
tok, tok, tok, ketukan suara pintu terdengar diruangan Roy,
"ya silahkan masuk sus" saut Roy
"gawat dokter, pasien yang ada dikamar nomor 125, sedang mengalami kejang" ucap suster
Roy menyadari bahwa nomor ruangan tersebut adalah ruangan gemoy, Roy pun bergegas menghampiri ruangan tersebut dan ternyata benar memang tubuh gemoy sedang mengalami kejang - kejang yang luar biasa, sampai Roy harus mengeluarkan alat bantu untuk menstabilkan detak jantung gemoy, pemeriksaan pun berlangsung cukup lama, dan akhirnya Roy berhasil menstabilkan kondisi gemoy seperti semula walaupun keadaan keadaan nya belum sadarkan diri. Roy cukup lega dengan hal tersebut.
Roy kembali memikirkan gemoy, saat dia berada didalam ruangan nya.
" kenapa bisa jadi hal seperti tadi dan arwah gemoy juga tidak dapat aku lihat dari tadi" saut Roy.
dengan perasaan khawatir, kalau gemoy terjadi sesuatu, sampai jam kerja nya selesai dia pun tidak melihat arwah gemoy, Roy mulai mondar - mandir dirumah sakit sebelum ke tempat parkiran mobil, dia menelusuri satu persatu ruangan tapi tidak nampak arwah gemoy, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke tempat parkiran mobil barangkali gemoy sudah menunggu nya didalam mobil dan sesampainya diparkiran mobil gemoypun tidak ada, Roy sangat cemas, tapi dia pun harus fokus mengendarai mobilnya.
"kemana sih dia sebenarnya, apa tidak bisa izin dulu" gumam Roy dalam hati.
setelah sampai dirumah Roy juga bergegas mencari gemoy ke setiap sudut ruangan, tapi gemoy tidak ada. malam ini Roy benar - benar ditemani dengan keheningan.
Roy menuju kamarnya dan merebahkan diri sambil melamun arwah gemoy.
__ADS_1
"kenapa kamu hadir dan pergi seenaknya" gumam Roy
setelah mengucapkan hal tersebut Roy segera duduk dipelipis ranjang.
"apakah aku mulai mencintai gemoy, kenapa aku takut dia hilang?" ungkap Roy.
Roy menggeleng kepala nya.
"tidak mungkin aku suka dengan arwah seperti gemoy, yang ternyata banyak ucap walaupun dia cantik sih" ucap Roy kembali.
Roy dibuat gila oleh gemoy dengan berbicara sendiri bahkan hatinya pun ikut bicara.
"tapi memang aku sangat khawatir dengan nya, sekarang sudah sangat malam, bagaimana keadaannya" ucap Roy.
disisi lain gemoy sedang berada di rumahnya, karena dia sangat rindu dengan keluarga nya, gemoy menatap satu persatu dari keluarga nya,
"ayah ibu, apa kalian tidak kangen denganku, kenapa tidak ada diantara kalian yang menjenguk aku dirumah sakit?" tanya gemoy ke ke dua orang tua nya.
gemoy menyadari bahwa perbuatannya memang tidak bisa dimaafkan, karena aib yang ia perbuat dengan sibrengsek aleks, tapi apa daya gemoy yang selalu terperangkap oleh aleks.
__ADS_1
gemoy menangis sepanjang malam di samping orang tua nya tidur pulas. dan keesokan harinya gemoy memutuskan untuk pergi ke rumah Roy.
terlihat Roy sedang merapihkan baju yang dipakai nya, gemoy masuk kamar Roy dengan menebus pintu, tanpa Roy memperhatikan gemoy sudah duduk diranjang Roy sambil melihat Roy
"sudah tampan dokter" ucap gemoy
Roy segera membalikkan badannya dan bergegas menghampiri gemoy tanpa Roy sadari dia telah memeluk gemoy sambil mengelus rambut gemoy.
"kamu dari mana saja, kenapa ngga bilang - bilang kalo mau pergi ke suatu tempat" ucap Roy
gemoy melepaskan pelukan Roy dan mulai tersenyum ke Roy sambil berkata
"maaf dokter membuat dokter khawatir, setelah saya berusaha masuk ke dalam raga saya yang menolak jiwa saya, saya teringat dengan orang tua saya, saya rindu mereka" ucap gemoy
Roy pun mulai berkata pada dirinya
"apakah gejang - kejang yang dialami gemoy kemarin karena hal ini??" ucapnya dalam hati.
"lain kali kalo mau kemana - mana bilang ya" ucap Roy
__ADS_1
"siap dokter" ucap gemoy.
"mungkin memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa aku jatuh cinta pada sesosok arwah" ucap Roy dalam hati sambil tersenyum dan mengajak gemoy untuk ikut dengannya ke rumah sakit.