
"Papa Azhal mau jajan boleh? " tanya Azhar pada Samar, saat ini mereka masih dijalan untuk pulang ke mansion keluarga Adelard, Samar tidak balik kekantor karena tidak ada jadwal meeting sore ini.
Samar yang sedang menyetir itu menoleh kearah anak angkatnya itu, "boleh dong kan duit papa banyak, mau jajan apa? " sombong Samar.
"Mau jajanan yang dipinggil jalan, " ujar bocah laki-laki yang berumur hampir empat tahun itu.
"Duit papa banyak Azhar kalau mau jajan yang berkelas dong.. " Samar tidak ingin mengambil resiko jika membiarkan Azhar jajan diluaran sana nanti Azhar sakit.
Azhar mencebikkan bibirnya,"papa tidak mau jajanin Azhal?, "Azhar mengira Samar tidak mau membelikannya jajanan.
"Bukan tidak mau Azhar, jajanan dipinggir jalan itu kurang sehat, kita ke Indomaret aja ya, disana banyak jajanan dan Azhar boleh ambil sepuasnya. " ucap Samar lembut sambil mengelus kepala Azhar.
"Indomalet?" bingung Azhar, kan dia belum pernah ke tempat-tempat seperti itu, ke mall pun baru pagi tadi bersama opa_ayah dari mamanya itu.
Samar gemes dengan suara cadel Azhar itu, "iya, gak apa-apakan jajan disana aja? " tanya Samar.
"Oke, " seru Azhar, dia senang karena mulai sekarang dia bisa jajan dan dengan mudah meminta kepada orang tua angkatnya ini.
Sesampainya di Indomaret Samar mengajak Azhar masuk.
"Mau digendong? " tanya Samar pada Azhar.
"No papa, Azhal bisa jalan sendili." sahut Azhar lalu berjalan masuk ke Indomaret dengan kaki kecilnya itu.
"Lama kamu jalannya, " ledek Samar.
"Kaki papa yang kebesalan sepelti laksasa. " kesal Azhar karena Samar mengomentari langkahnya yang lama.
Samar terkekeh gemes melihat wajah bocah laki-laki itu kesal. Mereka memasuki Indomaret lalu Samar mengajak Azhar untuk mengambil troli terlebih dahulu.
"Kamu pilih jajanan sesuka kamu, dan masukin kesini. " ucap Samar.
"Boleh banyak papa? " tanya Azhar.
"Boleh dong, " senyum Samar dan membuat Azhar senang.
Azhar menatap Cemilan-cesenan dengan wajah berbinar lalu dia berjalan dan diikuti Samar sambil mendorong troli.
"Papa Azhal mau ini, " tunjuk Azhar pada ciki-ciki.
"Ambillah semau mu, " ucap Samar tanpa pikir panjang Azhar mengambil cemilan yang menurutnya enak dan memasukkan ke troli dengan berjinjit karena troli nya tinggi dan dia pendek maka dari itu dia berjinjit.
Samar terkekeh melihat Azhar yang berjinjit itu, "mau naik troli aja hm? Biar papa yang ambilin cemilan nya. " tawar Samar.
"Boleh naik sini papa? " tanya Azhar menunjuk troli itu dan Samar mengangguk.
"Mau? "Tanya Samar dan Azhar mengangguk antusias.
Samar berjongkok dan mengangkat Azhar lalu memasukkan Azhar ke troli.
"Aaaaa Azhal terlbanggg... " seru Azhar senangg dan membuat Samar tertawa kecil.
__ADS_1
Orang-orang pengunjung Indomaret yang melihat keharmonisan antara Samar dan Azhar merasa terharu.
"Ayah dan anak yang manis."
"Aku iri dengan anak itu, dia mendapatkan ayah yang sayang padanya. "
"Anak yang manis dan ayah yang tampan. "
Begitulah bisik-bisik tetangga ehhh bisik-bisik orang yang melihat Samar dan Azhar. Samar yang mendengar hanya tersenyum kecil.
"Papa Azhal mau itu, " tunjuk Azhar pada kinderjoy.
Samar melihat kearah cemilan yang ditunjuk Azhar, "ini? " tanya Samar mengambil satu kinderjoy.
"Iya, mau itu banyak banyak, " girang Azhar.
