Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga

Sistem Kaisar Dewa Sembilan Surga
Pemuda tampan berhati dingin!


__ADS_3

Ling Wan berjalan dengan wajah datar, ia tidak peduli dengan sekelompok gadis yang mengikutinya, ia hanya berjalan santai sambil menikmati anggur dan melihat sekeliling.


"Nima... gadis-gadis ini? mereka semua masih mengikutiku, apa yang sebenarnya mereka inginkan." gumam Ling Wan dalam hati, lalu mulai melanjutkan langkahnya.


2 jam kemudian...


Ling Wan telah membantu banyak orang di sepanjang jalan, ia telah tiba di kota tujuan, kelompok gadis itu juga masih mengikuti Ling Wan, gadis-gadis itu dipenuhi dengan kekaguman atas sifat baik pemuda tampan berjubah hitam ini.


Mereka semua benar-benar bingung karena mereka merasakan karakter pemuda ini terlalu baik dan murah hati, bagaimana mungkin pemuda ini tidak murah hati, pemuda ini sering memberi pil bermutu tinggi dan ratusan tael emas pada orang-orang yang bahkan tidak di kenal, gadis-gadis itu hanya merasa aneh dan juga dipenuhi dengan banyak pertanyaan, siapa pemuda ini? kenapa dia begitu baik? pemuda ini benar-benar aneh?.


Kembali ke sisi Ling Wan, ia terlihat memasang raut wajah serius, ini karena ia menemukan bahwa kota di depannya nampak dipenuhi orang-orang dengan aura kejahatan yang sangat pekat.


"Sekelompok hama cepat datanglah ke gerbang kota, apakah itu klan Lan, atau siapapun, kalian dapat datang, tuan muda yang tak terkalahkan ini, merasa cukup bosan dan ingin sedikit bermain!." kata Ling Wan dengan nada dingin, suaranya menyebar ke seluruh kota.


Gadis-gadis yang mengikuti Ling Wan langsung tercengang saat mendengar apa yang dikatakan Ling Wan.


"Kakak Luan, apa sebenarnya yang ingin dia lakukan?" tanya gadis berambut kuning dengan wajah bingung kepada gadis berambut putih yang berdiri tak jauh darinya


"Entahlah aku juga tidak tahu, pemuda ini memiliki sifat yang berubah-ubah sebelumnya dia sangat ramah dan murah senyum, tapi lihat sekarang dia terlihat sangat arogan dan terkesan seperti memandang rendah dunia, siapa sebenarnya pemuda ini?" jawab gadis berambut putih dengan wajah aneh.


"Coba lihat saja, aku sangat penasaran dengan hal apa yang sebenarnya ingin dia lakukan, tapi kuharap dia tidak mati karena dibunuh oleh anggota klan Lan, dan banyak orang dari kota ini." kata seorang gadis berambut biru yang berdiri tidak jauh dari kedua gadis yang sedang berbicara tadi.


Beberapa saat kemudian...


Dapat dilihat bahwa banyak pembudidaya sedang menuju ke tempat Ling Wan berada. Mereka semua melihat ke satu arah. Mereka melihat seorang pemuda duduk santai sambil minum anggur. Di pinggang pemuda ini, ada sebuah pedang kayu. Orang ini adalah orang yang baru saja berbicara dengan arogan? apakah kepala orang ini rusak karena benturan? mengapa dia begitu sombong dan berani mengatakan bahwa dia tidak terkalahkan?, kemudian sebuah suara memecahkan banyak pertanyaan di hati banyak orang.


“Musim berganti musim, tahun berganti tahun, tua menjadi muda, lemah menjadi kuat, orang jahat mulai tumbuh lagi, tetapi sayangnya mereka tidak menyadari bahwa seseorang masih berdiri dan siap menghukum mereka, mengenai seseorang yang selalu sombong dan menindas yang lemah, mereka semua hanya sekelompok hama, mereka semua hanya sekelompok pemboros alam kosmik, kudengar seseorang dari klan Lan adalah orang yang kuat? tapi apa yang kulihat, apa ini? segerombolan semut mengenakan pandangan yang tampak memandang rendah?, tuan muda ini hampir terpana sampai mati pada kepercayaan diri semut-semut ini! nah karena kalian semua telah datang maka tuan muda ini tidak akan ragu dan merasa malu untuk sedikit bermain!." kata Ling Wan dengan wajah dingin, lalu ia mulai bangkit dari tempat duduknya sambil memegang Pedang Asal.


