
pagi mulai beranjak, mereka berdua ketiduran didalam mobil. karena terkena sinar matahari dari kaca mobilnya akhirnya gemoy mulai bangun dan ia merasa kaget karena di sampingnya sudah ada Roy menghadap dirinya yang sedang tertidur pulas. dengan nekat gemoy membangunkan Roy.
"dok dok dok dokter ayo bangun, sudah pagi" ucap gemoy sambil menggoyangkan tangan Roy agar Roy bangun.
" hmmm, jam berapa sekarang?" saut Roy
"saya tidak tahu dok, karena saya ngga pakai jam tangan atau pun memegang handphone" ucap gemoy dengan ringan.
"kita semalaman tidur dimobil?" ucap Roy
"seperti nya ia dok" saut gemoy.
"okey, ayo turun, karena aku mau siap - siap pergi kerumah sakit" ucap Roy.
gemoy mengikuti langkahan Roy dengan berjalan dibelakang Roy.
"ouh ya, gemoy anggaplah ini seperti rumah mu sendiri, kecuali kalo misalkan mau masuk kamarku harus ketuk pintu dulu" ucap Roy sambil tersenyum, karena ia teringat kalo gemoy jadi arwah selalu saja nyelong saat masuk kamarnya.
"baik dok" saut gemoy.
awalnya gemoy bingung mau kemana karena Roy pergi ke kamarnya, akhirnya gemoy menunggu diruang tamu layaknya seorang tamu, tapi beberapa menit kemudian gemoy bermonolog pada dirinya
"rumah sebesar ini tinggal sendirian???, salut aku dengan dokter itu yang sangat mandiri, pagi ini aku harus membatunya karena dia juga sudah mau membantuku".
gemoy bergegas menghampiri dapur tapi malah ia tidak menemukan dapur karena rumah Roy cukup besar dan hening dan mengerut gemoy rumah ini seperti nya horor banget ketika malam.
setelah keliling - keliling rumah akhirnya gemoy menemukan dapur dan ia langsung memasak untuk sarapan dokter Roy, dengan bahan seadanya maka ia memutuskan membuat nasi goreng dan menyajikannya di ruang makan"
Roy beranjak turun karena sudah siap untuk ke rumah sakit dan juga ingin memastikan gemoy sedang apa, karena dia belum menunjukan kamar gemoy. tapi sesampainya diruang pertama, gemoy memanggil.
__ADS_1
"sini dok, ayo sarapan dulu sebelum berangkat, biar fokus!" saut gemoy dengan senang
Roy pun menghampiri nya.
"wah dari baunya sangat enak" saut Roy.
"silahkan dicoba dok, kalo misalkan kurang enak bilang ya dok, biar saya perbaiki" saut gemoy dengan senyuman
" ini sangat enak, saya baru kali ini memakan nasi goreng seenak ini" ucap Roy.
"dokter bisa saja" pipi gemoy mulai merah merona.
" kamu ngga ikut makan?" saut Roy
"saya sudah makan dok pas waktu memasaknya" jawab gemoy.
"panggil saya dengan sebutan nama saja, karena ini bukan sedang di rumah sakit" saut Roy
setelah Roy selesai makan Roy mengantar gemoy ke kamarnya, karena pastinya gemoy butuh istirahat juga.
"ini kamar kamu ya, kamar kita sebelahan jika butuh apa-apa bisa langsung ketuk pintu kamar ku" ucap Roy
"baik Roy, terima kasih banyak atas semua yang kamu berikan kepada ku"
"tidak masalah, kita memang harus saling bantu" saut gemoy.
"aku berangkat dulu ya, makasih juga atas sarapannya, sangat enak" saut Roy
"sama - sama Roy, ehhh tunggu dulu" jawab gemoy
__ADS_1
Roy pun membalikan badannya ke arah gemoy.
"ada apa?" ucap Roy
"dasi kamu kurang rapi" saut gemoy sambil mendekati Roy dan membenarkan dasinya dan tanpa sengaja gemoy membuat satu kancing baju Roy terlepas.
"maafkan aku dok" saut gemoy sambil merasakan takut.
"ngga ap2 tinggal ganti baju lagi" jawab Roy dengan santai.
"ngga usah dok, dokter punya jarum jahit dan benang?" tanya gemoy.
"punya" jawab Roy sambil mengambil jarum dan benang jahit.
gemoy mulai memasukan benang ke dalam jarum dan memasang kancing baju Roy tanpa Roy melepas bajunya, sehingga mereka berdua pun sangat dekat tanpa ada jarak, sesekali Roy mencium bau rambut gemoy yang sangat membuatnya merasa tergoda tapi Roy harus tahan hasratnya karena yang dia hadapi sekarang bukanlah arwah gemoy.
"sudah selesai dok" saut gemoy sambil senyum
" mantap sekali" saut Roy sambil mengacungkan dua jempol ke gemoy.
"aku berangkat dulu ya" ucap Roy
"silahkan dokter, hati - hati dijalan ya". saut gemoy.
Roy bilang mau berangkat tapi malah dia mendekatkan diri ke gemoy dan membungkuk sehingga membuat gemoy memejamkan matanya, Roy tersenyum melihat gemoy seperti itu terasa menggemaskan sekali.
Roy membisikan kata ke telinga gemoy.
"Roy, nama ku Roy bukan dokter".
__ADS_1
setelah itu Roy langsung pergi ke garansi mobil dan merasa bahwa hari ini sangat cerah dan ngga ingin Roy lewatkan hari ini. karena Roy merasa gemoy adalah istri nya.