Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga

Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga
Rekan Baru.


__ADS_3

Desa Rumput Hijau, terlihat Ling Wan sedang makan dan minum bersama dengan banyak penduduk desa kecil tersebut, Ling Wan juga membagikan anggur yang terbilang mewah pada warga desa yang juga menyukai anggur.


3 jam kemudian...


Pesta makan bersama tersebut telah selesai, Ling Wan berencana untuk pergi ke tempat selanjutnya yang ada di Benua Nongmin.


"Kakek Hu, dan semuanya seperti aku tidak bisa berlama² di tempat ini, aku berencana untuk melanjutkan perjalananku, jika ada takdir mari kita bertemu lagi, terima kasih atas keramahan Desa Rumput Hijau kalian." Ling Wan berkata sambil menangkupkan tangan.


"Terima kasih banyak atas kebaikan tuan muda pada desa kecil kami, tuan muda seharusnya tidak perlu berterima kasih kamilah yang seharusnya berterima kasih atas banyak kebaikan tuan muda." ucap kakek Hu di iringi banyak suara penduduk desa lainnya.


"Ya benar, aku hanya bisa mendoakan semoga perjalanan tuan muda lancar tanpa ada halangan." ucap seorang pria paruh baya sambil menangkupkan tangan.


"Terima kasih banyak kakak laki², daging yang kakak bawa sangat-sangatlah enak." ucap seorang anak laki-laki yang berusia kisaran 8-10 tahun.


"Terima kasih banyak atas uang tuan muda, aku berencana untuk menggunakan uang ini untuk membeli banyak makanan enak dan baju bagus untuk putri kecilku." ucap seorang lelaki yang mengenakan baju biasa sambil memandangi putri kecilnya yang berdiri tidak jauh di sampingnya.


"Terima kasih atas pill pemberian tuan muda, kaki cacatku kini telah dapat kembali berjalan, ini adalah pembuka jalan hidupku, aku mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas pemberian tuan muda." ucap seorang pemuda berbaju biasa.


"Desa Rumput Hijau selalu menyambut datangnya tuan muda. " ucap banyak orang sambil menangkupkan tangan ke arah Ling Wan.


"Baiklah-baiklah semuanya sampai jumpa lagi." ucap Ling Wan sambil menangkupkan tangan lalu perlahan berjalan ke arah kejauhan.


Penduduk desa rumput hijau memandangi punggung dari pemuda tampan tersebut, mereka semua dipenuhi kekaguman dan rasa hormat, kemudian mereka semua mulai membersihkan sisa dari makan bersama tersebut.


Disisi lain.....


Ling Wan terlihat berjalan dengan sangat santai, kemudian ia mengeluarkan kendi anggurnya lagi, ia berjalan sambil meminum anggur tersebut.


Ling Wan benar-benar seorang pencandu anggur, mungkin ini dilakukan untuk mengurangi rasa sepi di dalam perjalanannya, lagipula ia masih tidak bisa mengeluarkan orang-orang terdekatnya ke dunia luar, ini karena ia masih memiliki empat musuh yang mana masing-masing dari mereka menguasai suatu semesta.


Ling Wan masihlah sangat berhati-hati, ini semua karena dulu Ling Wan adalah seorang pembaca ribuan novel yang ada dibumi sebelum transmigasinya, jadi ia dapat memikirkan banyak cara untuk menghindari situasi terburuk saat menghadapi banyak musuh, ini bukan tentang Ling Wan yang terlalu memanjakan keluarganya, tapi menurutnya ini adalah hal sewajarnya dan sebagai upaya untuk menghindari skema-skema dari musuh-musuhnya.


1 jam kemudian...


"Saudaraku dapat! aku dapat! bantu aku ini adalah sebuah tangkapan besar." ucap seorang pemuda yang mengenakan jubah putih pada temannya.


