Sigemoy Yang Minder

Sigemoy Yang Minder
ajakan Roy ke gemoy


__ADS_3

Roy sangat sabar dan detail menjelaskan keadaan gemoy ditengah malam untuk membujuk gemoy mau ikut pulang ke rumahnya. tapi gemoy menolaknya karena gemoy masih trauma dengan apa yang ia alami sampai ia mempunyai seorang anak dan ia pun tidak tahu anaknya masih hidup atau tidak serta gemoy merasa sedih kenapa disaat dia sudah sadar dia tidak menemukan satu pun keluarganya yang menemaninya, gemoy mulai menangis.


"kenapa aku tidak mati saja dok" ucap gemoy ke Roy.


"saya sudah menjelaskan sama kamu dan intinya, kamu masih diberi kesempatan untuk hidup, harusnya kamu merasa senang" ucap Roy.


"saya bingung dok, untuk memulai hidup kembali" ucap gemoy.


"tenang saja, besok siang kamu sudah boleh pulang dan percayalah ketika kamu ikut dengan ku kerumah ku, aku akan menjaga mu" ucap Roy meyakinkan gemoy.


gemoy menatap Roy tanpa berbicara satu kata pun namun dalam hati gemoy merasakan ia pernah sangat dekat dengan dokter Roy.


Roy mengelus rambut gemoy dan berkata


"istirahat lah".


gemoy melihat langkahan kaki Roy yang menjauh dari ruangannya.


"kenapa aku tidak asing dengan dokter itu, sebenarnya siapa dia, kenapa dia sangat peduli denganku??" ucap gemoy.


gemoy selalu bertanya - tanya pada dirinya sendiri sepanjang malam, dia tidak bisa tidur.


*********

__ADS_1


pagi hari Roy melakukan aktivitas seperti biasa, sebelum pergi keruangannya dia pergi ke kantin untuk sarapan, tapi hari ini dia tidak bersemangat juga untuk melakukan aktivitas, dia masih memikirkan gemoy karena gemoy tidak menjawab ia mau ikut atau tidak dengannya untuk kerumah, dia memainkan sendok nya tanpa memakan makanan yang telah ia pesan.


"dooor" ucap Leni.


"ehhh, kamu Len, ada apa kamu kesini lagi?" ucap Roy.


"kamu terlihat lesu Roy, apakah kamu baik - baik saja?" ucap Leni


" iya, aku baik - baik saja" ucap Roy dengan nada lesu.


"kalo ada apa - apa cerita jangan dipendam sendiri dan bukannya kamu harusnya merasa senang ya, karena pasien kamu yang lama sekali koma sekarang sudah sadar?" ucap Leni


" benar juga yang dikatakan Leni, kenapa aku malah sedih, bukannya ini bagus, berarti kesempatan ku untuk membangun rumah tangga dengan gemoy semakin besar" ucap Roy dalam hati.


"nah gitu dong semangat" ucap Leni yang ikut senang melihat Roy bersemangat.


beberapa jam sudah dilewatkan di kantin bersama Leni, Leni pun merasa bahwa Roy bahagia karena dirinya, dengan percaya dirinya Leni berucap dalam hati "aku akan menjadi kekasih Roy" dengan wajah senyum - senyum merah dipipi.


"aku sudah selesai sarapan Len, aku tinggal dulu ya" ucap Roy


"silahkan, selalu semangat" ucap Leni


"tentunya" ucap Roy

__ADS_1


Roy bergegas dan sekarang yang ingin ia tuju pertama kali sebelum bekerja adalah ruangan gemoy, ia ingin memastikan bahwa keadaan gemoy semakin membaik, setelah berada diruangan gemoy dengan napas tidak teratur, gemoy pun memperhatikan keadaan Roy tersebut


"ada apa dokter, kenapa dokter kesini ?" ucap gemoy.


"bukannya aku dokter, jadi aku kesini untuk memeriksa keadaan mu" ucap Roy


"tapi ini masih pagi sekali dok" ucap gemoy


"mau pagi, sore bahkan malam yang namanya dokter pasti harus siap untuk semua keadaan" ucap Roy dengan nada ketus ke gemoy,


setelah itu mereka pun terdiam. sehingga keduanya merasa canggung,


"gimana dengan tawaranku?" ucap Roy dengan rasa ragu - ragu mengatakan nya.


"tawaran yang apa dok?" tanya gemoy


"ternyata kamu pelupa ya" Roy pun mulai dengan nada tinggi


gemoy tertawa karena menurut gemoy, Roy sangat lucu ketika sedang kesal seperti itu, tanpa disadari Roy mencubit kedua pipi gemoy dan memberi kecupan.


"maaf" ucap Roy.


"aku pikir - pikir dulu ya dok" ucap gemoy.

__ADS_1


"baiklah" saut roy


__ADS_2