
Gara-gara teriakan Naila yang sangat keras membuat Lala terbangun dan menangis, sekarang Naila sedang menyusui Lala dan membuat Samar mendengkus kesal. Bagaimana tidak kesal dia baru saja menyusu tapi tiba-tiba Lala terbangun karena teriakan Naila.
Naila yang melihat raut wajah kesal Samar mengernyit heran, "kamu kenapa sih? " tanya Naila.
"Kamu toh, ngapain teriak-teriak? Kan jadi kebangun Lala, aku baru sebentar nen nya!! " kesal Samar.
Astaga! Jadi itu alasan kenapa wajah Samar cemberut? Tapi kan itu gara-gara Samar yang membisikkan sesuatu sehingga membuat Naila malu.
"Salah kamu, " sewot Naila.
"Kok aku? Aku mengatakan kebenarannya kok! " Samar tidak mau di salah kan. "Lagian beruntung cuma remes dan gak sampai dimasukin kan? " ucap Samar frontal.
Naila mengambil bantal dan melemparkan nya kearah Samar karena kesal dengan ucapan frontal Samar.
Bugh
"Kenapa sih yang? "
"Ucapan jangan terlalu frontal, " ketus Naila.
"Lah terus aku mengucapkan nya gimana? Hayoo gimana supaya gak frontal coba? " aihhh Samar kok jadi nyebelin yah?.
"Au ahh... Kamu kenapa habis dari London jadi nyebelin sih? " sewot Naila.
"Karena aku merindukan ASI dari mu tapi baru saja menyusu kamu malah membangunkan Lala," Samar menjawab dengan jujur.
"Itu salahmu yang pergi lama kan? " Naila berucap sedikit berteriak sambil memasang wajah galak. enak saja Samar menyalahkan nya. Kan gara-gara ucapan Samar tadi membuat nya malu dan refleks berteriak.
"Jangan kencang-kencang berbicara, nanti seisi mansion terbangun, liat Lala terusik dengan suara mu yang cempreng itu, " ejek Samar, entah kenapa suka banget dia membuat kesal kekasihnya itu. Padahal dulu Samar bukan orang yang menjengkelkan kan?
Naila melotot mendengar kalimat terakhir Samar. "APA KAMU BILANG HAH!! " teriak Naila dan membuat Lala melepaskan emutannya pada payudara Naila dan dia menangis karena terkejut.
__ADS_1
"Hoeee amamamaaa,, " tangisan Lala yang cukup keras membuat Naila merasa bersalah.
"Tuh kan nangis anak papa, cup cup cup sayang diam ya, mama kamu seperti nya kerasukan makanya suka teriak-teriak.. " Samar menepuk-nepuk pelan pantat Lala. Karena tepukan dari Samar membuat Lala berhenti menangis dan Lala menatap Samar yang agak jauhan itu darinya.
"Kan aku refleks teriak karena kamu bikin aku kesal, " ujar Naila yang tidak Terima disalahkan oleh Samar.
"Kamu PMS ya? Cepet banget kepancing emosi! " tanya Samar, biasanya kan Naila kalau kesal kepadanya tidak berteriak didepannya kecuali dalam keadaan PMS dan keadaan yang membuat Naila sakit hati seperti hilangnya Lala kemarin.
Karena Lala sudah bisa merangkak dia tengkurep lalu mulai bangun dan merangkak dan menaiki dada bidang Samar yang sedang berbaring itu, Lala seakan rindu juga dngan sang ayah dia merebahkan badannya diatas dada bidang Samar(uhhh Lala sungguh manis)Samar menepuk-nepuk pantat Lala yang berasa diatas tubuhnya itu. Naila yang melihat itu merasakan kebahagiaan keluarga kecil mereka.
"Hm aku PMS," ujar Naila lalu mengusap-usap rambut Lala.
"Pantes, ohh ya hari ini kita temui orang tua aku yahh! " ajak Samar pada Naila dan Naila hanya mengangguk.
"Apapapa, " Lala berceloteh dengan suara khas bayi itu seakan menyahut ajakan Samar tapi Samar dan Naila tidak mengerti bahasa bayi itu. Lala dan Samar hanya bisa tertawa kecil mendengar ocehan Lala yang tidak mereka mengerti. Mereka melupakan pertengkaran kecil tadi karena Lala, uhh Lala penenang Samar dan Naila.
