
Roy adalah orang yang profesional walaupun pikiran nya terbayang tentang perhatian gemoy kepada dirinya hari ini, dia juga tetap fokus dalam menangani pasien - pasiennya dengan telaten hingga waktu kerjanya usai tepat jam lima sore karena bergantian dengan dokter yang lainnya.
Roy merasa ingin segera pulang ke rumah yang biasanya dia selalu menghabiskan waktu nya untuk dirumah sakit tapi ntah kenapa hatinya bergejolak ingin pulang, dan sesampainya dirumah ia sedang melihat gemoy yang sedang duduk diruang tengah dengan sedikit membaringkan badannya karena merasa cape seharian penuh ia membersihkan rumah Roy yang sangat besar itu.
"kamu kenapa, kok seperti nya lelah sekali?". ucap Roy.
"coba kamu teliti rumah kamu sekarang!!!"jawab gemoy ketus karena tenaganya sekarang terkuras walaupun Roy tidak menyuruhnya.
"kamu yang melakukan semua ini??" saut Roy dengan nada lembut
"hmmm, harusnya dokter rumah sebesar ini menyewa asisten rumah tangga kek, jadi rumah terurus" saut gemoy dengan ketusnya
Roy hanya menggaruk bagian belakang kepalanya sambil tersenyum lebar.
"aku sudah menyiapkan air hangat untuk dokter mandi, setelah itu kita bisa makan malam bersama, saya tunggu dimeja makan" saut gemoy.
"baik calon istriku" saut Roy dengan keceplosan perkataannya sambil berlari menuju kamarnya.
gemoy hanya bisa menggelengkan kepalanya.
setelah beberapa menit Roy sudah selesai mandi, dia lama didepan cermin dan memandangi wajahnya, "ternyata aku sangat tampan" gumam nya.
hmmmmm hmmm hmmmm, lalalalalalala.
Roy menyisir rambutnya sambil bersenandung.
"kenapa aku sangat gugup berhadapan dengan gemoy, ini kencan pertama ku aku harus terlihat perfect didepannya" ucap Roy sambil senyum - senyum sendiri.
"akhirnya turun juga" saut gemoy
"maaf menunggu lama" jawab Roy.
"dokter rapi sekali, mau pergi kemana dok?" saut gemoy sambil mengambilkan makanan ke piring Roy.
__ADS_1
" ngga kemana - mana, ini kamu semua yang buat?" saut Roy
"iya dok, selamat menikmati" saut gemoy dengan senyum manisnya.
"Alhamdulillah, aku kenyang sekali, rasanya sangat enak, setiap hari buatkan aku makanan ya" saut Roy.
"mau sih dok, tapi bahan - bahan di dapur sudah habis, ketahuan sekali dokter ngga pernah masuk dapur ya???" tanya gemoy
lagi - lagi Roy menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"ouh ya sudah ayo kita ke mini market beli bahan untuk sebulan" ungkap Roy.
"memang dokter ngga merasa cape?" saut gemoy.
"tidak, mumpung masih jam delapan malam, ayo kita ke mini market sekalian beli baju untuk kamu" saut Roy.
dalam hati Roy kegirangan "wahhh, aku belanja bulanan bersama istri mungkin seperti ini ya punya keluarga kecil sangat sangat bahagia, apalagi kalo ada buah hati kita, pasti akan terasa bahagia sekali, keluarga yang lengkap"
"ayo dok, saya sudah siap berangkat " saut gemoy
"dokter, dokter, jadi atau tidak" saut gemoy.
"iya iya ayo kita pergi, kamu tunggu didepan, aku ambil mobil dulu" saut Roy.
ntintt ntinttt suara tlakson berbunyi.
gemoy segera menghampiri mobil Roy,
setelah sampai di mini market Roy membawakan keranjang belanjaan sedangkan gemoy memilih barang - barang yang mau dibeli,
"kita berasa Sepang suami istri" bisik Roy ke gemoy.
gemoy membulatkan matanya sambil membalas senyuman dari Roy.
__ADS_1
setelah berkeliling - keliling mini market Roy mengajak gemoy ke mall untuk membeli baju, karena gemoy belum punya baju selama ini gemoy pakai-pakaian Roy yang menurut Roy lumayan cocok.
"pilih lah baju yang kamu suka" aku tunggu disini ucap Roy.
"bukannya ini berlebihan ya dok?" ucap gemoy sedikit memaksa Roy agar ia tidak usah membeli baju, karena hutang budinya menurut gemoy sudah terlalu banyak.
"ayolah pilih, masa kamu mau pakai - pakaian ku terus, nanti aku pakai apa? saut Roy.
" hmmm, nda usah deh dok," gemoy masih ragu untuk memilih baju.
" kamu mau aku tidak pakai sehelai benang pun ya didepan kamu?" canda Roy ke gemoy.
gemoy merasa geli mendengar perkataan roy.
"baik lah dok" akhirnya gemoy memilih satu baju dan memperlihatkan nya ke Roy
"kok cuma satu?" sudah cukup dok.
Roy yang tidak sabar dengan tingkah gemoy, akhirnya Roy membeli semua pakaian yang sesuai dengan ukuran baju gemoy dengan dibantu oleh pelayan tokonya.
"apa tidak berlebihan dok?" ucap gemoy masih seperti itu terus yang merasakan tidak enak hati.
"ngga kok, kan ngga setiap hari seperti ini" ucap Roy sambil memegang tangan gemoy untuk melangkah bersama menuju ke tempat parkir.
setelah masuk dalam mobil, gemoy merasa canggung dengan sikap Roy
"dok sebelum nya saya ucapkan terimakasih banyak, terus dokter pasti tau kan kalo aku sudah ngga suci lagi, kehidupan ku sangat kelam" ucap gemoy yang menahan air mata.
"aku tahu kehidupan mu yang dulu, tapi coba sekarang kita menata hidup kita ya, aku ingin membina keluarga kecil bersama kamu, besok kita pergi kerumah orang tua kamu ya!" perintah Roy
"dokter sungguh- sungguh?" ucap gemoy
Roy mengangguk.
__ADS_1
sambil memegang pipi gemoy dan berkata
"selalu hidup di sampingku"