Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga

Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga
Ribuan Mayat?


__ADS_3

Benua Weixin, di suatu tempat yang tidak ketahui terlihat ada sebuah bangunan besar dan mewah, disana ada puluhan orang yang sedang berkumpul mengerumuni seekor naga berwarna emas.


"Hu Yi, cepat siksa binatang ini lagi." kata seorang lelaki tua berjubah hitam sambil menginstruksikan seorang lelaki paruh baya berjubah ungu yang berdiri tidak jauh dari sisinya.


"Ya tuan!." jawab pria paruh baya itu sambil tersenyum lalu berjalan menuju Long Xiao, tampak di tangannya ada sebuah cambuk.


Ling Xiao hanya diam menahan rasa sakit dari cambukan itu, ia sangat marah pada orang-orang yang berdiri di depannya tetapi satu hal yang pasti ia bahkan lebih marah pada dirinya sendiri karena terlalu lemah sehingga terjebak di dalam insiden semacam ini.


"Siapa yang berani menyakiti adikku."


Terdengar sebuah suara yang tampak sangat marah disertai dengan munculnya penindasan mengerikan! orang-orang yang berkerumun di sisi Long Xiao segera berlutut dan merasa seolah-olah tubuh mereka dihancurkan oleh benda yang sangat berat.


"Bagus, kalian berhasil membuatku marah dan bahkan murka akan kelakukan orang rendahan seperti kalian." kata Ling Wan sambil muncul dari retakan ruang, dibelakangnya ada Fei Fei yang mengikuti.


"Kak, orang itu adalah orang jahat yang mengganggu kita." kata Fei Fei sambil menunjuk ke arah lelaki tua yang mengenakan jubah hitam, wajah Fei Fei dipenuhi dengan kebencian terhadap lelaki tua itu.


"Semut rendahan alam roh dewa berani menyakiti orang terdekat tuan muda ini? adik Long maafkan aku karena membuatmu menderita." kata Ling Wan sambil menepis tangan ke arah sekelompok orang yang baru saja menyiksa Long Xiao.


BOOMMM..


Kerumunan yang mengepung Long Xiao langsung terhempas menabrak tembok dan bangunan-bangunan, setelah itu Ling Wan mulai turun dari udara dan bergegas ke depan sisi Long Xiao.


"Hukum Kehidupan: Penyembuhan."


Tubuh Long Xiao yang dipenuhi luka, dan banyak tanda penyiksaan lainnya mulai pulih seperti tidak terjadi apa-apa, banyak orang yang tidak terlibat dalam masalah tersebut melihat dari kejauhan, mereka benar-benar bingung dengan apa yang baru saja mereka lihat! bagaimana bisa luka itu sembuh tanpa berkedip? siapa pemuda ini?


"Kak, maaf sudah merepotkanmu. Aku benar-benar terlalu lemah!." kata Long Xiao dengan nada sedih.


"Kamu tidaklah lemah! kamu belum berumur satu tahun namun sudah berada di ranah Pembentukan Tulang Dewa, ini hanyalah masalah sampah tak tahu malu yang suka menindas mereka yang lebih lemah darinya, adik Long dan Fei Fei kalian tetap di sini saja! aku akan sedikit memberi tahu mereka apa arti kejam yang sebenarnya." kata Ling Wan sambil berjalan menuju kelompok yang tergeletak di kejauhan.


"Ak.. aku juga mau membunuh mereka kak!." kata Long Xiao yang melihat saudaranya berjalan ke arah sekelompok orang jahat.


"Lupakan, kamu dapat diam di sana, aku hanya cukup marah pada orang-orang dari benua yang terbilang tidak tahu diri ini." kata Ling Wan sambil menoleh dingin ke arah Long Xiao.


"Baik kak, aku akan menunggu di sini bersama saudara Fei." kata Long Xiao yang menyadari bahwa kakak laki-lakinya sedang dalam kondisi yang tidak bisa di ajak bicara.


Ling Wan perlahan berjalan dan tiba di tempat orang-orang yang baru saja menyiksa Long Xiao


"Kamu siapa? Apakah kamu ingin menjadi musuh dari seluruh Sekte Darah Abadi." kata lelaki tua berjubah hitam dengan wajah penuh kebencian terhadap Ling Wan.


