
[ Dinggggggggggg............. ]
[ Sistem : Terdeteksi tuan rumah memicu opsi pilihan ]
1]. Jelajahi semesta ini tanpa membantu banyak orang.
[ Hadiah : Misterius ]
2]. Jelajahi semesta dan jadikan semesta ini sebagai semesta yang berada dibawah kekuasaan tuan rumah.
[ Hadiah : Misterius ]
3]. Jelajahi semesta dan bantu tak hitung jumlanya orang dari semesta ini tanpa meminta hal apapun.
[ Hadiah : Misterius ]
Ling Wan terdiam untuk beberapa saat ia masih memikirkan opsi pilihan dengan hati-hati.
"Tanpa meminta hal apapun? bukankah aku mendapat poin kebaikan jika membantu mereka? ini hanyalah hubungan timbal balik." ucap Ling Wan dengan wajah datar.
"aku memilih nomer tiga." ucap Ling Wan sambil mengklik opsi pilihan tersebut.
Kemudian setelah itu Ling Wan pergi berteleportasi ke suatu Benua yang ada di Semesta Tong Xuan, benua ini bernama Benua Nongmin, benua ini memiliki mayoritas penduduk yang terbilang lemah dan hanya ada sedikit kultivator kuat yang ada di Benua ini.
Kebanyakan penduduk di benua ini memiliki profesi petani dan alkemis benua ini juga bisa dibilang cukup ramah dan damai, walaupun terkadang masih ada bandit dan hal-hal semacamnya.
3 hari kemudian....
Terlihat Ling Wan sedang duduk di atas sebuah batu yang berada di dekat tempat perkebunan suatu desa kecil yang tidak diketahui, ia duduk di atas batu itu sambil menikmati pemandangan hijau seluas mata memandang, ditangan Ling Wan terlihat ada sebuah kendi anggur.
"Tuan muda, apakah anda bukan berasal dari benua ini. " tanya seorang petani tua.
"Ya benar kakek, aku hanya sedang berjalan-jalan." jawab Ling Wan.
"Benarkah, tuan muda dapat dengan tenang berpergian di benua ini karena benua ini terbilang masih cukup damai dan tidak seperti benua-benua lainnya ditambah pembantaian darah orang jahat beberapa hari yang lalu, ini semakin menambah kedamaian dan ketentraman benua ini, saya sangat bersyukur karena ada suatu penguasa semesta asing yang berani menegakkan keadilan di semesta yang sangatlah kacau ini." ucap pak tua petani.
"Begitu ya, kakek kemari, telan pill ini dihadapanku sekarang juga." ucap Ling Wan sambil mengeluarkan pil umur panjang.
"Sungguh aura kehidupan yang meluap-luap, tuan muda walaupun saya hanyalah seorang petani, saya juga adalah seorang Alkemis Pemula tingkat 7, apakah tuan muda juga seorang alkemis?." ucap pak tua petani dengan wajah penasaran sambil memandangi pill di tangan Ling Wan.
(Tingkatan Alkimia - Pemula Alkemis, Master Alkemis, Guru Alkemis, Dewa Obat, Raja Obat, Kaisar Obat(Ranah Alkimia MC) , Suci Obat, Yang Mulia Alkemis, Alkemis Tertinggi)
"Ya aku juga seorang alkemis, cepat ambil dan telan pill ini kakek." ucap Ling Wan sambil berdiri lalu berjalan ke arah pak tua petani tersebut.
"Ini baiklah tuan muda, saya akan dengan lancang mengonsumsi pill pemberian tuan muda." kata pak tua petani sambil memasukkan pill milik Ling Wan ke dalam mulutnya.
Tak selang berapa lama rambut putih pak tua itu segera menghitam kembali, wajah tua keriputnya juga mulai berubah menjadi seperti seorang pemuda yang berusia 20 tahunan.
"Ini..., tuan muda harta macam apa yang baru saja ku telan?." kata petani tua tersebut yang telah menyadari perubahan signifikan tubuhnya.
"Tidak ada, itu hanyalah pill obat tingkat Kaisar." ucap Ling Wan sambil meminum seteguk anggur.
"Ap... Apa... Pi.. pill tingkat kaisar." kata petani tua dengan wajah yang terlihat terkejut dan terguncang!.
