Sigemoy Yang Minder

Sigemoy Yang Minder
kepedulian sinta


__ADS_3

"tenang sahabatku kamu disini aman bersamaku, tapi pasti kedua orang tuamu sangat mengkhawatirkan mu, cuma aku belum tau mau bilang apa ke orang tua mu" ungkap Sinta.


gemoy masih terdiam dan hanya menangis terus tiada henti dengan berpenampilan acak-acakan.


"aku ngga nyangka akan ketemu kamu dengan keadaan seperti " ungkap Sinta sembari menangis.


tak lama kemudian suami Sinta datang.


"assalamualaikum, mah aku pulang" ungkap suami Sinta


"walaikumsalam, iya pah tinggal masuk saja, pintu tidak dikunci" saut Sinta


akhirnya suami Sinta masuk kerumah.


"ini teman kamu mah?" tanya suami Sinta


"iya pah, aku ngga tau masalah yang sebenarnya menimpa temanku ini, tapi aku melihat chat gemoy yang paling aktif dengan satu laki-laki" jawab Sinta.


" kamu boleh berteman, tapi kamu jangan terlalu ikut campur dengan masalah orang lain" saut suami Sinta.

__ADS_1


"tapi ini sahabat dekatku pah" jawab Sinta


"walaupun sahabat dekat, tapi dia pasti punya privasi sendiri, apalagi kamu sudah lama tidak bertemu dengannya" balas suami Sinta


"Sinta pun bingung, apakah yang ada dichat itu suami gemoy??" Sinta bertanya - tanya didalam hatinya.


Sintapun akhirnya bertanya dan dijawab oleh sendiri.


"sudahlah yang penting aku merawat temanku terlebih dahulu", ungkap Sinta.


sambil mengelus -ngelus rambut temannya.


Sinta pun bingung apa yang harus ia lakukan untuk sahabat nya ini, karena hp gemoy hanya bisa untuk membuka satu chat saja.


"sudah cukup lama teman kamu tinggal disini mah tapi belum ada perubahan" ungkap suami Sinta.


"ia pah kita harus bagaimana ya pah???" tanya Sinta


"apa kita bawa teman kamu ke rumah sakit jiwa saja, biar disana diperiksa" ungkap ide suami Sinta.

__ADS_1


"aku tidak tega pah untuk memasukan temenku ke rumah sakit jiwa" jawab Sinta.


"terus kamu maunya seperti apa?, inget kamu juga punya keluarga" ungkap suami Sinta.


" ia pah aku juga tahu" jawab Sinta


"jika kamu tahu harusnya kamu sepemikiran denganku, karena kita punya anak yang masih kecil mah, dan anak kita setiap paginya harus kamu urus kesekolah".


Sinta pun bimbang dengan keadaan ini. dengan spontan dia bilang ke suaminya


"kita tunggu satu bulan lagi ya pah, jika gemoy tidak ada perubahan, aku setuju dengan pendapat papah" ungkap Sinta.


" ia mah, kamu juga harus sabar ya dan selalu semangat" jawab suami Sinta.


Sintapun masuk ke kamar gemoy sambil berkata "cepat sembuh ya sahabat ku, ayo pulih lagi seperti dulu, aku kangen masa - masa kita bertiga di waktu SMA, kau boleh cerita apa saja kepada ku" ungkap Sinta kegemoy sambil menangis melihat keadaan sahabat nya yang masih seperti itu.


dari keadaan tersebut gemoy mengalami trauma yang berkepanjangan yang membuat nya selalu tiba - tiba menangis.


dan ditempat lain orang tua nya pun mencari gemoy yang sudah lama sekali tidak ada kabar.

__ADS_1


mereka berusaha mencari gemoy kemana pun hingga kekampus gemoy menanyakan ke teman - teman satu prodinya sampai ke dosennya tapi mereka tidak tau keberadaan gemoy dimana, orang tua nya pun sekarang hanya bisa pasrah dan mempunyai keyakinan bahwa anaknya baik - baik saja. mereka optimis akan hal itu dengan berkata "cepat pulang ya nak"


__ADS_2