
Beberapa hari kemudian...
Ling Wan akhirnya mulai mendapatkan banyak informasi, benua ini disebut Benua Weixin, benua yang di dominasi oleh 12 sekte besar yang mana sekte ini terbagi menjadi dua jalur yaitu kejahatan dan kebenaran. Selama beberapa hari ini Ling Wan telah memusnahkan banyak kelompok bandit serta beberapa orang jahat lainnya, hal ini cukup untuk membuat seluruh benua menjadi gempar dan ketakutan.
Di sisi lain, Ling Wan nampak sedang duduk memancing di sebuah sungai, ia memancing sambil di temani sebuah kendi anggur, jika orang melihat sisi Ling Wan mereka semua akan tercengang bagaimana bisa tidak tercengang, ini karena terlihat di sisi Ling Wan ada ratusan ikan besar yang nampak menumpuk.
“Hahaha andai saja di bumi aku punya harta berharga seperti ini, aku pasti sudah kaya meski hanya berprofesi sebagai pemancing.” kata Ling Wan dengan wajah aneh.
"Sangat sepi, sepertinya aku harus mengajak Long Xiao menemaniku bicara." kata Ling Wan dengan wajah datar.
Tidak lama kemudian, seekor naga emas muncul dengan cara yang sangat aneh. Naga ini memiliki panjang sekitar 70 meter, sehingga bisa dikatakan cukup besar dan mampu menarik perhatian banyak orang.
"Kakak, apa yang kamu lakukan?" Long Xiao bertanya dengan nada yang sangat ingin tahu.
"Ini namanya memancing, biasanya manusia melakukan ini untuk mencari ikan." jawab Ling Wan sambil tersenyum ramah, lagipula Long Xiao hanyalah seekor naga yang belum genap berusia satu tahun, jadi bisa dikatakan ia memiliki rasa ingin tahu yang sama dengan anak kecil pada umumnya.
"Begitukah, setelah aku mendapatkan tubuh manusiaku nanti, aku ingin menemani kakak memancing bersama dan berjalan melintasi banyak alam semesta." kata Long Xiao dengan nada bersemangat.
KRESEK... KRESEK...
Ling Wan dan Long Xiao yang sedang asyik berbicara langsung melihat ke arah semak-semak, lalu melihat seorang anak kecil keluar dari semak-semak, anak ini terlihat sangat lusuh dan menyedihkan, anak ini perlahan mulai melihat ke arah dimana Ling Wan dan Long Xiao berada, seketika anak ini diliputi ketakutan karena melihat seekor naga yang sangat besar.
"Tu..tuan..naga maafkan aku karena mengganggumu." kata bocah itu sambil berlutut ketakutan.
Long Xiao hanya bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, "Ada apa dengannya?"
Ling Wan tersenyum sambil mengangkat kaki anak yang sedang bersujud itu dengan menggunakan Qi Spiritualnya.
"Kamu tidak perlu takut, perkenalkan ini adik laki-lakiku, ia bernama Ling Long Xiao, meskipun dia memiliki tubuh yang cukup besar dia juga seorang anak kecil sama sepertimu. Kupikir kalian berdua lahir di generasi yang sama jadi kenapa takut, kalian bisa menjadi teman bukankah begitu adik Long?." kata Ling Wan sambil tersenyum.
"Ya benar apa yang dikatakan kakak, teman kenapa kamu takut padaku padahal aku tidak jahat, ngomong-ngomong kalau boleh tau siapa namamu?." kata Long Xiao dengan nada ramah.
Anak kecil itu terdiam dan masih ketakutan. Ling Wan segera mulai menenangkan anak itu. Setelah tenang, anak mulai bisa berbicara dengan lancar.
"Namaku Fei Fei salam kenal kedua tuan." kata anak itu dengan nada yang sangat hati-hati karena takut membuat marah Ling Wan dan Long Xiao.
"Teman, kamu bisa memanggilku saudara Long, kamu juga bisa memanggil kakakku dengan panggilan kakak Ling." kata Long Xiao dengan nada sangat ramah.
"Tuan, saya hanya seorang gelandangan rendahan, bagaimana saya bisa begitu lancang memanggil dua tuan dengan nama panggilan seperti itu, saya tidak berani." kata anak laki-laki itu sambil menunduk sedih.
"Jangan seperti itu adik kecil, anggap saja kami sama sepertimu, jangan bersikap sopan lagi, aku tidak nyaman dengan ini." kata Ling Wan dengan wajah serius.
