Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga

Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga
Naga Sejati


__ADS_3

Ling Wan dan rekan-rekannya segera berjalan menuju sebuah paviliun terlihat sangat mewah, namun belum sempat mereka memasuki paviliun, terdengar sebuah suara dikejauhan yang membuat mereka menghentikan langkah kaki mereka.


"Adik Jiang, Adik Su, Adik Pei, dan adik junior seperguruan lainnya, kemana saja kalian pergi selama ini." ucap seorang pemuda yang mengenakan jubah berwarna ungu, jubah ini nampak mirip dengan jubah yang dikenakan oleh kelompok Jiang Yu.


"Kami menjelajahi benua Nongmin untuk mencari beberapa ketenangan, mengapa kakak laki-laki Jun Luoyu menanyakan hal ini?." tanya Jiang Yu dengan wajah biasa saja.


"Tidak ada." ucap Jun Luoyu sambil berjalan ke arah kelompok Jiang Yu, lalu kemudian ia berkata lagi.


"Siapa kalian, mengapa bersama dengan adik-adik juniorku?." tanya Jun Luoyu dengan wajah tidak bersahabat ke arah Ling Wan, Cao Yuan, dan Fan Yi.


"Apakah kamu bertanya pada kita?." ucap Cao Yuan pada Jun Luoyu.


"Ya gendut, aku bertanya pada kalian bertiga?." ucap Jun Luoyu dengan nada yang terbilang tidak sopan.


"Ternyata begitu, kamu bisa bertanya pada mereka semua, lagi pula merekalah yang terus mengikuti kami." ucap Cao Yuan dengan wajah ketus pada Jun Luoyu kemudian menoleh ke arah kelompok Jiang Yu.


"Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan?." tanya Jiang Yu pada Jun Luoyu dengan wajah sedikit kesal.


"Tidak ada, aku hanya merasa muak dengan ketiga sampah lemah ini." ucap Jun Luoyu dengan wajah mengejek kelompok Ling Wan.


"Apa yang sedang di gumamkan oleh semut lemah sepertimu?, kalian para gadis kembalilah, aku tidak tertarik terlibat sebab akibat lagi dengan kalian semua, selama ini aku membiarkan kalian bersamaku hanya karena aku menghargai kalian selebihnya jangan mengira aku akan mau repot-repot membuang waktu dengan masalah-masalah semacam ini, saudara Cao saudara Fan, ayo kita masuk, biarkan saja orang-orang ini." ucap Ling Wan dengan wajah dingin, kemudian ia berjalan memasuki paviliun tersebut tanpa menunggu kelompok Jiang Yu membalas.


"Louyu Lihat apa yang sudah kamu lakukan!." ucap Jiang Yu dengan dipenuhi amarah pada Jun Luoyu.


"Benar, ini semua karenamu, kami sudah sangat senang bisa dekat dengan kakak Ling, semuanya hancur karenamu!." ucap Li Wei dengan dipenuhi amarah pada Jun Luoyu.


"Apa yang istemewa dari kelompok orang itu selain hanya tampan ia hanyalah seorang yang lemah!." ucap Jun Luoyu dengan wajah mengejek.


"Lemah!?, kamu menyebut seseorang yang telah membunuh penguasa semesta ini dengan lemah? kamu menyebut seseorang yang telah membuat 5 penguasa alam semesta panik lemah? jika ia lemah maka kamu apa?." ucap Du Peiyu yang biasanya pendiam dan pemalu dengan wajah nampak sangat murka.


"Luoyu, kau terlalu melebih-lebihkan dirimu sendiri, jangan mengira kami tidak berani lancang karena kamu adalah kakak senior seperguruan kami." ucap Su Qiaofeng yang terlihat dipenuhi amarah meluap-luap.


"Cih.. kalian percaya dengan seorang pembohong semacam ini?." ucap Jun Luoyu sambil berjalan memasuki paviliun ia berniat untuk mengganggu kelompok Ling Wan.


