
Beberapa jam kemudian....
Ling Wan nampak sedang duduk di sebuah tepi sungai, ia terlihat sangat santai dan tidak terganggu dengan hal apapun, ia bahkan telah melupakan pertarungan mengguncang semesta yang baru saja ia alami.
[ Dinggggggggggggggg ]
[ Sistem : Selamat Tuan Rumah Mendapat 27.9 Triliun Poin Kebaikan dan 15.4 Poin Kebencian ]
"Bagus, sistem berapa banyak poin yang ku miliki?." kata Ling Wan dengan wajah yang sangat bersemangat.
[ Sistem : 33.8 Triliun Poin Kebaikan 17.1 Triliun Poin Kebencian ]
"Aku benar-benar kaya! Jika aku menghabiskan semua ini, jelas aku bisa mengutuk seorang Penguasa sampai mati! Tapi lupakan saja, itu terlalu berisiko jika aku mengutuk mereka sekarang, mereka akan dapat dengan mudah menebak siapa pengirim kutukan." kata Ling Wan sambil tersenyum.
"Baiklah, waktunya kita menuju benua selanjutnya hah.. perjalanan ini cukup jauh, terlalu lama jika aku hanya berjalan kaki lebih baik menggunakan teleportasi lagipula sudah tidak ada tempat di benua Jiandao yang belum aku kunjungi!." Ling Wan berkata sambil tersenyum lalu ia berjalan memasuki retakan ruang dan bersiap berteleportasi ke benua berikutnya.
Beberapa saat kemudian...
Tidak butuh waktu lama bagi Ling Wan untuk berteleportasi ke benua yang belum dia kunjungi. Terlihat bahwa Ling Wan tampak berdiri di sebuah hutan kecil yang agak sunyi dan terpencil.
Ling Wan berjalan dengan santai dan nampak sangat menikmati kesunyian perjalanan ini, ia memandangi ke arah sekitarnya kemudian menemui seorang pak tua yang berpepasan jalan dengannya.
"Halo, kakek bolehkah aku bertanya suatu hal padamu?" Ling Wan berkata sambil menangkupkan tangannya.
"Ya tuan muda, ada apa?" jawab orang tua itu dengan ramah.
"Di mana aku dapat menemukan informasi tentang benua ini karena aku adalah pengunjung dari benua lain." kata Ling Wan sambil tersenyum.
"Tuan muda dapat pergi 87 kilometer ke arah timur dari tempat ini, disana ada sebuah kota besar." kata lelaki tua itu sambil tersenyum.
"Terima kasih kakek, ini adalah hadiah untukmu, kakek jangan menolaknya!" kata Ling Wan sambil menyerahkan kantong yang berisi ratusan tael emas.
“Ini sangat banyak, tuan muda Anda harus berhati-hati karena di benua ini dipenuhi banyak bandit. Anda tidak bisa terlalu baik hati, meskipun sebagian besar bandit sudah mati karena pembantaian berdarah yang disebabkan oleh penguasa alam semesta beberapa bulan lalu tetapi generasi bandit baru mulai bermunculan lagi, benua ini pada dasarnya telah rusak hingga tingkat yang mengerikan." kata pak tua itu dengan jujur!.
"Perbudakan, pemerasan, perampokan dan banyak hal kejam lainnya, aku hanya bisa memberikan peringatan ini, aku harap orang baik seperti tuan muda selalu memiliki keberuntungan dan umur panjang!." kata pak tua itu lagi.
"Terima kasih, lupakan kakek bisa tenang dan tidak memikirkan hal tersebut, kalau begitu aku akan pergi ke kota yang kakek sebutkan tadi, selamat tinggal." kata Ling Wan sambil menangkupkan tangannya lalu berbalik dan berjalan ke arah timur.
Lelaki tua itu hanya memandangi punggung pemuda tampan itu, dia bertanya dalam hati, mengapa ada orang yang begitu dermawan, saya hanya memberi tahunya beberapa hal tetapi dia memberi saya uang yang cukup untuk digunakan selama beberapa tahun.
"Aku hanya bisa berdoa semoga pemuda baik hati ini selalu beruntung dan selamat sampai tujuan." kata lelaki tua itu sambil berjalan menuju sisi berlawanan dari arah yang dituju Ling Wan.
10 menit kemudian...
"Berhenti, serahkan uang dan hartamu kalau tidak kami akan membunuhmu." kata seorang pria yang memiliki tubuh besar, dia terlihat penuh dengan kekejaman.
"Ayo cepat!." kata seorang pemuda yang terlihat penuh dengan sifat jahat, pemuda ini adalah rekan pria tubuh besar, terlihat di wajah pemuda ini terdapat sebuah luka tebasan pedang.
