Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga

Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga
Benua Jiandao!


__ADS_3

Semesta Tong Xuan, Benua Nongmin terlihat Ling Wan dan rekan-rekannya nampak berjalan santai sambil menyusuri sebuah jalan setapak, pemandangan sore hari yang sangat indah, ditambah sikap konyol Cao Yuan, semakin membuat hari terasa begitu menyenangkan, Ling Wan tertawa bersama dengan rekan-rekannya.


"Kakak ngomong-ngomong kami belum memperkenalkan diri, perkenalkan namaku Jiang Yu." ucap seorang gadis cantik yang memiliki rambut berwarna abu-abu.


"Hallo kak, namaku Su Qiaofeng." ucap seorang gadis cantik yang memiliki rambut berwarna hitam, gadis ini terlihat bersemangat, wajahnya terlihat sangat periang dan murah senyum.


"An.. anu.. perkenalkan nama saya Du Peiyu." ucap seorang gadis cantik yang memiliki rambut berwarna kuning, ia terlihat sangat pemalu.


"Hai namaku Bai Xiuying, salam kenal kakak laki-laki." ucap seorang gadis cantik yang memiliki rambut berwarna putih sambil menangkupkan tangannya.


"Emmm... namaku Li Wei, kakak laki-laki dapat memanggilku dengan sebutan apapun yang kakak laki-laki inginkan." ucap seorang gadis cantik yang memiliki rambut berwarna merah.


Ling Wan memandangi sambil tersenym ke arah lima gadis yang mengenakan jubah ungu ini, ia pun segera membalas menangkupkan tangan.


"Salam kenal semuanya, perkenalkan namaku Ling Tian." ucap Ling Wan sambil tersenyum ramah.


"Sangat tampan!." gumam Jiang Yu di dalam hatinya.


"Salam kenal kakak laki-laki Ling, ke depannya mohon bimbingannya." ucap Su Qiaofeng.


"Hah.. para gadis ini selalu saja memandangi saudara Ling seolah mereka ingin memakannya, lupakan ayo kita pergi ke tempat lain, jika tidak kita akan sampai terlalu malam di desa yang kita tuju!." ucap Fan Yi.


"Benar, aku sudah lapar." ucap Cao Yuan.


"Ayo kita pergi." ucap Ling Wan sambil berjalan ke arah barat.


Mereka semua segera mengikuti Ling Wan dari belakang, di dalam perjalanan mereka semua sering menemui penduduk-penduduk desa yang telah selesai beraktivitas dan bersiap kembali kerumah mereka masing-masing.


30 menit kemudian...


Ling Wan dan rekan-rekannya telah tiba di sebuah desa yang cukup besar, desa ini bernama Desa Sungai Musim, penduduk desa ini sangatlah ramah dan murah senyum. Ling Wan dan rekan-rekannya memutuskan untuk menginap dan mengadakan makan malam bersama di desa ini.


"Bos, apakah kita akan bermalam di desa ini, bagaimana dengan para gadis-gadis bau ini." ucap Cao Yuan sambil menoleh ke arah kelompok Jiang Yu.


"Pang Cao, siapa yang kamu sebut gadis bau." ucap Jiang Yu dengan wajah kesal.


(Pang/Pang De - Lemak)


"Gadis kurus siapa yang kamu sebut Pang Cao, nama tuan muda ini Cao Yuan apakah kamu dengar nama tuan muda ini Cao Yuan, hais gadis kurus ini sangatlah tidak bisa menghargai ketampanan." ucap Cao Yuan dengan wajah mengejek Jiang Yu.


"Siapa yang kamu sebut gadis kurus!?."tanya Jiang Yu dengan wajah terlihat sangat kesal.


"Kamu... kamu... kamu.. kamu.. kamu.. kalian semua kurus dan rata." ucap Cao Yuan sambil menunjuk kelima orang wanita di depannya.


"Bagus kamu berhasil membuat ku marah!."


