
Angin sepoi-sepoi berhembus membuat suasana terasa sangat sejuk, Ling Wan dan rekan-rekannya telah menetap disebuah desa kecil selama 14 hari belakangan ini, ia dan kedua rekannya telah banyak membantu penduduk-penduduk yang ada di desa ini, sehingga mereka bertiga nampak sangat dihormati dan disegani oleh para penduduk desa.
Terlihat ada sekelompok anak-anak yang sedang bermain tidak jauh dari sisi Cao Yuan dan Fan Yi, namun anehnya sosok Ling Wan tidak terlihat ada di tempat tersebut.
"Kakak Cao.. Kakak Cao.. dimana Kakak Ling? aku berniat memberikan hadiah ini kepada kalian bertiga." ucap seorang anak kecil yang mengenakan baju berwarna putih pada Cao Yuan.
"Boss Ling sedang melakukan suatu hal penting, ada apa adik kecil?." tanya Cao Yuan.
"Ini kak, ayahku membuatkan pahatan kecil ini untuk kalian semua." ucap anak itu sambil mengeluarkan tiga pahatan kayu kecil, pahatan kayu ini terlihat sangat mirip dengan sosok Cao Yuan, Fan Yi, dan Ling Wan.
"Wow sangat bagus, terima kasih atas hadiah pemberianmu adik kecil, nanti setelah boss Ling kembali, kakak akan memberikan pahatan ini padanya." ucap Cao Yuan sambil menerima ke tiga pahatan tersebut.
"Saudara Fan, ambil lah pahatan kayu ini kurasa akan sangat bagus jika pahatan kayu ini di gantung digagang pedangmu." ucap Cao Yuan sambil menyerahkan sebuah pahatan kayu pada Fan Yi.
"Terima kasih banyak adik kecil." ucap Fan Yi sambil menangkupkan tangan.
"Sama-sama kak, syukurlah jika kakak berdua menyukainya." ucap anak itu dengan wajah yang terlihat sangat senang.
Disisi lain...
Ling Wan sedang duduk di sebuah gua yang letaknya tidak diketahui pasti, ia terlihat memasang raut wajah serius sambil memandangi sebuah telur yang tidak jauh dari sisinya, kemudian suara retakan terdengar memecah kesunyian yang ada di gua tersebut, nampaknya telur Naga Sejati akan segera menetas.
KRAK... KRAK.. KRAK...
Cangkang telur itu perlahan terbuka kemudian tak lama berselang terlihat seekor Naga yang memiliki warna keemasan keluar dari cangkang telur.
Naga ini berukuran cukup besar, ia memiliki panjang kira-kira sekitar 8 meteran, walaupun naga ini baru saja menetes, ia nampak memiliki kebijaksaaan bawaan dan terlahir dengan ranah kultivasi tingkat Suci Beladiri, jadi bisa dibayangkan betapa menentang surganya Naga Kecil ini, disaat ras lain berlatih keras untuk mencapai Ranah Suci Beladiri, Naga Kecil ini lahir dengan ranah awal Suci Beladiri, dapat dipastikan sosoknya jelas akan mencapai puncak dunia bersama Ling Wan.
"Siapa kamu, apakah kamu adalah ibuku?." tanya Naga kecil itu pada Ling Wan yang sedang duduk tidak jauh dari sisinya.
"Aku bukan ibumu." jawab Ling Wan dengan jujur.
"Lalu dimana ibuku?." tanya Naga kecil itu lagi.
"Aku juga tidak tahu, aku menemukanmu di sebuah tepi sungai, jadi bagaimana bisa aku mengetahui siapa ibumu, kamu dapat memilih dua pilihan." ucap Ling Wan dengan wajah datar.
"Pilihan? apa itu?." tanya Naga kecil.
"Pertama jadilah adik angkatku dan mari kita bersama mencari orang tua kita masing-masing, lagipula aku juga terpisah dengan orang tuaku, kedua kamu dapat pergi dengan bebas mencari orang tuamu sendirian tanpa bantuan dariku." ucap Ling Wan dengan raut wajah nampak terlihat sedikit serius.
