
Terlihat ada suatu pesawat ruang angkasa yang berwarna hitam terbang dengan sangat cepat menyusuri langit berbintang, pesawat ini adalah milik Ling Wan.
“ ini sudah 10 hari sejak aku meninggalkan alam semesta sembilan surga, lokasi kordinat semesta milik Yu Fengying benar-benar sangat jauh mungkin sekarang aku sudah menempuh jarak 190 juta kilometer lebih dalam 10 hari ini, kecepatan pesawat ini benar-benar terlalu mengerikan, wajar saja begitu banyak memakan poin kebaikan!. ” ucap Ling Wan sambil tersenyum.
“ sistem seberapa jauh dan seberapa lama lagi, kita akan sampai di semesta kordinat yang di tempati oleh Yu Fengying. ”
[ sistem : 17 juta kilometer, diperkirakan tuan rumah akan sampai dalam waktu kurang lebih 5-6 jam lagi ]
“ lumayan lama, hehehe.. sistem berapa banyak poin kebaikan dan kebencian yang kumiliki?. ”Ling Wan berkata sambil tertawa jahat.
[ sistem : Poin Kebaikan : 396 Miliar, Poin Poin Kebencian : 183 Miliar Poin ]
“ angka belakangnya ganjil sangat tidak nyaman untuk dilihat, sistem keluarkan Kitab Kutukan Kemalangan Langit dari penyimpanan. ” ucap Ling Wan dengan wajah datar.
Tidak selang berapa lama sebuah buku berwarna kehitam-hitaman keluar dari ruang kehampaan, buku ini nampak dipenuhi aura jahat dan kebencian.
“ Kitab Kutukan Kemalangan Langit bantu aku mengutuk seseorang bernama Yu Fengying!. ” ucap Ling Wan.
Segera pengurangan gila-gila poin kebaikan milik Ling Wan terjadi!.
100 juta poin kebaikan !
200 juta poin kebaikan !
400 juta poin kebaikan !
800 juta poin kebaikan !
1 miliar poin kebaikan !
2 miliar poin kebaikan !
3 miliar poin kebaikan !
4 miliar poin kebaikan !
[Musuh tuan rumah Yu Fengying mengalami iblis batin karena kutukan tuan rumah]
“ hehehe...angka masih ganjil lanjutkan. ”
8 miliar poin kebaikan !
15 miliar poin kebaikan !
30 miliar poin kebaikan !
45 miliar poin kebaikan !
[Musuh tuan rumah Yu Fengying mulai ketakutan karena kutukan tuan rumah hati beladirinya mulai retak. Pemahaman aturan dan beladirinya mulai goyah]
“ aku tidak puas!. ”
55 miliar poin kebaikan !
60 miliar poin kebaikan !
65 miliar poin kebaikan !
70 miliar poin kebaikan !
85 miliar poin kebaikan !
90 miliar poin kebaikan !
97 miliar poin kebaikan !
[Musuh tuan rumah Yu Fengying mengalami kehancuran Hati Beladiri. Ranah,Tehnik dan Pemahaman Aturannya mulai menurun 1 tingkat alam kecil]
“ poin kebaikan sudah genap menjadi 300 miliar poin, ehh... benar angka poin kebencian masih ganjil di angka 196 miliar, kemudian mari memberi hadiah lagi, hahahaha... ” Ling Wan berkata sambil tertawa terbahak-bahak karena melihat nasib Yu Fengying, belum sempat Ling Wan kembali mengutuk, sebuah panel peringatan muncul di depannya.
[Yu Fengying memiliki kebencian dan dipenuhi dendam terhadap tuan rumah tingkat kebencian saat ini adalah 10 bintang]
“ pak tua itu benar-benar berani semakin membenciku, baiklah... baiklah... tuan muda ini juga merasa kesal kemudian habislah kamu!. ” Ling Wan berkata dengan wajah dingin.
Segera pengurangan gila-gila Poin Kebencian milik Ling Wan terjadi!.
1 miliar poin kebencian !
2 miliar poin kebencian !
3 miliar poin kebencian !
4 miliar poin kebencian !
8 miliar poin kebencian !
15 miliar poin kebencian !
30 miliar poin kebencian !
45 miliar poin kebencian !
[Musuh tuan rumah Yu Fengying mengalami kehancuran fisik dewanya ranahnya menurun tiga tingkat alam kecil]
“ hahaha... bagus, mari kita sudahi lagipula sudah cukup banyak poin yang telahku pakai hari ini. ” kata Ling Wan sambil bersiap menyimpan Kitab Kutukan Kemalangan Langit, namun ia di kejutkan oleh sebuah panel peringatan.
