
Ling Wan memasukkan banyak ikan-ikan itu ke dalam cincin penyimpanannya, ia nampaknya berencana untuk mengadakan suatu pesta lagi di sebuah desa yang ia ingin singgahi saat malam nanti.
"Saudara Cao berhentilah memanggilku guru." ucap Ling Wan.
"Baik bos, sial bos kamu benar-benar tampan dan luar biasa, jika aku jadi dirimu, aku pasti akan mengambil banyak ikan setiap hari untuk dimakan." ucap Cao Yuan yang nampak kagum dengan kekuatan hukum aturan air milik Ling Wan.
"Hah.. lemak ini hanya tau makan." ucap Fan Yi.
"Benar lemak ini hanya tau makan." ucap Gadis berambut-rambut abu-abu.
"Kalian para gadis, apakah kalian masih ingin mengikuti tuan muda ini?, mengapa kalian masih belum pergi?." tanya Cao Yuan dengan wajah mengejek.
Segera para gadis langsung berkata dengan wajah memerah, alasan mereka masih disini sebenarnya adalah karena mereka masih ingin bersama Ling Wan.
"Bu... bukan begitu."
"Hiss... lemak ini benar-benarlah sangat percaya diri."
"Ya benar."
"Lagipula kami tidak sibuk mengapa harus bergegas pergi."
Cao Yuan hanya tersenyum mendengar perkataan para gadis berjubah ungu itu kemudian ia berkata lagi.
"Gadis ini benar-benar berbahaya, malam hampir tiba dan mereka masih ingin bersama dengan kami, ini akan menjadi sebuah dosa besar, jika kepolosan tuan muda tampan ini tercemar oleh perilaku berani kalian." ucap Cao Yuan.
"Lemak ini. "
"Berani apa?."
"Sebenarnya apa yang dikatakan oleh lemak ini."
"Ia selalu saja berpikiran mesum tentang kita."
Para gadis itu berkata dengan wajah nampak kesal karena mendengar perkataan Cao Yuan, disisi lain Ling Wan hanya diam dan memandangi ke kejauhan ia nampak memasang raut wajah serius.
"Sistem buka panel tiga orang pemuda berjubah putih yang berada di 3 kilometer arah barat."
[ Sistem : Dibutuhkan 120 Miliar Poin Kebaikan/Kebencian untuk membuka panel, apakah tuan rumah masih ingin membuka panel?. ]
"Ya."
[Dinggggggggggggggg]
[ Nama : Liu Jinhai ]
[ Umur : 4.251 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Merak Ilahi ]
[ Kultivasi : Ranah Dewa Sejati Tingkat 1 ]
[ Nama : Liu Qing ]
[ Umur : 6.709 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Merak Ilahi ]
[ Kultivasi : Ranah Dewa Sejati Tingkat 3 ]
[ Nama : Liu Shunyuan ]
[ Umur : 7.102 Kuadraliun Tahun ]
[ Ras : Merak Ilahi ]
[ Kultivasi : Ranah Dewa Sejati Tingkat 2 ]
"Hmmm, Klan Liu?." ucap Ling Wan.
"Ada apa bos?." tanya Cao Yuan yang melihat bossnya sedang memasang wajah serius.
"Kalian bisa diam disini, aku akan bertarung dengan beberapa musuhku dulu, ingat jangan pergi kemana-mana dan tetap dibelakangku, jika tidak kalian akan terkena dampak dari serangan musuh-musuhku." Ling Wan berkata pada Cao Yuan, Fan Yi, dan gadis-gadis.
"Bos, dimana mereka, aku akan membantumu." kata Fan Yi dengan wajah serius.
"Lupakan, kamu dapat diam disini." ucap Ling Wan.