"Aku.. aku memilih untuk menjadi keluargamu, aku bersumpah akan menjadi adik yang baik dan selalu membantumu." ucap Naga kecil.
"Kemudian mulai sekarang namamu Ling Long Xiao, mari kita bersama-sama mencari orang tua kita." ucap Ling Wan sambil tersenyum.
"Baik kak, namaku mulai sekarang adalah Ling Long Xiao, kak siapa namamu?." tanya Naga kecil.
"Namaku Ling Wan, ah iya ambil darah ini." ucap Ling Wan sambil menggigit jarinya, lalu terlihat beberapa tetes darah berwarna keemasan melayang di udara.
Darah itu segera menuju ke arah Long Xiao, kemudian Long Xiao tanpa ragu-ragu menelan darah tersebut, segera peningkatan ranah kultivasi secara gila-gilaan terjadi!.
Suci Beladiri Tingkat 2!
Suci Beladiri Tingkat 3!
Suci Beladiri Tingkat 4!
Suci Beladiri Tingkat 5!
Suci Beladiri Tingkat 6!
Suci Beladiri Tingkat 7!
Suci Beladiri Tingkat 8!
Suci Beladiri Tingkat 9!
Pembentukan Tulang Dewa Tingkat 1!
Pembentukan Tulang Dewa Tingkat 2!
Pembentukan Tulang Dewa Tingkat 3!
Pembentukan Tulang Dewa Tingkat 4!
Dan berhenti di Ranah Pembentukan Tulang Dewa Tingkat 5 Puncak!
(Tingkatan Ranah Kultivasi - Pembentukan Tulang, Pembentukan Daging, Ahli Beladiri, Master Beladiri, Guru Beladiri, Leluhur Beladiri, Raja Beladiri, Kaisar Beladiri, Suci Beladiri, Pembentukan Tulang Dewa, Pembentukan Fisik Dewa, Roh Dewa, Yang Mulia Dunia, Guru Tertinggi Dunia, Dewa Sejati Yang Abadi, Berdaulat, Tuan Alam Semesta, Leluhur Tertinggi Alam Semesta.)
"Kak.. aku merasa semakin kuat, terima kasih kak, terima kasih kak." ucap Long Xiao sambil berputar-putar melingkari Ling Wan, ia terlihat seperti seorang anak yang merasa senang karena mendapatkan sebuah mainan.
"Haha.. sama-sama, kemudian ayo kita pergi dari tempat ini." ucap Ling Wan sambil membelah ruang, ia berniat untuk pergi ke tempat dimana Cao Yuan dan Fan Yi berada.
"Baik kak." ucap Long Xiao.
Kembali ke sisi Cao Yuan dan Fan Yi mereka berdua terlihat berbincang riang bersama sekelompok anak, lalu tak lama bersalang sebuah retakan ruang muncul tidak jauh dari sisi tempat mereka berada, kemudian terlihat Ling Wan dan Long Xiao yang keluar dari retakan ruang tersebut.
Entah itu anak-anak, penduduk desa, Cao Yuan dan Fan Yi, mereka semua nampak memasang raut wajah takjub dan kagum karena mereka melihat sosok Naga Sejati yang melayang tidak jauh dibelakang punggung Ling Wan.
"Boss, apakah naga itu adalah telur yang kita temukan waktu itu?." tanya Cao Yuan dengan wajah takjub.
Belum sempat Ling Wan menjawab pertanyaan dari Cao Yuan, terdengar suara anak kecil yang menjawab pertanyaan dari Cao Yuan, suara ini adalah suara dari Long Xiao.
"Benar kak itu aku, terima kasih selama beberapa bulan ini telah menjagaku, Ling Long Xiao, menyapa kedua kakak laki-laki." ucap Ling Long Xiao dengan nada hormat, ini karena ia merasakan sebuah Qi yang terbilang akrab, walaupun ia di dalam telur saat ditemukan oleh kelompok Ling Wan, ia masih dapat merasakan perasaan akrab samar dari sosok Cao Yuan dan Fan Yi.
"Hmm.. adik naga kecil sudah bisa berbicara walaupun berumur sangat muda, dan juga sudah bisa semenakjubkan ini di usia yang terbilang sangat muda, kamu memang layak menjadi anggota keluarga boss." ucap Cao Yuan dengan wajah takjub akan kebijaksaan yang dimiliki Ras Naga Sejati.