[Musuh tuan rumah Yu Fengying mendapatkan bantuan dari Tao Wuji dan Sun Qian, sehingga dapat membangun kembali fisik dewanya]
“ haah..... dua pak tua bau sovereign ini benar-benar pengganggu, aku memutuskan untuk menghabiskan seluruh poin kebencianku!. ” ucap Ling Wan dengan wajah dingin.
Setelah itu Ling Wan mulai kembali mengutuk lagi!.
50 miliar poin kebencian !
60 miliar poin kebencian !
80 miliar poin kebencian !
[Fisik Dewa musuh tuan rumah Yu Fengying mulai retak, namun karena mendapat bantuan dari dua musuh tuan rumah. Mereka dapat mengusir kutukan yang dikirim oleh tuan rumah!]
“ bajingan.. bajingan... rasakan amarah tuan muda ini!. ” Ling Wan meraung dengan marah kemudian pengurangan poin kebencian tingkat ekstrim pun terjadi!. ( • ̀ω•́ )
100 miliar poin kebencian !
120 miliar poin kebencian !
130 miliar poin kebencian !
140 miliar poin kebencian !
[Musuh tuan rumah Yu Fengying mengalami kehancuran Fisik dapat dipastikan memerlukan waktu ribuan tahun untuk membangun ulang Fisik Dewanya kembali!]
“ ini belum cukup, poinku kebencianku masih memiliki sisa!. ”
150 miliar poin kebencian !
160 miliar poin kebencian !
170 miliar poin kebencian !
183 miliar poin kebencian !
__ADS_1
[Musuh tuan rumah Yu Fengying mengalami luka parah di jiwa dewanya. Musuh tuan rumah hampir mati dan hanya menyisakan seutas jiwa yang dipenuhi banyak luka jiwa!]
“ nah poin kebencianku sudah habis, ini benar-benar melegakan, sistem buka panel Yu Fengying. ” ucap Ling Wan sambil tersenyum.
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Yu Fengying / Leluhur Klan Yu ]
[ Umur : 11.741 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Abadi ]
[ Kultivasi : Eternal True God Tingkat 3 ]
“ hahaha kultivasi pak tua kentut itu benar-benar turun drastis dari tingkat 8 ke tingkat 3, aku turut berduka cita, siapa yang menyuruhmu berani menjadi musuh tuan muda ini. ” ucap Ling Wan dengan wajah dingin.
Disisi lain...
Yu Fengying terlihat sangat ketakutan, ia sekarang hanya berbentuk roh jiwa.
“ saudaraku kutukan tadi benar-benar mengerikan!, bahkan kami dua orang sovereign tidak bisa membantumu. sebenarnya musuh macam apa yang diganggu oleh Yu Changming dulu?. ” tanya Tao Wuji dengan dipenuhi keringat dingin karena melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa mengerikannya kutukan yang di terima oleh Yu Fengying.
“ ak...aku juga tidak tahu, bocah itu bahkan sudah mati, dan buruknya orang itu benar-benar memiliki dendam yang begitu mendalam pada klanku, aku benar-benar pusing, oh iya semesta kuno yang membuat orang-orang kita terbunuh masih menghilang dengan sangat aneh? menurutmu apakah ini ada hubungannya dengan pengirim kutukan ini?!. ” ucap roh jiwa Yu Fengying.
“ memang jika dipikir-pikir ini terlalu mencurigakan, apakah penguasa semesta itu adalah seorang ahli tingkat Tuan Alam Semesta, jika bukan ahli tingkat ini lalu apa?. ” ucap Sun Qian dengan wajah ketakutan.
“ aku rasa ini memang benar, seorang ahli tingkat itu dapat memasukan semesta ke dalam tubuhnya sendiri, dan buruknya ia bahkan tidak perlu datang ke tempat kita ia hanya perlu mengutuk kita di dalam kegelapan. Kita bahkan tidak tahu rupa dan lokasi orang itu, lalu bagaimana cara kita membunuhnya, dan lagipula orang itu jelas lebih kuat dari kita semua!, apa yang harus kita lakukan?. ” ucap Tao Wuji yang dipenuhi ketakutan.
