Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga

Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga
Tragedi berdarah dua bersaudara


__ADS_3

Yu Fengying dan Klannya masih tidak sadar bahwa Ling Wan sebenarnya belum pergi meninggalkan semesta ini, mereka semua masih di penuhi amarah dan kebencian pada Ling Wan yang telah mencuri harta dan tehnik-tehnik beladiri Klan meraka.


Tak berselang lama suara Ling Wan memecah banyak perbincangan anggota Klan Yu.


"Hahaha... mereka semua benar-benar bodoh, waktunya membunuh pak tua bau dari Klan Yu ini!." kata Ling Wan sambil melepaskan fungsi Jubah Ketiadaan Bintang, sosok Ling Wan segera terlihat oleh banyak pasang mata dari anggota Klan Yu.


"Bajingan... ternyata kamu disana!." Yu Fengying meraung marah karena melihat Ling Wan yang nampak sedang duduk sangat santai sambil menikmati anggur.


"Ya benar, aku memanglah duduk di atas batu kecil ini dari tadi, anggur semesta ini lumayan enak, ah iya pak tua apakah kamu siap bertarung?. " kata Ling Wan sambil menyimpan kendi anggur.


"Kau hanyalah seorang Dewa Sejati tingkat 1, seperti aku terlalu melebih-lebihkan dirim.... " belum sempat Yu Fengying selesai berbicara ia di kejutkan oleh suara Ling Wan.


"Sembilan Pedang Bersiap bertarung!."


Sembilan pedang yang memancarkan niat pedang mendominasi keluar dari retakan ruang, sembilan pedang itu segera melayang ke belakang punggung Ling Wan.


"Domain Pedang Tak Terkalahkan." ucap Ling Wan dengan wajah dingin.


(Domain ini mencakup area 2 km musuh yang memasuki domain, ranah dan kekuatannya akan berkurang 50% selama 5 menit)


"Apa yang salah dengan kultivasiku! bajingan apakah ini berbuatanmu?." tanya Yu Fengying dengan wajah dipenuhi kebencian.


"Aku hanya mengurangi sedikit kekuatanmu mengapa kamu terlihat begitu marah, bukankah ini adil, aku hanya seorang Dewa Sejati tingkat 1 puncak? mengapa kamu marah padahal ranahmu lebih tinggi dariku?. "


"Kau... ku bunuh kau, Tehnik Pedang Air Sejati. " ucap Yu Fengying dengan marah sambil menebas pedang ke arah Ling Wan.


Terlihat sebuah Qi pedang mendominasi mengarah ke arah sosok Ling Wan, Qi pedang ini berwarna biru gelap.


"Langkah Kun Peng."


Sosok Ling Wan nampak berkedip dan berteleportasi kekejauhan dari lokasi tempat arah tebasan pedang.


KRAKKK... KRAKKK... KRAKKK...


Sebuah retakan ruang terbentuk karena nampak serangan pedang dari Yu Fengying.


"Ling Tian, kamu adalah seorang pengecut tidak tahu malu! mengapa hanya menghindar, ayo bertarung bajingan!." ucap Yu Fengying dengan wajah nampak sangat marah.


"Apa salah dengan menghindari pedangmu, baiklah.. baiklah.. Tehnik Pedang Sembilan Pemecah Surga Gerakan Ke Enam, Sembilan Pedang Pembalik Langit." Ling Wan berkata sambil perlahan berlari menapaki udara ia terlihat menebas pedang sebanyak sembilan kali, kemudian terlihat sembilan niat pedang berbentuk binatang suci mulai terbentuk.


Seluruh semesta mengalami kegemparan lagi, mereka semua melihat ada sembilan niat pedang di ketinggian langit, niat pedang berbentuk binatang suci, raungan dari binatang-binatang tersebut bergema di segala penjuru.


"Sembilan Niat Pedang Bunuh musuh!." Kata Ling Wan sambil mengarahkan pedangnya ke arah Yu Fengying.


"Tehnik Pedang Penguasa Air. " Kata Yu Fengying sambil menebas pedangnya.


Sebuah niat pedang berwarna biru segera mengarah ke arah sembilan niat pedang milik Ling Wan.


BOOOMMMMM........


Ledakan keras memekikkan telinga terdengar di seluruh semesta Tong Xuan ini adalah dampak dari tabrakan ke dua serangan tersebut, namun tidak ada yang menang dalam tabrakan tersebut, tehnik mereka berakhir imbang.