"Apakah kamu mengira tuan muda ini tidak mendengar perkataanmu, aku sudah cukup sabar dengan tindakan lancang dan tidak sopan yang telah kamu lakukan, tapi satu hal yang paling aku benci, aku paling membenci seseorang yang menggangguku saat aku ingin makan!." suara Ling Wan bergema di seluruh kota Xi'an, kemudian sebuah Aura penindasan mengerikan segera menindas seisi kota tersebut.


"Uhuk... Uhuk...."


"Tuan berhenti. "


"Ampun tuan, tolong tarik kekuatan anda."


Seisi kota di isi dengan rasa teror dan ketakutan, terdengar banyak suara yang mencoba untuk meredakan amarah Ling Wan, tubuh mereka serasa ditindih oleh sebuah benda yang sangat berat, ini semua disebabkan oleh penindasan yang dikeluarkan oleh Ling Wan.


"Bos berhenti, kami juga terkena penindasan ini, uhuk.. uhuk.. bos." ucap Cao Yuan yang tersungkur di lantai.


"Benar saudara Ling mari sudahi amarahmu, aku merasa kasihan dengan orang-orang yang tidak terlibat dalam masalah ini." ucap Fan Yi yang terlihat memuntuhkan seteguk darah.


"Baiklah aku akan berhenti." ucap Ling Wan sambil menarik aura penindasannya kembali.


Orang-orang yang makan di paviliun itu segera memasang wajah ngeri dan mulai pergi menjauh, mereka takut secara tidak sengaja membuat marah sosok ahli tingkat tinggi semacam ini.


"Ini semua karena bajingan rendahan ini kau hanya seorang Guru Beladiri tingkat 4 , namun bajingan ini begitu arogan dan tidak tahu diri."


"Benar, mengapa ia begitu percaya diri menyinggung seorang ahli tak tertandingi. "


"Ya, tuan muda itu jelas adalah seorang ahli tak tertandingi, namun kentut ini berani mengatakan sampah padanya."


"Hahh.. bahkan jika itu aku, jika aku dikatakan sampah oleh seorang yang lebih lemah dariku, aku jelas akan membunuh orang semacam ini tanpa berpikir panjang."


Jun Luoyu segera memancing amarah publik, banyak orang nampak mencemooh dan menghinanya, mereka semua benar-benar kesal dengan bajingan yang membuat mereka terseret ke dalam masalah.


"Gawat.. berakhir sudah, aku telah menyinggung dan memprovokasi seorang ahli tingkat tinggi." gumam Jun luoyu di dalam hatinya, ia nampak dipenuhi dengan rasa takut, kemudian ia dengan panik berlari ke arah kejauhan.


Setelah itu kota Xi'an mulai hening dan sunyi lagi, Jiang Yu, dan teman-temannya tidak berani datang memasuki paviliun mereka semua merasa malu dan merasa bersalah atas kejadian yang baru saja terjadi.


Sekte Pedang Surgawi...


Terlihat Jiang Yu dan teman-temannya sedang duduk dengan banyak para tetua Jiang Yu menjelaskan tentang perbuatan Jun Luoyu pada para tetua Sekte Pedang Surgawi, segera para tetua langsung dipenuhi keringat dingin dan merasakan rasa takut yang terbilang berlebihan.


"Ju... Ju... Jun Luoyu.... sialan, datanglah ke aula utama!." suara ketua sekte Pedang Surgawi bergema di seluruh sekte, ia terlihat dipenuhi amarah yang meluap-luap, ia sangat marah karena mendengar perbuatan lancang Jun Luoyu yang telah menyinggung seorang ahli tak tertandingi!.


Hari itu seluruh sekte dipenuhi kegamparan, mereka semua juga mulai mendengar kabar tentang perbuatan lancang Jun Luoyu, mereka semua hanya menertawakan nasib dari si penindas aragon ini.


"Kau...apakah kau tahu apa masalah yang sudah kau perbuat!." ucap ketua sekte Pedang Surgawi yang melihat Jun Luoyu telah tiba di aula utama.