“ semua masalah ini sebabkan oleh Changming, aku juga tidak tahu apa yang harus kulakukan, jika orang itu benar-benar adalah seorang ahli tingkat Tuan Alam Semesta, maka kita semua akan berakhir, kecuali kita meminta bantuan dari seorang ahli dari Dunia Asal Tertinggi kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini!. ” ucap roh jiwa Yu Fengying dengan wajah putus asa.
“ huuh.. ini semua di awali karena klanmu yang ngajak klan kami menginvasi semesta tersebut, lupakan aku lebih baik pergi tempat ini. ” kata Tao Wuji dengan wajah marah, ia pergi bahkan langsung pergi sebelum Yu Fengying membalas berbicara, ini menandakan bahwa ia benar-benar marah pada Klan Yu karena telah menyeret Klan Wu ke dalam masalah besar.
5 jam kemudian....
Ling Wan memandangi sebuah semesta dari ketinggian luar angkasa, ia telah sampai di semesta yang dikuasai dan dominasi oleh Klan Yu.
“ sistem simpan Mansion Penguasa Abadi, aku tidak ingin mendarat menggunakan pesawat itu, jika aku mendarat menggunakan harta jelas pasti akan langsung memancing keserakahan para kecoak!. ” ucap Ling Wan dengan wajah dingin, tidak butuh waktu lama Mansion Penguasa Bintang segera memasuki penyimpanan sistem.
“ aku ingin mencari tahu dulu bagaimana kondisi semesta ini dan juga apa tingkatan kultivasi yang ada di semesta ini. ” ucap Ling Wan sambil membelah ruang bersiap berteleportasi menuju semesta di depannya.
Beberapa saat kemudian...
Ling Wan berteleportasi ke sebuah desa kecil yang ada di semesta ini, ia melihat banyak penduduk desa yang terlihat sangat kurus dan mengenakan baju sangat lusuh.
“ haisss... benar saja, para bajingan Klan Yu itu bahkan tidak memperdulikan orang-orang yang tinggal di semesta yang mereka kuasai!. ” kata Ling Wan sambil berjalan menuju sekumpulan penduduk yang terlihat sedang berbincang di depan teras rumah.
“ hallo paman bolehkah aku bertanya suatu hal. ” kata Ling Wan pada kumpulan lelaki yang terlihat kurus dan lusuh tersebut.
Mereka semua kemudian menoleh dan melihat seorang pemuda tampan berambut putih dengan mata ungu yang mengenakan jubah hitam, segera mereka semua ketakutan dan kemudian bersujud.
“ maafkan karena kelancangan dan ketidaksopanan budak ini pada kaum bangsawan yang terhormat. ” ucap seorang pria paruh baya yang terlihat sangat menyedihkan dengan wajah ketakutan kemudian pria paruh baya ini segera bersujud.
“ ya tuan maafkan kami karena tidak melihat hadirnya sosok anda. ” ucap seorang lelaki tua berbaju lusuh dengan wajaj ketakutan, mereka semua mengira Ling Wan adalah tuan muda dari suatu klan kuat yang ada di semesta ini.
“ mereka semua ketakutan dan langsung bersujud? sepertinya orang-orang semesta ini benar-benar dipenuhi dengan para penindas arogan!. ” gumam Ling Wan di dalam hatinya.
“ apa yang sedang kalian lakukan, aku berbeda dari orang² itu, aku adalah seorang penguasa dari suatu semesta yang datang hanya untuk melihat-lihat semesta ini, aku hanya ingin bertanya segala hal tentang semesta ini pada kalian, jadi tidak perlu takut. ” ucap Ling Wan sambil tersenyum.
Mereka semua semakin ketakutan karena mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Wan, menurut mereka penguasa semesta hanyalah orang yang memperlakukan kehidupan seluruh semesta sebagai pion dan mainan.
“ hahh mengapa kalian takut padaku? apakah kalian semua tahu, di semesta yang kukuasai bahkan tidak ada perbudakan dan kelaparan, aku benar-benar berbeda dari bajingan Klan Yu itu berhentilah merasa takut, jangan pernah berpikir setiap pemimpin itu sama dan juga kalian tenang saja, suatu hari aku akan merubah semesta ini menjadi lebih baik!. ” ucap Ling Wan sambil mengangkat orang-orang yang sedang bersujud dengan Qi Spiritualnya.
“ ji... jik... jika begitu hamba ini akan dengan lancang menjelaskan. ” kata seorang pria paruh baya yang mengenakan baju lusuh dengan terbata-bata, ia menguatkan hatinya untuk berani menjelaskan segala hal pada Ling Wan.
