
Setelah beberapa minit memeriksa denyut nadi dan juga kondisi tubuh Karl,dokter Thomas dan perawat itu membuat kesimpulan bahwa kondisi tubuh dan juga jantung Karl saat ini sedikit lemah dan dalam keadaan pingsan atau tepatnya,tidak sadarkan diri..tapi,mereka berdua tidak tau apa puncanya kerana mereka tidak melihat adanya penyakit di dalam tubuh Karl..
"Semuanya,tolong bantu kami untuk memindahkan Tuan Karl di atas kasur di sebelah sana.."
"Tuan Karl sepertinya sedang tidak sadarkan diri saat ini..tapi kami tidak mengetahui punca nya.."
"Mungkin saja ada sesuatu yang telah menyebabkan dia berada dalam keadaan ini.."
Setelah itu,mereka memindahkan tubuh Karl dari kursi tersebut ke atas kasur di sebelah tempat tidur paman Juan..Jenny yang melihat situasi Karl yang tidak sadarkan diri di atas kasur,menatap sedih ke wajah pria kesayangannya itu dan meneteskan air matanya..dalam hatinya,dia merasa sebak dan sakit melihat keadaan tubuh Karl yang tidak bergerak walau sedikit pun..
'apa yang terjadi dengan mu sayang..?cepat lah bangun..jangan buat aku risau dan sedih begini..'
'aku tidak sanggup melihat mu dalam keadaan begini dan apa yang harus ku lakukan sayang..?'
Jenny bergumam kepada diri nya sendiri seakan akan dia sedang berbicara dengan Karl melalui jiwa mereka berdua namun tidak ada jawaban daripada pihak Karl..Jenny hanya tertunduk sedih dan pilu di sisi tempat tidur Karl sambil menetesskan air mata yang tidak bisa di tahannya lagi..isak tangis halus terdengar di telinga semua orang yang berada di kedua sisi kasur Karl,tetapi mereka tidak terlalu menanggapinya,karna mereka juga merasakan hal yang sama tapi masih bisa menahan emosi mereka..
__ADS_1
"Pak Dokter..apa yang harus kita lakukan sekarang..?"
"Kamu harus melakukan sesuatu untuk menyadarkan Tuan Karl.."
"Perawat..apa sebenarnya yang terjadi..mengapa Tuan Karl bisa jadi begini..?"
Berbagai pertanyaan yang di lontarkan oleh Jenny,Micha dan juga tante Wulan kepada dokter Thomas dan juga perawat tersebut..
Pertanyaan dari masing-masing wanita keluarga paman Juan membombardir telinga dokter Thomas dan juga perawat itu hingga mereka berdua tidak tau harus menjawab yang mana 1..perawat itu ingin bersuara tapi dia masih agak tertekan karna mengingat pesan daripada Karl sebelum dia duduk dan tidak sadarkan dirinya..dia harus memberitahu mereka tentang pesan Tuan Karl tapi tidak dengan proses pengobatan itu...
Sasha menghentikan ucapannya sambil memandang ke arah dokter Thomas,tapi dokter Thomas tidak menanggapi pandangan itu walaupun mereka telah bertantang mata..
"Kepala rumah sakit..bukankah kamu harus membuat laporan tentang keberhasilan pengobatan ini.."
"Ahh..eya²..aku harus membuat laporan tersebut..aku pergi sekarang juga.."
__ADS_1
"Baik lah Pak Dokter dan terima kasih sudah membantu.."
Dokter Thomas pun langsung meninggalkan ruang inap itu dengan perasaan yang sedikit hampa..sekarang,baru dia mengerti dengan pandangan perawat itu sebelumnya..dokter Thomas yang sudah berada di luar kamar itu,menghembus nafas berat dan mengepal tinjunya karna kesal..
Mengapa dia harus lagi dan lagi di minta keluar dari ruangan tersebut..perawatnya sendiri juga melakukan hal yang sama..
Dia harus mendapatkan penjelasan yang setimpal dari perewat itu setelah semua ini selesai..dengan kedal,dia berjalan menuju ruang kantornya yang berada di lantai 5 gedung itu sedangkan ruang inap VVIP tadi hanya di lantai 3..
"Maaf semuanya..ini adalah pesan Tuan Karl..aku terpaksa melakukannya.."
"Begini..sebelumnya,Tuan Karl ada berpesan bahwa aku tidak boleh menceritakan kedapa sesiapa pun tentang proses pengobatan yang dia lakukan..karna aku telah melihatnya secara langsung.."
"Sebelum Tuan Karl duduk di kursi itu dan tidak sadarkan dirinya..dia juga berpesan,jika sesuatu terjadi padanya setelah ini,kita tidak perlu khuatir atau risau tentang dirinya.."
"Dia hanya perlu istirehat beberapa jam untuk memulihkan energi qi dalam tubuhnya yang telah terkuras habis.."
__ADS_1
"Dia juga berpesan padaku untuk terus merawat dan memulihkan kondisi tubuh paman Juan hingga pulih sepenuhnya.."