"Ling Long Xiao? nama yang bagus, ah iya adik laki-laki, perkenalkan namaku Fan Yi, dan nama kakak gemukmu ini adalah Cao Yuan, kamu dapat memanggil kami dengan panggilan Kakak Fan dan Kakak Cao." ucap Fan Yi sambil tersenyum.
"Baik kak." ucap Long Xiao dengan nada malu-malu, ia merasa malu karena mendapat pujian dari Cao Yuan dan Fan Yi.
"Wow.. kakak Ling, apakah naga itu adalah naga yang ada dalam legenda? hallo saudara Naga apakah aku boleh berteman denganmu?." seorang anak berkata dengan wajah takjub, terlihat matanya dipenuhi dengan binar.
"Ya, Long Xiao, kamu dapat bermain dengan mereka, kupikir umur mereka tidak jauh berbeda denganmu, tunggu kamu mencapai Ranah Roh Dewa, kamu dapat merubah bentuk manusia sama seperti kami." ucap Ling Wan pada Long Xiao yang sedang melayang dibelakang punggungnya.
"Baik kakak, bagus saya memiliki seorang teman, hallo semuanya ayo kita bermain bersama." ucap Long Xiao.
Long Xiao terlihat sangat senang dan bersemangat, walaupun ia memiliki kebijaksaan bawaan, ia juga bisa dibilang seorang anak kecil yang memiliki banyak rasa penasaran tentang banyak hal yang ada di dunia, jadi bagaimana bisa ia tidak merasa senang karena menemui suatu pengalaman baru, dan lagipula anak-anak itupun tidak menolak untuk diajak bermain oleh Long Xiao, mereka semua nampak bermain bersama dengan sangat riang, Long Xiao mengajak anak-anak itu terbang menaikinya, anak-anak nampak sangat gembira karena dapat terbang bersama saudara baru mereka.
9 bulan kemudian....
Ling Wan dan rekan-rekannya telah mengunjungi seluruh tempat yang ada di benua Jian Dao, Long Xiao juga tumbuh semakin besar, kini ia memiliki panjang sekitar kurang lebih 45 meter dengan lebar badan sekitar 5 meteran, jadi bisa dibilang sosoknya cukup besar dan lumayan menarik perhatian banyak orang.
Dikarenakan sudah tidak ada lagi tempat di benua ini yang belum dikunjungi oleh mereka berempat, Ling Wan segera mengantar ke dua rekannya ke sekte tempat biasanya mereka berlatih, sekte ini memiliki nama Sekte Gunung Abadi.
"Boss, didepan adalah sekte kami." ucap Cao Yuan sambil menunjuk sebuah gunung besar yang terlihat memiliki ratusan ribu anak tangga.
"Benarkah?, kemudian ayo kita memasuki sekte kalian." ucap Ling Wan sambil tersenyum pada Cao Yuan dan Fan Yi.
"Baik bos." ucap Cao Yuan.
Mereka bertiga segera memasuki sekte dengan cara menunggangi punggung Long Xiao, sehingga mereka bertiga tidak perlu menaiki tangga yang ada di sekte tersebut.
"Siapakah senior terhormat yang datang mengunjungi sekte Gunung Abadiku." ucap seorang pria paruh baya di ujung tangga anak tangga sekte tersebut, ia nampak memasang raut wajah yang terlihat sangat serius.
"Ketua sekte, apakah anda melupakan pria tampan ini." ucap Cao Yuan dengan wajah nampak sangat percaya diri.
"Ka.. kamu...Cao Yuan, kultivasimu, aneh mengapa kultivasimu meningkat begitu banyak, kamu sekarang berada di ranah Suci Beladiri tingkat 3?, ini bagaimana bisa kamu meningkat sebanyak ini? tu...tu... tunggu peningkatan ranah kultivasi Fan Yi bahkan lebih mengerikan darimu, apa yang sebenarnya terjadi disini?." ucap pria paruh baya itu dengan wajah nampak kebingungan.