“ Yang Mulia, nama semesta ini adalah Alam Semesta Tong Xuan, semesta ini memiliki 23 benua, penguasa semesta ini adalah Klan Abadi Yu, hamba rendahan ini hanya mengetahui hal ini, jika Yang Mulia ingin mengetahui hal detail lainnya Yang Mulia dapat datang ke Paviliun Chun Tian yang ada di kota Shuye, kota ini berjarak 240 kilometer arah barat dari tempat ini. ” ucap pria paruh baya berbaju lusuh itu dengan sangat hormat pada Ling Wan.
“ begitu ya, kalian kemari ambil uang ini dan bagikan pada yang lainnya, jangan berani berbuat curang padaku dan jangan berani menolaknya, aku tidak bisa berlama-lama di tempat ini. " ucap Ling Wan sambil mengeluarkan sekantong uang yang berisi puluhan ribu tael emas.
Ling Wan tidak berbincang lagi dengan mereka semua, ia langsung berbalik dan pergi berjalan ke arah barat, mereka semua memandangi punggung Ling Wan dengan perasaan campur aduk dan merasa aneh karena perbuatan baik Ling Wan pada mereka semua, perlu diketahui di semesta ini benar-benar dipenuhi orang arogan, bahkan di semesta ini membedakan latar belakang seperti budak, rakyat jelata, dan para bangsawan.
“ hais.... semesta ini bener-benar terlalu rusak, tunggu aku selesai mencari informasi semesta ini, aku benar-benar akan mengacaukan mereka semua sistem keluarkan Pedang Asal!. ” ucap Ling Wan sambil berjalan santai kemudian menyarungkan pedang tersebut di pinggangnya.
15 menit kemudian...
Ling Wan terlihat memasuki jalan setapak yang ada di sebuah hutan yang terlibang sangat sepi, jalan ini sangat kecil dan sunyi, lalu kemudian terdengar suara keributan yang tidak jauh disisi Ling Wan.
“ Tehnik Pedang Embun Es. ” seorang gadis cantik berambut biru berteriak sambil menebas pedangnya, gadis cantik ini terlihat sedang di kepung oleh 12 orang pemuda.
BOMMMMM.....
Sebuah ledakan keras terjadi, terlihat gadis itu memuntahkan seteguk darah karena mulai kewalahan menerima serangan membabi-buta dari 12 orang pemuda tersebut.
“ hahaha... Bing Jiao menyerahlah, dan ikutlah dengan tuan muda ini. ” kata seorang pemuda berambut abu-abu yang berdiri di depan 11 orang lainnya.
“ Luo Chen kamu adalah iblis mesum beraninya kamu melakukan hal ini padaku, jika bukan karena aku terkena Racun Pengunci Qi, aku pasti akan merobek-robekmu. ” Bing Jiao berkata dengan wajah sangat marah pada pemuda berambut abu-abu tersebut.
“ apa yang ****** kecil sepertimu bisa lakukan? tunggu kami semua menikmatimu, kami akan menyiksa dan membunuhmu, haha...betapa menyedihkannya. ” Luo Chen tertawa terbahak-bahak, namun tiba-tiba terdengar suara dikejauhan.
“ hais.... bocah berambut abu-abu ini benar-benar kejam. ”
Suara Ling Wan terdengar dari arah yang tidak jauh dari sisi mereka, kemudian mereka semua menoleh ke asal suara tersebut, lalu mereka semua melihat seorang pemuda tampan sedang duduk di sebuah batu sambil meminum anggur.
“ siapa yang kamu sebut bocah berambut abu-abu!!. ” raung Luo Chen yang marah karena di panggil oleh Ling Wan dengan sebutan tersebut.
“ selain arogan dan seperti babi, rupanya kamu juga memiliki kesadaran diri yang sangat diluar nalar, lupakan, lupakan bocah berambut abu-abu ini benar-benar mirip dengan seekor keledai. ” ucap Ling Wan dengan wajah mengejek Luo Chen.
“ kamu benar-benar berani, bunuh dia. ” kata Luo Chen menyuruh bawahannya.
Namun suatu kejadian aneh terjadi sebelum mereka semua menyerang Ling Wan, seluruh bawahan Luo Chen terbunuh dan meledak menjadi gumpalan daging.
“ yoooooo... kecoak ini benar-benar lemah, maafkan mata milik tuan muda ini karena terlalu kuat sehingga menyebabkan mereka semua terlihat seperti makanan anjing!. ” kata Ling Wan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ kamu.....siapa kamu?. ” kata Luo Chen dengan wajah ketakutan karena melihat kekuatan Ling Wan.