Jun Luoyu nampak terlihat pucat dan dipenuhi ketakutan, kali ini ia akhirnya menabrak sebuah plat besi setelah sekian lama menindas banyak orang lemah.


"Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu bahwa orang itu adalah seorang ahli tak tertandingi, ia hanya terlihat seperti seorang pemuda tampan biasa!." ucap Jun Luoyu.


"Aku benar-benar pusing, jika orang itu marah pada sekte kita jelas semuanya akan berakhir, syukurnya ia bukanlah orang yang tidak masuk akal, apakah kentut ini tahu cerita klan Yu yang dibunuh sampai ke akar-akarnya oleh orang itu, Jiang Yu juga menceritakan bahwa ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa orang itu membunuh tiga dewa sejati hanya dengan tebasan pedang biasa, lalu sebenarnya kamu berani menyebut seorang ahli tingkat ini sampah, Luoyu.. oh Luoyu betapa tidak tahu dirinya!." ucap ketua sekte Pedang Surgawi dengan dipenuhi amarah yang meluap-luap, ia benar-benar ingin membunuh bocah arogan ini.


Di sisi lain...

__ADS_1


Ling Wan nampak sedang minum dan makan bersama Cao Yuan dan Fan Yi mereka bertiga nampak menikmati makan dengan sangat lahap.


"Boss apakah kamu tidak merasa kasihan dengan Jiang Yu dan yang lainnya?." tanya Cao Yuan dengan wajah ragu-ragu.


"Tidak, lagi pula aku tidak ingin terlalu dekat dengan mereka semua, apakah menurut kalian, jika mereka terus mengikutiku itu tidak akan menarik banyak masalah?." ucap Ling Wan dengan wajah biasa sambil memakan daging yang ada meja.


"Saudara Ling benar, terkadang wanitalah penyebab terjadinya banyak masalah." ucap Fan Yi yang membenarkan perkataan Ling Wan.


"Benar, jelas jika banyak wanita cantik yang mengikuti semakin banyak pula masalah terjadi, boss memang bijaksana dan berpendirian." ucap Cao Yuan sambil tersenyum.


"Lupakan mari kita berhenti membahas hal tersebut." Ling Wan berkata sambil meneguk beberapa teguk anggur.


30 menit kemudian...


Mereka bertiga sudah puas makan, Ling Wan berencana untuk melanjutkan perjalanannya, Ling Wan merasa kota ini tidaklah layak untuk dibantu, walaupun penduduk di kota ini lumayan banyak dan ada beberapa yang terbilang lumayan kuat, mereka semua memancarkan sedikit aura kejahatan, ini semua membuat Ling Wan malas memberikan bantuan pada orang semacam ini, karena Ling Wan pernah menemui seseorang yang menjual pill-pill pemberiannya, sehingga sekarang Ling Wan lebih berhati-hati dalam memilih untuk membantu seseorang.


Kemudian Ling Wan, Cao Yuan dan Fan Yi segera menuruni tangga, terlihat di lantai bawah banyak orang yang memandangi Ling Wan dengan sembunyi-sembunyi mereka tidak berani bertatapan mata atau mencoba bertingkah lancang pada Ling Wan.


"Boss, kemana tujuan kita selanjutnya sekte kami berjarak sekitar 200 kilometer arah barat dari kota ini, cukup jauh bukan." ucap Cao Yuan.


"Nanti saja ke sekte kalian, bantu aku mencari desa-desa kecil yang ada di benua ini, jika kalian tidak sedang sibuk kalian dapat membantuku menjelajahi seluruh tempat yang ada di benua ini kemudian setelah selesai nanti, kalian berdua dapat kembali ke sekte kalian." ucap Ling Wan dengan wajah biasa.


"Begitu ya, tentu saja kami memiliki waktu luang." ucap Cao Yuan sambil tersenyum.


