
Sudah tiga hari acara pingit di jalan kan dan selama tiga hari itu Samar ngereog karena rindu menyusu ehhh? Xixi. Sang ayah yang melihat putranya terlihat gusar malah ngeledekin dan membuat sepasang ayah dan anak itu setiap saat adu mulut, adu bacok, adu tinju, adu pancu, canda deng haha.
Untuk acara pernikahan Samar dan Naila, orang tua Samar sudah membicarakan nya dengan Panraj pada waktu malam setelah Naila dipulangkan waktu itu. Panraj sangat setuju dengan ritual pingit ini, bahkan Panraj sempat menawarkan untuk dipingit selama sebulan sama seperti Samar meninggalkan Naila selama sebulan, Samar yang mendengar ucapan calon mertuanya itu tiba-tiba kesurupan dan ngereog tidak jelas karena tidak mau dipingit selama sebulan bisa kurus nanti dia iyakan? Xixi.
Mereka semua tertawa melihat Samar ngereog , apalagi Panraj paling kencang tertawa karena dia tahu betapa bucinnya seorang Samar Prince Adelard pada putrinya itu.
***
Drrrtt Drrrtt Drrrtt
Naila yang sedang menyusui Lala merasa kesal karena ponselnya berdering terus. Samar selalu saja menelponnya hari ini sudah lima kali menelpon tapi Naila tidak mengangkat nya karena sedang menyusui Lala.
Drrrtt Drrrtt Drrrtt
Ponselnya berbunyi lagi dan ditelpon oleh orang yang sama, karena sudah muak dengan suara ponselnya Naila mengangkat telponnya.
"Ada apa? " tanya Naila to the point, Naila hanya menampilkan wajahnya saja tidak mungkin kan dia menampilkan sebagian badannya karena dia sedang menyusui Lala.
"Aku rindu, " Samar berucap dengan sedikit rengekan.
"Tinggal beberapa hari lagi, bersabarlah. "
"Aku lemes, butuh nutrisi. "
"Pergilah makan, sekarang kamu sedang istirahat untuk makan siang kan? Cepatlah makan sebelum jam makan siang berlalu."
"Aku mau nen sayang, " rengek Samar.
Naila yang melihat Samar merengek tersenyum jahil, dia mengarahkan kamera ponselnya kearah Lala yang sedang menyusu itu dan membuat Samar ke iri dengkian kepada sang anak hihi.
"Sayangg kamu sengaja yahh, " Samar semakin merengek dan membuat Naila tertawa.
"Hufftt sudahlah, kita sedang dipingit seharusnya berkomunikasi lewat ponsel pun juga tidak boleh. " ucap Naila yang sudah mengarahkan kamera nya ke wajahnya.
"Kata siapa gak boleh? Cuma ketemu yang gak boleh, "
__ADS_1
"Emang gitu kok pingit itu, kamu jangan lupa makan dan jaga kesehatan. Setelah ini jangan menghubungi ku dulu sebelum kita sah menikah. " Naila langsung mematikan ponselnya dia mau menghindari wajah memelas Samar itu lagian juga dia mau belas dendam tenteng kejadian Samar hilang selama sebulan itu.
Naila yang merasa Lala sudah tidak mengemut payudara nya lagi menunduk dan menatap Lala yang ternyata sudah tertidur, beruntung saat dia telponan dengan Samar tadi tidak mengusik Lala. Naila perlahan melepaskan *********** dari mulut Lala agar tidak membangunkan anaknya itu.
Naila menatap Lala dengan sayang lalu menciumnya.
Cup
"Cepat besar sayang. " ucapnya lalu berjalan keluar kamar untuk turun ke bawah, dia akan makan siang dulu sebelum pergi, rencananya dia hari ini akan ke panti untuk mengundang ibu panti dan adik-adik panti ke pesta pernikahan nya nanti.
***
Sedangkan dikantor Samar terlihat kesal karena Naila langsung memutuskan panggilan video dari nya, padahal dia masih rindu dengan kekasih nya itu.
"Arrrggghhh pingit sialan. " kesal Samar.