“ kamu tidak layak mengetahui nama yang terhormat ini, kamu bisa mati!. ” ucap Ling Wan sambil memandang ke arah Luo Chen.
BOMMMMM....
Luo Chen langsung meledak dan menjadi gumpalan daging karena telah di tatap oleh pupil mata Ling Wan, pemandangan ini membuat Bing Jiao menggigil dan merasa takjub akan kekuatan pemuda tampan yang sedang duduk santai di atas sebuah batu tersebut.
“ terima kasih karena telah menyelamatkanku. ” Bing Jiao berkata sambil menangkupkan tangannya dengan wajah memerah.
“ aku hanya kebetulan lewat jadi tidak perlu berterima kasih. ” kata Ling Wan sambil menangkupkan tangan balik kemudian ia berjalan menghiraukan wanita cantik tersebut.
“ hmmm pemuda ini benar-benar sangat tampan dan kuat, namun sikapnya benar-benar dingin serta acuh tak acuh pada seorang wanita, lupakan mungkin ia memiliki pasangan oleh karena itu ia bersikap demikian, betapa luar biasanya sosok laki-laki semacam ini, wanita yang bersamanya benar-benar beruntung. ” gumam Bing Jiao di dalam hatinya sambil memandangi punggung pemuda berjubah hitam yang nampak berjalan ke kejauhan.
Disisi Ling Wan ia benar-benar malas terlihat sebab akibat dengan seorang wanita, lagipula ia di semesta ini untuk mengacau dan mencari masalah bukan untuk mencari wanita.
30 menit kemudian...
Ling Wan telah tiba di sebuah desa kecil ia membagikan sejumlah uang ini pada penduduk desa tersebut, namun belum sempat ia berjalan meninggalkan desa tersebut, presepsi mental Ling Wan melihat bahwa penduduk desa yang tadi ia tolong telah dibunuh oleh kumpulan pemuda berjubah merah.
“ sebenarnya berani membunuh orang yang telah kubantu, dan beraninya mereka semua mengambil uang yang telahku berikan pada penduduk desa. ” ucap Ling Wan dengan wajah murka kemudian ia berteleportasi ke tempat dimana sekumpulan pemuda berjubah merah tersebut berada.
“ berani-beraninya kalian bertindak begitu lancang, kalian semua bisa menerima kemarahan tuan muda ini!. ” teriak Ling Wan yang terlihat sangat marah dan murka pada sekelompok pemuda berjubah merah tersebut.
“ Aturan Hukum Ruang Dan Waktu : (Pembekuan Ruang). ” Kelompok pemuda berjubah merah tersebut segera tidak dapat menggerakan tubuh mereka!.
“ Aturan Hukum Kematian : (Penuaan). ” Tak selang beberapa waktu mereka semua nampak terlihat seperti tanaman yang mulai layu.
“ Aturan Hukum Petir : (Kesengsaraan Surgawi). ” Sekelebat petir merah menyambar kelompok pemuda tersebut.
__ADS_1
“ Aturan Hukum Air:(Kelembutan). ”
BOMMM...
Lengan dan kaki kelompok pemuda ini meledak secara serentak, mereka semua benar-benar ketakutan karena melihat kekejaman pemuda berjubah hitam ini belum sempat mereka semua mati karena terkena banyak hukum aturan sebuah suara terdengar lagi.
“ Aturan Hukum Kehidupan : (Penyembuhan). ” kelompok pemuda yang hampir mati tersebut segera sembuh seperti asal sebelum mereka terkena banyak hukum aturan milik Ling Wan.
“ apakah kalian pikir semua ini akan berakhir!. ” ucap Ling Wan dengan nada marah.
“ Aturan Hukum Kematian : (Penuaan). ” tubuh mereka semua nampak seperti tanaman yang perlahan mulai layu lagi.
Siklus penyiksaan aturan hukum Ling Wan berlanjut kembali, Ling Wan benar-benar akan mengajari mereka apa arti lebih baik mati dari pada hidup.
1 jam kemudian...
Terlihat darah sekelompok pemuda ini membanjiri area desa, ini karena mereka sudah ribuan kali terkena hukum aturan milik Ling Wan, setelah anggota badan mereka meledak dan hampir mati Ling Wan selalu menyembuhkan mereka.
Kelompok pemuda ini benar-benar ketakutan dan menjadi gila, mereka semua sekarang paham arti dari teror dan ketakutan yang sebenarnya.