"Bajingan ini, mengapa mencampuri urusan Sekte kita." kata pria paruh baya berjubah ungu dengan wajah penuh amarah pada Ling Wan karena menyerangnya begitu tiba-tiba.


"Ya, apakah kamu pikir kamu tidak terkalahkan dan mampu melawan kita semua." kata seorang lelaki tua yang mengenakan jubah merah, dia adalah seorang penatua dari Sekte Darah Abadi.


"Kalian semua hama tidak memiliki hak untuk berbicara di depanku, mari kita mulai denganmu dulu pak tua, aku akan menyiksamu sampai kamu mengerti mengapa aku sering disebut iblis oleh musuhku." kata Ling Wan sambil menjerat lelaki tua berjubah hitam itu menggunakan hukum ruang dan waktu, lalu perlahan berjalan menuju lelaki tua itu.


"Mari kita mulai dengan tangan kotor ini dulu." kata Ling Wan sambil meninju lengan kanan pria tua itu.

__ADS_1


BOMM..


"Akhhhhh lenganku, kamu benar-benar berani." kata lelaki tua itu sambil kesakitan karena lengan kanannya remuk oleh pukulan pemuda di depannya.


"Diam, hal busuk tidak berhak berbicara di depan Yang Mulia ini." kata Ling Wan sambil meninju lengan kiri lelaki tua itu.


BOMM...


"Kamu ... aku akan membunuhmu." raung lelaki tua itu dengan marah setelah melihat kondisi kedua lengannya, ia mencoba untuk bergerak dengan paksa tetapi tidak ada gunanya, ia masih tidak bisa lepas dari jeratan aturan hukum ruang dan waktu milik Ling Wan.


"Aku bilang diam, lalu diamlah hama menjijikkan yang merasa terlalu istimewa, sadari lah posisimu! jangan membuatku semakin marah." kata Ling Wan dengan wajah sangat marah sambil meninju perut lelaki tua itu.


BOMM...


Perut lelaki tua itu tampak berlubang besar, sebagian tubuhnya remuk akibat pukulan Ling Wan.


10 menit kemudian....


Terlihat darah dari lelaki tua itu membanjiri seluruh area sekitarnya, rekan-rekan dari lelaki tua itu merasa ngeri karena melihat apa yang baru saja terjadi, pemandangan dimana tubuh seseorang remuk dan hampir mati lalu kembali sembuh dan terus berulang hingga ribuan kali, setiap lelaki tua itu akan mati Ling Wan akan segera menyembuhkannya menggunakan hukum aturan, jadi bisa di bayangkan betapa sakitnya siksaan yang di terima oleh pak tua itu.


"Kamu ... iblis, kamu adalah iblis yang keji." Pria tua itu berkata dengan ketakutan kepada Ling Wan.


"Hah... Aturan Hukum Kematian: Penuaan." kata Ling Wan dengan nada dingin, tak lama kemudian banyak orang bisa melihat tubuh lelaki tua itu tampak layu seperti tanaman yang akan mati, belum cukup sampai layu begitu saja, bagi Ling Wan lelaki tua ini masih belum diberi pelajaran, lalu suara dingin Ling Wan mulai terdengar lagi.


"Aturan Hukum Api : Kebakaran Langit."


Terlihat nyala api hitam muncul dari kehampaan, nyala api ini tampak sangat menakutkan! nyala api ini bahkan menyebabkan ruang bergolak seolah-olah akan pecah hanya karena sedikit panas dari suhunya, kemudian terlihat api berwarna hitam ini langsung terbang ke arah lelaki tua yang malang itu.


"Tidak ada belas kasihan untuk hama menjijikkan sepertimu, kamu bahkan memiliki aura kejahatan yang begitu pekat, berapa banyak orang tak bersalah yang telah kamu sakiti dan bunuh! Rasakan karma dari dosa kejimu, Aturan Hukum Air: Kelembutan." kata Ling Wan dengan wajah yang sangat dingin.


BOMM...


Lengan dan kaki lelaki tua itu segera meledak dengan cara yang sangat aneh, lelaki tua itu benar-benar dipenuhi teror saat ia merasakan sakit yang sangat menyiksa, tetapi tidak berhenti sampai di situ saja, suara Ling Wan mulai terdengar lagi.