"Cepat bantu aku, lemak bau cepat bantu!!." pemuda berjubah putih itu berkata lagi pada temannya.


"Bajingan menyebutku lemak bau!." ucap seorang pemuda gendut dengan wajah yang terlihat kesal.


"Lupakan...lupakan aku akan membantumu." pemuda gendut itu berkata sambil berjalan ke arah pemuda yang mengenakan jubah putih.


Suara keributan ke dua orang ini membuat Ling Wan yang sedang berjalan tidak jauh dari sisi mereka berdua mulai menoleh, disana Ling Wan melihat dua orang pemuda yang sedang memancing.


Terlihat pemuda gendut itu membantu menarik joran pancing milik pemuda berjubah putih, mereka berdua nampak sangat bersemangat, tidak butuh waktu lama sebelum sebuah ikan besar berhasil didapatkan.


"Hahaha hari ini aku Cao Yuan akan makan besar. " ucap pemuda gendut itu sambil mencoba mengambil ikan tersebut.


"Lemak bau, ini adalah ikanku!." ucap pemuda berjubah putih.


"Tidak ada, ikan ini memberikan persembahan padaku, ia menghormatiku dan takut aku marah jika ia memakan umpan di kail pancing milikku, oleh karena itu, ia hanya bisa memakan umpan di kailmu, ini adalah bentuk rasa hormatnya padaku, Fan Yi sudahlah ini hanyalah sebuah ikan." kata Cao Yuan dengan wajah biasa pada pemuda berjubah putih yang tidak jauh dari sisinya.


"Kentut yang bagus, lemak ini benar-benar tidak tahu malu!." ucap Fan Yi dengan wajah mengejek karena perilaku teman gendutnya itu.


"Hahaha... orang itu sedang memperebutkan sebuah ikan." gumam Ling Wan di dalam hatinya sambil berjalan ke arah kedua pemuda itu.


"Eh... saudara berhenti bertengkar lihat ada seseorang yang melihat kerakusanmu. " ucap Cao Yuan dengan wajah mengejek.


"Kamu memang bajingan, sudah jelas ikan ini adalah ikanku, mengapa kamu menyebutku rakus? jelas kamulah yang sangat rakus!." ucap Fan Yi dengan wajah jijik pada Cao Yuan.


"Hallo, bolehkah aku meminjam alat pancing ini?." ucap Ling Wan sambil menunjuk pancingan milik Cao Yuan.


"Saudara ambil saja, lemak ini sangatlah tidak berpengalaman dalam memancing ia hanya tahu makan." kata Fan Yi pada Ling Wan.


"Kau... bajingan.. tapi yang kamu katakan memang ada benarnya haha." ucap Cao Yuan sambil tertawa.


"Kalau begitu aku akan meminjamnya sebentar." ucap Ling Wan sambil tersenyum lalu mengambil alat pancing tersebut.


"Pedang Surga Abadi." ucap Ling Wan dengan wajah biasa.


(Pedang Surga Abadi, selain kekuatannya yang mendominasi pedang ini juga memiliki fungsi lain yaitu meningkatkan keberuntungan penggunanya sebanyak 910%)


"Hahaha... saudara apa yang sedang kamu lakukan?, apakah kamu ingin bertempur dengan ikan?." ucap Cao Yuan sambil tertawa karena melihat perilaku aneh Ling Wan.


"Bukan begitu, kamu dapat melihatnya nanti." ucap Ling Wan sambil tersenyum kemudian Ling Wan mengeluarkan Mahkota Sejati Penguasa Abadi dan Cakram Suci Penguasa Bintang .


(Mahkota tersebut berwarna hitam yang di lengkapi dengan ukiran yang sangat indah Mahkota ini dapat meningkatkan keberuntungan sebanyak 350%)


(Cakram tersebut memiliki warna hitam dengan banyak ukiran kuno, meningkatkan Keberuntungan pengguna sebanyak 420%)

__ADS_1


Cao Yuan dan Fan Yi semakin tercengang karena melihat tingkah aneh dari pemuda berjubah hitam di depannya, apa yang sebenarnya ingin dilakukan orang ini?.