"Ayo kita hajar Pang Cao sialan ini."


"Benar, lemak ini selalu saja mengganggu kita."


"Ayo kita beri dia pelajaran!."


Kelima gadis itu segera memukuli Cao Yuan, mereka benar-benar kesal dengan lemak yang selalu mengganggu mereka ini, Ling Wan dan Fan Yi hanya bisa tertawa melihat pemandangan ini.


Disaat keributan Cao Yuan dan para gadis Ling Wan melihat seorang pak tua lewat didepannya kemudian Ling Wan memutuskan untuk memanggil pak tua tersebut.


"Kakek, apakah kakek adalah penduduk desa ini?." tanya Ling Wan sambil menangkupkan tangan, Cao Yuan dan yang lainnya segera berhenti bercanda dan membuat keributan.


"Ya nak, ada apa?." pak tua berkata sambil tersenyum


"ini sebenarnya aku ingin mengadakan makan bersama dengan seluruh penduduk desa ini, bolehkah aku meminjam halaman rumah kakek untuk tempat makan bersama?." Ling Wan bertanya sambil menangkupkan tangannya.


"Hoho.. anak muda yang baik hati dan dermawan, tertentu saja boleh, bahkan jika kamu tidak meminta izin, aku tidak akan pernah marah dan melarangmu kemudian mari ikuti aku nak." ucap pak tua itu sambil tertawa dan merasa senang dengan sikap baik hati pemuda didepannya.


Ling Wan dan rekan-rekannya segera berjalan mengikuti di belakang pak tua itu, tidak butuh waktu yang cukup lama mereka semua segera tiba di sebuah rumah sederhana, terlihat rumah ini memang cukup kecil namun tempatnya terbilang sangat bersih.


"Hallo kakek, kalau boleh tau siapa nama kakek?." tanya Ling Wan dengan sangat sopan.


"Biasanya orang-orang di desa memanggilku dengan panggilan kakek Pei, siapa namamu nak?." tanya pak tua.


"Kemudian aku akan memanggil kakek dengan panggilan kakek Pei, kakek bisa memanggilku dengan panggilan nak Tian." ucap Ling Wan.


"Tian nama yang mendominasi, namamu benar-benar bagus dan unik nak, ah benar aku lupa mengenalkan istriku padamu, ini adalah istriku, ia biasanya dipanggil oleh banyak orang dengan sebutan nenek Ran." jawab kakek Pei yang melihat istrinya nampak keluar dari rumah.


Ling Wan tersenyum ramah pada kakek Pei dan nenek Ran, kemudian ia mulai berbalik badan dan berkata, suaranya bergema ke seluruh sudut desa Sungai Musim.


"Seluruh penduduk desa Sungai Musim, hari ini aku mengadakan makan bersama di depan rumah kakek Pei, selain makan bersama, aku juga akan memberi kalian beberapa hadiah, jadi jangan sungkan untuk datang ke rumah kakek Pei."


Para penduduk Sungai Musim segera keluar dari rumah, mereka semua nampak berjalan santai menuju rumah kakek Pei, terlihat ada beberapa orang yang masih memakai baju kotor karena baru saja pulang setelah seharian beraktivitas, ada juga yang memakai baju cukup bersih dan terbilang bagus, sepertinya desa ini memanglah cukup makmur.


15 menit kemudian...


Ling Wan mengeluarkan ikan-ikan dan Merak Ilahi dari cincin penyimpanannya.


"bantu aku memasak ikan-ikan ini, dan untuk merak ini kalian tidak boleh memakannya, tapi jika kalian memiliki kekuatan atau ranah yang lumayan tinggi kalian boleh ikut bergabung bersamaku memakannya." ucap Ling Wan pada banyak orang.


"Tidak perlu tuan, ikan-ikan ini sudah cukup untuk kami." ucap seorang pria paruh baya yang mengenakan baju lusuh.


