Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga

Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga
Pembunuh Sembarang!


__ADS_3

Benua Weixin, sebuah desa kecil yang tidak dikenal, terlihat Ling Wan tampak sedang makan dan berbicara ramah dengan penduduk desa, di sampingnya ada seekor naga dan seorang anak kecil, mereka bertiga berbaur dengan ramah dengan penduduk desa tersebut.


"Tuan muda, terima kasih banyak atas makanan lezat ini." kata seorang lelaki tua yang tubuhnya kurus.


"Ya, sama-sama, ayo makan lagi, tidak perlu malu!." jawab Ling Wan dengan senyum ramah.


"Baik tuan muda." kata seorang pria paruh baya dengan di penuhi rasa hormat.


2 jam kemudian....


Ling Wan dan penduduk desa kecil telah selesai mengadakan makan bersama, mereka semua nampak terlihat sangat kekenyangan.


"Semuanya sepertinya aku akan pergi dan tidak bisa berlama-la..." sebelum Ling Wan selesai berbicara, sebuah suara arogan terdengar.


"Sampah Ling Tian, ​​​​beraninya kamu menghancurkan Sekte Darah Abadi." kata seorang lelaki tua dengan wajah penuh kebencian terhadap Ling Wan, di belakang lelaki tua ini ada puluhan ribu orang yang mengenakan jubah dengan warna berbeda-beda.


"Ya, bajingan ini terlalu kejam!." kata seorang pemuda berjubah merah.


"Apakah dia pikir dia bisa menahan serangan kita!." kata seorang pemuda berjubah hitam.


"Hahaha, orang ini terlalu sombong dan menganggap dirinya tak terkalahkan, sungguh menjijikkan!" kata seorang wanita berjubah biru dengan wajah sangat menghina Ling Wan.


Terdengar ada banyak suara cibiran dari kelompok orang ini, bahkan ada beberapa yang mengatakan hal-hal kurang ajar sambil melancarkan serangan ke arah Ling Wan, sehingga hal ini cukup membuat Ling Wan sedikit kesal dan marah.


"Apakah para hama sudah selesai mengoceh dan bertindak lancang pada tuan muda ini? jika kalian sudah selesai kalian bisa MATI!." kata Ling Wan sambil mengaktifkan pupil matanya.


BOMMM.....


Ribuan orang yang tadinya sombong dan bertindak seenaknya langsung meledak dan menjadi gumpalan daging bahkan sebelum mereka sadar dan berkedip, satu hal yang jelas mereka semua mati hanya dalam sekali pandang, gumpalan daging tampak menumpuk sehingga mengeluarkan aroma yang sangat pekat.


Ling Wan memandang tumpukan gumpalan daging dengan jijik dan berkata. "Aturan Hukum Api : Kebakaran Langit."


Segera tumpukan daging itu menjadi abu karena hangus oleh api hitam milik Ling Wan. Penduduk desa memandangi sosok pemuda berjubah hitam yang tampak tak peduli dengan apa yang baru saja terjadi. Mereka semua merasa ngeri dengan kekuatan pemuda tampan ini. Meskipun orang ini sangat ramah kepada banyak orang, jangan berpikir bahwa dia adalah orang yang lemah lembut, dan jangan sesekali menjadi musuhnya karena pemuda ini jelas memiliki hati yang dingin, dia bahkan bisa membunuh ribuan orang tanpa berkedip!, betapa bodohnya seseorang yang berani menjadi musuh pemuda mengerikan ini, pikir banyak penduduk desa.


"Semuanya mari kita berpisah, jika ada takdir mari kita bertemu lagi, selamat tinggal." kata Ling Wan sambil tersenyum.


"Paman dan kakek, terima kasih banyak atas keramahan desa kalian." kata Long Xiao, suaranya terdengar sangat ramah dan sopan.


"Ya benar, apa yang dikatakan saudara Long, terima kasih semuanya." kata Fei Fei sambil menangkupkan tangannya lalu berbalik karena melihat Ling Wan yang nampak sudah berjalan ke kejauhan.


Penduduk desa memandangi punggung dua orang dan seekor naga itu, mereka semua dipenuhi dengan kekaguman dan rasa hormat. Mereka semua bertanya-tanya, orang itu sangat kuat, tetapi dia bahkan tidak sombong dan sangat murah hati, sikapnya yang amat tegas dan kejam pada musuh-musuhnya juga merupakan hal yang baik, ini karena di dunia ini tidak ada belas kasihan untuk musuh, jika tidak, kamu akan mati hanya karena kamu berbelas kasihan pada musuh-musuhmu!.


30 menit kemudian..


Ling Wan duduk di atas batu di sampingnya ada Fei Fei dan Long Xiao yang sedang bermain bersama dengan gembira, keduanya tampak seperti saudara kandung.


