
"kenapa jantungku berdetak sangat kencang" ucap Roy.
Roy langsung menuju kekamar mandi dan membasuh mukanya karena ia merasa sangat panas.
"apa yang aneh pada diriku, kenapa aku bisa ngobrol dan bersentuhan langsung dengan sesosok arwah" ucap Roy, yang sangat heran dengan dirinya sendiri.
malam pun sudah tiba, dan sudah menunjukan pukul 10 malam.
"lebih baik aku tidur, karena besok aku harus pergi kerumah sakit" ucap Roy.
fajar sudah tiba dan roy pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badan. setelah membersihkan badan, Roy pun bersiap - siap untuk pergi ke rumah sakit.
"kamu mau kemana buru - buru sekali dok?" ucap gemoy.
"mau kerja, saya sudah terlambat" jawab Roy
"saya boleh ikut kan dok, sambil saya mau melihat raga ku" saut gemoy
"tentu saja boleh" jawab Roy
Roy mempersiapkan mobil dan Roy lupa bahwa gemoy itu seorang arwah, ia pun membukakan pintu mobil untuk gemoy.
"tidak perlu repot - repot dok, aku kan bisa langsung masuk" saut gemoy sambil tersenyum.
Roy langsung masuk mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata - raya, karena dia ingat hari ini ada ibu - ibu yang akan melahirkan sesar,
__ADS_1
" tenang dok, hati - hati jangan sampai kepanikan dokter ini membuat rugi semuanya" ucap gemoy.
"apa maksudmu " saut Roy.
"ia kalo misalkan dokter mengendarai mobil seperti ini dan misal terjadi sesuatu dengan dokter, otomatis pasien yang sedang menunggu dokter sia -sia dok, bahkan bisa tidak tertolong kan" ucap gemoy.
"kau benar juga" kata Roy, sambil perlahan - lahan memelankan kendaraan nya.
"rileks saja dok" ucap gemoy.
dengan perjalanan yang lumayan, akhirnya Roy tiba dirumah sakit, dia berlari kecil menghampiri ruang praktek nya untuk mengambil jas dokter dan segera pergi ke ruang ICU, Roy pun mulai menggunakan jubah hijau yang ditemani beberapa suster dalam membantu proses operasi sesar yang sedang dijalani,. gemoy pun ikut melihat proses tersebut.
reflek Roy berucap "kenapa kamu masuk?"
"ia sus saya tau" jawab Roy.
"makanya jangan banyak bicara tinggal lakukan saja, saya disini ingin menonton" saut gemoy.
"menonton??, emang disini bioskop yang sedang melakukan beberapa adegan?" ucap Roy.
para suster pun dibuat bingung oleh dokter muda tampan ini, kenapa dia selalu berbicara tapi tidak nyambung dengan proses operasi.
heheheh gemoy hanya tersenyum.
"kamu tidak malu sih melihat bagian sensitif dari wanita?" ucap gemoy
__ADS_1
"kamu bisa diam dulu ngga, ini nyawa orang yang sedang dipertaruhkan" dengan nada agak sedikit tinggi Roy berucap.
"kami semua diam kok dok maaf jika dari kami ada kata - kata lirih yang mengganggu dokter" ucap suster
"tidak kok sus, ayo kita cepat selesai operasi ini" ucap Roy.
"bisa - bisa aku dikira gila nihhh, ini semua gara - gara arwah itu" ungkap Roy dalam hati
setelah selesai diruang operasi, Roy langsung pergi ke ruangannya, disitu sudah ada gemoy.
"gimana operasi nya, lancar?" ucap gemoy
"harusnya lancar tapi ada gangguan dari kamu jadi sedikit agak lama" saut Roy.
hehehehe gemoy tertawa lepas.
"berarti kamu sudah sering melihat bagian sensitif dari berbagai wanita ya?" ucap gemoy.
"ya sering lah, kan aku dokter kandungan" saut Roy kembali.
"dokter kenapa memilih jadi dokter kandungan?" ucap gemoy.
"panjang kalo diceritakan, intinya saya ingin menyelamatkan para ibu yang berjuang untuk anak nya" ucap Roy.
saya kira Roy itu hanya seperti itu pada diri gemoy saja, tapi pada wanita lain juga seperti itu, ucap gemoy.
__ADS_1