Samar menyandarkan punggung nya dikursi kebesaran nya itu dengan menutup mata. Ahh rasanya Samar sungguh tidak tahan dengan ritual pingit ini.
Ceklek
"Ka.... " ucapan Samar terpotong kala melihat siapa yang sudah datang.
"Kenapa? Mau marah sama Mommy? " tanya Desi galak.
Samar menggeleng dan berdiri untuk menghampiri ibu nya yang sudah duduk disofa ruangan Samar itu. Samar duduk disamping sang ibu lalu dia memeluk manja sang ibu.
"Mom aku gak sanggup, " rengeknya.
"Gak sanggup apa? " tanya Desi. Sebenarnya dia tau maksud sang anak tapi dia memang sengaja bertanya.
"Samar lemes Mom gak nyusu, " ujarnya tanpa takut sang ibu akan marah.
"Ck, ini susu Mommy buatin dan ini makanan untuk kamu makan siang. " Desi meletakkan paper bag yang berisi makanan dan susu untuk anaknya itu.
"Mau susu dari Naila Mom, " rengek Samar.
__ADS_1
"Enak aja, ini aja biasanya juga kamu selalu minum susu sapi aja kan. " ketus Desi.
"Tapi mau nya Naila Mom, "
Desi mendelik, "kamu ini kenapa sih? Banyak banget berubah dulu kamu gak pernah manja kek gini apalagi sampai merengek seperti anak kecil..ternyata pengaruh Naila sangat besar ya.. " Desi terkekeh, sebenarnya Shykar juga dingin dan cuek terhadap orang-orang tapi semenjak berpacaran dengannya Shykar berubah menjadi manja padanya dan keluarga sama persis seperti Samar yang sekarang.
Samar tidak menyahut Mommy nya, dia tau kalau dia menyahut maka Mommy nya akan meledeknya terus sama seperti Daddy nya itu. Samar lebih memilih mengeluarkan makanan yang dibawa oleh Mommy itu dan segera melahap nya.
"Mom kami gak fitting gaun? " tanya Samar.
"Gak, urusan gaun biar Mommy aja juga. " Desi tau maksud anaknya itu, dapat dipastikan Samar ingin mencari kesempatan untuk bertemu Naila, dan Desi tidak akan membiarkan itu terjadi karena dia dan suaminya suka melihat anaknya itu uring-uringan. Orang tua jahat memang xixixi.
"Nanti gak pas gimana? "
"Dijamin pas, kamu tenang saja. "
"Ishh Mommy gak asikk. " kesal Samar padahal dia sangat ingin bertemu kekasih nya itu.
Desi terkekeh melihat wajah kesal anaknya itu, "sabar Boy, tinggal beberapa hari lagi kamu terbebas dari pingitan ini dan bisa 24jam bersama Naila. " goda Desi.
"Tapi aku gak sanggup nunggu lagi Mom," frutasi Samar, benar dia benar-benar tidak sanggup lagi menahan rindu pada ASI Naila ehh ralat! Pada Naila maksudnya hihi.
"Heleh, kemarin sanggup aja tuh bahkan sampai sebulan. " ledek Desi lagi.
"Beda cerita Mom, " sewot Samar. Huhh lagi-lagi dia diledekin.
***
Selesai makan Naila kembali kekamar, saat sampai dikamar Naila terkejut karena Lala hampir jatuh dari ranjang, Lala sudah bangun ternyata padahal baru tidur. Naila bergegas menghampiri Lala agar tidak jatuh.
"Huh sayang, " ujar Naila menangkap Lala yang hampir jatuh itu sedangkan Lala hanya tertawa karena tubuhnya tiba-tiba melayang ke gendongan sang ibu.
Naila mencium Lala lalu mengganti kan Lala baju karena dia kan mengajak Lala ikut ke panti, pasti Adel dan Azhar rindu dengan adik bayi mereka ini.
"Tunggu sini ya sayang, mama mau ganti baju juga. " Naila meletakkan Lala dilantai setelah menggantikan Lala baju. Lalu Naila memasuki walk in closet untuk bersiap.
__ADS_1
_____