Long Xiao sangat menyayangi dan menghargai Fei Fei, hal ini karena dia merasa terharu dan berhutang budi pada sikap berani Fei Fei yang berusaha melindunginya, Long Xiao juga merasa bersalah atas apa yang terjadi saat itu, ia juga terus bertanya-tanya dalam benaknya, bagaimana kakak laki-laki menghidupkan kembali saudaraku?apakah dia mengorbankan sesuatu yang berharga untuk menyelamatkan seorang saudara yang meninggal karena aku? Aku tidak berguna dan hanya menyebalkan! tidak, aku tidak bisa terus seperti ini. Aku harus menjadi kuat untuk membantu kakak sekaligus melindungi orang yang ingin kulindungi, pikir Long Xiao dalam benaknya.

__ADS_1


"Adik Fei, apakah kamu bersedia memasuki sekteku?." tanya Ling Wan sambil tersenyum.


"Tentu saja kak, aku akan sangat berterima kasih jika kakak mau menerimaku, dunia ini terlalu jahat, aku tidak sanggup untuk berjalan sendirian!." Fei Fei berkata dengan wajah hormat kepada sosok di depannya.


"Saudara Fei, kamu adalah saudaraku, aku akan selalu melindungimu dan berjalan bersamamu." kata Long Xiao dengan nada yang sangat tulus.


"Baiklah kalau begitu, ayo ikuti aku, ayo sapa banyak orang terdekatku, sudah lama aku tidak memasuki harta ruang percepatan waktu!." kata Ling Wan sambil tersenyum.


"Harta percepatan ruang-waktu? apa itu kak." kata Long Xiao dengan nada yang sangat ingin tahu.


"Sebuah harta yang memiliki waktu berbeda dari dunia luar, 100.000 tahun di dalam harta sebanding hanya dengan 1 tahun dunia luar, di masa depan kalian bisa tinggal di sana, ini karena aku berniat memporak-porandakan benua ini, terlalu berbahaya bagi kalian berdua untuk bersamaku saat aku melawan banyak musuh, lagipula musuhku bukan hanya orang-orang di benua ini, tapi 4 penguasa alam semesta!." kata Ling Wan dengan wajah serius.


"Baik kak, kami akan selalu menuruti perintahmu." kata Long Xiao dengan nada hormat.


"Ya benar kak." kata Fei Fei membenarkan perkataan saudaranya.


"Baiklah mari kita masuk." kata Ling Wan sambil mengeluarkan harta ruang percepatan waktu.


Tidak butuh waktu lama bagi Ling Wan dan kedua adiknya untuk memasuki harta ruang percepatan waktu. Di dalam perbendaharaan Ling Wan segera memanggil seluruh keluarga kecilnya serta semua anggota Sekte Pedang Asal.


Beberapa saat kemudian...


Terlihat ada puluhan ribu orang yang mengenakan jubah berwarna putih keemasan, mereka semua tampak berjalan dengan barisan rapi, di depan puluhan ribu orang ada 4 wanita yang sangat cantik, di belakang keempat wanita ini ada dua pemuda yang tampak memancarkan aura menindas dan mendominasi.


"Sayang, kamu akhirnya kembali, aku sangat merindukanmu!" kata Meng Ji sambil berlari dan memeluk Ling Wan.


"Yun Zhi menyapa guru!" Kata Yun Zhi sambil menangkupkan tangannya.


"Yu Xun'er menyapa guru!." Kata Xun'er dengan wajah yang sepertinya sangat merindukan gurunya.


"Tu Ling'er menyapa guru!" kata Tu Ling'er dengan sangat hormat, sekarang sosoknya telah menjadi gadis yang sangat cantik, dia bukan lagi gadis yang hanya tahu makan.


"Zhan Tian menyapa guru!." kata Zhan Tian dengan di penuhi rasa hormat.


"Hao Tian menyapa guru!." kata seorang pemuda berjubah putih, pemuda ini memiliki rambut hitam legam dan mata cokelat, sosoknya tampak memancarkan aura yang berani dan tak tergoyahkan, Hao Tian telah dewasa sekarang dia bukan lagi orang lemah dari dunia fana, sosoknya bahkan bisa dikatakan sebagai jenius muda yang paling menantang surga. Bagaimana tidak disebut jenius yang menentang surga, di usia yang begitu muda dia sudah mencapai ranah Yang Mulia Dunia tingkat 8, jika bukan jenius lalu apa lagi yang menggambarkan sosok seperti ini, tapi satu hal yang jelas adalah Fisik Delapan Elemen milik Hao Tian terlalu menakjubkan dan boros! .


"Sekte Asal Pedang, menyapa kembalinya Patriak!." suara ribuan orang berjubah putih keemasan terdengar serentak, suaranya terdengar sangat hormat dan di penuhi kekaguman pada sosok pemuda berjubah hitam di depan mereka.