"Apakah hanya ini yang kamu miliki? jika benar begitu kamu hanyalah seorang pembual arogan." ucap Yu Fengying.


"Aku hanya mencoba fungsi sembilan pedangku bodoh, tehnik tadi bahkan hanya menggunakan 25 % kekuatan penuhnya, baiklah karena kamu ingin melihat lebih banyak! Kitab Suci Kaisar Pedang." ucap Ling Wan dengan wajah dingin.


(Kitab Suci Kaisar Pedang kekuatan magis ini berfungsi meningkatkan niat pedang pengguna kekuatan magis sebanyak 48.040%)


"Tehnik Pedang Hukum Kaisar. " ucap Ling Wan sambil menebas pedangnya dengan cara yang sangat biasa tapi jangan salah tebasan pedang ini mengandung seluruh aturan hukum yang dipahami oleh Ling Wan.


Sebuah Qi pedang yang terlihat sangat mendominasi itu mengarah ke arah Yu Fengying, pak tua itu menatap dengan panik Qi Pedang berwarna ke abu-abu tersebut.


"Tehnik Pedang Hukum Penguasa Air." ucap Yu Fengying sambil menebas ke arah Qi Pedang milik Ling Wan.


Tabrakan dari ke dua tenik pedangpun terjadi, terlihat Qi Pedang milik Yu Fengying nampak seperti es yang meleleh saat bertabrakan dengan Qi Pedang milik Ling Wan.


"Aku tidak.. boleh mati disini!." Yu Fengying berkata sambil membentuk sebuah perisai Qi karena melihat Tebasan Qi Pedang Ling Wan masih belum berhenti mengarah padanya.


Qi Pedangpun segera bertabrakan dengan perisai Qi milik Yu Fengying.


KRAK...KRAAKKK.. RAKKK...

__ADS_1


Perisai Qi milik Yu Fengying nampak terlihat secara perlahan mulai retak mungkin tidak akan lama lagi sebelum perisai tersebut hancur karena tebasan Qi Pedang milik Ling Wan.


"Aku... sudah.. tidak.. bisa menahannya lagi, tidak aku tidak boleh mati!, seluruh anggota klan Yu, lakukan pengorbanan darah, berikan sedikit darah klan abadi yang ada di tubuh kalian!." ucap Yu Fengying dengan wajah nampak sangat panik.


(Darah Abadi, darah ini ada disetiap anggota klan abadi sejak mereka lahir namun darah ini hanya berjumlah beberapa tetes di setiap tubuh anggota klan abadi, jika seseorang memiliki banyak darah abadi, kekuatannya jelas akan melonjak, di lain sisi jika seseorang dari klan abadi kehilangan darah abadinya, kultivasinya akan menurun dan dapat dipastikan akan sangat sulit untuk menerobos ranah selanjutnya)


Seluruh anggota klan Yu segera berkumpul mereka semua bersiap melakukan pengorbanan darah untuk diberikan pada leluhur mereka, walaupun di hati mereka semua, mereka sangat enggan melakukan pengorbanan darah namun mau bagaimana lagi mereka harus menurutinya, lagipula jika leluhur mereka kalah klan ini jelas juga akan berakhir.


"hahh... apakah kalian pikir aku hanya berdiam diri membiarkan kalian melakukan hal tersebut, sangat lucu." ejek Ling Wan.


"Aturan Hukum Ruang Dan Waktu: Pembekuan ruang."


Seluruh anggota klan Yu segera tidak dapat bergerak dengan demikian pengorbanan darah tidak dapat dilakukan.


"Leluhur kami semua tidak bisa bergerak karena hukum aturan dari orang itu."


"Ya leluhur apa yang harus kita lakukan?."


"Berakhir... berakhir sudah."


"Mengapa klan kita terus menerus mendapat masalah."


"Langit sangat kejam!."


Yu Fengying yang sibuk menahan Qi Pedang milik Ling Wan nampak terlihat semakin panik karena mendengar banyak perkataan putus asa dari anggota-anggota klannya.


Disisi Ling Wan, ia terlihat mengangkat tangan kirinya, kemudian jari telunjuknya mengarah ke arah Yu Fengying yang sedang sibuk menahan Qi Pedang.


"Pedang Jari Ilahi yang tak tertandingi."