"Baik tuan, baik tuan, saya akan menuruti perintah anda." kata anak itu dengan wajah yang terlihat ketakutan.
"Hais lupakan... adik Long bawa ia membeli baju dan hal apa pun yang ia inginkan, adik Fei kemari ambil uang ini kamu dapat membeli barang apa pun yang kamu inginkan, jangan menolaknya jika kamu tidak ingin aku marah." kata Ling Wan dengan nada ketus, ini dilakukan agar anak ini mau menerima hadiah yang dia berikan, meskipun ini terdengar kasar, tapi ini adalah kekasaran yang dimaksudkan untuk tujuan yang baik.
"Ya saudara Fei, ambil saja uangnya, aku akan menemanimu pergi ke kota untuk berbelanja, kamu bisa naik di punggungku." kata Long Xiao, suaranya terdengar sangat ramah dan baik hati.
Anak kecil itu pun akhirnya mau menerima pemberian Ling Wan, ini karena ia takut akan membuat marah kedua sosok di depannya, walaupun sebenarnya ia sadar orang di depannya bertingkah seperti ini hanya karena untuk membantu dan kasihan padanya.
10 menit kemudian....
ROARRRRRRR......
Suara Long Xiao bergema di seluruh kota yang tidak diketahui namanya, banyak orang bisa melihat di punggung naga itu ada seorang anak berpakaian lusuh yang tampak memasang ekspresi panik.
__ADS_1
"Saudara Fei, ayo kita turun dan membeli banyak hal." kata Long Xiao dengan nada nampak bersemangat.
"Baik Tuan Naga." kata anak laki-laki itu dengan wajah pucat karena takut ketinggian.
"Teman kenapa kamu selalu seperti ini panggil aku saudara Long, aku akan merasa sedih jika kamu terus seperti ini, apakah kamu melakukan ini karena kamu tidak ingin berteman denganku?" kata Long Xiao dengan nada sedih.
"Tidak, bukan begitu, aku hanya..aku hanya.. baiklah aku akan dengan lancang memanggilmu, saudara Long." kata anak itu sambil memasang raut wajah serius.
"Bagus, kamu dapat membeli baju dulu aku akan menunggumu disini!." kata Long Xiao dengan nada nampak sangat senang.
Di sisi lain...
Nampak penduduk kota itu terlihat ketakutan, mereka semua benar-benar ngeri melihat naga sejati legendaris yang hanya muncul dalam legenda ada di kota mereka.
"Lihat naga itu nampak menemani seorang anak, siapa anak itu?" kata seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah berwarna putih dengan wajah bingung.
"Mengapa anak kecil itu terlihat seperti gelandangan." kata seorang pemuda dengan wajah aneh.
"Hussss... diam apakah kamu ingin di makan oleh naga itu." kata seorang lelaki tua menegur perkataan pemuda itu.
"Itu benar, jangan terlalu banyak mengomentari hal-hal yang seharusnya tidak kamu diskusikan." kata seorang wanita tua menegur pemuda itu.
Banyak percakapan terdengar di seluruh penjuru kota, mereka semua berbicara tentang perasaan mereka satu sama lain, kemudian terdengar suara arogan yang memecahkan banyak bisikan penduduk kota.
"Hahaha.. naga sejati? bagus ini sangat bagus, sangat layak untuk menjadi tunggangan Yang Mulia ini!." kata seorang lelaki tua berjubah hitam, lelaki tua ini terlihat sangat sombong dan penuh dengan kejahatan.
"Hmm ada apa denganmu?." tanya Long Xiao dengan wajah bingung karena dia melihat orang asing berjalan ke arahnya.
"Kamu binatang bersujudlah." kata lelaki tua itu sambil melepaskan tekanan Qi-nya.
"Benar apa yang dikatakan kakak, manusia adalah makhluk keji yang penuh dengan kejahatan, aku bahkan tidak mengenal dan mengganggunya tapi kenapa dia menyerang dan menggangguku." kata Long Xiao dengan sedih karena tidak bisa bergerak, orang yang melakukan penindasan ini adalah seorang ahli roh dewa tingkat 4 jadi bagaimana Long Xiao bisa melawan?