Kemudian mereka berdua melihat Ling Wan yang mulai memancing, bahkan belum sempat kail milik Ling Wan menyentuh air, sudah ada seekor ikan besar yang melompat untuk memakan umpan yang ada di kail Ling Wan.


"In...ini apa yang terjadi, mengapa ikan itu terlihat begitu lapar?." tanya Cao Yun pada Fan Yi.


"Aku juga tidak mengerti, bahkan ikan yang ia dapatkan puluhan kali lebih besar dari milik kita tadi." jawab Fan Yi.


3 menit kemudian....


Terlihat ada ratusan ikan besar yang tergeletak di sisi Ling Wan, semua ikan ini adalah hasil yang ia dapatkan dalam 3 menit ini.


"Hari ini aku Cao Yuan bertemu Dewa Pancing, ini adalah suatu kebanggaan terbesar, guru terima aku jadi muridmu!." ucap Cao Yuan dengan wajah takjub.


"Lemak yang tidak tahu malu dan benar-benar tebal." ucap Fan Yi yang agak tercengang dengan perilaku temannya.


"Apa yang sedang kamu lakukan, aku bukan dewa pancing atau hal semacamnya, aku hanya bosan oleh karena itu mencoba meminjam alat pancing milikmu, aku benar-benar tidak berbakat dalam hal memancing, ini murni hanya keberuntungan, ah iya ikan ini kalian juga boleh mengambilnya, aku tidak bisa menghabiskan semua ikan ini." ucap Ling Wan yang agak merasa aneh dengan tingkah Cao Yuan.


"Guru terlalu rendah hati." ucap Cao Yuan.


"Sudahlah kawan, ini murni hanya sebuah keberuntungan, aku tidak ingin menjadi gurumu." ucap Ling Wan dengan wajah aneh.


"Ayo kita makan ikan ini bersama." Ling Wan berkata lagi dengan canggung karena tingkah Cao Yuan, kemudian Ling Wan menyimpan semua harta berharga yang ia kenakan tadi.


"Terima kasih banyak saudara, ngomong-ngomong kalau boleh tau siapa namamu." ucap Fan Yi sambil menangkupkan tangannya.


"Kamu bisa memanggilku saudara Tian." ucap Ling Wan sambil menangkupkan tangannya.


Ling Wan nampaknya tidak menginginkan perubahan dari sikap ke dua orang ini setelah mendengar nama marga keluarganya, lagipula di semesta ini, siapa yang akan lupa dengan marga Ling, nama dari seseorang yang telah mengguncang semesta ini.


"Tenyata begitu, perkenalkan namaku Fan Yi, dan lemak ini bernama Cao Yuan, kami berdua berasal dari Benua Jian Dao." ucap Fan Yi sambil menangkupkan tangan.


"Benua Jian Dao? seberapa jauh benua itu dari benua ini?." tanya Ling Wan pada Fan Yi.


"Jika kita menggunakan pedang terbang mungkin memakan waktu 1 bulan untuk sampai di benua Jian Dao, kami berdua hanya berkeliling dan bersenang-senang di benua ini, lagipula Benua Nongmin ini adalah benua paling damai yang ada di Semesta Tong Xuan." ucap Fan Yi sambil tersenyum.


"Ya benua ini memang damai, aku juga sedang mencoba melihat-lihat benua ini dulu sebelum melihat benua lainnya, oh iya saudara, ayo kita bakar ikan-ikan ini aku juga memiliki banyak anggur." kata Ling Wan sambil mengeluarkan puluhan kendi anggur.


"Guru apakah kamu juga pecinta kuliner?." tanya Cao Yuan.


"Berhentilah memanggilku guru, panggil aku bos atau saudara Tian saja." ucap Ling Wan.