“ hahaha.. tenang saja aku akan melepaskan kalian setelah ini bagaimana apakah menyenangkan ketika di tindas oleh orang yang lebih kuat dari kalian?!. ” Ling Wan tertawa terbahak-bahak sambil berjalan di udara dan berkedip muncul di depan kelompok pemuda tersebut.
Kemudian Ling Wan mulai menghancurkan meridian mereka semua dan tidak lupa mengeluarkan pedang pemutus kehidupan.
(Pedang Pemutus Kehidupan, musuh yang tertusuk pedang ini akan perlahan-lahan membusuk terlepas dari level kultivasinya, kecuali pemilik pedang menarik kutukan keabadian di target. Tidak ada yang dapat menyembuhkan kutukan tersebut!)
“ hahaha.. kalian boleh pergi!. ” Ling Wan tertawa sambil melepaskan mereka dari jeratan aturan hukum ruang dan waktu.
“ ib... iblis... bunuh aku saja aku, tolong bunuh aku, dunia ini sudah di datangi oleh iblis, bunuh aku, ah seluruh badanku terasa seperti ditusuk ribuan duri panas. ” pemuda tersebut meraung dipenuhi kegilaan dan rasa sakit karena menahan kutukan keabadian.
Ling Wan terlalu malas memperdulikan mereka semua, kemudian ia mulai melanjutkan perjalanannya, disisi lain terlihat Bing Jiao nampak mengintip dan melihat seluruh kejadian tersebut, Ling Wan juga tahu bahwa gadis ini melihatnya melakukan hal-hal kejam pada kelompok orang tersebut, namun ia hanya menghiraukan dan tidak memperdulikannya.
“ kelompok pemuda ini adalah kumpulan penindas, bagaimana bisa mereka membunuh manusia fana, hanya karena uang, wajar saja orang itu sangat marah dan menyiksa mereka semua dengan perlakuan yang begitu kejam, tapi aku juga mendukung hal ini, para hama ini benar layak-layak mendapatkan pelajaran tersebut. ” gumam Bing Jiao di dalam hatinya.
3 jam kemudian....
Ling Wan telah membuat banyak keributan di sepanjang perjalanan menuju Kota Shuye, ia mungkin bahkan membunuh ribuan orang selama perjalanan ini, ia juga banyak membantu orang-orang yang selayaknya di bantu dalam perjalanan ini, hal ini cukup membuat beberapa pihak mulai terguncang dan merasa takut.
“ ini adalah Kota Shuye? sistem simpan Pedang Asal dan keluarkan Pedang Celah Matahari Surgawi. ” gumam Ling Wan di dalam hatinya, kemudian pedang asal segera memasuki retakan ruang, tak berselang lama sebuah pedang berwarna kuning kejingga-jinggaan keluar dari retakan kehampaan, Ling Wan segera menyarungkan pedang tersebut di pinggangnya.
(Pedang Celah Matahari Surgawi, pedang ini dapat memancarkan niat pedang jangkauan luas dan membakar semua musuh, pengguna pedang dapat menilai orang yang penuhi dengan kejahatan)
“ berhenti, jika kamu ingin masuk ke kota ini bayar dulu biaya perlindungan kepada kami. ” ucap penjaga gerbang kota tersebut dengan naga arogan, mereka semua melihat sosok Ling Wan yang berjalan perlahan memasuki kota.
“ bahkan para kecoak lemah ini dipenuhi aura pekat kejahatan, aku sangat muak karena terus diganggu oleh orang-orang lemah semacam ini. ” ucap Ling Wan sambil memandangi kelompok penjaga gerbang kota tersebut.
BOMMMM...
Mereka semua serentak meledak menjadi gumpalan daging, Ling Wan dengan jijik memandangi tumpukan daging tersebut, kemudian Ling Wan perlahan berjalan memasuki kota.
10 menit kemudian...
Ling Wan telah sampai di tempat Paviliun Chun Tian, ia perlahan memasuki paviliun mewah tersebut, kemudian bertanya pada seorang pelayan wanita paviliun tersebut.
“ pelayan dimana tempat aku bisa membeli informasi?. ” tanya Ling Wan pada pelayan wanita.
“ tuan muda mari ikuti aku!. ” ucap pelayan wanita tersebut sambil berjalan perlahan menaiki tangga paviliun.
Ling Wan segera mengikuti pelayan tersebut menaiki tangga, mereka berdua memasuki suatu ruangan yang ada di paviliun tersebut.