"Jangan banyak-banyak nanti bisa sakit gigi, dua aja yaa. " Samar melarang Azhar membeli kinderjoy banyak karena itu adalah coklat.
"Kenapa? Kata papa tadi boleh beli banyak jajanan. "
"Ini coklat, tidak baik untuk gigi. "
Azhar mengangguk dan mengambil kinderjoy itu dari tangan Samar, "satu aja papa. " ucapnya.
"Anak pinter, " Samar mengacak gemes rambut Azhar.
Alis Samar terangkat, "kenapa? " tanya Samar.
"Nanti Azhal nda ganteng lagi. " ucap bocah itu.
Samar terkekeh, "tau apa kamu soal ganteng? "
"Kata adel kalau lambut Azhal belantakan nda ganteng, adel nda suka. " coleteh Azhar membuat Samar tertawa.
"Kamu masih kecil jangan mikirin suka-sukaan. " Samar mencubit gemes pipi Azhar.
"Azhal sudah besall papa, " kilah Azhar.
"Kamu kecil, buktinya kamu tidak bisa mengatakan huruf R. " ejek Samar.
"Azhal bisa, " ujarnya.
"Mana? Coba dong, " tantang Samar.
"L, " ujar Azhar dan membuat Samar tertawa.
"R bukan L. " koreksi Samar.
"L, "
"R, "
__ADS_1
"L."
"Rrrrr, "
"Lllll."
Samar terbahak mendengar suara cadel Azhar, pengunjung Indomaret yang perempuan melihat Samar tertawa membuat mereka terpana akan ke tampanan Samar. Samar yang sadar dirinya ditatap oleh perempuan otomatis dia berhenti tertawa dan memasang wajah biasanya saja.
"Sudahlah kami masih kecil jangan berlagak sok dewasa. " ucap Samar dan membuat Azhar cemberut.
"Azhal lebih besal dali adek Lala papa. " sewot Azhar.
Samar terkekeh lagi mendengar perkataan Azhar, "iya itu memang bener anak pintarr, "
"Heem Azhal memang pintall. " sombong Azhar.
"Heh siapa ngajarin sombong gitu? "
"Azhal nda sombong, Azhal bicala kebenalan. " ucapnya.
"Siapa yang bilang Azhar pintar? " tanya Samar.
"Teman-teman Azhal, adel, mama, opa, dan papa. "Beritahu Azhar, memang benar adanya setiap orang-orang yang bicara dengan Azhar mereka pasti mengatakan bahwa Azhar itu anak pintar.
" terserah kamu saja. "Samar memutar bola matanya malas tapi dia memang mengakui bahwa Azhar itu pintar, dia cepat akrab dengan lawan bicaranya.
"Mau beli jajan lagi atau mau pulang sekarang? " tanya Samar pada Azhar.
Azhar menoleh kebelakang dan melihat isi troli yang sudah penuh dengan jajanannya, "cukup papa, kita pulang sekalang."
Samar mengangguk lalu dia berjalan kearah kasir untuk membayarnya. Setelah membayar jajanan itu mereka keluar Indomaret dengan Samar menenteng kresek yang lumayan besar yang berisi jajanan Azhar saja.
***
"Ada apa? " tanya seorang pria muda pada sekretaris nya saat sekretaris nya itu masuk keruangan nya.
"Maaf tuan saya mendapatkan kabar tentang tuan muda Adelard. " ucap sekretaris itu.
"Kabar apa? " tanya pria itu.
"Dalam tiga hari ini tuan muda Adelard akan menikah. "
Pria itu tersenyum kecil, "Samar akan menikah? Kenapa tidak mengundangku? Apakah dia menganggap aku sudah mati?. " tanya pria itu.
"Apakah tuan ingin menghadiri acaranya? Biar saya atur jadwal anda pulang ke Indonesia. " tawar sekretaris itu.
Pria itu terkekeh, "apakah boleh hadir ke pernikahan tanpa diundang? "
Sekretaris itu hanya diam melihat pria muda atau tuannya itu terkekeh, "atur saja jadwal ku ke Indonesia, diundang atau tidak aku akan tetap menghadiri pernikahan Samar itu, " ucap pria itu.
"Baik tuan. "
****
__ADS_1