__ADS_1
Ling Wan segera mengeluarkan banyak harta berharganya, nampak sebuah cakram kuno melayang dibelakang punggungnya, terlihat dibelakang cakram ada sembilan pedang, pedang-pedang ini memancarkan sebuah niat pedang yang mendominasi, ditambah mahkota hitam yang terlihat sangat indah semakin menambah kesan tak tertandingi yang ada di sosok Ling Wan.
Cao Yuan, Fan Yi dan para gadis memandangi pemuda berjubah hitam itu dengan tatapan kagum, mereka semua nampak takjub karena pemuda yang tadinya murah senyum telah berubah menjadi seorang pemuda yang memancarkan aura dingin dan menindas! kemudian suara Ling Wan terdengar beberapa kali di telinga mereka.
"Pedangku Tidaklah Memiliki Akhir Semuanya Menuju Suatu Kekuatan Tanpa Batas, Jalan Pedang Tak Terbatas!."
(Jalan Pedang Tak Terbatas, kekuatan magis ini dapat memperkuat niat pedang pengguna sebanyak 49.740 % saat menggunakan kekuatan magis.)
"Segala Kehidupan Bantu Aku Bersiap Bertarung Melawan Musuh-Musuhku Kitab Suci Kesunyian Kaisar!."
(Kekuatan magis ini dapat meningkatkan kekerasan fisik pengguna sebanyak 32.450 %)
"Prinsip Pedang Tidak Lain Adalah Membunuh Siapapun Yang Tidak Sejalan Denganku, Kitab Suci Kaisar Pedang!."
(Kitab Suci Kaisar Pedang, kekuatan magis ini berfungsi meningkatkan maksud niat pedang pengguna sebanyak 48.040%.)
"Pedangku Tidak Pernah Terhenti Dan Selalu Mengalir Layaknya Air, Kitab Suci Sungai Pedang!."
"Aturan Hukum Kekerasan : (Kekerasan Penghancur Dunia)."
"Aturan Hukum Pertempuran :(Semangat Juang Membawa Kemenangan)."
"Aturan Hukum Pembunuhan :(Niat Membunuh Tertinggi)."
"Aturan Hukum Angin : (Hembusan Angin)."
"Aturan Hukum Dunia : (Penyatuan Semesta)."
Suara Ling Wan bergema di telinga kelompok Cao Yuan yang berdiri tidak jauh disisi Ling Wan, suara ini diiringi dengan naiknya ranah Kultivasi milik Ling Wan!.
Eternal True God Tingkat 2!
Eternal True God Tingkat 3!
Eternal True God Tingkat 4!
Eternal True God Tingkat 5!
Entah itu ranah, niat pedang, kecepatan dan kekerasan, semua aspek yang dimiliki Ling Wan segera meningkat hingga batasnya, sosok Ling Wan nampak terlihat memancarkan aura mendominasi bahkan setiap hembusan nafasnya membuat ruang seolah seperti seolah-olah di tebas oleh sebuah pedang, ini semua karena peningkatan niat pedang dan maksud pedang ketingkat yang bisa dibilang ekstrim dan mengerikan.
"Ya, saudara Tian cepat tarik tekanan mengerikan ini." ucap Fan Yi dengan wajah pucat.
Hal ini juga terjadi pada kelompok gadis berjubah abu-abu, mereka semua nampak terlihat tersungkur seakan ditimpa oleh sebuah benda yang sangatlah berat.
"Ahem... ahem.. ini kesalahan, ini kesalahan, aku kelepasan." ucap Ling Wan dengan wajah canggung.
Disaat mereka semua masih berbincang tentang penindasan tadi, sebuah suara dingin terdengar bergema ke seluruh penjuru.
"Ling Tian kamu sangat berani memusnahkan seluruh Klan Yu." ucap seorang pemuda yang memiliki wajah terlihat sangat tampan, pemuda ini adalah Liu Qing.
"Ayo bunuh iblis ini." ucap seorang pemuda yang memiliki wajah nampak memancarkan kesan arogan dan mendominasi, pemuda ini adalah Liu Shunyuan.