(Tingkatan Ranah Kultivasi - Pembentukan Tulang, Pembentukan Daging, Ahli Beladiri, Master Beladiri, Guru Beladiri, Leluhur Beladiri, Raja Beladiri, Kaisar Beladiri, Suci Beladiri, Pembentukan Tulang Dewa (Ranah Long Xiao) Pembentukan Fisik Dewa, Roh Dewa (Ranah Musuhnya) , Yang Mulia Dunia, Guru Tertinggi Dunia, Dewa Sejati Yang Abadi, Berdaulat, Tuan Alam Semesta, Leluhur Tertinggi Alam Semesta.)
"Haha patuhlah dan jadilah hewan peliharaan Yang Mulia ini." kata lelaki tua itu dengan wajah yang terlihat sangat gembira karena telah melumpuhkan seekor naga.
"Berhenti, kamu tidak bisa menyakiti saudara nagaku!" kata Fei Fei sambil melindungi Long Xiao, dia sama sekali tidak terlihat takut, dan tampak sangat marah karena melihat seseorang yang sangat baik padanya disakiti oleh seseorang yang tidak mereka kenal.
"Bocah gelandangan berisik!." kata pak tua itu sambil menyerang ke arah Fei Fei.
BOMM...
Mata Long Xiao memerah karena melihat Fei Fei terbanting ke dinding dan terbaring tak bergerak, sepertinya anak kecil itu telah mati karena terkena serangan dari seorang ahli tingkat Roh Dewa, bagaimana mungkin dia tidak mati, anak kecil itu bahkan tidak memiliki tingkat budidaya kultivasi.
"Kamu orang jahat, aku benar-benar marah, jika aku tidak mati hari ini aku bersumpah akan membunuh seluruh keluargamu!." suara marah Ling Xiao bergema di telinga banyak orang, disertai raungan petir menggelegar yang menandakan bahwa sumpah itu nyata dan dipenuhi dengan kesungguhan hati.
"Hahaha...menyedihkan bagaimana mungkin kamu berpikir bahwa kamu memiliki kesempatan, aku akan menyiksamu sampai kamu menyerah dan menjadi tungganganku." kata lelaki tua itu sambil berjalan menuju Long Xiao.
1 jam kemudian..
Ling Wan yang sedang fokus memancing mulai memasang ekspresi serius saat mengetahui bahwa kedua adiknya belum kembali.
"Mengapa mereka berdua begitu lama, apakah sesuatu terjadi pada mereka?" Kata Ling Wan sambil menyebarkan persepsi mentalnya, segera dia menemukan mayat Fei Fei yang tampaknya terbaring di kota yang tidak dikenal, tetapi dia tidak melihat sosok Long Xiao.
Ling Wan dengan panik mulai berteleportasi ke tempat tubuh Fei Fei berada, ketika dia sampai di sana Ling Wan mulai mengambil tubuh Fei Fei dan mengabaikan banyak tatapan yang tertuju padanya.
__ADS_1
"Hukum Kehidupan: Penyembuhan." kata Ling Wan sambil meletakkan tangannya di dada Fei Fei.
15 menit kemudian....
Ling Wan telah menggunakan Hukum Kehidupan ribuan kali untuk mencoba menghidupkan kembali anak itu tetapi sia-sia, lalu Ling Wan yang terlihat sangat marah teringat sesuatu dan memutuskan untuk bertanya pada sistem.
"Sistem apakah ada cara untuk menghidupkan kembali anak ini?"
[ Sistem : [ Pil Reinkarnasi Enam Jalur Ekstrim Dao Origin ] (Pil ini dapat menghidupkan kembali seseorang yang telah meninggal selama dia tidak mati lebih dari 12 jam. Pil ini memiliki fungsi lain yaitu membersihkan seluruh tubuh, meningkatkan bakat, meningkatkan persepsi, meningkatkan pemahaman dan banyak hal lainnya.) (Pill Tingkat Tak Terukur), pembelian memakan semua poin kebaikan dan kebencian yang dimiliki tuan rumah, apakah tuan rumah masih ingin membeli? ]
"Hmm tak terukur, dan memakan semua poinku?, lupakan saja... jika aku bahkan menyebabkan nasib tragis seorang anak yang menyedihkan, lalu untuk apa aku menjadi kuat, itu semua tidak ada gunanya, aku bukan seseorang yang tidak tahu diri, lagipula ini salahku karena menyuruh mereka berdua pergi ke kota ini, sistem aku membeli pilnya!." kata Ling Wan dengan wajah yang masih sangat marah.
Beberapa menit kemudian...