"Ini semua berkat bantuan dari saudara laki-laki Ling, ketua perkenalkan ini adalah teman baru kami, namanya Ling Tian." ucap Fan Yi sambil menangkupkan tangan.
"Ling Tian, menyapa senior." ucap Ling Wan sambil menangkupkan tangan.
"Li.. Lin... Ling.... Tian." ucap pria paruh baya itu dengan terbata-bata, ia nampak dipenuhi ketakutan.
Cao Yuan dan Fan Yi segera menjelaskan banyak hal untuk mencoba menenangkan ketua sekte mereka, dilain sisi Ling Wan dan Long Xiao hanya diam saja, mereka berdua sudah terlalu sering melihat hal yang serupa selama beberapa bulan belakangan ini, entah itu terpana dengan nama Ling Wan atau terpana karena melihat sosok Naga Sejati.
Ketua Sekte Gunung Abadi yang sudah mulai tenang segera mengajak Ling Wan untuk memasuki sektenya, ia juga memanggil seluruh anggota sekte Gunung Abadi untuk segera berkumpul dan menyapa Ling Wan.
"Lihat itu kakak senior Cao, ia sedang bersama dengan seorang Penguasa suatu Semesta."
"Begitu tampan, aku tidak pernah melihat sosok yang melebihi ketampanan senior itu."
__ADS_1
"Na.. Naga Sejati, lihat Naga itu!, ia terlihat nampak sangat agung dan mendominasi!."
"Ini adalah suatu kebanggaan sekte kita karena telah dikunjungi oleh seorang ahli tingkat ini."
Banyak suara terdengar di telinga Ling Wan, ia hanya bisa tersenyum pada banyak orang, disisi lain Long Xiao merasa malu karena telah dipuji oleh banyak orang, mau bagaimanapun juga Long Xiao hanyalah seorang anak yang bahkan belum beumur 1 tahun.
Setelah itu Ling Wan mulai berbincang dengan banyak orang dari sekte Gunung Abadi, ia sangat ramah dan selalu menjawab banyak pertanyaan dari anggota-anggota sekte Gunung Abadi, ini semua semakin membuat kagum banyak anggota sekte Gunung Abadi, orang ini jelaslah sangat kuat, namun ia bahkan tidaklah sombong dan arogan, sosok semacam ini sudah layaknya seorang Dewa Peri, bagaimana bisa tidak dibandingkan dengan Peri, wajahnya yang begitu tampan, pedangnya yang tak tertandingi dan hatinya yang dipenuhi dengan kerendahan hati, jika bukan Dewa Peri, lalu apa yang dapat menggambarkan sosok sebuah pribadi semacam ini?
9 jam kemudian....
Ling Wan merasa sudah waktunya untuk pergi dan menjelajahi benua selanjutnya namun belum sempat ia pergi meninggalkan sekte tersebut, presepsi mentalnya menyentuh suatu kelompok ahli yang terbilang sangat kuat, Ling Wan bahkan tidak dapat melihat tingkat kultivasi dari beberapa orang yang ada di dalam kelompok ini, jadi dapat dipastikan kelompok ini memiliki ahli yang lebih kuat dari tingkat Kultivasi Ling Wan.
"Sistem buka panel dari 12 orang kuat yang berjarak sekitar 7.000 kilometer arah timur dari tempat ini."
[ Sistem : Diperlukan 200 Miliar Poin Kebaikan/Kebencian untuk membuka panel, apakah tuan rumah membuka panel? ]
"Ya."
