
Setelah itu,Karl langsung turun dari kamar asrama tersebut dan berjalan menuju ke parkiran mobilnya lalu pergi meninggalkan kampus dan melaju di atas jalan raya yang menghala ke rumah sakit Metro People's dan menghilang di kejauhan..
Dalam perjalanan,Karl mengirim pesan kepada Jenny dan menyatakan bahwa dia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit Metro People's dan meminta Jenny menunggunya di pintu masuk rumah sakit..
Setengah jam kemudian,Karl tiba di ruamh sakit Metro People's lalu memakir mobilnya di parkiran yang telah di sediakan untuk pelawat dan berjalan menuju pintu masuk rumah sakit di mana Jenny dan juga Micha sedang menunggunya..
"Heii..kalian..selamat sore..apa kalian sudah lama menunggu ku di sini..?"
"Ohh..Karl..nggak lama juga..sekitar 10 minit.."
"Ehhh..Karl..apa terjadi dengan pakaian mu..?"
"Okey..untung nggak terlalu lambat.."
"Tentang pakaian ku,kalian tidak perlu risau..aku mempunyai tujuan tertentu.."
"Ya sudah..begini,aku ingin menyatakan sesuatu..jadi dengarkan baik-baik.."
"Kita ke sana sebentar..di sini brisik dan ramai orang.."
"Baik..mana-mana aja.."
"Begini..setelah kita masuk ke dalam ruangan ayah Micha di rawat..kalian berdua tidak bisa banyak bicara.."
"Biar aku saja yang bicara sehingga aku membenarkan kalian dengan anggukan.."
__ADS_1
"Apa kalian mengerti..?"
"Kami mengerti Tuan Karl.."
"Terasa nyaman juga dengan panggilan itu.."
"Erm..ok,guna nama Tuan Karl jika memanggilku di dalam ruangan itu.."
"Aku ingin memberi pelajaran kepada dokter-dokter dukun yang tidak becus di sini.."
"Karl..apa maksud mu dengan berkata dokter dukun tidak becus itu..?"
"Apakah..apakah kamu sendiri yang akan menyembuhkan ayah ku..?"
"Serahkan semuanya padaku..100 persen,ayah mu bisa bicara,ketawa dan juga makan malam hari ini.."
"100 persen..a..apa kamu yakin dengan itu..Karl..?"
"Tenang saja Nona Micha..jika ayah mu tidak sembuh malam ini,kamu bisa mengambil nyawa ku setelah itu.."
"Baik lah..aku percaya pada mu Tuan Karl.."
"Ayo..masuk.."
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam rumah sakit tersebut dan berjalan menuju ruangan di mana ayah Micha di rawat..beberapa menit kemudian,mereka tiba di depan pintu ruangan yang di cari..mereka bertiga masuk ke dalam dan menuju ke kasur yang di tempati ayah Micha..ibu Micha juga terlihat sedang duduk di sebuah kursi pelastik sambil mengusap punggung tangan suaminya dan kelihatannya,ibu Micha baru saja habis menangis..kantong matanya juga sedikit hitam,sama seperti Micha siang tadi saat berada di restoran..terdapat 6 orang pesakit dalam ruangan tersebut dan kesemuanya adalah laki-laki paru baya dan tua..
__ADS_1
"Ibu..aku datang dan ini teman-temanku.."
"Ibu..Jenny dan teman nya ini akan membantu kita untuk merawat ayah.."
"Nak Jenny..kamu apa khabar..?"
"Kamu..."
"Selamat sore tante..aku Karl..tante.."
"Bu..ini Karl..dia siswa Jenny di kampus.."
"Ohh..maafkan saya nak Karl.."
"Tidak apa-apa tante.."
Karl yang melihat catatan tentang kondisi pesakit yang di gantung di hadapan kasur,meminta Jenny untuk mengambilnya lalu memberikan kepada Karl..setalah melihat sebentar,Karl memahami tentang penyakit ayah Micha dan tau apa punca nya..
Dia menggelengkan kepalanya kerana,di kertas catatan itu tidak di nyatakan punca sebenar yang menyebabkan panyakit ayah Micha..lalu meminta Micha untuk memanggil dokter atau perawat yang bertanggungjawab dalam ruangan itu..tanpa membuang waktu,Micha pergi dan bertanya kepada seorang pembantu perawat yang ada di dekat mereka..
Beberapa detik kemudian,sebelum Micha sempat bertanya kepada pembantu perawat itu,seorang dokter yang berusia sekitar 45-50 tahun dan seorang perawat yang bertanggungjawab masuk ke dalam ruangan itu..tanpa mumbuang waktu,Karl langsung menyapa dokter tersebut..
"Dok..aku ingin memindahkan pesakit ini ke ruang inap VVIP..apa dokter bisa melakukannya..?"
"Tentang biaya,aku yang tanggung.."
__ADS_1