Sibadgirl, Kelebihan Hormon

Sibadgirl, Kelebihan Hormon
mandi bersama


__ADS_3

Besok Samar akan menikah dan mulai hari ini dia cuti dikantor, mumpung cuti Samar mau tiduran lama hingga jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi Samar masih tidak terlihat batang hidungnya alias masih dikamar.


Sudah 2 hari Azhar tinggal di mansion keluarga Adelard dan selama 2 hari itu Azhar sungguh bahagia karena kasih sayang yang Samar berikan ditambah orang tua Samar yang juga menyukai anak kecil jadi mereka sudah menganggap Azhar sebagai cucu mereka sendiri.


Saat ini Shykar, Desi, dan Azhar sedang berada diruang keluarga untuk menonton televisi, lebih tepatnya Desi dan Shykar yang menemani Azhar menonton kartun Power Rangers.


"Papa kamu mana? " tanya Shykar pada Azhar.


Azhar yang sedang menonton televisi itu lantas menoleh ke arah Shykar.


"Kakek tanya Azhal? " tanya Azhar. Yaa Azhar tidak canggung lagi dengan orang tua Samar karena Shykar yang punya sifat jahil ke Samar dan Azhar yang jika berbicara suka nyebelin membuat dua pria beda usia itu menjadi satu. Samar kadang frustasi menghadapi Daddy dan anaknya itu. Sedangkan Desi sangat bahagia melihat interaksi antara cucu dan kakek itu kalau senang menistakan Samar.


"Ck, bukan kamu tapi nenek. " decak Shykar saat mendengar pertanyaan dari Azhar itu.


"Nenek punya papa? " tanya Azhar pada Desi.


Desi tersenyum, "nenek punya papa tapi mereka sudah tidak ada . " jelas Desi.


Azhar menganngguk kan kepala nya tanda mengerti kemudian dia beralih menatap Shykar kembali, "kakek dengal yang nenek bilang? Papa dali nenek sudah tidak ada jadi nda usah beltanya lagi. "


Shykar memutar bola matanya malas mendengar perkataan bocah pintar itu, sedangkan Desi sudah tersenyum geli melihat wajah kesal suaminya itu.


"Baru kali ini ada seseorang yang bisa melawan bicara mu,Mas.... Samar aja tidak pernah bisa menang melawan mu tapi Azhar sangat pandai melawan nya. " Desi terkekeh dan membuat Shykar bertambah kesal.


"Cucuku yang ini kelak akan menjadi anak pintar, " puji Shykar, walau pun dia agak kesal tapi dia begitu bahagia karena mendapat lawan bicara yang seimbang.


"Azhal memang pintal dali lahir kakek, " bangga Azhar.


"Dih sombong, " cibir Shykar.


"Azhal nda pelnah sombong, Azhal bicala kebenalan.. " bela nya pada diri sendiri.


"Yayaya... Papa kamu mana? Kok jam segini belum keluar? " tanya Shykar.


"Papa masih ingin tidul katanya, " Azhar memang tidur bersama Samar, karena terbiasa bangun pagi Azhar keluar lebih dulu.


"Ck, papamu itu pemalas. " sahut Shykar.


"Bukan pemalas, tapi papa mengantuk. " bela Azhar.


"Sudah jam 9 ini, itu tidak wajar tidur sampai jam segini. "


"Begitu? "


"Iya begitu. "


Desi tersenyum kecil, "Azhar bangunin papa ya, kasian papa belum sarapan. " titah Desi lembut.


"Oke nenek, " seru Azhar lalu dia berlari kecil menuju lift, seorang bodyguard siap siaga membantu Azhar. Kalau Azhar naik tangga kan capek dan kalau menggunakan lift tangan kecilnya tidak sampai memencet tombol lift maka dari itu bodyguard selalu ada menemani Azhar agar lebih mudah Azhar melakukan sesuatu di mansion papa nya itu.

__ADS_1


"Paman, lumah papa sangat besall.. " coleteh Azhar, saat ini Azhar dan bodyguard itu sudah berada didalam lift menuju kamar Samar yang ada dilantai tiga.


"Benar tuan kecil, " bodyguard itu terkekeh melihat Azhar yang begitu mangagumi mansion keluarga Adelard.


"Jangan mengatakan Azhal kecil paman, Azhal sudah besall.. " selalu saja Azhar protes jika ada yang menyebut nya kecil.