Skip
Sekarang keluarga kecil yang belum terikat itu berada dimansion Samar. Sesuai yang diucapkan Samar tadi meminta Naila untuk menemui orang tua nya agar Naila tidak canggung dengan orang tuanya.
"Maaf ya Tan, Om tadi malam Naila kurang sopan dan tidak menyapa kalian dengan benar, " Naila meminta maaf atas kejadian tadi malam yang menurut nya tidak sopan tapi mau bagaimana lagi dia kan sedang kesal dengan Samar.
Shykar dan Desi tersenyum kearah Naila yang sedang memangku Lala itu dan Samar berada disamping Naila.
"Tidak apa-apa.. Wajar kamu begitu karena kesal dengan Samar kan, kalau Daddy yang seperti itu mungkin Daddy akan meninggalkan nya dan tidak balik lagi. "
Samar mendengkus kesal mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang ayah, "mending Daddy diam aja deh, gak penting banget suara Daddy itu. " sewot Samar dan yang lain hanya terkekeh.
"Jangan dengarkan ocehan Samar dan ayahnya yah, mereka emang selalu gitu kalau lagi ngumpul. " ujar Desi kepada Naila.
'Ternyata Samar yang seperti kulkas itu bisa bercanda juga yah, pantes dia jadi ngeselin mungkin karena sebulan ini bersama ayahnya, tapi kok aku baru tau dia suka bercanda yah? 'batin Naila menerka nerka,yang dia tau kan selama ini Samar itu dingin tapi manja kalau lagi sama dia.
__ADS_1
"Iya tan, " sahut Naila.
"Lohh jangan panggil tante lagi yah, panggil mommy aja, " ujar Desi.
"Iya jangan panggil om lagi, panggil Daddy sayang aja. " canda Shykar sambil melirik kearah Samar.
"Daddy jangan genit deh, liat mom suaminya genit tuh. " sewot Samar. Dia sungguh heran kenapa Daddy nya itu suka sekali menggoda nya.
"Udah ih kalian berhenti bercanda, Mommy mau masak buat makan siang dulu. " Desi berdiri dan hendak berjalan menuju dapur.
"Naila ikut masak Mom.... Nih Lala kamu jagain yah, " ucap Naila lalu menyerahkan Lala pada Samar.
"Ayo sayang, " ajak Desi pada Naila, mereka pun memasak didapur sambil cerita-cerita, Naila bersyukur karena orang tua Samar menerima baik dirinya, padahal dia sudah takut jika orang tua Samar tidak ingin menikah kan nya dengan Samar karena sikap kurang sopannya semalam.
Diruang tamu Samar mengajak Lala berbicara walau pun Lala hanya berbicara bahasa bayi tapi Samar tetap mengajak Lala berbicara agar Lala cepat bisa bicara pikirya.
"Lala mau punya adek gak? " tanya Samar.
"Papapapapapaa, " Lala bersuara sambil menggerak-gerakan tangannya untuk menyentuh wajah Samar.
"Mau yaa, nanti setelah papa dan mama menikah papa akan langsung buatkan adek buat Lala, "
Shykar yang mendengar perkataan Samar menahan tawa, "kamu gila? Emang kamu ngerti bahasa bayi? Lagian juga kenapa bicara gitu ke Lala dia masih bayi udah ditawarin adek aja, " ketus Shykar tapi sebenarnya dia ingin menertawakan Samar.
"Terserah Samar mau bicara gimana kan Lala anak Samar. " sewot Samar.
"Papapaaa, "
"Iya sayang papa, kenapa? Mau adek sekarang ya! "
"Ha ha ha ha, kamu gila Boy, udah ah Daddy mau kekamar aja, bisa gila Daddy dengar kamu bicara aneh-aneh pada Lala, " Shykar beranjak sambil menertawakan tingkah Samar itu.
__ADS_1
Samar hanya acuh dan tidak memperdulikan sang ayah yang menertawakan nya, dia masih asik mengajak Lala bicara.