[ Dinggggggggggggggggg ]
[ Sistem : Panel Proferti Berhasil Di Buka!]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Fang Ying ]
[ Umur : 24.741 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Kaisar ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 7]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Fang Xun ]
[ Umur : 19.211 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Kaisar ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 6]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Fang Muling ]
[ Umur : 14.741 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Kaisar ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 5 ]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Liu Chen ]
[ Umur : 3.259 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Merak Ilahi ]
[ Kultivasi : Ranah Dewa Sejati Tingkat 1 ]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Liu Wuying ]
[ Umur : 5.009 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Merak Ilahi ]
[ Kultivasi : Ranah Dewa Sejati Tingkat 2 ]
[ Panel Proferti ]
[ Umur : 7.102 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Merak Ilahi ]
[ Kultivasi : Ranah Dewa Sejati Tingkat 2 ]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Tao Guangyu ]
[ Umur : 11.741 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Tao Tie ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 3 ]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Tao Haoran ]
[ Umur : 12.179 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Tao Tie ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 4 ]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Tao Li ]
[ Umur : 17.024 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Tao Tie ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 5 ]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Sun Qiu ]
[ Umur : 14.741 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Kera Surgawi ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 4 ]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Sun Xiang ]
[ Umur : 16.092 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Kera Surgawi ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 5 ]
[ Panel Proferti ]
[ Nama : Sun Yang ]
[ Umur : 14.741 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Kera Surgawi ]
[ Kultivasi : Dewa Sejati Tingkat 5 ]
"Hmmm empat orang penguasa itu sebenarnya berani mengirimkan 12 Dewa Sejati untuk membunuhku!, mengapa mereka tidak datang sendiri? hah mereka semua hanyalah sekelompok orang tua pengecut!." ucap Ling Wan dengan wajah nampak sangat dingin.
__ADS_1
"Ada apa kak?." tanya Long Xiao.
"Ya boss, ada apa denganmu?." tanya Cao Yuan.
"Tidak apa-apa, hanya saja ada dua belas orang ahli tingkat Dewa Sejati yang mengarah kemari, sepertinya mereka semua berniat mengepung dan membunuhku, diperkirakan mereka semua akan tiba dalam beberapa menit lagi." jawab Ling Wan dengan raut wajah nampak serius.
Dua Belas Dewa Sejati ?
Seluruh orang yang mendengar perkataan dari Ling Wan segera menggigil dan merasa ketakutan, ini karena perlu diketahui satu orang ahli tingkat dewa sejati saja sudah cukup untuk meratakan sekte ini, lalu bagaimana bisa mereka berpikir tentang dua belas ahli tingkat dewa sejati menyerang sekte mereka, ini adalah sebuah bencana besar dan jelas kematian!
"Semuanya tenang saja kalian semua tidak akan terlibat dalam masalah ini, aku akan pergi dari tempat ini dan membunuh mereka semua, terima kasih atas keramahan Sekte Gunung Abadi, Cao Yuan, Fan Yi, terima kasih karena telah menemani perjalananku selama ini, kemudian aku akan mendatangi sekelompok pengecut itu! ." ucap Ling Wan dengan wajah dingin kemudian mulai menapaki udara, belum sempat mereka semua membalas perkataan Ling Wan, suara Ling Wan bergema dan terdengar beberapa kali di telinga mereka.
"Mahkota Sejati Penguasa Abadi."
"Cakram Suci Penguasa Bintang."
"Pedang Hitam Penghancur Ribuan Alam Semesta."
"Sembilan Pedang Utama Bersiap Bertempur!."
"Pedangku Tidaklah Memiliki Akhir Semuanya Menuju Suatu Kekuatan Tanpa Batas, Jalan Pedang Tak Terbatas!."
"Segala Kehidupan Bantu Aku Bersiap Bertarung Melawan Musuh-Musuhku, Kitab Suci Kesunyian Kaisar!."
"Prinsip Pedang Tidak Lain Adalah Membunuh Siapapun Yang Tidak Sejalan Denganku, Kitab Suci Kaisar Pedang!."
"Pedangku Tidak Pernah Terhenti Dan Selalu Mengalir Layaknya Air, Kitab Suci Sungai Pedang!."
"Aturan Hukum Kekerasan : (Kekerasan Penghancur Dunia)."
"Aturan Hukum Pertempuran :(Semangat Juang Membawa Kemenangan)."
"Aturan Hukum Pembunuhan :(Niat Membunuh Tertinggi)."
"Aturan Hukum Angin : (Hembusan Angin)."
"Aturan Hukum Dunia : (Penyatuan Semesta)."
"Aturan Hukum Emas: (Asal Emas)."
"Aturan Hukum Api: (Asal Api)."
"Aturan Hukum Kehidupan : (Asal Kehidupan)."