"Aturan Hukum Petir: Kesengsaraan Surgawi."


Guntur melintas, guntur ini berwarna merah dan menimbulkan perasaan merusak yang mencekam!


DUARRRRR...


Guntur merah itu menyambar lelaki tua yang nampak hampir mati itu, segera sosok lelaki tua itu mencapai ujung hidupnya, ia benar-benar tidak sanggup menerima dampak dari petir setingkat yang mengerikan seperti ini, sayangnya belum sempat pak tua itu menghembuskan nafas terakhirnya, sebuah suara tawa terdengar.


"Hahaha...jangan dikira sudah selesai, hama ini masih belum mendapat hukuman yang cukup. Aturan Hukum Kehidupan: Penyembuhan." kata Ling Wan sambil tersenyum dingin.


Rekan-rekan lelaki tua itu langsung menggigil melihat hal semacam ini lagi, orang ini pasti setan! menyiksanya sampai hampir mati dan kemudian mulai menyembuhkannya lagi, mereka semua kemudian dengan panik mencoba membebaskan diri dari keterikatan hukum ruang dan waktu Ling Wan, tapi sayangnya itu semua sia-sia, hukum aturan Ling Wan adalah dominasi multak untuk ahli tingkat rendah seperti mereka, maka ya kalian dapat menebaknya, Ling Wan mulai menyiksa lelaki tua itu lagi menggunakan siklus berulang dari hukum aturannya.


1 jam kemudian..

__ADS_1


Terlihat Ling Wan berdiri di udara di atas puluhan ribu mayat anggota Sekte Darah Abadi, mayat-mayat ini berserakan di mana-mana, gumpalan daging berhamburan, tulang-belulang memenuhi setiap sudut sekte ini, darah seperti banjir, aroma darah ini menyebar beberapa kilometer sehingga menyebabkan banyak orang mulai bergegas menuju Sekte Darah Abadi.


"Adik Long, adik Fei, ayo pergi, dan makan ikan yang aku tangkap dulu sebelum aku membersihkan sekte jalan jahat yang ada di benua ini." kata Ling Wan sambil membelah ruang.


"Baik kak, terima kasih karena sudah menolongku." kata Long Xiao dengan nada hangat.


"Lupakan saja, kita adalah saudara, ingatlah ketika kamu kuat kamu tidak bisa mengasihani orang jahat seperti ini!." kata Ling Wan dengan nada tegas.


"Ya, tentu saja Kak." kata Long Xiao penuh dengan kesungguhan untuk mematuhi perintah kakaknya.


Kemudian mereka bertiga langsung masuk ke celah ruang, dan tidak butuh waktu lama mereka bertiga sudah sampai di tempat Ling Wan memancing sebelumnya, tapi sesampainya mereka disana, Ling Wan dan kedua adiknya melihat sekelompok orang yang sedang mengambil ikan mereka.


"Ini .. tuan maafkan kami." kata seorang lelaki tua dengan pakaian lusuh, dia sangat ketakutan karena melihat tiga sosok muncul dengan cara yang aneh dari retakan ruang.


"Ya, tuan tolong jangan bunuh kami." kata seorang wanita tua yang sepertinya bercucuran keringat dingin, hal ini dikarenakan rombongan orang tersebut bermaksud membawa ikan Ling Wan.


"Tu.. tuan Maafkan kami, maafkan kami." kata seorang lelaki tua sambil bersujud beberapa kali.


Ling Wan tertegun dengan apa yang baru saja dilihatnya, sebenarnya ia tidaklah marah walaupun orang-orang ini mengambil ikan-ikannya, lagipula orang-orang ini terlihat sangat menyedihkan, sepertinya mereka kelaparan dan berniat membawa ikan ini untuk dibagikan dan dimakan bersama.


"Hahaha… kenapa minta maaf itu hanya ikan, kalian boleh mengambilnya." Ling Wan berkata dengan ramah saat dia turun dari udara.


Setelah itu Ling Wan dan kedua adiknya mulai berbincang dengan banyak orang, mereka semua mencoba menolak pemberian Ling Wan karena rasa malu dan takut. Namun karena terus menerus dipaksa oleh Ling Wan akhirnya mereka semua setuju untuk menerima ikan tersebut, kemudian Ling Wan pun mulai mengikuti banyak orang ini ke tempat dimana desa mereka berada.