"Anak muda menurutlah!" kata seorang pria paruh baya yang memancarkan niat membunuh.
Ketiga orang ini sedang berbicara dengan seorang pemuda berjubah hitam, pemuda ini adalah Ling Wan, ia benar-benar merasa heran karena ia baru saja berjalan beberapa kilometer, tetapi ia telah bertemu dengan beberapa bandit.
"Aturan Hukum Pembunuhan : Niat Membunuh Tertinggi."
Segera seseorang bisa melihat sebuah Qi Merah muncul meluap dari sisi tubuh Ling Wan, ia tampak dipenuhi dengan kekejaman dan niat membunuh, ketiga bandit itu tiba-tiba mengalami kram di kaki mereka, mata mereka tampak dipenuhi ketakutan dan teror, di pandagan mereka sosok itu tampaknya adalah seseorang yang penuh dengan kejahatan sejati.
"Akkhhhh... Akhh.... iblis lari."
"Tol.. tolong."
"Am.. ampuni... aku."
Ling Wan memandangi ketiga bandit yang tampaknya sudah gila karena efek dari hukum aturan pembunuhan.
"Hah kalian ini, aku bahkan hanya berdiam diri, lupakan kalian semua bisa mati." kata Ling Wan sambil mengaktifkan pupilnya.
BOMMM................
__ADS_1
Ketiga bandit itu langsung meledak menjadi gumpalan daging, mereka semua mati dengan penuh penyesalan!Ling Wan tidak terganggu dengan ini, dia hanya menganggap semua ini sebagai angin lalu, dan kemudian melanjutkan perjalanannya.
1 jam kemudian....
Ling Wan tiba di sebuah desa kecil, desa ini terlihat sangat kumuh dan penuh dengan kemiskinan, Ling Wan berjalan sambil melihat penduduk desa yang terlihat sengsara.
Penampilan Ling Wan yang tidak terlihat seperti orang biasa, segera mulai menarik banyak pasang mata dari penduduk desa, mereka semua bertanya dalam hati, apakah pemuda itu seorang bangsawan? Lalu ada suara yang memecahkan banyak pertanyaan yang ada di hati setiap orang, suara ini adalah suara Ling Wan.
"Apakah kalian lapar?." kata Ling Wan sambil tersenyum pada banyak orang.
"Kakak aku lapar, tapi apakah tidak apa-apa jika ikut makan bersama denganmu." tanya seorang anak laki-laki berusia kisaran tujuh tahun.
"Kamu.. maafkan kelancangan anak ini tuan muda." kata seorang pria paruh baya yang terlihat sangat kurus.
"Tidak apa-apa, kalian tunggu di sini sebentar!." kata Ling Wan sambil menyebarkan persepsi mentalnya.
Ling Wan berniat mencari hutan terdekat untuk berburu dan mengumpulkan bahan makanan, ia berencana untuk makan bersama dengan penduduk desa kumuh ini, lalu kemudian sosok Ling Wan nampak berkedip menghilang dan berteleportasi ke lokasi hutan di area terdekat.
30 menit kemudian...
Terlihat retakan ruang yang sangat besar muncul di lokasi desa kumuh tadi, kemudian terlihat ratusan rusa keluar dari celah ruang dengan cara yang sangat aneh. Tidak lama kemudian, sosok Ling Wan langsung muncul dengan senyum ramah.
"Ayo, mari kita masak rusa ini dan kemudian makan bersama, jangan menolaknya kalau tidak sama saja kalian tidak menghargai pemberianku." kata Ling Wan dengan wajah datar di udara.
"Baik tuan, kami tidak akan berani menolak kebaikan tuan."
"Terima kasih karena tuan muda telah bermurah hati membantu desa kami."
"Terima kakak."
Suara dari banyak orang yang berterima kasih bergema di telinga Ling Wan, ia merasa senang dengan hal tersebut, walaupun alasan ia sering membantu banyak orang adalah untuk mendapatkan poin kebaikan dan menyelesaikan misi.
Namun jangan salah, semua ini juga dilandasi oleh sikap baik hati yang ada pada diri Ling Wan.
1 jam kemudian....
Makanan sudah siap disantap, ada ratusan penduduk desa yang datang mengunjungi tempat dimana Ling Wan mengadakan makan bersama, mereka semua sangat senang karena hari ini mereka bisa makan makanan yang begitu enak dan mahal, perlu kalian ketahui bahwa di benua ini harga daging sangatlah mahal.
"Baik tuan, terima kasih banyak, terima kasih, nak akhirnya kamu bisa makan daging, ayo makan dengan sepenuh hati!." kata seorang pria paruh baya kepada seorang anak kecil yang berdiri di sampingnya.