“ tuan muda informasi apa yang ingin anda beli?. ” tanya seorang lelaki yang menggunakan penutup wajah.
“ aku ingin bertanya tentang tingkatan kultivasi dan tingkatan alkimia yang ada semesta ini. ” ucap Ling Wan dengan wajah datar.
Lelaki tersebut terdiam sejenak, ia bingung mengapa pemuda didepannya menanyakan suatu hal mendasar yang bahkan banyak orang di semesta ini sudah mengetahui tentang hal tersebut.
“ tingkatan kultivasi di semesta ini memiki 18 ranah besar yang mana setiap ranah besar memiliki sembilan ranah kecil, 18 ranah itu di awali dari Pembentukan Tulang, Pembentukan Daging, Ahli Beladiri, Master Beladiri, Guru Beladiri, Leluhur Beladiri, Raja Beladiri, Kaisar Beladiri, Suci Beladiri, Pembentukan Tulang Dewa, Pembentukan Fisik Dewa, Roh Dewa, Yang Mulia Dunia, Guru Tertinggi Dunia, Dewa Sejati Yang Abadi, Berdaulat, Tuan Alam Semesta, Leluhur Tertinggi Alam Semesta, dan untuk alkimia dibagi menjadi sembilan alam besar yaitu Pemula Alkemis, Master Alkemis, Guru Alkemis, Dewa Obat, Raja Obat, Kaisar Obat, Suci Obat, Yang Mulia Alkemis, Alkemis Tertinggi, setiap ranah memiliki sembilan tingkatan alam kecil. ” ucap seorang lelaki yang mengenakan tutup wajah dengan nada biasa.
“ bagus, apakah ini cukup untuk pembayaran informasi. ” kata Ling Wan sambil mengeluarkan ratusan pill tingkat kaisar.
Lelaki yang menggunakan penutup wajah dan pelayan tersebut segera tercengang karena melihat ratusan pill tingkat kaisar.
“ tu... tuan apakah tuan bercanda? pill ini terlalu luar biasa dan berharga. ” ucap lelaki itu sambil menangkupkan tangannya.
“ lupakan, terimalah semua pill ini, lagi pula aku dapat membuatnya dengan sangat mudah. ” kata Ling Wan sambil berjalan menuruni tangga tanpa menunggu lelaki itu membalas.
“ ka.....kaisar obat, pemuda tadi adalah kaisar obat!!, tunggu aku bahkan tidak bisa melihat tingkat kultivasinya. ” gumam lelaki itu di dalam hatinya sambil memandangi Ling Wan yang turun dari tangga.
Sesampainya di lantai bawah Ling Wan memutuskan untuk makan dan minum sejenak.
“ pelayan bawakan aku makanan dan anggur terbaik. ” kata Ling Wan pada seorang pelayan laki-laki.
“ baik tuan. ” jawab pelayan itu dengan sangat hormat karena ia mengira Ling Wan adalah tuan muda dari klan besar tertentu yang ada di semesta ini.
Ling Wan duduk dengan santai sambil menunggu makanan datang.
“ tenyata masih ada tingkatan kultivasi di atas Tuan Alam Semesta, dan juga ada tiga tingkatan alkimia di atas Kaisar Obat tapi kurasa ini bukanlah akhir dan puncak segalanya, lupakan tunggu aku mencapai level kultivasi yang kuketahui dulu sebelum memikirkan hal-hal tersebut dan pergi ke dunia asal tertinggi untuk mencari orang tuaku. ” gumam Ling Wan di dalam hatinya, namun tak berselang lama terdengar suara dari seorang wanita yang nampak ingin menggoda Ling Wan.
“ yoooooo.... kakak ini sangat tampan tapi mengapa kamu duduk sendirian?. ” tanya seorang gadis cantik berambut ungu dan mengenakan jubah berwana ungu.
“ itu bukan urusanmu!. ” jawab Ling Wan dengan wajah datar.
“ kakak ini benar-benar dingin pada seorang wanita, kakak ini berasal darimana?. ” tanya wanita ini sambil berjalan mengarah ke tempat duduk Ling Wan, dibelakang wanita ini terlihat ada 3 orang pria paruh baya yang mana mereka semua mengenakan jubah berwarna merah, putih, dan hijau.
“ aku hanya ingin makan dan tidak diganggu, lagi pula aku sudah memiliki istri, jadi pergilah!. ” Ling Wan berkata dengan wajah biasa karena melihat gadis itu berjalan ke arahnya.
