Sistem Dan Kekayaan Hidup Karl Zhou

Sistem Dan Kekayaan Hidup Karl Zhou
Menyediakan Biaya Operasi 2 Miliyar


__ADS_3

Amicha yang baru saja masuk ke dalam restoran itu,tiba-tiba melihat temannya Jenny sedang makan..dia langsung meminta pelayan yang berada hampir dengannya untuk menghantar tas-tas pelastik di tangannya ke ruangan dapur lalu berjalan menuju meja makan temannya itu..Jenny yang asyik mengobrol dengan Karl,tidak menyadari kehadiran temannya itu..


"Hei,Jenny..sejak kapan kamu sampai..?"


"Ehh..Micha..sejak kapan kamu di sini..?maaf..aku tidak melihat kehadiranmu tadi.."


"Aku mencari mu saat aku tiba di sini tadi..kami juga sudah lebih kurang setengah jam di sini..mee nya juga sudah habis di makan.."


"Ohh..aku juga baru tiba..tadinya aku ke pasar buat beli bahan-bahan menu restoran.."


"Kerana bahan-bahannya sudah mau habis..jadi aku ke pasar untuk mendapatkannya.."


"Ohh..begitu..Micha,kenapa dengan matamu..kok kantong matamu sedikit hitam..pasti tidurmu tidak teratur beberapa hari ini kan..?"


"Apa kamu ada masalah berat..sini..duduk dulu dan ceritakan masalahmu padaku.."


Micha hanya memandang ke arah Karl,lalu mengubah pandangannya kembali ke arah Jenny..Jenny yang juga memandang ke arahnya,mengerti maksud pandangan Micha itu lalu menjelaskan kepada Micha tentang keberadaan Karl di sisi Jenny..


"Ohhh ya,aku lupa..dia siswa ku di kampus.."


"Aku mengajaknya ke sini kerana aku berjanji mentraktirnya setelah menyelesaikan tugas yang aku berikan padanya pagi tadi.."


"Micha,kenalkan..ini Karl Zhou.."


"Karl,ini Amicha..temanku dan juga pemilik restoran ini.."

__ADS_1


"Selamat siang..dan salam kenal Nona Amicha.."


"Aku sangat senang bisa bertemu dan mengenali mu.."


"Ya..selamat siang dan salam kenal juga..Karl.."


"Aku juga senang berkenalan dengan mu.."


"Panggil saja Micha.."


"Baik lah..Micha.."


Setelah sesi suai kenal selesai,Micha langsung menjelaskan tentang pertanyaan Jenny sebentar tadi..dia juga sudah tidak mampu lagi menanggung kesedihan yang dia alami beberapa hari ini..mau tak mau,dia harus menceritakan segalanya,kerana Jenny juga adalah teman baik dan terdekat dengannya..


"TINGGG"


("Tuan..anda menerima misi terbaru..")


("Misi menyelamatkan ayah wanita ini")


("Apakah Tuan menerima misi ini")


("YA/TIDAK")


"YA..aku terima.."

__ADS_1


"Errm..Bu Jenny,Micha..aku minta maaf sebentar..aku harus membuat panggilan kepada seseorang.."ucap Karl cuba berbohong


Karl lansung berdiri dan berjalan menuju kamar kecil yang ada di dalam restoran kecil itu tanpa menunggu jawaban dari Jenny dan juga Micha..


Mereka berdua hanya mampu memandang ke arah langkah kaki Karl tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Karl yang tiba-tiba saja ingin membuat panggilan tersebut..


Setibanya di dalam kamar kecil,dia langsung mengunci pintu dari dalam lalu mengeluarkan batu giok medis kuno yang berwarna biru itu dari cincin penyimpanannya..Karl menggigit jari telunjuknya lalu meneteskan darahnya di batu giok tersebut..tiba-tiba,batu giok biru itu berubah menjadi sebuah cahaya biru muda mengapung di udara lalu melesat masuk di tengah-tengah alisnya..


Kembali ke sisi Jenny dan Micha..


"Jen..sebenarnya,penyakit ayah ku kambuh lagi..dan kali ini lebih parah.."


"Penyakit di jantungnya tiba-tiba kambuh beberapa hari yang lalu..aku tidak tau kenapa.."


"Aku dan ibuku sudah membawanya ke rumah sakit,tapi keadaannya tetap sama saja.."


"Tidak ada dokter yang tahu apa puncanya..dan sekarang,dia ada di hospital ditemani ibuku.."


"Mereka juga menyarankan agar kami bersetuju untuk membenarkan pihak hospital melakukan operasi.."


"Tapi kami harus menyediakan biaya operasi sekitar 2 miliyar dan itu juga adalah total untuk semuanya termasuk pengobatan lanjutan dan ruang inap setelah operasi selesai.."


"Tapi persen keberhasilan operasi itu hanya 50 persen saja.."


"Dan ayahku sekarang sudah tidak sadarkan diri selama 3 hari..pihak hospital juga tidak bisa menunggu lebih lama lagi.."

__ADS_1


__ADS_2