"Baik ayah, terima kasih kak." kata bocah itu sambil membungkukkan tubuhnya beberapa kali sebagai ungkapan rasa terima kasih pada Ling Wan.
"Adik laki-laki, kamu dapat makan dengan lahap!." kata Ling Wan sambil tersenyum.
"Baik kak." ucap anak itu.
Beberapa saat kemudian...
Terlihat Ling Wan sedang menikmati makanan sambil mengobrol ramah dengan banyak penduduk desa, namun sayangnya terdengar suara arogan yang mengganggu ketenangan mereka.
"Bajingan mana yang berani memberi makan rakyat jelata, apakah kamu tidak tahu bahwa desa ini adalah budak dari klan Lan kita!." kata seorang pemuda yang mengenakan jubah putih dengan corak keemasan, terlihat di belakang pemuda ini ada 47 pemuda yang mengenakan jubah yang sama dengannya, mereka semua berdiri dengan angkuh dan memandang rendah orang lain.
"Pergilah sekarang! aku malas meladeni seekor semut lemah." kata Ling Wan sambil memakan makanan yang ada di atas meja.
"Kamu, Berani bertindak lancang pada tuan muda Lan Feng, apakah kamu ingin mati?." kata seorang pemuda yang tergabung dalam kelompok pemuda klan Lan.
"Ya benar."
"Bunuh dia."
"Apakah bajingan ini tidak tahu arti lebih baik mati dari pada hidup."
Saat banyak kata-kata kasar keluar dari anggota klan Lan, suara dingin Ling Wan terdengar di telinga banyak orang.
"Aturan Hukum Gravitasi : Tekanan Gravitasi."
HONG... HONG.... HONG.....
__ADS_1
Sebuah tekanan mengerikan menyebar ke segala arah, tubuh anggota klan Lan nampak seperti ditindih oleh sebuah benda yang sangat berat, mereka semua jatuh dari ketinggian udara, namun ada suatu hal yang aneh, penduduk desa nampak tidak terkena dampak dari tekanan gravitasi, penduduk desa hanya merasa bingung karena melihat puluhan orang klan Lan yang tadinya sombong dan arogan tampak jatuh dan tersungkur di tanah.
"Ini juga layak mengganggu makan tuan muda ini?, mari kita mulai denganmu dulu!" kata Ling Wan sambil menatap pemuda yang mengatakan apakah Ling Wan ingin mati tadi.
BOMM.........
Anggota klan Lan menggigil melihat pemandangan yang baru saja terjadi, mereka semua ketakutan dan berkeringat dingin, mereka juga mencoba melarikan diri, tetapi itu semua sia-sia, penindasan hukum gravitasi Ling Wan, benar-benar bisa disebut mutlak untuk seseorang yang lemah seperti mereka.
Beberapa saat kemudian...
Semua pemuda klan Lan yang baru saja sombong tadi meledak menjadi gumpalan daging, kemudian Ling Wan mulai makan lagi, penduduk desa memandang Ling Wan dengan perasaan mereka sendiri, apakah itu kekaguman, keheranan, kegembiraan, atau ketakutan mereka semua pertahankan dan hanya menyimpannya di dalam hati, lalu mereka semua mulai melanjutkan makan dengan canggung.
2 Jam kemudian...
Makan bersama telah selesai, mereka semua terlihat sangat kenyang, setelah itu Ling Wan mulai membagikan uang kepada semua penduduk desa, dia tidak berlama-lama di desa ini, Ling Wan mulai melanjutkan perjalanannya, dia bahkan tidak mengucapkan selamat tinggal kepada penduduk desa, sehingga penduduk desa mulai merasa bingung tentang siapa sebenarnya sosok dermawan ini!
"Deeeee.. Dewa Ling Tian! benar!benar! mata itu.. mata itu pernah muncul di langit satu tahun yang lalu." ucap seorang pak tua dengan terbata-bata pada penduduk desa yang sedang kebingungan.
"Apa... tuan muda tadi adalah orang yang telah mengguncang alam semesta ini beberapa kali, tu... tunggu... bukankah langit terbelah kemarin karena disebabkan olehnya?." kata seorang pria paruh baya dengan wajah kaget, disisinya nampak ada seorang anak kecil
"Ayah, siapa sebenarnya kakak laki-laki, mengapa kamu begitu terkejut?." tanya anak kecil itu kepada ayahnya.
"Putraku, kakak laki-laki itu adalah orang yang kuat yang mampu membelah langit, membunuh dewa, membunuh penguasa semesta, lebih tepatnya dia adalah seorang ahli yang tak tertandingi." jelas pria paruh baya pada anaknya.
