Sistem Dan Kekayaan Hidup Karl Zhou

Sistem Dan Kekayaan Hidup Karl Zhou
Serpihan Jiwa Leluhur Zhou


__ADS_3

Tanpa membuang waktu,mereka bertiga memberikan nombor rekening mereka masing-masing kepada Karl..beberapa minit kemudian,mereka bertiga menerima pesan singkat SMS di hp mereka bertiga yang menyatakan bahwa uang sudah masuk ke dalam rekening mereka..mereka bertiga bergetar sehingga membuatkan hp mereka itu ingin terjatuh ke lantai..


Mereka terlalu senang bercampur pilu,kerana mereka tidak menyangka,teman yang dulunya miskin dan tidak punya apa-apa,kini memberikan mereka uang yang begitu banyak yang tidak pernah mereka impikan seumur hidup..


Suasana di dalam ruang kamar asrama itu menjadi hening seketika..ketiga tiga teman Karl mesih berpandangan antara satu sama lain dan sesekali melihat ke arah Karl dan juga ponsel mereka..


"Karl..ka..kami tidak tau bagaimana membalas ini..keluarga kami hanya sederhana saja.."


"Hanya terima kasih saja yang mampu kami ucapkan kapada mu.."


"Jika suatu saat,kau memerlukan bantuan..kami bersedia melakukan apa saja yang kau inginkan.."


"Ini saja cara yang bisa kami lakukan untuk membalas jasa baik mu kepada kami bertiga.."


"Ahhh..sudah-sudah..jangan di fikirkan lagi..dan jangan lupa,berhematlah menggunakan uang itu..dan jangan lupa keluarga kalian.."


"Sebentar lagi,aku akan ke rumah sakit,kerana ada seorang teman memerlukan bantuan ku.."

__ADS_1


"Kalian berehatlah..aku mau mandi dulu.."


"Dan 1 lagi..aku akan traktir kalian lagi serta teman-teman sekelas kita saat hari ulang tahun ku tiba..dan ajak pacar kalian juga.."


Setelah selesai,Karl langsung pergi ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya yang hanya terdiam membisu mendengarkan kata-kata Karl dan cuba untuk mencerna semuanya..di masa depan,mereka pasti akan kehilangan teman mereka itu kerana,dengan kehidupannya yang bertambah baik,Karl mungkin akan berpindah dan mencari keberadaan ayah dan ibu serta kakak perempuan yang selama ini berada di luar negeri..


Setelah selesai mandi,Karl tidak terus keluar dari kamar mandi tersebut..suara leluhur yang yang tiba-tiba muncul di dalam kepalanya ketika berada di kamar kecil saat di restoran siang hari tadi masih terbayang di kepalanya..


("Aku adalah serpihan jiwa leluhur keluarga Zhou,dan namaku Albertho Zhou..memandangkan kamu adalah darah daging keluarga Zhou,kamu layak menerima semua ilmu medis ku secara langsung..tutup lah mata mu,aku akan mentransfer semua keahlian medis ku ke dalam otak mu..")


("Batu giok biru itu juga aku berikan kepada mu sebagai alat penyedut qi di alam ini untuk menambahkan qi di dalam tubuh mu..")


Setelah mengambil masa 20 minit di kamar mandi,Karl kembali ke kamarnya dan membuka lemari pakaiannya untuk mengambil sepasang pakaian lamanya lalu menggunakannya..ada maksud tersembunyi dari tindakan nya itu lalu tersenyum tipis melihat tubuhnya yang sudah di baluti pakaian lusuhnya..teman sekamarnya juga merasa heran dengan apa yang di lakukan oleh Karl..


"Saudara Karl..mengapa kamu masih menggunakan pakaian lama dan lusuh mu itu..?"


"Apa kamu punya maksud tertentu..?" tanya Rony yang sudah menambahkan 'Saudara' pada ucapannya.."

__ADS_1


"Ohh..ini..tidak ada apa-apa maksud kok..hanya saja,aku rindu dengan pakaian lama ku ini.."


"Sudah lama aku tidak menggunakannya..apa aku terlihat jelek saat mengenakanya..?"


"Nggak kok..bukan gitu maksud ku..kamu tetap tampan dari dulu,kini dan selamanya.."


"Apa 300 juta belum cukup,membuat kamu memujiku sejauh itu..hahahha.."


"Ehhh..cukup..cukup..sudah cukup.."


"Hahahha..aku bercanda saja kok.."


"Okey teman-teman..aku jalan dulu karna janjiku sudah hampir tiba waktunya.."


"Esok-esok..kita ngobrol lagi.."


"Hati-hati di jalan Saudara.."

__ADS_1


"Baik lah.."


__ADS_2