Sigemoy Yang Minder

Sigemoy Yang Minder
gemoy koma


__ADS_3

"sudah tidak usah menangis, kamu melakukannya juga tidak menangis seperti ini" ucap bapak gemoy.


"maafkan aku pak bu" ucap gemoy karena mau bilang apa lagi.


gemoypun masuk ke kamarnya, dia kangen dengan suasana kamarnya, ternyata kamarnya masih tersusun rapi seperti dulu.


gemoy mencoba menghubungi aleks tapi ternyata nomornya tidak bisa dihubungi,


"kamu kenapa sih aleks, kenapa sulit dihubungi" gemoy terus mencoba menghubungi aleks sambil mengomel sendiri didalam kamarnya.


karena banyak pikiran, akhirnya gemoy mengalami sakit perut yang tidak seperti biasanya.


"akhhh sakit, sakiiiiiit, ibuuuuuuuu" panggil gemoy.


ibu dan bapak gemoy segera menghampiri gemoy dikamar dan melihat gemoy sudah tergeletak dilantai sambil memegang perutnya, air ketubannya pun sudah pecah. bapak gemoy segera pergi ke garansi mobil untuk mengeluarkan mobil.


"sakit sekali Bu"ucap gemoy


"sabar nak, kamu bisa berdiri kan, ayo kita pergi ke dokter kandungan" tanya ibu gemoy.


sambil pelan - pelan ibu gemoy memapah anaknya keluar rumah.


"hati -hati nak, pelan - pelan saja jalannya" ucap ibu gemoy


"ibu gemoy sudah tidak kuat, sakit sekali" ucap gemoy.

__ADS_1


"sabar nak, be tar lagi nyampe rumah sakit nya, kamu coba atur napas ya!!!, ayohhh pah cepat mengemudinya!!!" ungkap ibu gemoy


"iya Bu ini juga bapak berusaha dengan cepat menyetirnya" jawab bapak gemoy.


setelah sampainya dirumah sakit gemoy segera dilarikan ke ruang UGD.


"ibu sakit sekali, aku takut Bu" ucap gemoy.


"semangat nak, kamu pasti bisa melewati ini semua" jawab ibu gemoy.


setelah beberapa jam, suara tangisan bayi pun mulai terdengar, tapi gemoy belum juga sadarkan diri.


dokter membuka pintu ruang UGD.


"gimana dok hasilnya" tanya ibu gemoy.


"gemoyyyyy" teriak ibu gemoy dengan menangis tanpa memperdulikan anak gemoy.


seminggu kemudian telah berlalu tapi gemoy belum juga tersadar dari komanya.


ibu gemoy mempunyai rencana untuk anak gemoy dititipkan saja di panti asuhan, dia menceritakan rencananya ke bapak gemoy.


"pak bagaimana jika anak gemoy kita titipkan ke panti asuhan saja" ungkap ibu gemoy.


"iya tentu boleh sekali Bu, lagian saya tidak ingin melihat anak itu, karena dialah yang telah menghancurkan harapan dan impian anak kita" jawab bapak gemoy,

__ADS_1


dan akhirnya pagi - pagi sekali ibu gemoy membawa anak gemoy ke panti asuhan dengan memberikan uang secukupnya untuk ibu panti asuhan dan segera pergi dari panti tersebut.


dan setelah dari panti asuhan ibu gemoy mampir ke rumah sakit untuk melihat keadaan anaknya,


"cepat sadar ya nak, ibu sangat tak sanggup melihat kamu berbaring tak berdaya seperti ini" ucap ibu gemoy sambil mengecup kening anaknya.


setelah memandanginya cukup lama, ibu gemoypun berpamitan.


"ibu pulang dulu ya nak, karena banyak yang harus ibu urus".


gemoy dirumah sakit tidak ada yang menjaganya, karena kedua orang tua nya sibuk serta adiknya pun masih sekolah.


- - - - - -


malam hari ibu dan bapak gemoy saling berbincang, "sampai kapan ya pah gemoy harus dirumah sakit, malang sekali anak kita ini" ucap ibu gemoy.


"sabar saja Bu, barangkali ini ujian dari Allah untuk keluarga kita melalui anak kita" ucap bapak gemoy.


"tapi apakah tindakan kita sudah betul menitipkan anak gemoy ke panti asuhan pah?" tanya ibu gemoy.


"ya betul Bu, mau gimana lagi, kalo misalkan dia tinggal disini juga siapa yang akan merawatnya, kita pagi - pagi sudah sibuk dengan urusan kita Bu, lagi pula jika kita merawatnya, bapak ngga sanggup melihat anak itu Bu, bapak pasti akan teringat dengan nasib anak kita gara - gara bayi itu" ucap bapak gemoy.


ibu gemoy menghembuskan nafas dalam - dalam.


" ayo kita istirahat saja Bu, sudah malam" ucap bapak gemoy.

__ADS_1


"ayo pah" jawab ibu gemoy


__ADS_2