Orang-orang yang mendengar kata-kata sombong pemuda berjubah hitam itu segera dipenuhi dengan kebencian dan niat membunuh, mereka semua sangat marah karena diejek oleh seseorang yang bahkan tidak mereka kenal.


"Bunuh bajingan tak tahu diri ini!" kata seorang pemuda berjubah putih keemasan, pemuda ini adalah anggota klan Lan.


"Ya, selesaikan sampah ini." kata seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah hitam, di tangannya ada pedang berwarna merah darah.


"Itu benar, aku sudah lama tidak bertemu dengan seseorang yang berani bersikap kurang ajar di Kota Daun Jatuh kita." kata seorang lelaki tua berjubah merah, terlihat wajahnya tampak dipenuhi amarah yang meluap.


"Ikut aku, bunuh bajingan sombong ini!" kata seorang lelaki tua berjubah emas lelaki tua ini adalah seorang panutua dari klan Lan, terlihat di belakang lelaki tua ini ada ratusan orang dari klan Lan.


Ling Wan hanya tersenyum dingin ketika ia melihat ribuan orang yang tampak bergegas menuju tempatnya, orang-orang ini benar-benar marah, dan sangat geram sampai-sampai mereka ingin menyiksa Ling Wan sehingga pada titik di mana lebih baik mati daripada hidup! Mereka semua menyerbu secara membabi buta ke arah tempat dimana Ling Wan berdiri!.


"Ternyata kalian semua berani menyerang tuan muda ini, baiklah aku akan sedikit bermain dulu dengan kalian!." kata Ling Wan sambil menebas pedang tanpa menggunakan teknik apa pun, pedang Qi berwarna emas dalam bentuk tebasan pedang ditembakkan ke arah ribuan orang yang ada di depannya.


Mereka semua segera melihat tebasan Pedang Qi keemasan, tebasan ini sepertinya mengandung dominasi mutlak dan kekuatan tingkat yang menakutkan!. Mereka semua akhirnya mulai menyadari bahwa pemuda di depan mereka bukanlah pemuda sombong yang berbicara tanpa di dasari oleh kekuatan yang kuat, pemuda ini jelas seorang pendekar pedang tingkat tinggi!


Ribuan orang langsung panik mencoba menghindar, dan untungnya hal itu benar-benar berhasil, mereka semua tampak berkeringat dingin, di samping itu Ling Wan hanya tersenyum, ini karena ia sengaja mengurangi kekuatannya sampai bisa disebut kekuatan tebasan tadi hanya 0,1 persen kekuatan penuhnya.


KRAKK... KRAKKK....


Retakan spasial yang berbentuk seperti tebasan pedang muncul di tempat Qi Pedang mendarat, retakan spasial ini cukup besar, cukup untuk menutupi seluruh kota, orang-orang yang melihat celah spasial yang disebabkan oleh tebasan Ling Wan, mereka semua merasa linglung dan cukup takut, tapi tidak sampai pada titik di mana mereka semua berhenti berniat untuk membunuh Ling Wan, dalam pikiran mereka, bagaimanapun juga pemuda ini sendirian jadi mengapa takut? sanggupkah pemuda ini menghadapi banyak orang sendirian? ini benar-benar mustahil!.


Mereka semua segera mulai menyerbu sekali lagi ke arah Ling Wan, terlihat serangan Qi spiritual berbeda-beda warna mengarah secara bersamaan ke arah tempat dimana Ling Wan berdiri.

__ADS_1


Pemandangan ini benar-benar membuat gadis-gadis yang mengikuti Ling Wan merasa ngeri dan sangat kasihan dengan nasib pemuda baik hati ini, mereka semua bertanya-tanya dalam hati, apakah orang baik sepertinya akan mati di kota ini? mengapa orang ini begitu bodoh sehingga menyinggung begitu banyak orang sekaligus dan mencari kematiannya sendiri? ini adalah masalah rumit tentang di mana letak pikiran pemuda tampan berjubah hitam itu.


