Sistem Dan Kekayaan Hidup Karl Zhou

Sistem Dan Kekayaan Hidup Karl Zhou
Karl Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

Seketika..raut wajah sedih,pilu bercampur cemas dan tegang,beransur memudar dari wajah ketiga wanita yang berada di kedua sisi kasur yang menempatkan tubuh Karl yang tidak sadarkan diri..


Mereka beetiga,mau tak mau,harus mempercayai kata-kata yang di ucapkan oleh perawat itu dan terus menunggu sehingga Karl kembali sadarkan dirinya..sambil menunggu kesadaran Karl muncul kembali,mereka bertiga berpindah ke kasur paman Juan yang kembali melelapkan matanya kerana kelelahan akibat perut yang sudah kosong..


"Ayah,bangun lah sebentar..apa ayah tidak merasa lapar setelah 3 hari tidak sadarkan diri..?"


"Eya Pa..kamu sudah lama tidurnya..makan lah sesuatu untuk mengisi perut mu yang sedang kosong itu.."


"Baik lah Putri ku,Ma..aku juga memang sudah terlalu lapar saat ini.."


"Tadinya aku ingin meminta tapi kalian terlihat sangat merisaukan keadaan anak muda itu..jadi,ayah hanya mampu menunggu kalian selesai.."


"Siapa sebenarnya anak muda itu dan mengapa kalian begitu sedih melihatnya terbaring di atas kasur itu..?"


"Ayah,ceritanya panjang..nanti saja kita ceritakan siapa dia sebenarnya.."


"Saat ini,apa yang lebih penting adalah kesehatan ayah.."


"Apa ayah ingin memakan sesuatu..?"


"Perawat..apa yang bisa ayah ku makan saat ini..?"


"Apa ayah ku bisa makan makanan yang berat atau hanya sup saja untuk saat ini..?"

__ADS_1


"Nona,namaku Sasha..Tuan Karl telah memerintahkan aku untuk merawat paman secara langsung selama 1 minggu ini sehingga tubuh paman sehat sepenuhnya.."


"Untuk saat ini..paman hanya bisa memakan yang berunsurkan sayuran dan juga sup.."


"Tidak boleh makanan yang berminyak..sekurang kurangnya 2 hari ke depan.."


"Baik lah Nona Sasha..aku akan pergi mencarinya sekarang juga.."


"Ayah,aku pergi dulu..ayah tidak boleh tidur lagi setelah ini.."


"Baik lah Putri ku..kamu dan ibu mu adalah yang terbaik ayah miliki.."


"Ma..apa kamu tau siapa anak muda itu..?"


"Dan lagi..di mana dokter yang merawat dan menyembuh kan penyakit Papa..Ma..?"


"Mengapa dia tidak ada di sini saat ini..?


"Mama juga tidak tau,Pa..biar Putri mu saja yang menceritakannya setelah dia kembali dari membeli makanan nanti.."


"Mama tidak tau banyak,jadi biar Putri mu yang menjelaskan semuanya kepada mu.."


"Baik lah..mana- mana saja.."

__ADS_1


"Nak Jenny..kamu apa khabar..apa kamu baik-baik saja..?"


"Aku menyaksikan mu begitu sedih saat melihat anak muda yang terbaring tak sadarkan diri itu.."


"Apa kamu juga mengenalinya dan sangat rapat dengannya..?"


"Aku baik-baik saja paman..aku tidak apa-apa.."


"Aku bersedih bukan karna apa..hanya saja,dia adalah siswa ku di kampus.."


"Dia juga telah banyak membantu ku sejak akhir-akhir ini..sebab itulah aku merasa sedih saat melihat dia tidak sadarkan diri.."


"Pantes saja kamu begitu..ternyata dia anak murid mu.."


"Maafkan paman nak Jenny.."


Setengah jam setelah kepergian Micha untuk mencari makanan yang harus ayahnya makan,Micha kembali ke ruang inap tersebut dengan membawa beberapa kantong pelastik yang berisikan beberapa jenis makanan yang sesuai untuk di makan ayahnya saat ini..


Dia juga membawa beberapa jenis buah buahan sebagai pencuci mulut untuk ayahnya..Jenny dan juga tante Wulan membantu Micha menyediakan hidangan itu di atas meja yang disediakan di atas kasur bagi memudahkan paman Juan untuk makan dan tidak perlu turun dari kasurnya..


Setelah menyelesaikan makanan yang ada di atas meja tersebut selama 15 menit,paman Juan bersandar di dinding kasurnya dan merehatkan dirinya kembali..Micha dan juga Jenny saling membantu membersihkan meja makan dan menyimpan sisa-sisa makanan yang tidak di jamah oleh paman Juan ke dalam ruang penyimpanan..


Sasha hanya terdiam saat melihat dan memerhati situasi tersebut tanpa mengeluarkan sepatah kata pun sambil memandang ke arah tempat tidur Karl..

__ADS_1


Dalam masa yang sama,Sasha juga bertanya tanya dalam dirinya..mengapa Karl bisa tidak sadarkan diri secara tiba-tiba tanpa ada yang menyadarinya..


__ADS_2