Sigemoy Yang Minder

Sigemoy Yang Minder
menerima ajakan roy


__ADS_3

Roy menunggu jawaban gemoy sampai sore hari. karena rasa kegelisahan nya terkait jawaban gemoy yang belum pasti, maka Roy kembali ke ruangan gemoy.


sedangkan gemoy sedang duduk ditepi ranjang karena gemoy sendiri bingung tentang tawaran dari Roy, gemoy merasa takut sesuatu yang tidak diinginkan akan kembali lagi sehingga dirinya berada di fase yang sekarang ini, dalam hati gemoy "kenapa kamu ngga cabut nyawa aku saja Tuhan, aku tidak sanggup harus hidup seorang diri seperti ini, aku merasa terasingkan" isakan tangis gemoy pun keluar, air yang tak terbendung lagi membasahi pipinya.


disisi lain Roy sudah berada didepan pintu ruangan gemoy dan Roy melihat gemoy yang sedang menangis membuat hati Roy pun ikut terluka, Roy menghampiri gemoy dan mencoba menenangkan gemoy.


"seorang pasien tidak boleh melamun loh, nanti ada yang masuk bahaya" celetuk Roy tersenyum sambil mendekat ke arah gemoy.


"ada apa dokter ke sini" saut gemoy sambil mengusap air matanya.


"ayo siap - siap kita pulang sekarang, karena kondisi kamu sudah pulih" ucap Roy yang tidak menanyakan persetujuan gemoy lagi.


"ta - tappi dok?" suara gemoy yang terbata - taba dan bingung mau menjawab ap.


"ini baju ganti nya, aku harap pas di kamu, aku tunggu diluar" ucap Roy.


tanpa berkata lagi, gemoy mau tidak mau memang harus pergi, karena memang hari ini dia sudah harus keluar dari rumah sakit, akhirnya gemoy mengganti pakaian nya dan mengarah ke pintu keluar


ceklelk suara pintu terbuka

__ADS_1


"sudah siap?" saut Roy sambil memegang tangan gemoy.


"tapi dok bagaimana dengan biaya rumah sakitnya, bukannya kalo pulang berarti administrasi sudah beres?" ucap gemoy


"kamu tenang saja, masalah administrasi ngga usah dipikirkan, yang penting tentang kepulihan kesehatan mu" saut Roy.


gemoy masih mematung dan tidak beranjak didepan pintu ruangan nya.


Roy mendekatkan diri ke gemoy,


"percaya lah padaku, aku akan menjaga mu dengan baik" ucap Roy lirih tepat ditelinga kanan nya gemoy.


ntah kenapa gemoy nyaman berada didekat Roy, dan gemoy menganggap dalam pikiran nya kalo Roy itu orang baik, dan akhirnya tepat pukul sembilan malam gemoy dan Roy berada di tempat parkiran untuk menuju ke rumah Roy dengan cara pembujukan yang sangat lama. Roy pun bisa bernapas lega karena sekarang gemoy sudah mau menerima ajakan Roy untuk pulang kerumah, dalam perjalanan suasana terasa canggung dan hening karena mereka berdua juga tidak saling kenal menurut gemoy, tapi disisi lain Roy sudah lumayan kenal gemoy waktu gemoy menjadi arwah.


"dok saya harus bagaimana untuk melunasi kebaikan dokter kepada saya" ucap gemoy


Roy berpikir sejenak sambil mengetuk - ngetukan jari tengahnya, sedangkan gemoy dalam keadaan tenang tapi lirikan mata gemoy ke tangan Roy dan sebenarnya gemoy merasa salah mengucapkan hal tersebut, bagaimana jika Roy minta macam - macam ke saya, pikiran gemoy tak menentu.


setelah beberapa ketukan dari Roy dan Roy pun menjawab dengan tenang.

__ADS_1


"aku tidak meminta apa pun ke kamu, tapi asalkan kamu bisa merubah diri menjadi baik lagi" ucap Roy sambil senyum menatap diri gemoy.


"lihat ke depan dok, takut nabrak" saut gemoy dengan perasaan yang dah Dig duh tidak menentu.


"oke siap" saut Roy.


*******


gemoy tertidur dalam mobil Roy menatap lama gemoy yang sedang tertidur,


"ternyata yang aslinya lebih cantik dan pendiam dari pada arwahnya, kamu sangat menggemaskan dan sangat anggun jika sedang tertidur, brengsek sekali orang sudah berbuat hal senonoh sama kamu, aku janji akan menemukan anak kamu di panti asuhan"


ucapan dalam hati Roy yang dari tadi menatap gemoy dengan lekat sebelum ia membangunkan gemoy.


"gemoy ayo bangun, kita sudah sampai di rumahku" ucap Roy dengan pelan memegang tangan gemoy untuk membangunkannya.


tapi gemoy tidak bangun - bangun, Roy bingung dengan hal tersebut, karena Roy tau kalo misalkan dia langsung membawa gemoy dengan gendongannya takut bahwa dipikiran gemoy Roy adalah orang yang tidak baik, padahal Roy sangat tulus dengan gemoy.


akhirnya dengan terpaksa Roy menunggu gemoy bangun didalam mobil dengan ia menatap wajah gemoy yang sedang tertidur, lama kelamaan ia pun ikut tertidur di dalam mobil.

__ADS_1


hallo sobat,


karya pertama ku semoga bisa dipahami alurnya, mohon bimbingannya juga untuk kawans biar nambah menginspirasi saya untuk melakukan penulisan yang lebih baik


__ADS_2