"Domain Surgawi." kata Ling Wan dengan wajah dingin, suaranya bergema di telinga banyak orang.


(Kekuatan magis berbentuk domain ini dapat meniadakan serangan musuh yang ranah kultivasinya di bawah ranah pengguna kekuatan magis, musuh yang memasuki wilayah pengguna tidak akan dapat menggunakan Qi Spiritual, domain ini dapat mencakup area seluas 3 kilometer lebih! Jadi anda bisa menebak akhir dari musuh-musuh pengguna kekuatan magis menentang surga ini)


Ribuan serangan segera berubah menjadi kehampaan seolah-olah tidak ada yang terjadi sebelumnya, banyak orang langsung tercengang dan dipenuhi dengan kengerian, mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi disini kemudian banyak orang menoleh ke arah dimana Ling Wan berdiri, terlihat Ling Wan tersenyum dingin dan tampak memiliki tatapan mengejek pada mereka semua.


"Apakah kalian sudah selesai? jika kalian sudah selesai maka sadarilah POSISI KALIAN!" kata Ling Wan sambil mengaktifkan pupil matanya.


BOMM... BOMM...


Beberapa ledakan keras disertai dengan adegan mengerikan, adegan di mana seseorang secara aneh meledak menjadi segumpal daging, hari itu Kota Daun Jatuh dipenuhi teror, hujan darah memenuhi setiap sudut kota, darah ini adalah darah dari orang yang baru saja menyerang Ling Wan. Kota itu tampak sunyi dan dipenuhi ketakutan yang mendalam, beberapa orang yang tidak terlibat dalam masalah itu hanya bisa bersembunyi, mereka takut akan menyinggung sosok perkasa yang menyebabkan tragedi berdarah ini terjadi.


"Aku lebih suka membersihkannya sekaligus daripada menyusahkan diriku nanti, Pedang Celah Matahari Surgawi." kata Ling Wan sambil naik ke kehampaan dan berdiri di udara yang berada di atas kota Daun Jatuh.


Tidak butuh waktu lama, celah spasial terbentuk dan kemudian sebuah pedang keluar dari celah spasial. Pedang ini memancarkan niat pedang yang menindas dan sepertinya mengatakan bahwa aku adalah pedang terkuat dan mendominasi banyak hal jahat, pedang ini memiliki warna yang tampak seperti warna matahari saat senja sehingga bilahnya terlihat sangat megah dan indah.


"Teknik Sepuluh Ribu Pedang." kata Ling Wan sambil mengangkat pedangnya ke arah langit.


SWOSH.. DENTANG... SWOSHH....


Suara dari pedang-pedang yang nampak berbenturan, pedang-pedang ini tampak terbang dengan cara yang sangat aneh banyak orang bisa melihat bahwa ribuan pedang segera terbang dengan sendirinya menuju sosok pemuda yang berdiri di udara. Pedang-pedang itu berputar-putar di atas tempat pemuda berjubah hitam itu berdiri, ini semakin membuat mereka merasa ngeri tentang apa yang sebenarnya terjadi?, apakah orang itu akan membunuh seluruh orang di kota ini? mengapa dia melakukan hal ini? kemudian sebuah suara memecah banyak pertanyaan yang ada di dalam hati mereka semua.


"Perihalnya menganggap seseorang memiliki derajat yang sama, entah itu lemah, kuat atau ia memiliki latar belakang besar atau buangan, semuanya adalah hal yang sama, aku hanya cukup muak dengan orang-orang yang selalu merasa diri mereka istemewa, mereka semua makan dengan makanan enak memiliki pakaian mewah, di lain sisi banyak desa-desa kecil yang menderita tidak cukup tidak membantu mereka kalian malah menindas orang yang menderita tersebut, jika begitu boleh aku berkata? ya aku berkata kalian semua adalah seekor semut rendahan yang bahkan tidak memiliki hak berdiri di semesta yang sama dengan tuan muda ini." kata Ling Wan dengan wajah dingin.


"Pedang bunuh dan hukum orang-orang yang tidak layak di sebut manusia." kata Ling Wan sambil mengacungkan pedangnya ke arah kota.