"Baik bos Tian. " ucap Cao Yuan.


15 menit kemudian...


Terlihat Ling Wan dan ke dua teman barunya, sedang membakar ikan hasil pancingan tadi. Tidak lupa Ling Wan memberikan sebuah novel pada ke dua orang itu.


"Boss buku apa ini?." tanya Cao Yuan.


"Ya saudara Tian sebenarnya buku apa ini. " tanya Fan Yi.


"Beberapa orang menyebutnya dengan sebutan buku pencinta kuliner sejati." ucap Ling Wan sambil tersenyum.


"Benarkah boss, kalau begitu ini adalah harta yang harus kuwariskan untuk anak cucuku nanti, agar mereka kelak menjadi tampan sepertiku." ucap Cao Yuan.


"Kamu memang selalu tebal dan tidak tahu malu. " ucap Fan Yi.


Mereka berdua mulai membaca novel tersebut, Ling Wan hanya duduk sambil meminum anggur, ia sedang menunggu ikan di depannya matang dan siap dimakan, kemudian Ling Wan mulai menoleh ke suatu arah, di sana Ling Wan melihat sekelompok wanita cantik, wanita ini mengenakan jubah yang seragam jubah tersebut berwarna ungu dengan desain yang sangat indah.


Ling Wan kemudian mulai memalingkan pandangannya, ia tidak tertarik dan malas membuat wanita tersebut mengira ia sedang memandang mereka.


"Lihat... lihat.. disana ada seorang pemuda yang sangatlah tampan." kata seorang gadis berambut abu-abu sambil menunjuk ke arah kelompok Ling Wan.


Cao Yuan dan Fan Yi sedang fokus membacapun segera terganggu dan mulai menoleh.


"Nona, apakah kamu memanggilku? lupakan tuan muda ini sedang sibuk."


"Lemak itu bukan kamu, tapi dia." kata gadis berambut abu-abu itu dengan wajah agak kesal pada Cao Yuan.


"Hahaha... Cao Yuan oh Cao Yuan, kamu selalu saja begini." ucap Fan Yi yang menertawakan kejadian tersebut.


"Ternyata kamu menyebut boss Tian." ucap Cao Yuan.


"Terima kasih atas pujianmu, apakah kamu juga ingin ikut makan?, jika begitu kalian dapat mengambil dan membakar sendiri ikan-ikan itu." kata Ling Wan sambil menunjuk banyak ikan yang tidak jauh dari tempat mereka semua.


"Oh tidak sangat tampan."


"Benar, mengapa ia begitu tampan."

__ADS_1


"Ini benar-benar pria paling tampan yang pernah aku lihat dalam hidup ini. "


"Ya benar."


"Ayo kita ikut makan bersamanya."


Kelompok gadis yang mengenakan jubah berwarna ungu itu berkata dengan perasaan yang sama, perasaan dimana mereka benar-benar sangat tertarik pada Ling Wan.


"Sebenarnya kalian semua ingin memakan ikan, atau memakan bos Tian? sial para gadis ini benar-benar berbahaya." ucap Cao Yuan.


"Boss tenang saja, aku rela berkorban untukmu, gadis-gadis aku bersedia menggantikan bos Tian." ucap Cao Yuan dengan wajah pura-pura kesal.


"In.. ini terima kasih saudara Cao." ucap Ling Wan sambil menahan rasa lucu dihatinya, teman barunya ini benar-benar memiliki sikap bebas dan konyol.


"Lemak ini hah." ucap Fan Yi.


"Tidak, kami hanya ingin makan."


"Ya, benar kami hanya ingin makan ikan."


"Lemak ini berpikiran begitu mesum."


"Bagaimana bisa kami, memikirkan suatu hal yang begitu vulgar."


Kelompok gadis itu berkata dengan wajah agak memerah karena perbuatan Cao Yuan.