"Ya benar, cepat ayo bantu tuan muda memasak banyak ikan ini." ucap seorang wanita yang mengenakan baju biasa, di sampingnya terlihat ada sang anak yang memiliki raut wajah gembira karena melihat ada begitu banyak ikan.


"Ya, istriku ayo bantu tuan muda memasak ikan ini." ucap seorang pria yang mengenakan baju biasa, pada wanita yang tidak jauh dari disisinya.


"Kakak bercanda, merak macam apa yang berukuran sebesar ini?." ucap seorang anak yang berusia 9 tahunan.


"Ini kami mendapatkannya di sebuah sungai, bos Tian menangkap mereka semua." ucap Cao Yuan.


"Mengapa di sungai ada merak yang sangat aneh seperti ini?, sungai macam apa itu kak?." tanya anak itu pada Cao Yuan.


"Sungai itu di sebut Sungai Kejatuhan Para Dewa." Cao Yuan mengatakan omong kosong untuk membalas pertanyaan anak kecil tersebut.


Ling Wan dan rekan-rekannya memandangi Cao Yuan dengan tatapan aneh, mengapa lemak ini begitu pandai berbohong dan menipu, mereka semua hanya merasa lucu dengan tingkah Cao Yuan.


1 jam kemudian...


Terlihat semua makanan sudah siap dimakan, Ling Wan membagikan beberapa potongan daging kecil Merak Ilahi pada rekan-rekannya, ia juga memberikan sedikit daging untuk penduduk desa yang ingin mencobanya.


"Bagus, karena semua makanan sudah siap kemudian aku akan memberikan hadiah pada kalian semua, ambil pil dan uang ini jangan menolaknya, jika tidak aku akan merasa tersinggung." ucap Ling Wan sambil mengeluarkan banyak tas penyimpanan, setiap tas penyimpanan ini berisi 10 pil tingkat kaisar dan 10.000 tael emas, tas penyimpanan itu segera melayang dan tiba di depan seluruh orang, setiap orang mendapat satu tas penyimpanan.


"Pi.. Pill yang begitu luar biasa."


"Aura kehidupan yang meluap-luap."


"Bau pill ini?, mengapa hanya dengan menciumnya aku merasa kultivasiku sedikit meningkat."


"Tuan muda, kalau boleh tau pill apa ini? maafkan jika aku telah lancang karena bertanya!."

__ADS_1


Ling Wan hanya tersenyum karena mendengar banyak perbincangan penduduk Desa Sungai Musim, ia kemudian mengangkat kendi anggurnya lalu meneguk beberapa tegukan setelah itu ia berkata.


"Pill-pill ini adalah sebuah pill tingkat Kaisar, 10 pil yang ada di dalam tas kalian memiliki fungsi berbeda-beda, ada yang dapat memperpanjang umur kalian sebanyak 10.000 tahun, ada pill untuk menyembuhkan segala kutukan dan kecacatan, dan ada juga pil yang dapat membantu pelatihan kultivasi milik kalian, sisanya tidak jauh berbeda yang jelas semua efek pill mengarah ke hal baik dan tidak memiliki efek samping, tidak usah banyak bertanya ambil saja, lagipula aku dapat membuat pill ini semudah membalikan tangan, jadi untuk apa aku harus pelit." ucap Ling Wan sambil tersenyum pada banyak orang.


Rekan-rekan perjalanan Ling Wan, dan seluruh penduduk desa segera tercengang karena mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Wan, bagaimana bisa mereka tidak tercengang, pill yang ada ditangan mereka adalah suatu harta yang sangat berharga, bahkan jika itu adalah klan Abadi paling tidak mereka hanya memiliki sedikit pil tingkat ini, lagipula jika pill ini dilelang pasti harganya akan mencapai angka yang mengerikan!.


"Bos aku juga dapat?." tanya Cao Yuan dengan wajah malu-malu.


BOOOM...


Sebuah bogeman mentah melayang ke arah pipi Cao Yuan, ini adalah serangan dari Jiang Yu.


