
sesampainya diruangan Roy, Roy melepas genggaman tangannya ke gemoy,
"terus saja, terus lakukan aku seperti itu" gerutu gemoy.
"hahahaha, emangnya kenapa?" ucap Roy
"aku seperti nyamuk, bahkan syetan yang yang sedang ada diantara kamu sama dokter centil itu" gumam gemoy sambil melipat dua tangannya di atas dada dengan bibirnya yang manyun.
Roy langsung menarik gemoy dan membuat gemoy duduk dipangkuan nya, mereka berdua saling menatap.
"kamu cepat sembuh ya gemoy, aku ingin kita membina keluarga kecil kita" ucap Roy
mata gemoy pun berbinar - binar dan ingin meneteskan air mata.
"makasih ya dok, kamu sudah memahami apa yang aku rasakan, aku berjanji akan segera sadar dari koma ku" ucap gemoy sambil memeluk Roy.
"sama - sama, aku janji kamu adalah wanita yang ada di hati ku untuk yang pertama dan terakhir" ucap Roy.
gemoy melepaskan pelukan nya.
"tapi setelah aku sadar, apakah aku bisa kenal dengan dokter?" ucap gemoy ke Roy
__ADS_1
"kamu coba saja sayang, dan misalkan setelah kamu sudah sadar tidak mengenal ku, aku akan berusaha untuk mengingatkan mu kembali" ucap Roy
"aku sangat mencintaimu dokter" ucap gemoy.
"aku juga"ucap Roy sambil mengecup rambut gemoy.
"aku kerja dulu ya, kamu tetap disini" ucap Roy.
"baik dokter"
gemoy yang sedang menunggu Roy dalam ruangan kerja Roy merasa bosan dan gemoy mempunyai ide untuk masuk dalam raganya kembali sehingga gemoy memutuskan untuk keruangannya.
"aku harus masuk ke ragaku"
beberapa menit gemoy dapat masuk ke raganya, ada suster yang mau mengecek keadaan gemoy, suster pun berteriak, dokter, dokter, dokter,
"ada apa suster, sampai histeris seperti ini?" ucap dokter Roy.
"dok, dokter pasien sudah sadar dia mulai menggerakkan tangannya tadi" ucap Suster
Roy langsung menuju ke kamarnya gemoy dan ternyata benar gemoy sudah sadar, tapi gemoy tidak mengenal Roy.
__ADS_1
"aku dimana?" ungkap gemoy sambil memegang perutnya.
"dimana anakku?" ucap gemoy berulang - ulang kali sambil menangis.
"tenang gemoy, kamu baru sadar, tenangkan dirimu dahulu" ucap Roy yang berusaha menenangkan gemoy.
"tapi, dok aku ngga mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada anakku" ucap gemoy
"tenang dulu, pasti anak mu baik - baik saja yang penting kamu harus puluh dulu" ucap dokter ke gemoy dan menyuruh suster untuk menelpon keluarga gemoy.
"siap dokter" jawab suster.
suster pun langsung mencari nama keluarga gemoy didaftar pasien dan mencoba menghubungi nomor yang tertera.
tapi sayang nya nomor tersebut sudah tidak aktif lagi. suster menghampiri dokter Roy dan membisikkan hal tersebut ke telinga Roy, dan Roy yang mendengar kan perkataan tersebut hanya bisa menggaruk keningnya.
"akan ku pikirkan nanti" ucap Roy dalam hatinya.
gemoy yang sudah selesai diperiksa dan diberi obat penenang akhirnya tidur dan Roy pergi keruangan kerjanya,
"bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan" ucap Roy sambil memainkan tangannya dimeja.
__ADS_1
setelah beberapa jam Roy melamun Roy pun memutuskan untuk membawa gemoy yang sudah sembuh kerumahnya, karena tidak ingin nantinya gemoy dijadikan bahan obrolan dirumah sakit tersebut.
ditengah malam pun sebelum Roy pulang, Roy nekat keruangan gemoy dan menjelaskan kondisi terhadap gemoy.