
ketika Roy mengajak gemoy untuk ikut ke kerjaannya gemoy tersenyum lebar dan mengikut langkahan kaki Roy dengan sangat riang, Roy pun sambil melirikan matanya kesamping dan ikut tersenyum melihat tingkah laku gemoy yang seperti anak kecil yang sedang diberikan hadiah.
"aku nyaman sekali dekat dengan dokter, aku seperti dilindungi" ucap gemoy dalam hati.
"ouh ya nanti seperti biasa sebelum ke ruangan ku, aku mau ke kantin dulu" ucap Roy ke gemoy untuk membuka percakapan nya.
"dokter setiap hari seperti ini??" saut gemoy
"maksudnya apa?" jawab Roy
"dokter kan sudah mapan, kenapa ngga menikah - menikah, kan enak ada yang ngurusin" saut gemoy.
"nikah tidak gampang, apalagi kalo misalkan belum ada yang cocok dihati" ucap Roy.
"pantesan jomblo terus, orang nya pemilih" gumam gemoy.
"bukannya pemilih tapi lebih tepatnya ingin menata hidup biar cukup sekali" saut Roy.
"kalo nunggu aku mau?" ucap gemoy.
"hmmm, mau tapi ada syaratnya!" saut Roy
"apa syaratnya?" jawab gemoy
Roy menghentikan laju mobilnya dan memposisikan mobilnya di samping jalan raya serta mengatakan
__ADS_1
"syaratnya adalah mau di gelitiki sama aku" saut Roy sambil memainkan tangannya diperut gemoy sampai gemoy merasa geli, cukup dokter, cukup dokter, sangat geli.
suasana hening pun terasa, mereka berdua saling menatap sangat dekat, Roy tidak tahan secara singkat Roy mengecup bibir gemoy, gemoy pun hanya bisa diam dan menikmati sentuhan bibir Roy.
"maaf" ucap Roy.
"tidak apa - apa dok" saut gemoy yang merasa canggung dengan Roy.
setelah sampai di kantin rumah sakit, Roy segera bergegas memesan makanannya dan memilih duduk dipojok kantin rumah sakit.
" kamu mau makan?" ledek Roy ke gemoy.
"hmmm, awas saja nanti kalo misalkan aku sudah sembuh" gumam gemoy sambil memanyunkan bibirnya.
Roy hanya tertawa dengan sikapnya gemoy yang seperti anak kecil dimatanya sangat menggemaskan.
"Hay Roy, boleh saya ikut gabung?" sapa Leni.
"tentu, silahkan kan ini tempat umum" balas Roy dengan senyuman.
"centil sekali" gumam Roy.
sedangkan Roy dengar apa yang gemoy bilang, sedang menahan tawa.
" seperti nya kamu sedang merasa bahagia sekali Roy?" saut Leni.
__ADS_1
"tidak seperti biasanya kok" balas Roy.
"kalo misalkan ada kabar baik, bagi dong sama aku" ucap Leni kembali.
"siap" kata Roy
Leni pun mulai tersenyum saat Roy mengiyakan semua perkataannya.
"dokter genit, dokter genit, dokter genit, malas aku nemenin makan disini, dikira aku nyamuk apa?" gemoy ngomong - ngomel tak menentu.
saat ngomel seperti itu gemoy akhirnya memutuskan mau pergi tapi tanpa disangka Roy mencegah kepergian gemoy dengan menarik tangan gemoy, sehingga gemoy terjatuh dalam pangkuannya.
"mau kemana arwah cantik" bisik Roy di telinga gemoy.
gemoy refleks memukul Roy.
"au!!" teriaak Roy merasa kesakitan karena gemoy memukul nya.
"kamu tidak apa - apa Roy?" ucap Leni
"tidak kok, aku sudah selesai makan, aku tinggal dulu ya!" saut Roy
"okey Roy, semangat kerjanya" jawab Leni.
"tentu" balas Roy.
__ADS_1
Roy berjalan sambil menarik tangan gemoy untuk mengikuti nya untuk pergi keruangan kerjanya.