"Ling Tian oh Ling Tian betapa berani menyinggung 4 penguasa semesta!." ucap seorang pemuda dengan wajah terlihat jijik dan menghina pada Ling Wan pemuda ini adalah Liu Jinhai.
"Apakah kalian sudah selesai? Liu Jinhai seorang ahli ranah Dewa Sejati tingkat 1?Liu Qing seorang ahli ranah Dewa Sejati tingkat 3? Liu Shunyuan seorang ahli ranah Dewa Sejati tingkat 2? apakah semua ini benar?." ucap Ling Wan dengan wajah dingin.
Cao Yuan, Fan Yi dan para gadis segera menggigil karena mendengar nama panggilan bos Tian mereka, Ling Tian? seorang penguasa suatu semesta? seorang dengan pedang tak tertandingi yang telah membuat lima orang penguasa semesta panik? dan orang itu ternyata seharian bersama mereka? ini membuat mereka semua tercengang hingga dagu mereka hampir menyentuh tanah!.
"Saudara Shunyuan, aneh mengapa orang ini mengetahui nama kita?." ucap Liu Qing dengan wajah nampak bingung.
"Dikatakan oleh patriak, orang ini bisa melihat masa depan karena ia menguasai aturan hukum ruang dan waktu, aku pikir semua itu hanyalah kebohongan tapi nampaknya semua ini tidaklah sesederhana itu, tu.. tu..tunggu mengapa aku tidak bisa melihat tingkat kultivasi milik bajingan Ling Tian ini?." ucap Liu Shunyuan dengan wajah nampak panik dan sedikit takut.
"Gawat bajingan ini sengaja menyembunyikan tingkat kultivasinya." ucap Liu Jinhai dengan wajah nampak takut.
"Cepat lari... sial orang ini benar-benar licik tingkat ekstrim, pantas saja patriak mengirim kita, patriak sangat kejam menjadikan kita bahan menguji kekuatan iblis ini." ucap Liu Shunyuan dengan wajah nampak pucat dan ketakutan.
Ling Wan hanya tersenyum karena melihat ekpresi panik dari ketiga orang klan Liu itu, kemudian suara dingin Ling Wan terdengar.
"Aturan Hukum Ruang Dan Waktu : (Pembekuan ruang)."
"Yo.... aku tidak bisa bergerak." ucap Ling Wan sambil tersenyum.
"Sepertinya klan Liu kalian benar-benar tidak sabar menunggu tuan muda ini mengacaukan alam semesta milik kalian. Lupakan.. aku ingin beristirahat sejenak sebelum mengacau semesta milik para Ayam Kampung ini." ucap Ling Wan dengan wajah mengejek.
"Siapa yang kamu sebut Ayam Kampung Ling Tian kamu adalah iblis, bajingan ini menyebut Ras Merak Ilahi kita sebagai Ayam Kampung ini adalah dosa besar dan tidak termaafkan." Liu Shunyuan meraung marah, namun ia masih tidak bisa bergerak karena jeratan aturan hukum ruang dan waktu.
"Iblis kamu akan mati mengenaskan." ucap Liu Qing dengan wajah dipenuhi kebencian.
__ADS_1
"Jangan kamu pikir, setelah kamu membunuh kami semuanya akan berakhir, jika kamu berani membunuh kami maka seluruh klan Liu kami akan mengejar dan memburumu, cepatlah lepaskan aturan ini." ucap Liu Jinhai dengan wajah nampak marah.
Ling Wan perlahan berjalan menapaki udara dan menuju ketiga orang yang terbujur kaku di udara.
"Apakah menurutmu ketika kamu mencoba membunuh seseorang kamu tidak akan dibunuh? jika begitu kamu hanyalah seekor ayam pengecut menjijikan, ah benar kalian menyebutku iblis buka, kemudian baik tuan muda iblis ini agak merasa lapar, Cao Yuan apakah kamu ingin makan Ayam Kampung?." Ling Wan berkata dingin pada ke tiga orang klan Liu itu, kemudian ia menoleh ke arah lemak yang terlihat sedang terpana.