Ling Wan berdiri di udara dengan wajah lurus dan dengan dingin menatap kota yang kacau itu, tapi ia tidak merasa menyesal atau terganggu dengan ini, ia hanya merasa mereka pantas dibunuh setelah berapa banyak orang yang telah mereka tindas dan sakiti, ini hanyalah masalah sebab akibat dan karma buruk dari apa yang telah mereka lakukan selama ini.


"Pedang kembali ke tempat asalmu." kata Ling Wan dengan nada santai.


Segera ribuan pedang berlumuran darah kembali ke tempat asalnya. Ling Wan kemudian mulai perlahan turun dari udara dan mulai berjalan lagi ke kejauhan.


Disisi lain...


Sekelompok gadis yang mengikuti Ling Wan sebelumnya tampak dipenuhi ketakutan. Mereka semua segera berhenti mengikuti Ling Wan. Meskipun mereka tahu Ling Wan sepertinya hanya membunuh orang jahat, mereka semua merasa bahwa mereka tidak boleh mengikuti Ling Wan lagi karena takut itu akan membuat Ling Wan marah dan mereka tidak akan mampu menanggung akibatnya.


"Ying'er, ada baiknya pemuda itu tidak marah pada kita, kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi, jika sosok yang begitu kuat marah pada kita." kata gadis cantik berambut putih dengan ekspresi ketakutan.


"Ya, lain kali kamu harus lebih sopan dan tidak mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya kamu katakan kepada seseorang yang bahkan tidak kamu kenal." kata gadis cantik berambut biru yang diselimuti keringat dingin.


"Baik kak, maafkan Ying'er." kata gadis berambut kuning.


"Lupakan, mari kita kembali ke sekte dan melaporkan hal ini." kata gadis cantik berambut putih yang mulai mendapatkan kembali ketenangannya


"Ya, lebih baik kita peringatkan orang-orang bahwa ada sosok tak tertandingi yang mengunjungi benua ini, tu.. tu.. tunggu kenapa aku merasa akrab dengan mata pemuda itu." kata gadis cantik berambut biru dengan wajah terkejut karena teringat sesuatu.


"Aku juga merasa familiar dengan pupil ungu itu, dimana aku melihatnya, eh bukankah mata itu muncul di langit setahun yang lalu?" kata gadis cantik berambut putih dengan wajah yang terlihat sangat serius.


Tidak ada percakapan lebih lanjut antara ketiga gadis itu yang jelas mereka semua tampak memiliki wajah yang dipenuhi teror karena mereka tahu siapa pemuda tampan yang mereka ikuti selama ini, gadis-gadis itu dengan panik menghilang entah kemana.

__ADS_1


"Hchh.. sial mengapa aku batuk, apakah ada seseorang yang sedang membicarakanku." kata Ling Wan dengan wajah aneh lalu perlahan melanjutkan berjalan.


Beberapa menit kemudian...


Sepanjang jalan Ling Wan banyak menemui orang yang sedang bersembunyi dan nampak ketakutan, ia hanya bisa diam dan menghiraukan hal tersebut, setelah cukup lama berjalan-jalan di kota, Ling Wan akhirnya tiba di sebuah paviliun makan tempat pembelian informasi, namun sayangnya seluruh paviliun ini terlihat di penuhi mayat.


"Sial, aku pergi jauh-jauh ke kota ini hanya untuk meminta informasi tentang banyak hal, tapi setelah aku sampai di kota ini aku membunuh mereka bahkan sebelum aku menyelesaikan alasan mengapa aku datang ke sini." kata Ling Wan dengan wajah kesal, sambil menyebarkan persepsi mentalnya, dia bermaksud mencari kota terdekat lainnya untuk membeli banyak informasi tentang benua ini.


"Hmm, kenapa semua orang di sekte ini penuh dengan kejahatan, lupakan ini juga baik, ini adalah panen poin kebaikan."kata Ling Wan sambil berjalan menuju selatan.


Disisi lain...


Ketiga gadis itu telah tiba di sekte mereka, sekte ini bernama Sekte Pembakaran Surga.


"Bai Luan menyapa guru." kata gadis cantik berambut putih sambil menangkupkan tangan pada seorang wanita cantik yang mengenakan jubah berwarna emas dengan banyak corak merah.