"Aturan Hukum Kematian : (Kematian Pemutus Takdir)."
"Aturan Hukum Air : (Asal Air)."
"Aturan Hukum Kayu : (Asal Kayu)."
"Aturan Hukum Tanah : (Asal Tanah)."
"Aturan Hukum Cahaya : (Asal Cahaya)."
"Aturan Hukum Gelap : (Asal Kegelapan)."
"Aturan Hukum Bintang : (Gemerlap Bintang)."
"Aturan Hukum Petir : (Asal Petir)."
"Aturan Hukum Gravitasi : (Asal Gravitasi)."
"Tujuh Belas Aturan Hukum Bergabung Dan Perkuat Kekuatanku."
Suara dingin Ling Wan terdengar di telinga banyak orang, diiringi dengan peningkatan ranah kultivasinya!
Eternal True God Tingkat 3!
Eternal True God Tingkat 4!
Eternal True God Tingkat 5!
Eternal True God Tingkat 6 Puncak!
Walaupun peningkatan ranah kultivasi Ling Wan hanya meningkat hingga Dewa Sejati Tingkat 6 puncak, namun jangan salah kekuatan tempur Ling Wan mungkin bisa dibilang Tak Terkalahkan diranah yang sama, perlu diketahui tidak ada orang yang dapat memahami lebih dari 5 hukum aturan, mungkin jika itu di Dunia Asal Tertinggi memang ada orang yang dapat menguasai lebih dari 5 hukum aturan, namun paling banyak seseorang hanya dapat menguasai 10 hukum aturan itupun tidak lebih dan kurang dari 10 hukum aturan, jika seseorang mampu mencapai pemahaman 10 hukum aturan, ia mungkin akan menjadi suatu eksistensi yang bisa dibilang legenda/Ahli Tak Terukur, jadi bisa dibayangkan betapa menentang surganya pemahaman aturan yang dimiliki sosok Ling Wan.
HONG.... HONGG... HONGG.....
Sebuah aura mendominasi menyebar ke segala arah, Cao Yuan dan banyak orang melihat sosok Ling Wan yang terlihat memancarkan aura berwarna keemasan yang memancarkan aura menindas, ini semua adalah pertama kalinya mereka melihat seseorang yang memancarkan aura yang begitu menakutkan, entah itu aura tentang Niat Pedang, Aura Kekerasan, Niat Membunuh, sosok Ling Wan bisa dibilang sudah diluar pemikiran banyak orang, mereka semua hanya merasa ngeri jika membayangkan betapa bodohnya orang yang mencoba memusuhi seseorang yang semengerikan ini.
"Semuanya aku akan pergi, Long Xiao ayo kita pergi." ucap Ling Wan pada Long Xiao yang tidak jauh dari sisinya kemudian Ling Wan mulai membelah ruang, ia berniat untuk mendatangi ke 12 Dewa Sejati tersebut.
"Baik kak, selamat tinggal kakak Cao dan kakak Fan." ucap Ling Long Xiao pada Cao Yuan dan Fan Yi.
"Selamat tinggal bos, selamat tinggal adik Long, aku yakin bahwa boss pasti menang melawan para bajingan itu." ucap Cao Yuan sambil memasang wajah terlihat marah.
"Benar, aku yakin bos pasti menang, boss sampai jumpa lagi, jika kelak mengunjungi benua ini jangan lupa untuk memanggil kami." ucap Fan Yi sambil menangkupkan tangan ke arah sosok Ling Wan yang terlihat berdiri di ketinggian udara.
"Hahaha... tentu saja, baiklah jika ada takdir mari bertemu lagi." ucap Ling Wan sambil tersenyum pada banyak orang, lalu ia berjalan memasuki retakan ruang.
Banyak pasang mata yang memandangi punggung pemuda dengan seekor naga yang terlihat memasuki retakan ruang tersebut, mereka semua bertanya didalam hati mereka, apakah senior itu ingin mendatangi ke 12 Dewa Sejati? betapa beraninya, ia bahkan tidaklah getar walaupun menghadapi 12 musuh ahli tingkat Dewa Sejati!, sosok semacam ini benar-benar menggambarkan suatu eksistensi Ahli Tak Tertandingi.