"Ya bos, ayo kita makan ayam, aku sangat bosan makan ikan." ucap Cao Yuan dengan wajah datar dan tanpa rasa takut pada klan Liu.
"Kau.. hais.. lemak ini benar-benar berbahaya." ucap Fan Yi dengan wajah aneh.
"Baiklah, tunggu sebentar, sepertinya aku tidak bisa menebas para ayam ini dengan tehnik pedangku, jika tidak mereka semua akan menjadi ketiadan, ini adalah suatu hal buruk dan mengarah pada pemborosan daging yang berkualitas terbilang cukup bagus." ucap Ling Wan sambil menjilati bibirnya, ini semakin membuat panik kelompok Liu Shunyuan.
"Kau... Kau.. berhenti!." ucap Liu Jinhai yang ketakutan.
"Iblis, Ling Tian kamu dan lemak itu adalah iblis paling keji dan kejam!." Liu Shunyuan berkata dengan wajah nampak dipenuhi rasa takut.
"Yang mulia Ling Tian, aku menyerah, aku menyerah, tolong ampuni budak rendahan ini, jangan makan aku!. " ucap Ling Qing dengan nada ketakutan.
Ling Wan hanya menghiraukan perkataan mereka semua, ia terus berjalan langkah demi langkah di udara, sesampainya seratus meter dari sisi kelompok Liu Shunyuan, Ling Wan segera berkata sambil menebas pedang.
"Gerakan pedang biasa, pedang pemotong ayam."
Sebuah niat pedang berwarna keemasan mengarah ke arah tiga orang klan Liu yang terjerat hukum aturan itu, jika kalian bertanya mengapa Qi pedang Ling Wan berwarna emas? ini karena warna emas adalah warna dari Qi Spiritual murni milik Ling Wan, jika biasanya ia menebas warnanya bukanlah emas berarti Ling Wan sedang menggunakan tehnik bukan sekedar menggunakan tebasan biasa.
"Be.. begitu tirani?, ini hanya tebasan biasa bajingan itu?, patriak sialan jelas orang ini adalah seorang Sovereign yang sedang menyamar, berakhir.. berakhir sudah." Liu Qing berkata dengan wajah sudah tidak mengharapkan suatu hal baik lagi, ia hanya bisa pasrah melihat Qi pedang mengarah ke arah kelompoknya.
"Langit Sangat Kejam." ucap Liu Shunyuan dengan di penuhi kesedihan karena ia tahu bahwa akhirnya sudah dapat di tebak.
"Aku Me... Nye... Sal.." Liu Jinhai berkata dengan sedih karena melihat Qi pedang tersebut hanya berjarak beberapa meter lagi sebelum menabrak mereka.
KRAK... KRAK.....
Tidak ada suara ledakan yang terdengar hanya sebuah suara retakan ruang namun tak berselang lama sebuah ledakan sangat keras terdengar.
BOMM.. BOMM.. BOOM..
Terdengar tiga ledakan keras diiringi guncangan tanah, hal ini disebabkan oleh jatuhnya fisik sebenarnya dari ketiga orang klan Liu, terlihat ada tiga burung merak yang mana masing-masing dari burung merak ini berukuran kira-kira 70.000 meter, jadi bisa dibayangkan betapa besarnya ukuran Fisik ke tiga orang dari klan Liu itu.
Darah ke tiga Merak Ilahi membuat sungai tempat Ling Wan memancing tadi menjadi memerah, sungai itu dipenuhi dengan darah tiga orang Ahli Dewa Sejati.
Ling Wan memandangi ke tiga merak itu dengan tatapan aneh, sebenarnya ia hanya bercanda tentang hal ingin memakan orang-orang ini, namun kemudian ia menoleh ke arah Cao Yuan.