"Tuan muda, mengapa kamu memberikan harta seberharga ini pada orang sepertiku?." tanya pak tua petani.
"Hanya ingin saja, kakek tidak perlu memikirkan hal tersebut, ini karena bagiku pill tersebut hanyalah benda yang dapat kubuat dengan sangat mudah, jadi mengapa aku harus pelit?." ucap Ling Wan.
"Ka... Kai... Kaisar Al... Alkemis, aku Hu Yanbo sangat bersyukur dalam hidup ini karena mendapat kesempatan untuk melihat seseorang yang berada dipuncak alkimia semesta ini. " kata pak tua petani sambil menangkup tangan dengan dipenuhi rasa takjub dan hormat.
"Kakek terlalu memuji."
"Ah iya kakek karena kamu telah memperkenalkan namamu padaku, jadi sewajarnya aku juga harus memperkenalkan diri, perkenalkan namaku Ling Tian, salam kenal kakek Hu." ucap Ling Wan sambil menangkupkan tangannya.
__ADS_1
"Tuan muda mengapa aku merasa pernah mendengar namamu?." tanya Hu Yanbo dengan wajah bingung.
"Aku tidak tahu." jawab Ling Wan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tu.. Tu.. Tunggu nama tuan muda adalah Ling Tian?." tanya kakek itu lagi dengan wajah terguncang karena teringat suatu hal.
"Ya kakek." ucap Ling Wan.
"Tu.. tuan muda adalah seorang penguasa yang telah membunuh banyak orang jahat di semesta ini bukan. Maafkan saya karena telah bertindak lancang dan tidak sopan." kata Hu Yanbo sambil bersujud.
"Apa yang sedang kakek Hu lakukan walaupun orang yang di sebutkan oleh kakek Hu memanglah aku, tapi aku benar-benar tidak senang jika seseorang yang lebih tua melakukan hal-hal seperti ini, aku tidak terlalu suka jika dihormati secara berlebihan." ucap Ling Wan sambil mengangkat kakek Hu dengan Qi spiritualnya.
"Tapi tuan muda adalah seorang penguasa, bagaimana bisa aku tidak menghormatimu, lagipula tuan muda berbeda dari para penguasa-penguasa tiran itu." ucap kakek Hu dengan dipenuhi rasa hormat.
"Baiklah, tapi kakek tidak boleh berperilaku terlalu hormat, perlu kakek ketahui umurku yang sebenarnya bahkan belum mencapai usia seribu tahun, jadi perlakukan sewajarnya saja, aku masih sama seperti kalian masih sama bernafas dan hidup berpijak dilangit bumi yang sama perihalnya seorang manusia biasanya, tidak ada yang membedakan diriku dengan yang lainnya, anggap saja aku sama seperti kalian." ucap Ling Wan sambil tersenyum.
Kakek Hu hanya terdiam mendengar perkataan dari Ling Wan, ia bertanya-tanya di dalam hatinya, pemuda di depannya ini adalah orang yang membunuh penguasa semesta ini pemuda ini memiliki kekuatan yang mendominasi, namun hati pemuda ini benar-benar sangatlah hangat dan dipenuhi hal positif.
"Ini.. ini adalah sosok penguasa sejati hati murni, rendah hati, dipenuhi rasa peduli pada banyak orang, sayangnya tuan muda bukanlah penguasa dari semesta ini, jika ia adalah penguasa dari semesta ini, aku rasa dunia ini akan dipenuhi kemakmuran." kakek Hu bergumam di dalam hatinya.
Beberapa menit kemudian....
Ling Wan telah berbincang banyak hal dengan kakek Hu, kemudian Ling Wan memutuskan untuk ikut pergi ke desa dimana kakek Hu tinggal, desa ini bernama Desa Rumput Hijau.
Desa rumput hijau bukanlah sebuah desa besar, desa ini hanya terdiri dari beberapa puluh keluarga kecil, jumlah orang di desa ini bahkan tidak mencapai angka lebih dari 300 orang penduduk, jadi bisa dibilang desa ini lumayan sangat kecil.
"Tuan muda, ini adalah rumahku, maafkan karena rumah ini sangatlah sederhana dan kecil." ucap kakek Hu sambil menangkupkan tangan.
