Sistem Dan Kekayaan Hidup Karl Zhou

Sistem Dan Kekayaan Hidup Karl Zhou
Dokter Dukun


__ADS_3

Karl yang sudah terlalu malas untuk berbicara dengan dokter itu,langsung memasukkan nomor rekening tersebut ke dalam sistem online bankingnya..beberapa detik kemudian,pesan ringkas SMS muncul di skrin ponsel Karl yang menyatakan bahwa transaksi tersebut sudah berhasil..lalu,Karl menunjukkan pesan SMS tersebut kepada pak dokter yang berdiri di hadapannya..


Dokter Thomas yang masih tidak percaya dengan perubahan peristiwa tersebut,hanya tersenyum pahit dan langsung memeriksa rekening rumah sakit tersebut..beberapa detik kemudian,dia yang masih tidak bisa menerima kenyataan itu,semakin terkejut apabila melihat rekening rumah sakit sudah menerima tambahan uang sebanyak 2 miliyar..


Dengan tubuh yang bergetar hebat,dia memandang ke arah Karl dengan perasaan yang tidak mampu dia ungkapkan dengan kata-kata..


"Heiii..dokter dukun..cepat lakukan apa yang aku mau..apa yang kau benggongkan di situ..?"


"Jangan kau fikir,aku memakai pakaian lusuh dan jelek ini,kau bisa membuat seenaknya dengan ku.."


"Dalam masa 15 minit,aku mau semuanya sudah selesai.."


"Ba..baik Tu..Tuan..a..aku mengerti.."


"Perawat..ayo cepat urus apa yang Tuan ini minta.."


Tidak sampai 15 kemudian,apa yang di minta oleh Karl sudah terselesaikan..mereka semua yang sudah berada di dalam ruang inap mewah itu,termasuk dokter Thomas yang hanya mampu menundukan kepalanya kerana tidak sanggup menatap wajah Karl secara langsung..ruang inap itu sangat luas,ada juga kasur untuk ahli keluarga yang menemani pesakit dan juga kelengkapan medis yang di perlukan..


Karl memerintahkan kepada orang yang tidak berkenaan supaya meninggalkan ruangan itu kecuali ahli keluarga pesakit dan juga Jenny..setelah semua yang tidak berkenaan keluar dari ruangan itu,Karl lansung berbicara kepada mereka..

__ADS_1


"Semuanya..tolong maafkan aku,jika aku terlihat sedikit kasar.."


"Aku melakukan itu hanya untuk memberi pelajaran kepada orang-orang yang tidak tahu menghormati orang lain.."


"Kalian tidak perlu merasa takut atau semacamnya,karna aku tau kalian adalah orang yang baik-baik.."


"Micha..siapa nama ibu mu..aku ingin mengenalnya..dan juga nama ayah mu..?"


"Tuan Karl..nama ibuku..Wulan.."


"Ayah ku pula..Juan.."


"Tante Wulan..maaf sekali lagi..mungkin tante tengah shock sekarang kan.."


"Tante Wulan bisa tenang sekarang..aku melakukan itu supaya mereka tidak memandang rendah kepada kita yang kurang berkemampuan.."


"Aku..Karl Zhou..juga pernah melalui semua hinaan,ejekkan dan remehan orang lain selama hampir 10 tahun.."


"Aku hampir tidak mau untuk meneruskan kehidupan karna tidak sanggup menghadapi semua itu lagi.."

__ADS_1


"Tapi,entah bagaimana..seseorang yang telah ku anggap meninggal,datang dengan sekelip mata membantuku..dan ini lah aku sekarang.."


"Aku akan membantu siapa saja yang memerlukan bantuanku..aku berjanji dengan sepenuh hatiku.."


"Tuan Karl..aku Wulan Lu,sangat berterima kasih kepada mu.."


"Aku tidak tau mau berkata apa..cuma,aku yang rendah ini akan menurut apa saja kemahuan Tuan.."


"Tante..jangan memanggilku 'Tuan'..panggil saja namaku.."


"Aku tidak mau di pandang setinggi itu..aku juga seperti kalian semua..taraf kita sama..tidak rendah,tidak tinggi.."


"Baik..nak Karl,sebenarnya aku tidak menyangka..masih ada pemuda baik sepertimu di zaman sekarang ini.."


"Kamu punya kemampuan keewangan tapi kamu tidak sombong dan memandang rendah orang-orang yang kurang berkecukupan.."


"Malah kamu lebih suka membantu orang-orang itu..aku sangat terharu dengan itu.."


Karl menatap tante Wulan dengan rasa hiba bercampur sedih..dia telah melalui kesengsaraan hidup selama 10 tahun sejak ayah,ibu dan kakak perempuannya meninggalkan dia di keluarga angkatnya..dia juga tahu betapa susah nya hidup tanpa uang yang mencukupi..

__ADS_1


Sedangkan saat di sekolah dasar hingga SMA..dia tidak pernah melihat uang lebih dari 500 ribu..itu pun hanya sekadar melihat tapi tidak menyentuhnya,apalagi menggunakannya secara langsung..Karl menatap wajah tante Wulan dan yang lainnya sambil tersenyum lalu mendekati tempat tidur paman Juan yang tidak sadarkan diri..


__ADS_2