Disisi lain....
Terlihat Ling Wan telah berteleportasi ke tempat yang berdetakan dengan posisi dimana 12 Dewa itu berada, mereka hanya memiliki jarak 2 kilometer jauhnya dari posisi dimana Ling Wan berada saat ini.
"Yooo... ke empat penguasa itu mengirim 12 Dewa Sejati untuk mencoba meregangkan otot tuan muda ini, sangat bagus, tuan muda ini sudah cukup bosan karena telah lama tidak bertarung!." suara Ling Wan bergema ke seluruh penjuru yang ada di Semesta Tong Xuan.
"Ling Tian, hari ini kami dua belas dewa akan mencabik-cabikmu sehingga kamu menyesal dilahirkan di dunia ini!."
"Benar, berani-beraninya ia menyinggung empat penguasa semesta kita!."
"Ya, dikatakan ia bahkan berani membunuh dan memakan 3 tetua dari klan Liu kami, hari ini aku mewakili klan Liu akan membalas dendam darah ini Ling Tian aku akan membunuh dan memakan dagingmu!."
"Iblis selesailah kamu, bahkan jika surga menolongmu itu tetap tidak akan berguna."
"Hari ini klan Fang kami akan membunuh iblis keji ini."
"Jangan lupakan klan Tao kami."
"Apakah kalian melupakan kami, klan Sun kami adalah orang pertama yang akan membunuh iblis keji itu."
Suara arogan dari 12 Dewa Sejati bergema di seluruh penjuru alam semesta Tong Xuan, ini semua menyebabkan kegemparan di berbagai tempat yang ada di semesta ini, mereka bertanya-tanya, apakah suatu perang antar penguasa akan terjadi lagi?, dilain sisi Ling Wan hanya tertawa mendengar ejekan dari orang-orang itu.
"Apakah kalian sudah selesai menggonggong? tuan muda ini menunggu di 2 kilometer arah timur dari sisi kalian, mungkin kalian juga tahu tuan muda ini sedang minum anggur ditempat ini, lalu mengapa kedua belas sampah ini tidak mendatangiku, ah benar.. aku lupa mereka semua hanyalah sekumpulan pengecut yang dipenuhi rasa takut, bahkan patriak klan mereka sendiri, tidak berani datang turun tangan sendiri, jadi jelas kalian juga memiliki sikap pengecut yang sama, tuan muda ini kagum akan tempramen klan-klan kalian." suara mengejek Ling Wan bergema ke segala arah.
Sangat dekat? mengapa dua belas orang itu masih ragu? dan lagipula senior itu bahkan berani menghina mereka semua walaupun lokasi mereka sangat berdekatan? Kepercayaan diri macam apa ini? orang-orang dari alam semesta Tong Xuan dipenuhi dengan banyak pertanyaan di dalam hati mereka.
"Akhhhhhh.... Ling Tian, Aku Akan Membunuhmu!!."
"Cepat ayo kita pergi ke tempat dimana iblis keji itu berada!!."
"Ya, ayo buru dan bunuh iblis keji!."
"Aku sudah cukup muak dengan tingkah iblis keji ini!."
"Ling Tian, jika aku tidak membunuhmu aku tidak layak menjadi seorang pria yang memiliki marga Fang!."
"Ling Tian, percaya atau tidak aku akan menyiksa dan merobek-robek dagingmu!."
"Bajingan ini, bahkan diakhir hidupnya ia masihlah sangat bodoh hingga akhir!."
Terdengar banyak suara mencemooh dari dua belas Dewa Sejati, kedua belas orang ini benar benar marah karena mendengar perkataan Ling Wan, sehingga mereka semua bergegas ke tempat di mana Ling Wan berada.
Beberapa saat kemudian....
Terlihat dua belas orang nampak berdiri di udara yang tidak jauh dari sisi dimana Ling Wan berada, mereka semua nampak memasang raut wajah penuh amarah dan penuh kebencian pada Ling Wan.
"Yooo.... para kecoa sudah tiba untuk memijat tuan muda ini?." ucap Ling Wan sambil tersenyum.
Bersambung........
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Kalian Memiliki Poin Berlebih...