
Micha yang sudah tidak bisa lagi menahan kesedihannya, langsung meneteskan air mata di pipi putihnya..dia juga sudah tidak tau mau berkata apa lagi,sambil menundukakn kepala agar Jenny tidak melihat dia yang sedang bersedih..
Tapi Jenny tidak akan tertipu dengan tindakan Micha kerana dia juga faham situasi Micha..Jenny memegang dan mengusap ngusap punggung tangan Micha lalu memintanya untuk bertenang dan bersabar buat sementara waktu..
"Jen..apa yang harus aku lakukan sekarang,aku buntu memikirkannya.."
"Dan lagi..di mana aku harus mencari uang 2 miliyar itu..aku juga sudah meminta bantuan dari paman dan juga bibi ku..tapi mereka semua juga tidak punya uang sebanyak itu.."
"Mereka hanya memberi apa yang mereka mampu..dan sekarang,setelah di hitung semua..uang yang telah tersedia hanya sekitar 950 juta termasuk uang simpanan kami dan uang hasil dari restoran ini.."
"Micha..aku harap kamu bisa bertenang dan bersabar dulu buat sementara waktu.."
"Aku akan mencuba membantumu sekuat tenaga dan sebisaku untuk menyelesaikan masalah mu ini..
Karl yang sudah kembali ke meja makan mereka sejak tadi,hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun..dia memandang Jenny dan Micha dengan perasaan yang cukup sulit di mengertikan..dia ingin membantu dan uang bukanlah masalah,tapi..
Apakah Micha akan sudi menerima bantuannya..?
Lagipula,Micha baru saja mengenalinya..mana mungkin Micha menerima bantuan dari orang yang baru dia kenal..tapi,Karl harus membuat keputusan itu kerana Micha adalah teman baik dan terdekat Jenny..jadi,dia harus memberikan bantuan kepada Micha..dia juga tidak sanggup melihat Micha berada dalam kesedihan sepanjang waktu,kerana itu akan menjejaskan kondisi kesehatan Micha sendiri..
"Bu Jenny,Micha..apa aku bisa menghulurkan bantuan..?tentang uang dan juga penyakit paman itu,kalian tidak perlu risau.."
__ADS_1
"Karna Micha adalah teman bu Jenny,maka Micha juga adalah temanku..jadi aku berniat untuk memberikan bantuan.."
"Soal ongkos pengobatan..aku yang akan tanggung..bagaimana Micha..?"
Micha terkejut saat mendengar semua itu dan tidak tau mau berkata apa-apa lagi..dia memandang ke arah Jenny,seakan akan meminta penjelasan dari temannya itu..Jenny yang sangat mengerti akan pandangan Micha itu hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju..Jenny juga memberitahu Micha tentang hasrat Karl yang ingin mengeluarkan dana untuk restoran Micha..
"Karl..apakah itu benar..bagaimana cara mu ingin membantu aku..?"
"Dari mana kamu akan mendapatkan uang sebanyak 2 miliyar itu..?"
"Dan tentang dana untuk restoran ini,apakah itu juga benar..?"
"Micha..aku rasa,kamu harus menerima bantuan yang di berikan oleh Karl.."
"Yang penting sekarang adalah kesehatan dan kesembuhan ayahmu..yang lain,kita fikirkan nanti.."
"Tentang Karl yang bisa membantumu..nanti aku ceritakan jika punya waktu.."
"Micha..rumah sakit mana ayahmu saat ini di rawat..?"
"Ayah ku saat ini berada di rumah sakit Metro People's.."
__ADS_1
"Kebetulan sore ini giliran ku menemani ayah ku.."
"Jika kalian berdua ingin pergi melihat lihat,kita bisa ke sana bersama sama.."
"Sekitar pukul 5 sore,aku akan pergi..aku akan menelponmu Jen..saat tiba waktunya.."
"Micha..kamu tidak perlu risau tentang itu..kamu bisa pergi dulu.."
"Kami akan menyusul mu ke sana sendiri.."
"Aku akan menelpon mu saat kami sudah tiba di sana nanti.."
"Yang penting untuk saat ini,kamu tidak perlu bersedih lagi dan pergi cuci wajah mu yang sudah jelek itu.."
"Kami juga sudah mau pergi..aku harus kembali ke kampus menghantar Karl untuk mengambil mobil nya.."
"Kita jumpa lagi nanti sore di rumah sakit.."
"Baik lah..terima kasih Jen,Karl..kerana sudi mendengarkan masalahku dan juga sudi membantuku.."
"Aku tidak tau mau berbuat apa lagi,jika kalian tidak ada saat ini.."
__ADS_1
"Dan juga..aku tidak tau bagaimana cara membalas kebaikan kalian berdua.."
"Sudah..kami balik dulu..dan jangan fikir yang macam-macam lagi.."