Di sisi lain...


Terlihat bahwa ada begitu banyak orang berkumpul di depan tempat Sekte Darah Abadi berada, mereka semua memiliki wajah ketakutan dan berkeringat dingin saat mereka semua melihat ukiran besar yang tampak berada di lantai Sekte ini.


"Jangan pernah membuat diriku marah karena ketika aku marah, aku bahkan takut pada diriku sendiri, Li...Li...Lin.....Ling... T.. Tian." kata seorang pria paruh baya terbata-bata karena membaca arti kata-kata di ukiran itu.


"Shutt.... diam senior, anda tidak bisa menyebutkan nama seseorang dari level itu dengan sembarangan." kata seorang pemuda dengan wajah yang sepertinya dipenuhi ketakutan karena melihat begitu banyak mayat berserakan di semua sisi.


"Apa yang kamu tahu anak muda, Ling Tian yang terhormat jelas bukan orang yang pemarah dan pembunuh acak, itu karena sikap sekte ini sendiri telah melakukan terlalu banyak hal jahat dan menyebabkan kemarahan tuan muda Ling Tian." kata seorang pria paruh baya dari dalam kerumunan.


"Itu benar, saya melihat dengan mata kepala sendiri apa yang sebenarnya terjadi, sekte ini menangkap Naga Sejati milik tuan muda Ling Tian, ​​​​mereka juga menyiksa Naga itu, dan lagipula Naga itu sudah dianggap saudara oleh tuan muda Ling Tian, ​​​​jadi bisakah ia tidak marah?, apakah kalian di sini tidak marah jika saudaramu ditangkap dan disiksa oleh seseorang?." kata seorang pemuda dengan wajah bangga karena dia tahu hal-hal tentang inti dari masalah ini.


"Ternyata begitu, tidak heran ia sangat marah lagipula mereka semua hanyalah semut bagi seseorang setingkat tuan muda Ling Tian,oh betapa kotor dan rakusnya hati manusia." kata seorang lelaki tua dari dalam kerumunan.


Setelah itu kejadian tragedi pembantaian Sekte Darah Abadi langsung menjadi topik hangat banyak orang mulai membicarakan kejadian ini. Mereka semua memiliki perasaan masing-masing, entah itu rasa takut, iri, kagum dan bahkan ada beberapa yang marah, terutama pada pihak sekte di jalan ajaran jahat, mereka semua terlihat marah dan tetap berani meski sudah tahu bahwa orang yang menyinggung mereka adalah seseorang yang bisa dikatakan legenda, tetapi mereka semua hanya berpikir itu berlebihan, dan dirancang khusus oleh beberapa orang hanya untuk ketenaran Ling Wan.


​​​​Disisi lain..


Terlihat ada seorang wanita cantik yang mengenakan jubah ungu, wanita ini juga memiliki warna rambut yang sangat cocok dengan jubahnya, rambutnya berwarna ungu, sosok wanita ini terlihat sangat cantik dan menawan, di wajahnya ada sedikit kegembiraan karena mendengar cerita Ling Wan yang ada di benua ini.


“Ling Tian huh, sudah 1 tahun pamanku bentrok dengannya saat itu, orang itu sebenarnya sangat baik dalam segala aspek, tapi sayangnya dia terlalu dingin pada wanita, semoga aku bisa bertemu dengannya lagi, ini karena aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali bertemu dengannya dan buruknya pertemuan kita bukanlah hal yang baik melainkan pemicu kemarahannya." kata gadis dengan wajah aneh, gadis ini adalah Nona Muda dari klan Yan Immortal, namanya Yan Chyou, gadis ini bertemu Ling Wan saat pertama kalinya Ling Wan tiba di alam semesta Tong Xuan ini.


"Hacihhh.... sial lagi-lagi aku batuk, apakah ada seseorang yang membicarakanku." kata Ling Wan dengan wajah aneh lalu mulai melanjutkan makan lagi, terlihat di depannya ada belasan orang yang juga sedang makan bersamanya.

__ADS_1


Bersambung........


Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...


__ADS_2