"Hahaha bagus, murid-muridku sudah memasuki alam Yang Mulia Dunia menengah-tinggi, dan untuk Zhan Tian kamu sangat luar biasa, kamu pasti sudah berlatih sangat keras sehingga kamu bisa mulai melangkah ke alam Guru Tertinggi Dunia, aku sangat kagum sebagai guru dari seorang jenius berbakat sepertimu, Hao Tian juga luar biasa, meskipun dia yang termuda, dia bisa mengejar kultivasi kakak senior seperguruannya, ingatlah sebagai seorang pria di keluarga kecil kita, kamu harus melindungi kakak perempuan dan orang-orang yang ingin kamu lindungi, maafkan guru karena tidak pandai mengatur waktu, sekte Asal Pedang juga sangat luar biasa dan bagus, maafkan aku karena terlalu tidak kompeten sebagai patriark sekte ini, tunggu aku menyelesaikan masalah dengan 4 alam semesta, aku akan berlatih dengan damai bersama kalian." kata Ling Wan dengan wajah sedikit sedih karena dia merasa terlalu cuek dengan orang-orang terdekatnya


(Ranah Kultivasi-Pembentukan Tulang, Pembentukan Daging, Ahli Beladiri, Master Beladiri, Guru Beladiri, Leluhur Beladiri, Raja Beladiri, Kaisar Beladiri, Suci Beladiri, Pembentukan Tulang Dewa, Pembentukan Fisik Dewa, Roh Dewa, Yang Mulia Dunia, Guru Tertinggi Dunia, Dewa Sejati Yang Abadi, Berdaulat, Tuan Alam Semesta, Leluhur Tertinggi Alam Semesta)


Ling Wan mulai berbicara dengan banyak orang, ia juga memperkenalkan Fei Fei dan Long Xiao kepada semua orang terdekatnya, ia berbicara untuk waktu yang terbilang cukup lama, dan juga menjelaskan kondisi di luar serta alasan mengapa ia memasuki harta ruang percepatan waktu!.


Setelah merasa cukup berbincang, Ling Wan mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang, bahkan jika ada beberapa yang ingin bergabung dengannya, ia hanya bisa menyuruh mereka semua untuk berlatih dengan tenang, Ling Wan tidak ingin melibatkan orang-orang terdekatnya dalam pertempurannya melawan 4 alam semesta nanti.


"Semuanya, kali ini pasti akan memakan waktu yang cukup lama, tunggu aku menghabisi musuhku, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menghabisi mereka semua secepat mungkin." Ling Wan berkata sambil menghilang dengan aneh, ia bahkan tidak menunggu banyak orang menjawab perkataannya. Banyak orang mulai memahami perasaan Ling Wan, menurut mereka, Ling Wan hanya tidak ingin hatinya terganggu karena harus berpisah dari orang terkasihnya lagi.

__ADS_1


Setelah keluar dari harta Ling Wan memasang raut wajah serius, ia membulatkan tekadnya untuk segera membasmi banyak orang jahat yang ada di benua ini, kemudian ia mulai menyebarkan persepsi mentalnya untuk menemukan posisi banyak orang yang memancarkan aura jahat.


"Tidak perlu hanya sekte jalan jahat, selama mereka memiliki aura jahat yang kental, mereka semua adalah orang yang harus kubunuh, jika aku tidak kejam dan tegas maka perjalanan di benua ini akan selalu terganggu oleh sampah-sampah ini! baiklah mari kita mulai dengan kelompok bandit yang ada di sekitar sini." kata Ling Wan sambil berjalan ke arah timur.


10 menit kemudian..


"Tolong.. siapapun tolong aku!" Suara jeritan wanita yang terdengar sangat ketakutan terdengar di telinga Ling Wan.


Ling Wan yang sedang berjalan santai mulai menoleh ke arah asal suara itu, lalu dia melihat puluhan bandit berbadan besar yang sepertinya ingin memperkosa seorang gadis cantik.


"Hahhh.. hama ini." kata Ling Wan sambil melihat ke arah puluhan bandit.


BOMMM....


Segera puluhan orang tersebut meledak menjadi gumpalan daging, mereka bahkan tidak sempat memohon ampun dan meminta belas kasihan, mereka semua mati dengan dipenuhi banyak pertanyaan


"Terima kasih, karena tuan muda telah menyelamatkanku." kata gadis itu sambil menangkupkan tangan, terlihat wajahnya nampak dipenuhi keheranan karena melihat kekuatan pemuda tampan di hadapannya.


"Ya sama-sama, ambil jubah ini dan gantilah bajumu, saya akan pergi." kata Ling Wan sambil menyerahkan sebuah jubah berwarna ungu dengan sopan, lalu melanjutkan perjalanannya.