[ Sistem : Selamat pembelian telah berhasil dilakukan! ]
Suara sistem terdengar disertai dengan celah ruang tidak jauh dari sisi Ling Wan, kemudian pil emas dengan enam garis aneh keluar dari celah ruang, pil ini memancarkan aura yang mendominasi, terlihat bahwa ruang tampak bergolak hanya karena sedikit aura merembes dari pil ini.
Ling Wan kemudian mulai memasukkan pil itu ke mulut Fei Fei, dia tidak ragu sedikit pun, meskipun pil ini bisa dibilang adalah hal paling berharga yang pernah ditemui Ling Wan selama kehidupan transmigrasinya.
5 menit kemudian...
Terlihat sebuah petir merah nampak berkumpul, hal ini di sebabkan oleh pill menentang surga yang baru saja Ling Wan masukan ke dalam mulut Fei Fei.
"Surga, jangan membuatku kesal dan murka, bahkan jika itu surga, aku akan membelahmu menjadi dua." kata Ling Wan sambil mengaktifkan semua kekuatan magisnya, ini karena dia melihat bahwa petir kali ini benar-benar berbeda dari yang dulu ketika Ling Wan menyelamatkan Zhu Xianyun.
Ling Wan tampak berdiri di udara di belakangnya ada sembilan pedang terbang, ia memegang pedang hitam yang terlihat sangat mendominasi.
Banyak orang di kota itu memandangi sosok pemuda yang tampak memancarkan kekuatan yang menakutkan dalam segala aspek, bahkan nafas pemuda ini pun bisa membuat ruang robek seperti terkena tebasan pedang, lalu terdengar suara nyaring yang memecah keheranan banyak orang.
"Pedangku adalah segalanya, aku berdiri di tempat yang sama, aku bertahan melawan musuh, aku tidak pernah takut pada apa pun, bahkan jika itu adalah hukuman surga, aku akan menghancurkannya dan melindungi mereka yang ingin kulindungi, Intent Sword mengembun! Teknik Pedang Hukum Kaisar !!." teriak Ling Wan saat dia menebaskan pedang ke arah langit.
CLANGGGGGGG.... KRAKKKKKKKK.......
Sebuah suara retakan keras yang memekikan telinga terdengar di seluruh alam semesta Tong Xuan. Banyak orang bisa melihat celah ruang yang terlihat terlalu besar ukurannya. Langit seakan terbelah. Luasnya celah ruang membuat banyak orang bergidik ketakutan, karena merasa ini terlalu dibesar-besarkan dan tidak masuk akal, orang macam apa yang sebenarnya bisa membuat pemandangan seperti itu? banyak orang di seluruh penjuru alam semesta Tong Xuan dipenuhi dengan pertanyaan.
30 menit kemudian...
Ling Wan nampak masih memasang wajah serius, ia masih menunggu bangkitnya Fei Fei dari kematiannya, terlihat banyak orang memandangi Ling Wan dengan sembunyi-sembunyi, kota ini bahkan langsung sepi dan tidak ada suara sedikitpun, ini karena mereka semua takut menyinggung orang yang telah membelah langit barusan.
"Saudara nagaaaaaaaaaaa." teriak Fei Fei dengan nada sedih lalu mulai bangkit dari tempat dia berbaring sebelumnya.
"Kak, cepat selamatkan saudara Long, ia telah di ganggu oleh orang jahat, aku tidak berguna sehingga tidak bisa menolongnya." kata Fei Fei dengan wajah panik pada Ling Wan.
Ling Wan kemudian mulai memejamkan mata dan menyebarkan presepsi mentalnya lalu menemukan dimana letak posisi Long Xiao berada, ia nampak sangat marah karena melihat tubuh Long Xiao nampak di penuhi dengan luka sayatan dan siksaan lainnya.
"baiklah, sebenarnya berani menyiksa saudaraku, sepertinya aku harus sedikit kejam terhadap kelompok hama benua ini." kata Ling Wan dengan wajah yang sangat marah saat dia membelah ruang.
"Adik Fei ayo ikuti aku." kata Ling Wan sambil berjalan memasuki retakan ruang.
Bersambung........
Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...
Sedikit Vote Dan Dukungan Sangat Berharga Bagi Author, Karena Author Sangat Membutuhkan Uang Untuk Membeli Alat Kultivasi Yaitu Rokok Dan Juga Kopi , Agar Terus Dapat Crazy Up!!!!!!.(´⊙ω⊙`)
__ADS_1
≧∇≦ AUTHOR MENGUCAPKAN TERIMA KASIH