"Qin Ying'er menyapa guru!." kata gadis cantik berambut kuning sambil menangkupkan tangan.


"Jiang Li menyapa guru!" kata gadis cantik berambut biru sambil menangkupkan kedua tangannya, wajahnya masih terlihat sangat panik karena mengingat kejadian yang baru saja mereka bertiga alami.


"Li'er, ada apa denganmu? Siapa yang berani menggertakmu?." tanya guru dari ketiga gadis itu karena melihat bahwa ketiga muridnya terlihat tidak seperti biasanya.


"Tidak ada, hanya saja kami telah bersikap nakal pada seorang yang sangat kuat, syukurnya orang itu tidak marah dan hanya mengabaikan kami." kata Qin Ying'er yang melihat kakaknya masih belum bisa menjawab pertanyaan guru mereka.


"Orang yang kuat? siapa orang itu?." tanya sang guru dengan wajah serius.


"Guru, apakah Anda pernah mendengar cerita tentang seorang pemuda bernama Ling Tian?" tanya Bai Luan dengan sangat sopan.


"Kamu tidak boleh menyebut nama itu dengan sembarangan, orang itu terlalu luar biasa." tegur sang guru kepada Bai Luan.


"Tapi.. aku penasaran dengan sosoknya guru." kata Jiang Li yang sedari tadi diam.


Guru ketiga gadis itu terdiam dan bertanya dalam hati, tentang mengapa ketiga muridnya itu terlihat bertingkah sangat aneh, lalu ia memutuskan untuk menceritakan beberapa hal kepada muridnya.


“Konon pedang pemuda itu bisa disebut tak terukur, banyak orang mengatakan bahwa pemuda itu adalah tuan muda dari klan tingkat penguasa yang bersemayam di alam legendaris yaitu Supreme Origin World (Dunia asal tertinggi) , kenapa banyak orang berspekulasi seperti itu, ini karena bakat pemuda itu terlalu tidak masuk akal dan menakutkan, bayangkan saja bahwa pemuda itu seumuran dengan kalian, tetapi dia sudah memiliki kemampuan untuk membunuh beberapa puluh Dewa Sejati, bukankah ini terlalu berlebihan?dan yang lebih menakjubkan adalah dia melakukan semua itu sendirian. Bahkan ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa orang itu telah menakuti seorang ahli tingkat Sovereign, kalian juga tahu di benua ini bahkan tidak memiliki seorang dewa sejati, lalu bagaimana bisa kita tahu tingkat mengerikan macam apa musuh-musuh dari pemuda itu, dari sudut pandang ini kita dapat melihat bahwa pemuda itu pasti tidak ada bandingannya dan dapat membuat musuhnya sakit kepala, ngomong-ngomong kenapa kalian bertanya tentang hal ini?." kata guru ketiga perempuan itu dengan wajah penuh kecemasan.


"Ini guru, kami tadi mengganggunya." kata Qin Ying'er sambil menggaruk kepalanya.


"Ya, syukurlah dia tidak marah." Bai Luan berkata dengan nada agak canggung.


"Kami juga melihatnya membunuh ribuan orang di kota Daun Jatuh." Jiang Li berkata dengan wajah ketakutan.


"Ap....apaaaaaaaaaaaaa." kata sang guru dengan wajah kaget karena mendengar perkataan dari ketiga muridnya.


Disisi lain...


Terlihat suatu bangunan mewah tak porak poranda, ada mayat yang tak terhitung jumlahnya begelempangan di semua sisi sekitar bangunan ini, tulang belulang berserakan di mana-mana, darah mengalir seperti halnya aliran air di kala hujan deras.


"Sial, mereka semua bajingan, bagaimana mungkin gadis-gadis itu mengundangku untuk melakukan kultivasi ganda, sekte ini jelas merupakan sekte sesat, mereka berlatih sedemikian rupa, mereka semua juga mengurung begitu banyak budak, aku benar-benar heran dengan benua ini, apakah orang yang terbilang kuat tidak mencoba untuk memperbaiki dan mencoba membersihkan hal semacam ini?." kata Ling Wan sambil berjalan ke kejauhan dengan ekspresi kesal seolah-olah dia akan mencoba menimbulkan masalah bagi pihak-pihak tertentu.


Bersambung........

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...


__ADS_2