Sebuah Qi pedang mendominasi keluar dari jari telunjuk Ling Wan.


"Ti.....ti...dak.... " kata Yu Fengying dengan wajah nampak sangat ketakutan.


KRAKK.. KRAK.... BOMMMMMMMM....


Perisai Qi milik Yu Fengying hancur dengan diiringi sebuah ledakan keras karena dampak dari serangan Tehnik Pedang Hukum Kaisar dan kekuatan magis Pedang Jari Ilahi yang tak tertandingi, hari itu seluruh alam Semesta Tong Xuan bergetar hebat, sebuah retakan tanah yang terlihat seperti tebasan pedang terbentuk, jika seseorang melihat bentuk dari retakan tanah ini dari luar angkasa, mungkin orang itu akan merasa ngeri, karena retakan ini benar-benar berukuran hampir mencakup setengah luas seluruh semesta.


Anggota klan Yu memandangi leluhurnya yang telah menjadi kehampaan mereka semua dipenuhi rasa takut, mereka semua memandangi sebuah retakan tanah yang terlihat membentang seluas mata memandang, hari ini mereka akhirnya tahu musuh macam apa sebenarnya yang telah dihadapi leluhur mereka, orang ini bahkan bisa membelah semesta ini, jadi mengapa ia harus bermain-main dulu sebelum membunuh seseorang?, orang ini benar-benar kejam pikir banyak anggota klan Yu.


"Apa yang terjadi dimana aku." kata seorang pemuda kurus dengan baju lusuh.


"Apakah kamu juga berpindah secara aneh dari tempat tinggalmu?." tanya seorang pria paruh baya pada pemuda tersebut.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi tu.. tunggu dimana rumahku?." kata seorang pak tua berbaju lusuh pada dua orang yang tidak jauh dari sisinya.


"Retakan ini mengapa terlihat seperti sebuah tebasan pedang." pemuda berbaju lusuh itu berkata dengan wajah bingung karena melihat sebuah retakan tanah yang terlihat berukuran sangat panjang bahkan ia tidak tahu ujung dari retakan tanah ini.


"Apakah kamu lupa bahwa dunia kita sedang mengalami peperangan antar penguasa, aku rasa ini adalah sebuah serangan dari suatu penguasa." kata pak tua berbaju lusuh.


"Aku tidak peduli jika penguasa semesta ini mati, aku bahkan lebih mendukung Penguasa asing yang bernama Ling Tian itu, ia adalah sosok yang patut kita hormati, walaupun kita hanyalah seorang rakyat jelata rendahan, ia bahkan rela membuat masalah dan mencoba menegakkan keadilan." kata pria paruh baya berbaju lusuh.


"Ya benar, klan Yu itu hanyalah kumpulan orang yang suka menindas, semoga saja orang terhormat itu bisa menang melawan seluruh klan Yu, aku hanya bisa mendoakan keselamatan dan kemenangannya." kata pak tua berbaju lusuh.


"Ya semoga saja, ayo kakek dan paman mari kita pergi ke tempat lain saja." kata pemuda berbaju lusuh.


Ling Wan masih sempat memindahkan banyak orang, ia sudah menebak dampak dari tehnik pedangnya akan semengerikan ini, kemudian Ling Wan mulai mengeluarkan Xun'er dari Ruang Percepatan Waktu.


"Xun'er menyapa guru." kata Xun'er sambil membungkuk dengan hormat.


"Muridku, aku telah membunuh leluhur klan Yu, lihatlah orang-orang ini, mereka semua sengaja tidak kubunuh agar kamu dapat menanyakan hal yang ingin kamu tanyakan sejak dulu." kata Ling Wan sambil memandangi banyak anggota klan Yu yang masih terjerat aturan hukum ruang dan waktu.


Xun'er memandangi orang-orang yang berdiri kaku di udara karena terjerat hukum aturan, Xun'er nampak dipenuhi kebencian pada mereka semua.


"Apakah kalian semua pernah mendengar seseorang bernama Yu Xuan dan Ren Yue?." tanya Xun'er dengan wajah dipenuhi amarah.


Banyak anggota klan Yu menggigil karena mendengar nama tersebut bukankah nama ini adalah nama dari penguasa terdahulu dari klan Yu, apa yang sebenarnya terjadi disini? tapi mereka semua memutuskan untuk diam saja dan tidak membalas pertanyaan Xun'er.