Lemak itu terlihat memasang wajah nampak sangat bersemangat matanya dipenuhi dengan binar, Ling Wan hampir terjungkal karena melihat pemandangan ini.
"Hahaha.. saudara Cao, apakah kamu ingin memakan ayam ini?." tanya Ling Wan sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ya bos, kurasa rasanya sangat enak, ayo kita bawa ayam-ayam ini." ucap Cao Yuan sambil meneteskan air liurnya.
"Saudara, apakah kamu benar-benar ingin memakan mereka?." tanya Fan Yi pada Ling Wan sambil menunjuk ke tiga mereka itu.
"Aku juga tidak tahu, aku hanya menakut-nakuti ke tiga orang itu, tapi ku pikir kamu juga ingin mencoba rasanya, lagipula ini adalah daging dari seorang Dewa Sejati jelas akan memberikan banyak manfaat." ucap Ling Wan sambil menyimpan harta berharga yang ia gunakan saat bertempur tadi, kemudian Ling Wan mulai turun dari udara dan terlihat seperti biasa-biasa saja bahkan ia nampak tidak menganggap serius kejadian yang baru saja terjadi.
"Ah iya saudara, kamu adalah seorang penguasa suatu semesta, mengapa kamu tidak memberi tahu kami?." kata Fan Yi sambil menangkupkan tangan, ia agak menggigil dengan sikap dingin dan tenang yang dimiliki temannya, menurut Fan Yi, Dewa Sejati adalah seorang yang bahkan bisa di bilang puncak teratas dari semesta ini, tapi temannya ternyata dapat membunuh ahli tingkat ini dengan sangat mudah, dan lagipula itu bukan satu melainkan tiga dewa sejati.
"Aku hanya tidak ingin sifat orang-orang berubah, lagi pula kupikir kita bahkan seumuran dan lahir di generasi yang sama, walaupun aku terbilang cukup kuat aku juga hanyalah seorang pemuda bukan pak tua yang tidak memiliki semangat masa muda." ucap Ling Wan sambil tersenyum.
"Bos memang di takdirkan menjadi seorang ahli tak tertandingi, di usia muda kami hanya bisa memancing ikan, namun boss sudah bisa memancing ayam raksasa." ucap Cao Yuan.
"Saudara kamu memanglah orang yang rendah hati, senang bisa mengenal dan berteman denganmu, apakah kamu berniat menjelajahi semesta ini?." Fan Yi tertawa karena mendengar perkataan omong kosong Cao Yuan, kemudian ia berkata pada Ling Wan sambil menangkupkan tangannya.
"Ya kamu benar, aku berniat menjelajahi semesta ini, setelah selesai menjelajahi semesta ini, aku berniat membunuh ke empat penguasa yang berani memusuhiku." ucap Ling Wan dengan wajah datar.
Cao Yuan, Fan Yi dan gadis-gadis tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Wan, pemuda ini memanglah sangat baik dan ramah namun jangan sesekali menjadi musuhnya, jika tidak akhir dari musuh yang berani memusuhinya jelas akan memiliki jalan yang sama, entah itu mati atau pemuda ini yang mati, mereka semua kagum dengan keberanian dan tempramen tidak kenal takut yang dimiliki oleh Ling Wan, orang mana lagi yang masih bisa berdiri tenang saat menjadi musuh 5 semesta?, mungkin hanya Ling Wan satu-satunya.
"Saudara, ayo kita cari desa terdekat untuk mengajak banyak orang makan bersama." kata Ling Wan sambil tersenyum kemudian memasukkan ke tiga Merak Ilahi itu kedalam cincin penyimpanannya.
"Baik bos." ucap Cao Yuan.
"Ayo saudara." ucap Fan Yi.
"Kakak laki-laki, apakah kami juga boleh ikut?." ucap seorang gadis berambut abu-abu dengan wajah malu-malu.
"Tentu saja." ucap Ling Wan sambil tersenyum ramah.
Bersambung........
Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...
__ADS_1