“ aku ingin berkenalan denganmu, aku tidak akan mengganggumu. ” kata gadis itu sambil tersenyum.
Ketiga pria paruh baya dibelakang wanita tersebut segera memasang wajah marah dan mendengus dingin karena melihat perlakuan Ling Wan pada nona muda mereka.
“ hmmmm tiga ahli tingkat Yang Mulia Dunia belaka berani mendengus dingin padaku, apakah menurutmu aku adalah orang yang penyabar, tuan muda ini bahkan tidak pernah memandang seorang Dewa Sejati, lalu apa yang dipikirkan oleh ayam lemah semacam kalian, berhentilah menggangguku. ” Ling Wan berkata dengan wajah kesal kemudian ia mengeluarkan sebuah tekanan aura.
“ gawat cepat lindungi nona, pemuda itu adalah seorang Dewa Sejati. ” kata pria paruh baya berbaju merah.
“ uhukkk.... uhukkk.. aku tidak tahan kami salah, maafkan kelancangan kami. ” kata pria paruh baya berbaju putih.
“ ya....t... tuan... kami akan akan segera pergi. ” kata pria paruh baya berbaju hijau yang terlihat tersungkur dilantai karena terkena sebuah tekanan mengerikan dari seorang ahli tingkat Dewa Sejati.
Ling Wan segera menarik kembali tekanan aura miliknya, lagipula mereka semua tidak memiliki dendam dengannya, oleh karena itulah Ling Wan hanya memberikan sebuah peringatan dan melepaskan mereka semua.
Di sisi lain banyak orang di kota ini yang terluka parah karena dampak dari penindasan aura milik Ling Wan, tak lupa orang² yang sedang makan di paviliun tersebut juga terkena imbasnya. Kemudian seorang lelaki dengan penutup wajah atau pemilik paviliun tersebut segera turun karena melihat adanya masalah yang sedang terjadi tempat miliknya.
Lelaki tersebut memandangi Ling Wan yang terlihat sedang kesal, ia juga kaget karena melihat seorang dewa sejati dengan usia semuda ini, dan lagipula pemuda ini juga adalah seorang kaisar obat, bagaimana bisa ia tidak menghargai dan menghormati sosok Ling Wan.
“ tuan muda apa yang sedang terjadi?. ” tanya lelaki dengan penutup wajah sambil menangkupkan tangan.
“ tidak ada aku hanya ingin makan dan mereka terus menggangguku, mereka juga mendengus dingin dan memasang wajah marah padaku, aku bertanya padamu apa yang kamu lakukan jika seseorang yang lebih lemah darimu melakukan hal tersebut?, kalian benar-benar datang di situasi yang salah aku sedang dalam mood buruk! aku benar-benar tidak ingin terlibat sebab akibat dengan orang-orang dari semesta menjijikan ini. ” kata Ling Wan dengan wajah sangat dingin.
“ apakah jangan-jangan pemuda ini adalah tuan muda dari suatu Klan Penguasa Dunia Asal Tertinggi yang sedang bersenang-senang menjelajahi banyak semesta, ia bahkan tidak memandang semesta ini, gawat jika pemuda ini marah maka konsekuensinya benar-benar akan sangat mengerikan! tunggu... yang membuat masalah pada pemuda ini adalah nona muda Klan Abadi Yan, apa yang harus aku lakukan, ini benar-benar pilihan yang sulit, sisi lain tuan muda dari klan penguasa, sisi lainnya adalah nona muda dari klan yang mendominasi semesta ini, aku benar-benar bingung. ” lelaki dengan penutup wajah itu bergumam di dalam hatinya dengan dipenuni kepanikan.
“ kakak maafkan ketiga pamanku, boleh aku tahu namamu, aku hanya ingin tahu namamu setelah itu akan pergi dari tempat ini. ” kata gadis itu sambil menangkupkan tangan.
“ namaku Ling Tian. ” ucap Ling Wan.
Ling Wan memutuskan untuk tidak memberi tahu nama aslinya pada orang lain kecuali orang terdekatnya, karena nama asli benar-benar hal tabu untuk seorang ahli setingkat Ling Wan, dengan menggunakan nama asli seseorang dapat mengirim kutukan, menyimpulkan takdir, dan menyimpulkan sebab akibat itulah yang ada di benak Ling Wan.
“ Ling Tian ya, namaku Yan Chyou kemudian aku akan pergi. ” gadis itu berkata dengan canggung lalu kemudian berbalik dan berjalan pergi mengarah keluar dari paviliun.
Bersambung........
Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...
__ADS_1