"Bicaralah, sebelum aku benar-benar kehabisan kesabaran!." kata Ling Wan dengan nada dingin.


Mereka semua segara panik dan ketakutan, terlihat mereka semua dipenuhi keringat dingin, kemudian seorang pak tua memberanikan diri untuk menjawab, ia sangat takut Ling Wan akan marah karena mereka semua hanya diam.

__ADS_1


"Sebenarnya orang yang disebutkan oleh nona ini adalah patriak klan Yu sebelumnya, ia dihukum dan turunkan dari posisi jabatan patriak karena telah menikahi seorang rakyat jelata."


"Tapi hal yang membuatnya semakin rumit adalah anak dari orang itu memiliki banyak Darah Abadi, dan Fisik Suci Reinkarnasi, sehingga membuat banyak atasan klan Yu ingin mengambil secara paksa anak Yu Xuan itu, dikatakan Yu Xuan menolak hal tersebut dengan alasan ia tidak ingin anaknya menjadi seorang yang arogan sama seperti klannya, karena hal inilah banyak para tetua segera murka dan mulai mengejar Yu Xuan dan istrinya."


"Tapi ini semua di dasari oleh Patriak saat ini yaitu Yu Changming, Yu Xuan dan Yu Changming adalah kakak beradik mereka berdua lahir dirahim yang sama dan memiliki ayah yang sama, dikatakan oleh beberapa orang Yu Changming selalu iri dengan kakaknya yaitu Yu Xuan.


"Disaat Yu Xuan melakukan kesalahan karena menikahi seorang rakyat jelata, Yu Changming segera menutut dan melebih-lebihkan masalah tersebut, sehingga Yu Xuan harus turun jabatan secara paksa tidak cukup diturunkan dari jabatan patriak, ia semakin iri karena melihat putri dari kakak laki-lakinya."


"Yu Changming melakukan berbagai cara untuk membunuh dan mendapatkan anak dari kakak laki-lakinya, bahkan ada beberapa cerita yang mengatakan bahwa Yu Changming ingin merebut fisik anak itu secara paksa, inilah alasan utama mengapa Yu Xuan memberontak dan terbunuh oleh adik dan anggota klan sendiri." ucap pak tua itu dengan wajah nampak masih takut pada Ling Wan.


"Guru hikss..hiks..ini semua karenaku, aku adalah anak yang tidak berguna dan pembawa sial." kata Xun'er sambil menangis tersedu-sedu.


"Muridku, jangan menangis tentang masa lalumu, terkadang hidup ini dipenuhi dengan penderitaan, biarkan rasa sakit ini menajamkanmu, jangan salahkan masa lalu dalam hidupmu. Tanpanya, kamu tidak akan bisa membandingkan dengan kehidupanmu saat ini." ucap Ling Wan.


"Tapi guru aku benar-benar pembawa sial bagi orang tuaku." ucap Xun'er dengan mata yang dipenuhi dengan air mata.


"Tidak itu tidaklah benar, guru tahu, kamu berharap dapat merubah banyak hal, tetapi, tidak ada gunanya dibebani dengan penyesalan atas hal-hal yang tidak dapat kamu ubah. Jika kamu ingin bahagia, jangan biarkan masa lalu mengusikmu. Kamu boleh melihat ke belakang, namun jangan membawanya kembali." ucap Ling Wan sambil tersenyum.


Xun'er hanya terdiam ia masih sangat merasa bersalah karena ialah alasan sebenarnya mengapa kedua orang tuanya terbunuh.


"Memikirkan masa lalu hanya akan membutakan masa depanmu, kita tidak seharusnya resah terhadap masa lalu, begitu pula kita juga tidak boleh cemas akan masa depan, seseorang yang bijaksana hanya memikirkan masa kini dan tidak terjerat kenangan kelam masa lalu, anggap saja masa lalu hanyalah pembuka jalanmu menuju puncak kejayaan, ingat kamu masih memiliki guru, bibi, adik junior dan kakak-kakak seniormu, jadi berhentilah bersedih, guru tidak ingin melihatmu seperti ini!. " ucap Ling Wan dengan wajah serius.


"Baik guru, aku sangat bersyukur karena memiliki keluarga yang memperlukanku dengan sangat baik dan begitu hangat. Terima kasih guru, tanpa guru dan bibi, aku tidak tahu nasib macam apa yang akanku jalani." kata Xun'er sambil menghapus air matanya.