Tingg


Belum sempat bodyguard itu menjawab Azhar sudah berlari keluar saat pintu lift terbuka.


"Paman cepat bukaa.. " titah Azhar karena dia belum sampai menyentuh handle pintu itu.


Ceklek


Pintu terbuka dan Azhar segera masuk dan menaiki ranjang king size itu.


"Papa bangunn, " Azhar menggoyang-goyangkan tubuh Samar.


Bukannya bangun Samar malah membalik badan menjadi tengkurep.


"Papa bangun!!! " Azhar menepuk-nepuk punggung Samar tapi Samar tidak bergerak sama sekali.


Bug


Azhar naik ke punggung Samar dengan melompat lalu berteriakk. "PAPA BANGUNNNNN!!! " teriak Azhar .


"Jangan tidul lagi, " ucap Azhar, pagi saat Azhar bangun sebenarnya dia sudah membangun kan Samar tapi Samar hanya bangun untuk membuka kunci kamar nya agar Azhar bisa keluar.


"Iya gak tidur lagi. " jawab Samar tapi matanya hanya setengah terbuka.


Azhar turun dari punggung Samar lalu membalik paksa Samar. Setelah terbalik dapat Azhar lihat mata Samar hanya setengah saja terbuka.


"Papa buka matanya, " Azhar mencoba menbuka mata Samar dengan kedua tangan kecilnya itu.


Samar terkekeh karena Azhar berusaha membuka matanya dengan tangan kecil itu. "Iya ini papa bukaaa, " Samar melotot kan matanya agar Azhar berhenti membuka matanya itu.


"Ayo tulun papa, papa belum salapan pasti lapal kan? " Azhar menarik tangan kekar Samar untuk menyuruh nya turun.


Samar terkekeh, "papa mandi dulu ya, kamu sudah mandi? " tanya Samar.


"Belum." sahut Azhar.


"Mau mandi bareng? " tawar Samar.


Azhar menggeleng, "kata ibu panti Azhal nda boleh mandi beldua. "


"Kalau kita sama-sama laki-laki tidak masalah mandi berdua apalagi kamu masih kecil, kalau sama-sama besar baru tidak boleh. " jelas Samar.


"Gitu papa? " tanya Azhar.

__ADS_1


"Iya gitu, mau mandi bareng papa? " tawar Samar lagi.


"Hu'um, " Azhar mengangguk. Samar tersenyum lalu mengangkat tubuh gembul Azhar.


****


"Punya papa besall, " tunjuk Azhar saat melihat pusaka Samar yang masih terbalut kain segitiga itu, Samar mandi tidak melepaskan pakaian nya semua, dia mandi menggunakan CD karena dia mandi bersama Azhar.


Samar menunduk melihat kearah tunjuk Azhar seketika mata nya melotot melihat arah tunjuk Azhar itu, "ehhh, " otomatis Samar merapatkan pahanya.


"Papa lihat punya Azhal, " ucap Azhar menunjuk pusakanya, Azhar memang telanjang bulat.


"Kenapa punya Azhar? " tanya Samar pura-pura tidak mengerti maksud Azhar.


"Kecil." cicit Azhar.


Samar tertawa, "kan sudah papa bilang kalau Azhar itu masih kecil.. "


"Azhal mau cepat besal kaya papa. " ucap Azhar ambigu.


"Apanya yang besar? " tanya Samar.


"Badan Azhal. " sahut Azhar.


Hampir saja Samar berpikiran negatif guyss, xixix.


"Makanya makan yang banyak biar cepat besar, "


"Makan banyak gendut papa. "


"Rajin berolahraga tidak akan membuat gendut, "


"Olahlaga?"


"Iya olahraga, nanti papa ajak kamu gym kalau ada waktu. "


"Oke papa. " mereka pun melanjutkan mandi bersama.


***


Dikediaman Albirru


Naila juga sedang mandi bersama Lala, mereka berendam di bath up, Lala sangat suka air terbukti jika Naila memandikan Lala selalu tertawa dan menepuk-nepuk air sehingga air bercipratan kemana-mana.


Naila memegang badan Lala berserta tangan bayi tersebut agar Lala tidak menepuk-nepuk air. Lala terlihat seperti penguin kecil dan membuat Naila terkekeh.


"Lucu bangett sihh anak mama satu inii, " gemes Naila lalu dia menciumi wajah Lala gemes.


"Papapapapa, " celoteh Lala tidak jelas namun terlihat lucu bagi Naila.

__ADS_1


__ADS_2