"Kan.. lihat benar saja mereka semua tersipu, hahh pesona tuan muda ini memanglah sangat mengerikan, wanita biasa hanya akan bisa meringis jatuh cinta pada ketampanan otot-ototku." ucap Cao Yuan.


"Hahaha.. Cao Yuan, berhentilah aku ingin membaca buku ini." ucap Fan Yi yang terlihat sedang tertawa terbahak-bahak.


"Saudara Cao, kamu benar-benar mirip dengan suatu karakter yang ada di dalam buku yang ada ditanganmu. " ucap Ling Wan sambil tersenyum.


"Benarkah bos?." tanya Cao Yuan.


"Ya, bacalah sendiri." jawab Ling Wan.


"Buku apa itu kak?." tanya gadis berambut abu-abu dengan wajah tersipu pada Ling Wan.


"Ah.. apakah kalian juga ingin membaca?." tanya Ling Wan pada sekelompok gadis berjubah ungu itu.


"Ya, kami ingin membacanya."


"Ya, jika kakak mengizinkan tentu saja, kami juga ingin melihatnya."


"Melihat apa?."


"Melihat buku, selain buku apa lagi?."


Ling Wan hanya tercengang karena mendengar perbincangan para gadis itu kemudian Ling Wan mengeluarkan dan menyerahkan sebuah buku berjudul Pertempuran Melalui Surga/BTTH pada para gadis itu.


Kemudian mereka semua mulai membaca, entah itu Cao Yuan, Fan Yi atau para gadis, mereka semua terlihat sangat fokus membaca, disisi Ling Wan ia hanya duduk dan meminum anggur, ia tidak membaca novel, karena ia sudah puluhan kali membaca novel tersebut sewaktu bosan di dalam Ruang Percepatan Waktu dulu.


7 jam kemudian...


Hari mulai memasuki sore hari, Ling Wan agak sedikit mabuk karena telah meminum beberapa puluh kendi anggur disisi lain Cao Yuan, Fan Yi dan para gadis-gadis itu masih sangat fokus membaca.


"Kalian sangat fokus membaca, hari sudah memasuki sore hari, apakah kalian masih ingin duduk di sini, gadis-gadis ambil dan bawa pulang saja buku itu." ucap Ling Wan dengan nada biasa segera mereka yang tadinya fokus membaca mulai menoleh ke arah Ling Wan.


"Benarkah kalau begitu terima kasih. "


"Ayo kita bergegas mencari penginapan."


"Ya, benar. "


"Kakak Laki-laki bagaimana denganmu?." tanya gadis berambut abu-abu pada Ling Wan.


"Kalian bisa duluan, aku akan pergi bersama mereka, saudara Cao, saudara Fan, kemana kita pergi kali ini, lebih bagus mencari desa kecil, tunggu sebentar ada suatu hal yang ingin ku lakukan." ucap Ling Wan.


Kemudian Ling Wan mulai berjalan ke arah tepi sungai, lalu mengendalikan seluruh air yang ada di sungai dengan menggunakan aturan hukum air miliknya.


Cao Yuan, Fan Yi dan gadis-gadis itu tercengang dengan pemandangan yang mereka lihat, pemandangan dimana seluruh air sungai terbang ke atas dan ratusan ribu ikan yang nampak kaku dan terjerat di udara.


"Aturan Hukum Air kembali ke asal."


Suara santai Ling Wan terdengar di iringi oleh jatuhnya seluruh air sungai tadi ke tempat mereka semula, pemandangan ini sangatlah menakjubkan, ditambah langit sore hari, mungkin ini adalah pemandangan yang tidak dapat dilupakan oleh orang-orang yang melihatnya.


"Guru terima sujud murid ini." kata Cao Yuan dengan wajah kagum.


"Lagi? berhentilah memanggilku guru panggil bos saja!." ucap Ling Wan

__ADS_1


Bersambung........


Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...


__ADS_2