"Jadi maksud ayah, kakak laki-laki yang periang tadi adalah orang jahat?." Anak kecil itu bertanya lagi.
"Bocah bau apa yang kamu katakan, tuan muda itu pasti orang yang baik, dia hanya membunuh orang yang seharusnya dibunuh secara alami, dia bukan orang yang memiliki hati yang buruk, tetapi orang yang bisa dikatakan baik dan murah hati." kata pria paruh baya itu dengan wajah serius.
“Ya, meskipun desa kami terpencil dan kumuh, saya juga mendengar tentang berita yang terjadi di beberapa benua lain selama 1 tahun ini, konon dari cerita itu, Dewa Ling Tian bepergian ke seluruh penjuru alam semesta ini, dia sering membantu banyak orang, dan juga sering membunuh banyak orang jahat, merupakan kebanggaan desa kami telah dikunjungi oleh Dewa Ling Tian." kata seorang pria muda dengan wajah penuh rasa hormat.
"Semoga seseorang sebaik Dewa Ling Tian selalu beruntung!"
"Ya, kamu benar, kami hanya bisa berdoa agar semua hal baik selalu menyertai Dewa Ling Tian."
Disisi lain..
Ling Wan nampak berjalan di sebuah jalan setapak, ia nampak memasang raut wajah serius sambil menyebarkan presepsi mentalnya.
"Hmm benar saja, klan Lan ini adalah penguasa kota yang akan saya tuju, sepertinya saya harus membersihkan seluruh klan ini, mereka semua memiliki aura jahat yang cukup kental, lupakan saja.. lagipula masih 50 kilometer sebelum saya sampai di kota itu, jalan saja dulu sambil menikmati ketenangan ini." gumam Ling Wan di dalam hatinya.
Ling Wan terus berjalan sambil melihat sekeliling, ia terlihat berjalan sangat santai sambil menikmati anggur yang ada di tangannya.
15 menit kemudian...
Ling Wan bertemu dengan beberapa gadis cantik yang berjalan di jalan yang sama dengannya, kelompok gadis ini mengenakan jubah seragam, jubah ini memiliki warna merah dengan banyak pola emas yang terlihat sangat indah, Ling Wan hanya berjalan santai sambil memegang kendi anggurnya, ia tidak terganggu oleh kelompok gadis ini.
"Kakak Luan, lihat ada seseorang yang berjalan-jalan seperti pak tua pecandu anggur." kata seorang gadis cantik yang memiliki wajah yang terlihat nakal dan ceria.
"Di mana?." tanya seorang gadis cantik berambut putih kepada seorang gadis berambut kuning yang tidak jauh dari sisinya, gadis ini memiliki kesan yang berbeda, dia terlihat lembut dan menawan.
"Itu dia!." kata gadis cantik berambut kuning sambil menunjuk ke arah tempat Ling Wan berada.
"Bagaimana bisa kamu memanggil pria tampan dengan gelar seperti itu." ucap gadis berambut putih dengan wajah penuh keheranan melihat ketampanan pria berjubah hitam itu.
Ling Wan, yang sedang mendengarkan percakapan gadis-gadis itu, mulai sedikit teralihkan, dia hampir memuntahkan anggurnya ketika dia mendengar kata-kata seorang gadis dalam kelompok itu, tetapi Ling Wan tidak memperhatikan hal ini, ia mulai untuk terus berjalan.
"Kan... lihat, dia benar-benar seperti yang aku katakan, sikap sabar seperti orang tua yang menyatu dengan alam, kalau ini bukan pak tua pecandu anggur, lalu apa?" kata gadis berambut kuning dengan jujur.
"Hiss.. kamu berbicara terlalu keras pemuda itu mendengar kata-katamu."kata gadis cantik berambut putih itu sambil menegur temannya.
"Kakak Luan, kenapa kamu mengatakan itu?." tanya gadis berambut kuning dengan wajah bingung.
"Tidak apa-apa, kamu seharusnya tidak mengatakan hal kasar seperti itu lain kali." Gadis berambut putih itu berkata sambil tersenyum ramah pada temannya.
"Ayo ikuti dia, lagipula kita memiliki jalan yang sama dengannya." kata seorang gadis cantik yang berdiri tidak jauh dari sisi dua gadis cantik yang sedang berbicara tadi.
Gadis-gadis itu segera mulai berjalan dengan langkah yang cukup cepat, ini karena mereka berniat mengejar Ling Wan, mereka semua tampak penasaran dengan pemuda tampan berjubah hitam ini.
__ADS_1
Bersambung........
Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...