"Ya, saudara Ling tenang saja, kami berdua akan menemanimu menjelajahi benua Jiandao ini." ucap Fan Yi sambil tersenyum ramah.


"bagus, kemudian kalian berdua dapat memimpin jalan menuju desa-desa kecil yang kalian ketahui." ucap Ling Wan sambil tersenyum.


"Baik boss!." ucap Cao Yuan sambil menangkupkan tangannya.


"Saudara Ling tenang saja, kami berdua sangat hafal dan akrab dengan banyak tempat yang ada di benua ini." ucap Fan Yi sambil menangkupkan tangannya.


Mereka bertiga segera keluar dari paviliun tempat mereka tadi makan, Cao Yuan memimpin kelompok tersebut berjalan ke arah timur, terlihat kelompok Jiang Yu memandangi punggung ke tiga pemuda yang mulai menghilang ke kejauhan.


"Hiks... Hiks.. hiks.. ini semua karena Luoyu sialan itu, sehingga aku berpisah dengan kakak Ling." Du Peiyu yang biasanya pendiam dan pemalu meluapkan kesedihannya dengan menangis sangat keras.


Jiang Yu dan yang lainnya juga mulai bersedih, mereka benar-benar terlalu menyukai Ling Wan, sehingga mereka merasakan suatu kehilangan dan kesedihan karena perginya sosok Ling Wan dari kehidupan bahagia telah yang mereka jalani selama lebih dari sebulan ini.


Disisi lain...


Ling Wan, Cao Yuan dan Fan Yi nampak tidak terganggu, mereka bertiga hanya sibuk membahas hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan kelompok Jiang Yu.


"Boss.. lihat disana oh tidak betapa putih dan bulatnya." ucap Cao Yuan sambil menunjuk ke arah sungai yang tidak jauh dari sisi mereka.


"Ada apa?, apa yang bulat dan putih?." ucap Ling Wan kemudian mulai menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Cao Yuan.


"Cao Yuan, apakah ini tipemu, sial aku merasa kamu memiliki kelainan." ucap Fan Yi sambil memasang raut wajah jijik pada Cao Yuan.


"Hahaha.. saudara Cao kamu memanglah unik." ucap Ling Wan sambil tertawa terbahak-bahak.


"ini bukan tentang wanita tua yang sedang mandi, kalian berdua lihatlah di tepi sungai." ucap Cao Yuan dengan wajah nampak kesal.


Ling Wan coba memandang lebih teliti namun ia di kejutkan oleh suara sistem.


[ Dingggggggggggggggg ]


[ Sistem : Terdeteksi Pembawa Takdir ]


[ Telur Naga Sejati, (Naga Sejati dapat tumbuh berukuran ratusan ribu kilometer saat dewasa, naga sejati selalu berada dipuncak jajaran teratas di alam semesta bahkan jika itu di dunia asal tertinggi naga sejati masihlah seorang penguasa suatu wilayah) Disarankan tuan rumah segera mengambil dan menjadikan Naga Sejati sebagai hewan peliharaan, supaya kelak tuan rumah dapat memiliki tunggangan yang mendominasi! ]


Sosok Ling Wan segera berkedip dan muncul di tempat dimana telur itu tergeletak, kemudian Ling Wan segera mengambil telur tersebut lalu ia kembali ke sisi Cao Yuan dan Fan Yi.


"Boss, telur apa ini terlihat sangat enak ayo kita rebus." ucap Cao Yuan.


"Kita tidak boleh merebus telur ini, aku berniat meneteskannya, saudara Cao apakah tidak apa-apa jika aku mengambil telur ini." ucap Ling Wan dengan wajah serius.


"Ya, tentu saja, boss sudah banyak memberiku banyak hal." ucap Cao Yuan.


"Ya, benar." ucap Fan Yi.


"Tapi ini adalah telur Naga Sejati, apakah kalian masih memberikannya padaku?." ucap Ling Wan sambil tersenyum, jika Cao Yuan menginginkan telur ini, Ling Wan akan segera memberikan telur ini pada Cao Yuan, lagi pula Cao Yuan lah yang telah menemukan telur ini.