"Bagus jangan bersedih lagi, kemudian guru bertanya padamu, sebaiknya apa yang guru harus lakukan pada mereka semua?." tanya Ling Wan.


"Aku tidak tahu guru, mereka semua tidak ada hubungannya denganku, jadi guru tidak perlu merasa kasihan atau merasa tidak enak jika guru ingin membunuh mereka semua, Xun'er hanya ingin kembali ke dalam harta dan pergi menemui bibi dan yang lainnya." ucap Xun'er.


"Begitu ya, kemudian guru akan memasukkanmu kembali ke dalam harta titipkan salam guru pada yang lainnya setelah guru kembali nanti, guru akan membawakan banyak hadiah untuk kalian." kata Ling Wan sambil tersenyum.


"Baik guru." Xun'er berkata sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Ling Wan, lalu menghilang secara aneh.


Ling Wan kemudian memandangi anggota klan Yu yang dipenuhi keringat dingin karena mendengar perkataan dari Xun'er, mereka semua semakin merasa putus asa dan sudah tidak memikirkan cara hidup lagi untuk ke depannya.


"Aku benar-benar tidak bisa melepaskan kalian, ini memang sedikit di dasari dendam pribadi, namun kalian terlalu banyak melakukan hal-hal buruk selama ini, kalian dipenuhi hawa kejahatan yang sangat pekat, Patriak klan kalian Yu Changming juga sering menginvasi banyak semestakan?, lalu kalian jelas terlibat dalam hal-hal kejam ini, jadi mari kita akhiri semua ini. " Ling Wan berkata sambil mengaktifkan Mata Suci Pupil Kehancuran Semesta miliknya.


BOMMM....


Ratusan ribu anggota klan Yu yang terbilang mendominasi dan sangat kuat di Alam Semesta Tong Xuan ini, meledak serentak area klan Yu, dipenuhi dengan gumpalan daging berdarah dan tulang-tulang.


Beberapa menit kemudian...


"Sistem apakah seluruh anggota klan Yu telah mati?."


[ Sistem : Diperlukan 7 Miliar Poin Kebaikan/Kebencian untuk menyimpulkan, apakah tuan rumah masih menyimpulkan? ]


"Ya simpulkan!."


[ Sistem : Mereka semua sudah mati ]


Ling Wan merasa lega karena semua masalah dengan klan Yu sudah berakhir kemudian ia teringat suatu hal.


"Aku masih mengingat sebuah misi dari sistem, misi itu adalah bantu dan perkuat banyak ras manusia di semesta sembilan surga, kemudian setelah aku mencapai ranah Eternal True God segera jelajahi banyak semesta lainnya, sistem berapa banyak semesta yang harus aku kunjungi untuk menyelasaikan misi ini?."


[ Sistem : Diperlukan menjelajahi empat alam semesta untuk menyelesaikan misi ini, progres penyelesain misi tuan rumah saat ini adalah 0% ]


"Hmmm, sistem mengapa 0%?." tanya Ling Wan dengan wajah bingung.


[ Sistem : Diperlukan 10 Miliar Poin Kebaikan/Kebencian untuk menyimpulkan, apakah tuan rumah masih menyimpulkan? ]


"Sial masih perlu bayar? Ya simpulkan."


[ Sistem : Progres misi tidak akan berjalan jika tuan rumah tidak melihat dan mengunjungi seluruh tempat yang ada di semesta yang sedang tuan rumah jelajahi! ]


"in...ini benar-benar akan melelahkan dan membutuhkan waktu yang cukup lama tapi kalau dipikir-pikir hadiah misi ini pasti akan sangat luar biasa." kata Ling Wan dengan wajah nampak terlihat sedikit kaget.


Setelah itu Ling Wan segera menarik kekuatan magis, dan hukum aturannya ranah Ling Wan dan niat pedang Ling Wan mulai kembali seperti asal kemudian Ling Wan segera membelah ruang dan bersiap berteleportasi ke suatu tempat yang ada di Semesta Tong Xuan namun Ling Wan dikejutkan oleh sebuah panel peringatan sistem.


[ Dinggggggggggg............. ]


[ Sistem : Terdeteksi tuan rumah memicu opsi pilihan ]

__ADS_1


Bersambung........


Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...


__ADS_2