"Hahaha... akhirnya ada seseorang yang menggantikanku untuk menghajar lemak ini." Fan Yi tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah Cao Yuan yang terlihat membengkak.


"Kurus Yu, apa yang sebenarnya kamu lakukan?." ucap Cao Yuan dengan wajah kesal.


"Tidak ada aku hanya tidak sengaja kelepasan dan meninju seseorang yang tidak tahu malu." ucap Jiang Yu yang merasa ada kepuasan tersendiri karena telah meninju bajingan pengganggu itu.


Ling Wan kemudian membagikan pill-pill tersebut kepada rekan-rekannya, ia juga tidak merasa hal ini salah, lagipula pill ini bahkan dibuat tanpa menggunakan bahan dan usaha yang melelahkan, jadi Ling Wan tidak pernah merasa keberatan jika ada seseorang yang ingin meminta pillnya.


"Semua ayo makan bersama, saudara Cao cepat makan ayam itu." ucap Ling Wan pada Cao Yuan sambil tersenyum.


"Baik bos." ucap Cao Yuan tanpa ragu-ragu memasukan seukuran daging besar ke dalam mulutnya.


"Bos.. gawat aku tidak tahan, aura Qi yang terkandung di dalam daging ini benar-benar terlalu besar." ucap Cao Yuan dengan wajah yang nampak panik.


"Tenanglah bahkan jika tubuhmu meledak aku dapat kembali membangun tubuhmu dengan menggunakan hukum aturan kehidupan." ucap Ling Wan dengan polosnya.


"Boss mengapa kamu mengatakan hal yang begitu mengerikan pada bawahanmu bos." ucap Cao Yuan dengan wajah ketakutan.


"Hmm.. niat membunuh? ayam ini masih berani memancarkan niat membunuh setelah dimakan oleh temanku." ucap Ling Wan yang melihat perubahan aneh di tubuh Cao Yuan, perubahan ini di sebabkan oleh niat membunuh yang tersisa di dalam fisik dan daging Merak Ilahi.


"Aturan Hukum Pembunuhan : (Niat Membunuh Tertinggi)."


Suara santai Ling Wan terdengar di telinga beberapa orang, kemudian terlihat sosok Ling Wan memancarkan aura merah yang sangat mencekam, jika seseorang menatap mata dan sosok Ling Wan mungkin orang tersebut akan gila dan ketakutan, tapi orang-orang di depan Ling Wan berbeda, mereka semua memiliki hati murni dan tidak memiliki kebencian pada Ling Wan, mereka semua hanya melihat sebuah Qi berwarna merah aneh yang nampak bergolak di sekitar tubuh Ling Wan.


"Bos auranya mulai melemah ini... hahaha aku menerobos bagus, bagus!." ucap Cao Yuan dengan wajah nampak sangat gembira, kemudian peningkatan gila-gilaan ranah kultivasinya terjadi!


Ahli Beladiri Tingkat 6!


Ahli Beladiri Tingkat 7!


Ahli Beladiri Tingkat 8!


Ahli Beladiri Tingkat 9!


Master Beladiri Tingkat 1!


Master Beladiri Tingkat 2!


Master Beladiri Tingkat 3!


Master Beladiri Tingkat 4!


Master Beladiri Tingkat 5!


Master Beladiri Tingkat 6!


Master Beladiri Tingkat 7!


Master Beladiri Tingkat 8!


Guru Beladiri Tingkat 1!


Guru Beladiri Tingkat 2!


Guru Beladiri Tingkat 3!


Dan Berhenti di ranah Guru Beladiri Tingkat 4 Puncak!


