg aku mau nenn.. "
Naila menahan tawa saat Samar merengek, "besok aja yaa, aku pengin tidur. " goda Naila.
"Kamu tidur aja, aku yang bermain yaa.. " pinta Samar.
"Mana bisa gitu? "
"Bisa, kami tidur dan rasakan saja.. "
"Dih mana bisa tidur sedangkan kamu bermain dibadan aku. "
"Kenapa gak bisa? " tanya Samar.
"Kan kata orang-orang malam pertama itu sakit, kalau sakit kan gak bisa tidur jadi nya. " ucap Naila
Samar tersenyum jahil, "emang aku mau bermain dibagian mana? "
Sial, malah Naila yang di goda Samar xixi. Wajah Naila memerah menahan malu karena bicara ceplas-ceplos.
"Gak tau, e-emang mau dimana? " tanya Naila terbata.
"Disini dan........ " Samar membelai Naila dengan jari telunjuk nya mulai dari atas kepala, turun kehidung, lalu bibir, teruss sampai leher, dada, perut dan Samar memasukkan tangannya ke ****** ***** Naila lalu Samar mengusap lembut inti kewanitaan Nilai... "Sini.... "
"Ahhh, " lenguh Naila saat tangan Samar bermain di inti kewanitaan nya.
Samar tersenyum manis lalu mengecup kening Naila, "nikmati dan sebut namaku terus sayang.. " bisik Samar lalu dia mencium bibir ranum Naila dan terjadilah pergulatan panas antara kedua nya, saat menembus kewanitaan Naila Samar segera ******* bibir Naila agar tidak berteriak dan menyebabkan Lala terbangun lagi.
****
"Opa, Azhal mau tidul baleng mama, papa dan adekk. " Azhar sekarang berada dikamar hotel bersama Panraj... Yaa Azhar malam ini ditidur dengan Pandai karena hanya Pandai yang tidak punya pasangan.
"Tidur bareng opa aja, Azhar gak kasian sama opa karena tidur sendiri? " Panraj mencoba membujuk Azhar yang sedari tadi meminta untuk kekamar Naila dan Samar.
"Besok Azhal tidul baleng opa, sekalang Azhal mau baleng mama dan papa, besok kan mama dan papa pelgi jauh.. " jelas Azhar, karena besok kan Samar dan Naila akan pergi honeymoon.
Panraj bingung gimana lagi membujuk Azhar agar tidak meminta kekamar Naila dan Samar lagi. "Mama dan papa mungkin sudah tidur, sekarang kita juga tidur yaa, " bujuk Panraj.
"Meleka belum tidul. " ucap Azhar.
"Kata siapa belum tidur? " tanya Panraj.
"Azhal tadi bicala sama teman mama, kata teman mama, papa dan mama malam ini tidak tidul semalaman. " jelas Azhar.
Alis Panraj naik sebelah, "teman mama kamu siapa namanya? Tobby kah? " tanya Panraj, karena setahu Panraj tadi Azhar ada bersama Tobby dan mereka pun sempat berfoto dengan pasangan pengantin itu.
Azhar mengangguk, "iya paman Tobby... " ahhh jika Samar mendengar ini mungkin dia menyumpah serapahi Tobby.
"Paman Tobby itu bohong, mama sama papa pasti sudah tidur karena lelah.. Kamu gak kasian sama papa dan mama? " tanya Panraj.
"Azhal kasian, " ucap Azhar lesu.
__ADS_1
Panraj tersenyum, "yasudah, sekarang kita tidur yaaa, biarin mama dan papa istirahat.. " ajak Panraj dan diangguki Azhar.