
"Sasha..apa kamu menikmatinya dan apakah ini ciuman pertamamu..?"
"Maafkan aku Tuan dan ini bukanlah ciuman pertamaku..maaf Tuan.."
"Ciuman pertamaku telah di rampas dengan paksa oleh tuan muda itu 5 tahun yang lalu..maaf kan aku yang hina ini Tuan.."
"Tapi, walaupun bukan yang pertama, aku sangat menikmatinya bahkan aku dapat merasakan bahwa ia seperti ciuman pertamaku dan sangat menyenangkan.."
"Ohh begitu ya..jadi,apakah kamu juga sudah melakukan itu dengan cara paksa..?"
"Ehh!! tidak Tuan..aku tidak pernah melakukan itu lagi..aku hanya akan memberikan pertamaku kepada orang yang aku sayangi.."
"Aku senang mendengarkannya dan, apakah orang yang kamu sayangi itu adalah aku..?"
"Jika Tuan tidak keberatan, aku juga sanggup memberikannya kepada Tuan.."
"Hanya saja, aku ingin selalu bersama Tuan..kerana aku merasa lebih aman berada di sisi Tuan.."
Karl menatap wajah Sasha dengan lekat dan tertanya tanya,mengapa wanita ini, begitu mudah mempercayai orang yang baru saja dia kenal..
'Mungkin saja, dia benar-benar merasa aman setelah melihat keajaiban itu, dia menganggap Karl sebagai tempat berlindung dan dengan sebab itulah dia sanggup menyerahkan pertamanya untuk Karl..
Mau tak mau, Karl harus menerima pemberian Sasha itu dengan senang hati dan tidak akan mengecewakannya..
Tapi, Karl harus menjelaskan semuanya agar Sasha dapat menerimanya dengan sepenuh hati dan juga dapat menerima hakikat bahwa Karl juga memiliki banyak wanita lain di sisinya..
"Sasha..apa kamu membuat keputusan itu dengan hati yang rela dan tanpa paksaan..?"
"Benar Tuan..dengan senang hati aku melakukannya.."
"Baik lah, jika begitu..tapi, aku harus menjelaskan sesuatu sebelum kita bisa bersama.."
__ADS_1
"Kamu bisa bersama ku tapi, aku tidak akan bisa selalu bersama mu karna, aku juga ada hal yang ingin aku uruskan.."
"Jika kamu ingin menjadi wanita ku sesungguhnya, kamu harus kuat..bukan kuat dari segi tenaga tapi kekuatan emosi dan juga mental.."
"Karna..di sisiku saat ini, ada wanita-wanita lain yang lebih dulu bersama ku..aku harap kamu mengerti siapa aku sebenarnya, seperti yang telah aku jelaskan di awal tadi.."
"Salah 1 nya, ada di ruang inap itu..namanya Jenny..dia juga adalah dosen ku dan umurnya juga lebih kurang sama dengan mu.."
"Dan seorang lagi adalah, wakil direktur di Leo Dreams Hotel..hotel itu juga adalah kepunyaan ku.."
"Mungkin juga di masa depan, wanita-wanita ku akan bertambah banyak.."
"Apa kamu sanggup..?"
Dengan tatapan sedih bercampur binggung, Sasha hanya berdiam..dia menatap Karl dengan perasaan yang tidak percaya atas semua ucapan yang Karl lemparkan..dia bertanya kepada diriny sendiri..
'apakah aku harus meneruskan keinginan ku ini..?'
'dia juga sangat kuat dan yang lebih penting adalah, dia sangat tampan bak dewa sesungguhnya..'
'aku tidak akan melepaskannya begitu saja dan aku akan bersama di sisinya seperti wanita-wanitanya yang lain..'
"Tuan..aku tidak akan menyesali apa yang aku lakukan dan bersedia sepenuh hati bersama Tuan walaupun tidak akan selalu bisa bersama mu.."
"Apa yang penting, Tuan bisa bersama ku kapan aku memerlukan..itu sudah memadai bagi ku.."
"Lagipula..di masa depan, kita akan bersama menuju ke ibu kota dengan tujuan yang sama..jadi, aku tidak masalah sama sekali.."
"Baik lah jika begitu..tapi, kita akan melakukan itu bila tiba saatnya nanti.."
"Baik Tuan Karl.."
__ADS_1
"Tuan..apa benar Leo Dreams Hotel itu memang kepunyaan mu..?"
"Eya, benar..pamanku memberikan haknya ke atas hotel itu kepadaku baru-baru ini tapi aku hanya mengelola dari belakang layar saja.."
"Wakil direktur ku yang bertanggungjawab di situ..dan dia juga adalah wanitaku yang lainnya..namanya Amanda.."
"Bila ada waktu, aku akan perkenalkannya pada mu.."
"Aku mengerti Tuan.."
Tidak terasa,sudah 1 jam lebih mereka di dalam mobil itu..sinar mentari fajar sudah menampakkan wajahnya yang kemerahan..di dalam mobil, terbaring dua sosok di atas kursi masing-masing yang telah di rebahkan penyandarnya ke belakang..
Mereka asyik berpegangan tangan sehingga tidak menyedari bahwa mereka sedang di cari oleh orang-orang yang berada di ruang inap VVIP di atas sana..mereka juga, mungkin sudah melupakan keberadaan orang-orang yang ada di atas sana buat sementara waktu..
"Sasha..hari sudah mau terang, ayo cari sedikit makanan untuk sarapan.."
"Apa kamu tau di mana tempat itu..?"
"Baik Tuan..aku tau tempat yang bagus dan enak makanannya..Tuan pasti suka.."
"Karna,aku memang suka makan di situ saat makan siang..kadang kala, makan malam juga, aku ke situ.."
"Baik lah..dan kamu yang nyetirnya..sini.."
"Ehh..Tuan..aku..."
"Sudah..sini, kamu yang tau tempatnya..jadi,kamu yang nyetir.."
"Baik lah Tuan Karl yang tercinta..hehehe.."
Mereka berdua langsung meninggalkan tempat itu dan menuju ke tujuan, untuk membeli beberapa hidangan untuk sarapan mereka dan juga orang-orang yang ada di ruang inap VVIP tersebut..
__ADS_1
15 menit kemudian, mereka berdua tiba ke tempat yang Sasha katakan sebelumnya..