(Ranah Kultivasi - Pembentukan Tulang, Pembentukan Daging, Ahli Beladiri, Master Beladiri, Guru Beladiri, Leluhur Beladiri, Raja Beladiri, Kaisar Beladiri, Suci Beladiri, Pembentukan Tulang Dewa, Pembentukan Fisik Dewa, Roh Dewa, Yang Mulia Dunia, Guru Tertinggi Dunia, Dewa Sejati Yang Abadi(Ranah Mc) , Berdaulat, Tuan Alam Semesta, Leluhur Tertinggi Alam Semesta)


Fan Yi, dan seluruh orang tercengang dengan kejadian menakjubkan yang baru saja mereka lihat, lemak itu benar-benar menerobos kultivasi dengan peningkatan yang begitu pesat dan mengerikan.


"Bos aku sekarang adalah seorang ahli tingkat Guru Beladiri, terima kasih banyak atas pemberian daging ayam milik bos!." Cao Yuan yang biasanya bertingkah konyol dan tidak sopan segera menangkupkan tangan dengan dipenuhi rasa hormat pada Ling Wan.


"Ya sama-sama, mengapa saat kamu bertingkah sopan kamu terlihat seperti bukan dirimu, hahaha.. ini mungkin karena kita telah bersama berhari-hari dan telah terbiasa dengan sifat bebas dan konyolmu, terima kasih saudara Cao karena menambah warna di dalam perjalananku di semesta ini." ucap Ling Wan sambil tersenyum.


"Boss bukan begitu, itu hanyalah ciri khas ketampananku, tanya saja pada gadis kurus ini, jelas ia sangat mencintaiku." ucap Cao Yuan sambil menunjuk Jiang Yu.


"Kau.. lupakan aku malas meninjumu lagi." ucap Jiang Yu dengan wajah kesal.


"Yoo... gadis ini tidak marah?, sepertinya gadis ini mulai menjadi penurut setelah lama berjalan bersama kakak tampan ini." ucap Cao Yuan.


"Akhhhh... bajingan..bajingan." Jiang Yu berkata sambil berlari ke arah Cao Yuan lalu memukuli lemak itu lagi.


Beberapa bogeman mentah segera tiba dipipi Cao Yuan.


"Aduh sakit... aduh sakit." ucap Jiang Yu yang kesakitan karena memukuli Cao Yuan.


"Bagaimana nona, apakah kamu sudah merasakan kekuatan otot tuan muda ini." ucap Cao Yuan yang juga kaget mengapa ia tidak merasa sakit saat dipukuli oleh Jiang Yu, kemudian ia teringat akan peningkatan kultivasinya, hal ini segera membuat Cao Yuan semakin mengejek dan menertawakan Jiang Yu.


"Saudara Cao kamu benar-benar tidak kasihan padanya?." tanya Fan Yi.


"Baiklah, aku akan berhenti untuk bercanda dengannya, Jiang Yu ayo kita makan bersama." ucap Cao Yuan.


"Siapa yang ingin makan bersama bajingan sepertimu." ucap Jiang Yu dengan wajah kesal.


Ling Wan hanya duduk sambil makan dan melihat kejadian ini, ia terkejut dengan rasa dari Merak Ilahi Panggang.


"In.. ini rasa ini, ya rasa ini, mirip dengan rasa ayam bakar Wong Solo ketika aku masih di bumi." gumam Ling Wan di dalam hatinya sambil di penuhi rasa terkejut, kemudian tiba tiba.


HONGGG...... HONGGGGG... HONGGG...


Sebuah aura mendominasi berwarna keemasan menyebar ke segala penjuru diiringi suara yang memekikkan telinga.


"Apa yang terjadi?."


"Ya, tuan muda ada apa?."


"Benar, apakah tuan muda baik-baik saja?."


Penduduk desa bertanya pada Ling Wan dengan wajah kaget dan penasaran.


"Tidak apa-apa, ini semua di sebabkan oleh trobosan ranah kultivasiku, kalian dapat melanjutkan makan." ucap Ling Wan sambil tersenyum, kemudian penduduk desa segera melanjutkan makan mereka karena telah mendengar penyebab kejadian aneh tadi.

__ADS_1


"Sistem buka panel." gumam Ling Wan di dalam hatinya.


