Sigemoy Yang Minder

Sigemoy Yang Minder
salah tingkah


__ADS_3

keesokan harinya Roy siap - siap ke rumah sakit dan ternyata gemoy sudah ada didalam mobil, Roy pun kaget dengan ucapan gemoy.


"pantesan tampan, dandannya lama sekali, nyampe - nyampe ngga bisa sarapan"


mata Roy terbelalak.


"apaan sih berkomentar terus, dandan lama yang penting tampan kan??" ucap Roy


"hmmm, saya tarik kembali deh kata - katanya, nanti dokter terbang tinggi lagi dan jika jatuh sakit" saut gemoy.


"bilang saja kamu memujiku seperti ini karena kamu suka" saut Roy dengan percaya dirinya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah gemoy


wajah gemoy pun memerah,


"kenapa wajah kamu seperti itu, sepertinya alergi" ucap Roy sambil menatap gemoy dengan teliti.


"mana mungkin ada arwah alergi, dokter ada - ada saja" gumam gemoy


"lalu kenapa bisa seperti itu?" jawab Roy.


"ngga tahu, hari ini terasa panas, makanya aku jadi seperti ini" ucap gemoy sambil menutupi wajahnya.


"ouh ya setelah sampai dirumah sakit, kamu jangan ajak aku bicara ya, dan jangan bikin aku tidak fokus kerja" saut Roy.


"iya deh, aku paham".


"kamu sudah berusaha masuk keragamu lagi atau belum?" ucap Roy.

__ADS_1


"aku belum mencobanya, karena aku takut menerima dunia ini, aku masih ingin menjadi arwah" ucap gemoy


"kenapa seperti itu"saut Roy


"iya dengan aku jadi arwah, aku bisa memantau orang -orang yang ada di dekatku"ucap gemoy


Roy pun mengangguk dengan perkataan gemoy.


"etss, tapi kamu memberi beban untuk ku loh" saut Roy.


"beban gimana, aku ngga pernah minta dokter untuk gendong aku" jawab gemoy.


"ya ngga seperti itu juga gemoy sayanggg, kau itu selalu membebaniku dengan pesona arwah" ucap Roy.


"apaan sih, ngga jelas sekali ucapan dokter" ucap gemoy.


"kenapa kamu duduk di depanku, kan bisa duduk ditempat lain" ucap Roy sambil meminum air kobokan tanpa ia sadari


gemoy hanya tertawa - tawa kecil melihat tingkah laku Roy.


"kamu bukannya kasihan karena ada dokter tampan tersedak malah menghina" ucap Roy sambil meresapi apa yang tadi ia minum.


"bukannya gitu, cuma dokter aneh sekali masa air cuci tangan diminum, rasanya gimana dok??" ucap gemoy.


Wajah Roy memerah karena malu dan segera pergi dari kantin itu,


"tunggu aku dokter" ucap gemoy

__ADS_1


"apa kamu tidak ada kerjaan lain selain mengikutiku?" ucap Roy.


"ada, tapi aku bosen jika tidak ada yang bisa diajak bicara"ucap gemoy


Roy menghela nafas dan melanjutkan jalannya


"setelah ke kantin dokter langsung mau kerja?" ucap gemoy


"aku mau ketoilet, kamu mau ikut?" jawab Roy


" ngga lah, aku tunggu dokter diruangan dokter saja ya" saut gemoy.


"ya" jawab Roy sangat singkat.


setelah masuk ke toilet Roy mengatur nafasnya yang sudah tidak karuan dan detak jantung nya pun sangat kencang seperti mau copot.


"ada apa dengan ku, kenapa perilaku ku seperti ini" ucap Roy.


Roy meyakinkan dalam hati nya bahwa gemoy hanya seorang arwah yang harus dia bantu untuk menjadi apa yang seharusnya.


"semangat, semangat, semangat, untuk fokus kerja" ucap Roy lalu mencuci mukanya.


setelah Roy berada diruang nya ternyata tidak ada siapa-siapa


"syukurlah dia juga tidak ada disini, saya bisa fokus bekerja sekarang" ucap Roy.


*gimana. cerita nya teman - teman, butuh masukan kata -kata nihh*

__ADS_1


__ADS_2