
Karl meneruskan langkah kakinya menuju kamar kelasnya tanpa menghiraukan betapa banyaknya pasangan mata yang sedang menatapnya saat keluar dari mobil mewah sebentar tadi..
Karl faham dan mengerti maksud dari semua tatapan tersebut dan Karl juga sudah malas untuk berbicara tentang itu lagi..tanpa dia ketahui,ibu dosen yang bertanggungjawab tentang hal ehwal pelajar sedang menunggu di kelasnya..
Saat Karl menghampiri pintu masuk kelasnya,dia sudah mendengar suara wanita dewasa yang sedikit keras dan sedang bertanya keberadaan dirinya yang masih belum tiba walaupun waktu pembelajaran sudah lama bermula..
Karl menguatkan hatinya lalu mengetok pintu kelas dan meminta izin untuk masuk dan mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung..semua teman-teman kelas Karl kaget saat melihat perubahan yang telah terjadi kepada Karl termasuk bu dosen yang sedang memberi penerangan kepada siswa dan siswi di kelas tersebut..
Ada juga dari kalangannya tidak percaya dan tertanya tanya,apakah dia benar-benar Karl teman sekelas yang mereka kenal sebelumnya..terutama sekali Airen,mantan pacar Karl sebelum ini..dia sama sekali tidak mempercayai apa yang dia lihat mengenai perubahan yang terjadi kepada Karl..
Dengan tubuh yang tegap,kulit yang semakin putih seperti batu giok,wajah yang semakin tampan serta pakaian yang terlihat bagus,bermerek dan juga mahal..siapapun tidak akan percaya kerana,Karl sudah sangat terkenal dengan kemiskinannya di kampus sehingga dia melakukan kerja-kerja paruh waktu untuk mendapatkan uang..
Karl hanya tersenyum tipis melihat tingkahlaku dan juga tatapan semua teman kelasnya termasuk juga bu dosen yang hanya melongo dan tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun..
Dia yang tadinya bertanya tanya tentang keberadaan Karl tapi sekarang hanya terdiam membisu..
__ADS_1
Karl berjalan menuju ke mejanya lalu duduk di kursinya dengan santai sambil melihat sekeliling kelasnya..3 orang teman sekamar Karl,tidak terlalu memperdulikannya kerana mereka bertiga sudah melihat dan mengetahui perubahan Karl itu lebih awal tapi tidak dengan teman-teman yang lainnya..
"Hahh..kenapa kalian melihat ku seperti itu?..apa di wajah ku ada sesuatu?.."
"Aku Karl..teman kalian.."
Tidak ada seorang pun teman sekelasnya yang berani menjawab pertanyaan Karl itu kecuali ketua kelas mereka iaitu Wendy..
"Karl..apa yang terjadi dengan mu sebenarnya?.."
Karl hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Wendy itu sambil memandangnya..teman-teman Karl yang lain juga memiliki pertanyaan yang sama dalam fikiran mereka tapi tidak mampu mengeluarkan kata-kata itu kerana masih shock melihat perubahan yang mendadak kepada diri Karl..
Wendy yang dari tadi memutar tubuh atasnya saat membaut pertanyaan,masih mengekalkan posisinya menunggu jawaban dari Karl..
Wendy adalah seorang yang pendiam tapi dia juga lah yang pertama membantu dan membela Karl jika dia menghadapi masalah keewangan dan juga ejekkan serta hinaan yang di terima oleh Karl sebelum ini..
__ADS_1
Dia adalah antara orang-orang terawal datang membantu Karl selain 3 teman yang lainnya..selama setahun terakhir ini,dia juga mula memendam perasaannya terhadap Karl tapi tidak mampu meluahkannya kerana keberadaan Airen di sisi Karl selama ini..
Dalam suasana yang hening tanpa suara apa pun,seluruh kelas di sadarkan dengan suara wanita dewasa bu dosen yang telah di lupakan keberadaannya oleh seluruh pelajar kelas tersebut..
"Huhh..kalian,apa yang kalian lakukan..apa kalian tidak menyedari keberadaan ibu.."
"Dan kamu Karl..kenapa kamu lewat kuliah hari ini.."
"Temui ibu di kantor saat makan siang..apa kamu mengerti.."
"Baik bu dosen..aku mengerti.."
Hanya itu yang mampu di jawab oleh Karl untuk menghindari sesuatu yang bisa membuat bu dosen menjadi lebih marah terhadapnya..suasana dalam kelas kembali normal setelah itu dan meneruskan waktu pembelajaran mereka hingga tamat waktu..
Bu dosen keluar dari ruang kelas itu tapi sebelum sampai di pintu untuk keluar,dia memperingatkan Karl lagi bahwa Karl harus menemuinya di kantor saat makan siang nanti..
__ADS_1
Waktu pembelajaran berlalu dengan tenang sehingga makan siang pun tiba..