[ Panel Proferti ]


[ Nama : Ling Wan ]


[ Ras : Manusia ]


[ Umur : 51.102.709 Tahun (umur di dalam harta) 514 Tahun (umur yang bisa dilihat dan disimpulkan oleh orang lain/umur waktu dunia sebenarnya)


[ Batas Umur : Abadi ]


[ Kultivasi : [ Dewa Sejati Yang Abadi Tingkat 2 ] [ Half Suci Obat ]


[ Fisik : [ Fisik Asal Dao Ekstrim ] [ Mata Suci Pupil Kehancuran Semesta ] [ Hati Beladiri Sovereign ] [ Tulang Tertinggi ] [ Daging Tertinggi ]


[ Akar Spiritual : [ Air Tertinggi ] [ Api Tertinggi ] [ Kayu Tertinggi ] [ Petir Tertinggi ] [ Tanah Tertinggi ]


[ Bakat Pedang : Tak Tertandingi ]


[ Pesona : Tak Tertandingi ]


[ Niat Pedang : Tak Tertandingi ]


[ Tehnik Kultivasi : [ Tehnik Pedang Hukum Kaisar ] [ Teknik Keheningan Kaisar Bintang ] [ Teknik Kaisar Petir ] [ Teknik Api Pembakaran Alam Semesta ] [ Seni Kaligrafi Pena Nirvana ] (Seluruh Tehnik Level Berdaulat). [ Tehnik Pedang Sembilan Pemecah Surga ] [ Teknik Mata Surgawi Pembantaian Abadi ] [ Lima Pedang Elemental Tertinggi ] [ Teknik Pedang Pemusnahan Sejuta Dewa ] (Seluruh Tehnik Level Kaisar Dewa). [ Tehnik Pedang Dunia ] (Tehnik Level Raja Dewa) [ Tehnik Sepuluh Ribu Pedang ] (Tehnik Level Dewa) [ Tehnik Kaligrafi Ilahi ] (Tehnik Level Surgawi)


[ Kekuatan Magis : [ Pedang Jari Ilahi Yang Tak Tertandingi ] [ Kitab Suci Kesunyian Kaisar ] [ Jalan Pedang Tak Terbatas ] [ Domain Surgawi ] [ Murka Ilahi Primordial ] [ Domain Pedang Tak Terkalahkan ] [ Kitab Suci Kaisar Pedang ] (Seluruh Kekuatan Magis Level Dewa Sejati Yang Abadi) [ Kitab Suci Sungai Pedang ] (Kekuatan Magis Level Tuan Alam Semesta).


[ Pemahaman aturan: [ Aturan Hukum Ruang dan Waktu ] [ Aturan Hukum Petir ] [ Aturan Hukum Api ] [ Aturan Hukum Kehidupan ] [ Aturan Hukum Kematian ] [ Aturan Hukum Air ] [ Aturan Hukum Kayu ] [ Aturan Hukum Tanah ] [ Aturan Hukum Cahaya ] [ Aturan Hukum Gelap ] [ Aturan Hukum Bintang ] [ Aturan Hukum Gravitasi ] [ Aturan Hukum Kekerasan ] [ Aturan Hukum Pertempuran ] [ Aturan Hukum Pembunuhan ] [ Aturan Hukum Angin ] [ Aturan Hukum Dunia ] [ Aturan Hukum Emas ]