"Apa.... telur Naga Sejati? lupakan, aku tidak tertarik dengan telur ini, boss dapat mengambilnya, lagipula boss jelas orang yang akan mencapai puncak seluruh semesta, kurasa Naga kecil ini memanglah sudah di takdirkan menuju puncak bersama boss." ucap Cao Yuan sambil tersenyum.


"Ini.. ini adalah mujizat, seorang bajingan tidak tahu malu, mengatakan hal yang begitu murah hati, apakah aku sedang bermimpi." ucap Fan Yi dengan wajah mengejek Cao Yuan.


"Kau.. hahh Fan Yi sialan ini." ucap Cao Yuan dengan wajah sedikit kesal.


"Aku memang tidak salah memilih rekan walaupun kamu memanglah terkadang sedikit bajingan, namun kamu adalah seorang teman yang baik." ucap Ling Wan sambil tersenyum.


"Ini hanyalah sebuah telur, lupakan boss kamu dapat mengambilnya." ucap Cao Yuan dengan wajah agak malu-malu karena telah dipuji oleh Ling Wan.


"Terima kasih, kemudian ayo lanjutkan perjalanan kita." ucap Ling Wan sambil memasukkan telur Naga Sejati ke dalam cincin penyimpanannya.

__ADS_1


"Baik boss, lihat wanita-wanita itu menoleh ke arah kita." ucap Cao Yuan dengan wajah panik.


"Ayo adik kecil tampan sedang mengitip tante ini mandi." ucap seorang wanita tua dengan wajah nampak menggoda kelompok Ling Wan.


"Bibi ini kesalahpahaman, kami hanya lewat, selamat tinggal, kami masih memiliki urusan lain." ucap Ling Wan sambil membelah ruang dan menarik ke dua temannya ke dalam retakan ruang tersebut.


Beberapa saat kemudian...


Mereka bertiga tiba di sebuah hutan terlihat disana ada sebuah air terjun yang sangat deras.


"Bos, mengapa begitu panik hanya karena kumpulan bibi-bibi?." tanya Cao Yuan dengan wajah aneh.


"Lupakan." ucap Ling Wan dengan canggung.


"Boss lihat, kali ini benar mantap dan putih, oh sial mengapa boss membawa kami ke tempat ini." ucap Cao Yuan sambil mimisan, terlihat ada tiga orang wanita cantik yang nampak mandi telanjang di air terjun yang tidak jauh dari sisi mereka.


"Saudara Ling lihat, oh sial mereka mandi sambil bercanda." Fan Yi berkata dengan nada yang sangat pelan, ia takut para gadis itu akan menyadari posisi mereka bertiga.


"Ayo kita pergi." Ling Wan berkata sambil berjalan dengan sangat pelan mencoba untuk tidak membuat suara.


Preet... prett... pret...


"Bos, saudara Fan, aku tidak dapat menahannya lagi, mungkin aku masuk angin karena teleportasi tadi." ucap Cao Yuan dengan wajah tidak merasa bersalah karena telah mengeluarkan sebuah kentut yang terbilang cukup keras.


"Masuk angin? kentut yang bagus!." ucap Ling Wan dengan wajah nampak sedikit panik.


"Siapa disana, saudari Ji nampaknya ada seseorang yang mengintip kita." kata seorang gadis yang sedang mandi di air terjun tersebut.


Ketiga gadis itu segera menoleh ke segala arah lalu mereka menemukan tiga orang pemuda yang sedang bersembunyi di balik sebuah batu besar.


"Bajingan.. beraninya mereka mengintip kita!."


"Tangkap tiga bajingan itu!."


Ketiga gadis itu segera dipenuhi emosi yang meluap-luap, mereka bertiga benar-benar marah karena telah di intip oleh beberapa laki-laki.


"Ehem...Ehemm... nona ini adalah sebuah kesalahpahaman, kami secara tidak sengaja berteleportasi ke tempat ini."Ling Wan berkata dengan wajah nampak canggung.