Gadis cantik itu tertegun saat dia melihat jubah yang Ling Wan berikan padanya, dia bertanya-tanya dalam hatinya! mengapa pemuda itu tidak menoleh padaku? mengapa pemuda itu begitu dingin? lalu gadis itu buru-buru mengganti bajunya dan mulai mengikuti Ling Wan dari belakang.


Ling Wan hanya menghela nafas saat melihat gadis itu mengikutinya, ia tidak marah atau senang, ia tidak terganggu dan melanjutkan perjalanannya seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya.


Di tengah jalan, gadis itu melihat punggung pemuda tampan yang terlihat sangat dingin dan misterius, gadis itu mulai berani menanyakan sesuatu kepada pemuda tampan di hadapannya.


"Tuan muda, bolehkah saya tahu nama Anda?." tanya gadis itu malu-malu.


"Nama saya Ling Tian." kata Ling Wan dengan nada biasa.


"L.. Li... Ling Ti.. Tian." kata gadis itu dengan terbata-bata karena mengetahui siapa sosok di depannya.


"Hah lupakan." kata Ling Wan sambil berbalik pergi dan mengabaikan gadis yang terkagum-kagum itu.


"Ternyata orang yang menyelamatkanku adalah Ling Tian, ​​legenda pedang yang tak terkalahkan, kata guru ada seorang pemuda yang mampu membuat banyak alam semesta panik meskipun dia sendirian, dan konon dari berbagai cerita sosok Ling Tian sangat tampan dan memiliki sikap yang dingin, bahkan ada cerita yang mengatakan bahwa Ling Tian menolak Nona muda dari klan Immortal yang ingin berkenalan, wanita itu bahkan dikatakan cantik seperti peri, tapi ia menolaknya tanpa ragu-ragu!, lalu mengapa aku begitu lancang memimpikan sosok yang luar biasa?, lupakan saja, aku dan dia bukan orang di dunia yang sama, bisa melihat bayangannya dari dua pasang mata adalah kebanggaan dalam hidup ini." gumam gadis itu di dalam hatinya sambil melihat bahu Ling Wan.


Gadis itu pun berhenti mengikuti Ling Wan, hal ini karena ia menyadari bahwa posisi mereka bagaikan langit dan bumi, hal ini juga didasari oleh hal lain yaitu gadis tersebut takut membuat marah dan mengganggu Ling Wan, walaupun sebenarnya gadis ini masih sangat penasaran, ia menguatkan hatinya untuk tidak perlu mengharapkan dan mencari tahu hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh orang-orang di levelnya.


"Gadis itu berhenti mengikuti? aku juga merasa kasihan, walaupun aku tahu dari sorot matanya, ia sepertinya ingin mengenal dan berteman denganku, tapi aku sudah memiliki istri, jika Meng Ji tau ia mungkin tidak akan marah, namun aku tidak akan pernah membuat istriku merasa tidak nyaman dan cemas. Perihalnya diam bukan berarti tidak marah dan cemburu, lagipula aku tidak begitu suka memiliki banyak wanita, mereka hanya akan mengganggu latihanku, bahkan satu istri saja, aku sudah bingung mengatur waktu, lalu bagaimana dengan banyak?." gumam Ling Wan di dalam hatinya lalu berjalan pergi.


2 jam kemudian...


Dalam perjalanan Ling Wan telah membunuh tak terhitung jumlahnya kelompok bandit dan orang yang memiliki hawa kejahatan pekat, hal ini cukup membuat beberapa pihak mulai terganggu, terutama di pihak Faksi Jalan Kejahatan, mereka semua mulai merasa panik dan ketakutan, di samping itu terlihat Ling Wan tampak berdiri di depan sebuah bangunan mewah, ia nampak memasang raut wajah serius dan dipenuhi dengan niat membunuh.


"Sekte Dewa Pembunuh? Dewa? Mereka hanyalah sekelompok maniak pembunuh yang membunuh tanpa pandang bulu. Baik itu kuat atau lemah, tua atau muda, perempuan atau laki-laki, selama ada yang tidak setuju dengan mereka, maka mereka akan dibunuh begitu saja!. Hah hal semacam ini masih diperbolehkan dan tidak di tentang oleh Faksi di jalan Kebaikan?, sungguh menyedihkan, jika aku menjadi mereka, aku lebih suka berhenti berlatih daripada membiarkan sampah tercela itu bertindak semaunya di benua ini, aku benar-benar tidak mengerti pemikiran dari orang kuat yang ada di benua ini, lupakan malas memikirkan sekelompok pengecut lemah." Ling Wan bergumam di dalam hatinya, wajahnya terlihat sangat marah dan penuh dengan niat membunuh.


Bersambung........

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...


__ADS_2