[ Penyimpanan : [ Pedang Asal ] [ Pedang Pemutus Kehidupan ] [ Pedang Kehidupan ] [ Pedang Kekacauan ] [ Pedang Celah Matahari Surgawi ] [ Pedang Seribu Bintang ] [ Pedang Kesengsaraan Primordial ] [ Pedang Reinkarnasi ] [ Pedang Surga Abadi ] [ Istana Pedang Primordial Abadi ] [ Mansion Penguasa Bintang ] (Seluruh Harta Level Dewa Sejati Yang Abadi) [ Jubah Penguasa Alam ] [ Mahkota Ilahi Kaisar Tertinggi ] [ Cakram Kaisar Langit ] [ Istana Abadi Sembilan Pedang ](Seluruh Harta Level Kaisar Dewa) [ Pedang Hitam Penghancur Ribuan Alam Semesta ] ( Level Tidak DiKetahui ) [ Kitab Kutukan Kemalangan Langit ] ( Harta Level Tidak Diketahui) [ Ruang Percepatan Waktu ]( Harta Level Tidak Diketahui) [ Poin Kebaikan : 5.6 Triliun Poin ] [ Poin Kebencian : 1.7 Triliun Poin ]


"Poin kebencianku naik dua kali lipat? nampaknya begitu banyak orang-orang membenciku, tunggu aku selesai menjelajahi semesta ini, aku akan membuat orang-orang ini tahu mengetahui bahwa seseorang yang membenci dan memusuhiku akan di takdirkan mati dan sengsara!." gumam Ling Wan didalam hatinya.


"Ngomong-ngomong ranah alkimiaku mulai menyentuh tingkat Alkemis Suci Obat, sepertinya aku memiliki kesempatan menerobos dan lagipula masih ada hadiah dari misi membantu banyak orang di semesta ini, hehehe.. aku sangat tidak sabar menantikan hadiah-hadiah dari sistem." Ling Wan bergumam lagi di dalam hatinya.


"Bos bagaimana rasa ayamnya? akhirnya aku mengerti mengapa orang yang ada di novel boss suka memakan musuh-musuhnya, rasa ayam ini benar-benar istemewa dan unik." ucap Cao Yuan dengan wajah sangat senang karena telah mencoba rasa lezat dari Merak Ilahi panggang.


"Benar yang dikatakan olehmu, ternyata inilah alasan mengapa Shi Hao sering melakukan hal semacam ini, rasa merak ini sangatlah luar biasa, dan lagipula itu memiliki banyak manfaat lainnya sepertinya aku akan sering melakukan hal-hal semacam ini." ucap Ling Wan pada Cao Yuan.


"Apa.. bos jangan lupakan aku, jika kelak bos mendapat daging ternak jenis lainnya." ucap Cao Yuan.


"Bajingan ini hah." ucap Fan Yi.


"Haha.. tentu saja, kemudian ayo kita makan dan minum lagi." ucap Ling Wan sambil mengangkat kendi anggur.


4 jam kemudian....


Selama beberapa jam ini banyak orang yang menerobos gila-gilaan karena memakan daging merak, Ling Wan tidak memanggang seluruh Merak Ilahi, ia menyimpan dua Merak Ilahi di penyimpanan sistem, ia berniat untuk membagikan daging ini pada keluarganya nanti, perlu diketahui penyimpanan sistem memiliki sebuah aturan waktu yang dapat meniadakan efek pembusukan.


Makan bersamapun telah selesai dilakukan, Ling Wan dan rekan-rekannya bermalam di desa itu, sepanjang malam ada beberapa penduduk desa meminta izin yang untuk pulang dan ada beberapa penduduk desa yang menemani Kelompok Ling Wan untuk menghabiskan malam dengan minum bersama.


Keesokan paginya....


Terlihat banyak penduduk desa berkumpul untuk mengantar kepergian Ling Wan dan rekan-rekannya, mereka semua dipenuhi rasa terima kasih dan hormat pada kelompok Ling Wan, setelah selesai berpamitan Ling Wan dan rekan-rekannya melanjutkan perjalanan, mari kita persingkat saja, karena perjalanan Ling Wan di benua ini benar-benar sangatlah lancar dan tanpa gangguan.


49 hari kemudian....


Ling Wan telah selesai mengunjungi banyak tempat yang ada di benua Nongmin, ia dan rekan-rekannya telah banyak membantu tak terhitung jumlahnya orang yang ada di benua ini kemudian Ling Wan memiliki gelar baru, ia sering di sebut sebagai Dewa Peri Tian.


