
sudah delapan bulan gemoy mengandung dan aleks rasa ini waktu yang tepat untuk membeli perlengkapan bayi bersama gemoy.
"yank ayo kita pergi keluar untuk membeli perlengkapan anak kita"ucap aleks
tapi gemoy malah malas - malasan, diusia kandungannya yang sekarang malah gemoy jadi suka didalam ruangan daripada harus pergi keluar.
"kamu saja yang beli" jawab gemoy.
" ih kamu mah, untuk masalah belanja pakaian, aku ngga ahli" ucap aleks.
"iya, kamu itu ahli buat anak" ucap gemoy dengan nada tinggi.
aleks hanya tersenyum mendengar perkataan gemoy.
tapi setelah dipikir-pikir oleh gemoy, benar juga yang dikatakan aleks, nanti anaknya gimana kalo misalkan tiba-tiba lahir tapi belum punya persiapan, akhirnya gemoy memberhentikan langkah aleks yang ntah mau pergi kemana.
"aleks ayo kita ke mall, beli perlengkapan bayi" ucap gemoy.
setelah sampai di mall dan sudah nyampe di tempat pakaian bayi, gemoy dengan asyik melihat - lihat pakaian bayi yang sangat menggemaskan. dan tanpa disadari oleh gemoy, orang tua gemoy sudah berada dihadapan gemoy, gemoy kaget,
"iiiii...ibu, sedang apa ibu disini?" tanya gemoy.
"kamu kemana saja nak, dan apa ini??" tanya balik ibu gemoy.
gemoy menangis tersedu - sendu. dan ibunya gemoy menarik tangan gemoy keluar karena tidak ingin terjadi keributan didalam mall tersebut, gemoy dan ibunya berada diparkiran mobil, dan ibu gemoy menyuruh gemoy masuk mobil.
__ADS_1
"apa yang ibu lihat ini gemoy???" tanya ibu gemoy.
"maafkan gemoy Bu, ini diluar kendali gemoy" jawab gemoy.
"kamu sudah menikah?" ucap ibu gemoy.
gemoy menggelengkan kepalanya.
"lalu apa ini???, kamu hamillll" ucap ibu gemoy.
"iya Bu, gemoy hamil, makanya gemoy tidak berani untuk pulang kerumah" jawab gemoy
plaaakkkkkkkk sebuah tangan mendarat di pipi gemoy dengan cukup keras.
"kamu sangat mencoreng nama baik keluarga, apa yang selama ini ibu dan bapak kamu bangga - banggakan tapi kamu malah membuat kami malu" ucap ibu gemoy sambil menangis.
"terus apa yang akan kamu lakukan sekarang?" ucap ibu gemoy.
"saya menunggu pertanggungjawaban dari ayah dari anak ini Bu" ucap gemoy.
"sekarang kamu bersamanya?" tanya ibu gemoy.
"iya Bu, kami sedang membeli baju bayi" jawab gemoy.
"ibu ingin bertemu dengannya"
__ADS_1
akhirnya gemoy dan ibunya turun dari mobil dan kembali ke mall tersebut untuk menemui aleks. tapi setelah menuju ketempat pakaian bayi, gemoy dan ibunya tidak menemukan aleks.
" mana nak laki - laki yang kata kamu mau bertanggung jawab?" ucap ibu gemoy.
"tadi di sini Bu bersama saya sedang memilih pakaian" jawab gemoy.
tanpa basa basi lagi, ibu gemoy pun menangis dan menyuruh gemoy untuk pulang bersamanya.
"ayo nak kita pulang saja, ibu tak sanggup menerima kenyataan ini" ucap ibu gemoy.
setelah gemoy dan ibunya sampai dirumah, detik itu juga gemoy bertemu dengan bapak gemoy.
"apa iniiiii???" ucap bapak gemoy.
" tenang pak, kita bicarakan dengan kepala dingin, ayo kita duduk dulu" jawab ibu gemoy untuk menenangkan suasana.
akhirnya mereka pun duduk.
"ayo coba kamu ceritakan secara detail, apa yang sebenarnya yang terjadi" ucap ibu gemoy.
gemoypun mulai menceritakannya awal dari bertemu aleks sampai ia bisa mengandung anaknya,
"dasar kamu anak gampangan, mudah sekali kamu terpengaruh oleh ucapan laki - laki brengsek, bapak menyesal membelikan mu handphone" ucap bapak gemoy dengan nada emosi.
gemoy menangis sambil meminta maaf kepada kedua orang tua nya.
__ADS_1
"kalo sudah seperti ini, kita mau apa???" ucap bapak gemoy.