"Oh tidak mengapa bajingan pengintip ini begitu tampan." gumam gadis itu dalam hatinya.


"Ya, benar nona ini hanyalah kesalahpahaman belaka." Cao Yuan berkata sambil menghapus mimisan yang ada di sudut hidungnya.


"Ada apa dengan hidungmu, sial orang ini jelas mengintip kita." ucap seorang gadis yang nampak marah karena melihat Cao Yuan yang terlihat mimisan.


"Hais....Saudara Cao, kamu muncul di saat yang tidak tepat, mengapa kamu tidak menghapus wajah mesummu dulu sial." ucap Ling Wan dengan wajah nampak sedikit panik.


"Berhenti, berhenti, kalian kenakan dulu pakaian kalian, kalian ini benar-benar pelupa." ucap Cao Yuan dengan wajah konyol.


Ketiga gadis itu semakin marah dan merasa malu karena mendengar perkataan Cao Yuan.


"Ayolah ini hanya kesalahpahaman, jika kalian tidak percaya lihat ini." Ling Wan berkata sambil membelah ruang lalu berteleportasi sejauh seratus meter dari sisi kelompok gadis itu, kemudian terlihat muncul lagi di tempat asal mula ia berdiri tadi, kejadian itu terjadi terus berulang-ulang kali, ini adalah upaya Ling Wan meyakinkan para gadis.


"Apakah kalian mengerti, ini hanyalah sebuah kesalahpahaman." ucap Ling Wan sambil tersenyum.


"Baiklah, kami akan percaya padamu aneh mengapa kamu bisa melakukan teleportasi semacam ini, bukankah hal semacam ini benar-benar mustahil dilakukan? kamu tidak menipu kami bukan?." tanya seorang gadis pada Ling Wan.


"Aku tidak menipumu, ini murni hanyalah sebuah kesalahpahaman, kami secara tidak sengaja muncul di tempat ini, dan lalu melihat kalian yang sedang mandi di air terjun, lagipula aku bukanlah tipe orang mesum yang ada di dalam pikiran kalian, kemudian apakah semua ini sudah berakhir, jika begitu kami akan segera pergi." ucap Ling Wan sambil menangkupkan tangan, lalu berjalan berbalik pergi, Cao Yuan dan Fan Yi mengikuti dibelakangnya.


"Aneh mengapa aku merasa senang karena di intip oleh seorang pria setampan pria tadi!."


"Kamu, tidak boleh berkata seperti itu lagi tapi memang benar apa yang kamu katakan, pemuda berambut putih itu benar-benar terlalu tampan."


"Lupakan, ayo kita kembali!."


Ketiga gadis itu segera pergi meninggalkan lokasi tersebut, mereka semua segera melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


Disisi lain....


"Sialan... lemak bajingan ini semua karenamu, mengapa kamu kentut disaat momen seperti itu." ucap Fan Yi dengan wajah muak dengan Cao Yuan.


"Kau..., apakah kau masih tidak puas mengintip gadis-gadis itu, syukurnya ada boss, jika tidak berakhir sudah, terima kasih boss."


"Ya, tunggu sebentar ada suatu hal yang ingin kulakukan." ucap Ling Wan sambil tersenyum lalu kemudian ia segera duduk dan memejamkan matanya.


"Sistem berapa lama telur Naga Sejati akan menetas?." gumam Ling Wan di dalam hatinya.


[ Sistem : Diperlukan 5 miliar Poin Kebaikan/ Kebencian untuk menyimpulkan takdir, apakah tuan rumah menyimpulkan? ]


"Ya simpulkan."


[ Sistem : Diperkirakan telur Naga Sejati akan menetes dalam jangka waktu kurang lebih 14 hari lagi ]


"Ternyata begitu, aku tidak sabar menantikan menetasnya naga kecil ini."

__ADS_1


Bersambung........


Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...


__ADS_2