Mengapa di sebut Dewa Peri Tian?


Ini karena sosok ketampanan Ling Wan yang tak tertandingi ditambah dengan sifat rendah hatinya, lalu kalau begitu jika bukan Dewa Peri sosok macam apa yang menggambarkan pribadi dengan kesempurnaan semacam ini.


Ling Wan tidak memperdulikan nama panggilannya tersebut, lagipula ia juga sudah terbiasa dengan hal ini sejak ia masih berada di Alam Semesta Sembilan Surga.


"Bos, bagaimana jika kamu mengunjungi benua tempat kelahiran kami? dan sekaligus mengunjungi sekte kami." ucap Cao Yuan.


"Tidak, kakak Ling harus ke sekte kami dulu, nanti saja ke sektemu." ucap Jiang Yu.


"Bos bagaimana?." tanya Cao Yuan yang menghiraukan perkataan Jiang Yu.


"Baiklah, ayo pergi ke Benua Jian Dao!." ucap Ling Wan.


"Baguslah, saudara Ling apakah kita menggunakan pedang terbang?." tanya Fan Yi sambil mengeluarkan pedang berwarna hitam keemasan.


"Tidak, mari ikuti aku." ucap Ling Wan sambil membelah ruang.


"Inn... ini apa bos?." tanya Cao Yuan.


"Ya kakak apakah itu tidak akan berbahaya?." tanya Jiang Yu.


"Ini sangatlah aman kalian percaya saja padaku." ucap Ling Wan sambil berjalan memasuki retakan ruang.


Cao Yuan dan yang lainnya segera mengikuti Ling Wan dari belakang walaupun mereka agak takut, namun menurut mereka Ling Wan bukanlah tipe orang yang melukai sahabat dan orang dekatnya.


Beberapa saat kemudian...


Mereka semua telah tiba di sebuah kota yang ada di benua Jiandao, kota ini adalah kota di bawah kekuasan sekte Pedang Surgawi yang mana sekte ini adalah sekte dari rekan-rekan perempuan Ling Wan.


"Kota Xi'an sangatlah dengan sekte kami mengapa kita langsung tiba disini? apa yang sebenarnya terjadi?." tanya Jiang Yu dengan wajah bingung.


"Ya kak, ini sangat aneh." ucap Bai Xiuying dengan wajah kebingungan.


"Aku menggunakan hukum aturan ruang dan waktu untuk berteleportasi." jawab Ling Wan dengan santai.


"Mari kita turun dulu, lihatlah begitu banyak orang memandangi ke arah kita apakah kalian tidak malu?." tanya Ling Wan pada rekan-rekannya.


"Benar, mari kita turun dulu." jawab Fan Yi.


Mereka semua segera turun dari ketinggian udara, terlihat banyak orang di kota itu memandangi kelompok Ling Wan dengan wajah nampak terlihat sangat penasaran.


"Bos, apakah kita benar-benar sudah tiba di benua Jiandao?." tanya Cao Yuan dengan wajah agak ragu.


"Ya, kita sudah sampai di benua Jiandao." jawab Ling Wan dengan wajah biasa.


"****.. bos memanglah luar biasa dan tampan." ucap Cao Yuan dengan wajah berbinar dan takjub akan kekuatan aturan hukum Ling Wan.


"Haha.. lupakan." ucap Ling Wan sambil tersenyum pada Cao Yuan.


"Kakak, apakah kita akan langsung kembali ke sekte atau makan di tempat itu dulu." ucap Jiang Yu sambil menunjuk sebuah paviliun mewah.


"Bos, ayo makan dulu, aku merasa sedikit agak lapar." ucap Cao Yuan.


"Baiklah, lagipula aku juga penasaran dengan rasa kuliner di benua ini." ucap Ling Wan sambil berjalan ke arah paviliun tersebut.

__ADS_1


Bersambung........


Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...


__ADS_2