"Rumah ini cukup bagus, lagipula selama rumah tersebut aman dan bisa tempati tidak ada yang salah dengan ukuran atau bentuknya, kita harus bersyukur dengan segala hal yang kita miliki dengan begitu hidupmu akan lebih memiliki makna dan penuh senyuman." ucap Ling Wan sambil tersenyum.
"Tuan muda memanglah orang yang bijaksana dan sosok dari gambaran penguasa yang sempurna." kata kakek Hu sambil menangkupkan tangannya.
"Kakek Hu terlalu memuji, ah iya kakek dimana letak hutan yang memiliki banyak binatang buasnya, ayo kita pergi berburu dan mengadakan pesta di desa ini." ucap Ling Wan dengan wajah bersemangat.
"Tempat itu memiliki jarak yang terbilang cukup jauh, hutan itu berada di jarak 122 kilometer arah barat jauhnya dari desa ini tuan muda, aku rasa ini akan memakan waktu yang cukup lama, jika kita pergi kesana." ucap kakek Hu.
Kakek Hu hanya tercengang dengan pemandangan yang ia lihat, walaupun ia benar-benar takut memasuki retakan ruang tersebut, namun menurutnya Ling Wan bukanlah orang jahat yang ingin membahayakan dan melukainya, oleh karena itu kakek Hu segera menuruti Ling Wan dan pergi memasuki retakan ruang.
Beberapa saat kemudian...
Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mereka berdua sampai di hutan yang dikatakan oleh kakek Hu.
"In.. Ini hutan ini, hutan ini adalah Hutan Xian Yang, tuan muda apa yang sebenarnya terjadi? mengapa kita bisa secara tiba-tiba berada di tempat ini? tempat ini sangatlah jauh dari desa." ucap kakek Hu dengan terbata-bata karena ia sangat kaget bahwa dirinya dan Ling Wan telah berada di hutan yang sangat jauh dari tempat tinggalnya.
"Tidak ada, ini hanyalah sebuah teleportasi yang menggunakan aturan hukum ruang dan waktu milikku, kakek Hu ayo kita berburu ." ucap Ling Wan sambil tersenyum.
"Tele... teleportasi? aku Hu Yanbo telah merasakan teleportasi yang hanya ada dalam legenda, terima kasih tuan muda karena telah memberikan sebuah pengalaman yang sangat luar biasa ini." ucap kakek Hu dengan wajah sangat senang.
Beberapa menit kemudian.....
Ling Wan telah selesai berburu, terlihat ada ratusan rusa, dan banyak babi hutan yang ada di depan mereka berdua, Ling Wan menyimpan seluruh hewan buruan itu ke dalam cincin penyimpanannya.
"Kakek Hu ayo kita kembali." ucap Ling Wan sambil membelah ruang.
"Baik tuan muda." ucap kakek Hu.
Disisi lain...
Terlihat di depan rumah kakek Hu nampak ada seorang wanita tua yang sedang menyapu teras halaman rumah tersebut, wanita ini adalah istri dari kakek Hu, ia bernama Li Meihua, kemudian terlihat sebuah retakan ruang muncul tidak jauh dari sisi rumah kakek Hu, nenek Li mendongak dan memicingkan alisnya.
Tak selang berapa lama selang nenek Li melihat dua orang pemuda keluar dari retakan ruang tersebut, kedua pemuda ini adalah Ling Wan dan kakek Hu.
"Anak muda siapa kamu?." tanya nenek Li.
__ADS_1
"Istriku, apakah kamu benar-benar tidak mengenaliku." jawab kakek Hu yang berdiri di belakang Ling Wan.
"Ini kamu memang sangat akrab dan terlihat seperti suamiku saat muda apakah kamu adalah anak haram dari pak tua kentut itu, beraninya ia berselingkuh sial, aku akan memukulinya saat ia kembali nanti." ucap nenek Li dengan wajah nampak sangat marah.
"Kamu.. ini aku, aku adalah suamimu anak haram apa, kamu benar-benar hah... lupakan, aku menelan sebuah pill pemberian tuan muda ini, sehingga aku kembali seperti seorang anak muda." Hu Yanbo berkata sambil berjalan ke arah nenek Li.
"Hmm kalau dipikir-pikir ini memanglah masuk akal, tuan muda terima kasih karena telah memberikan pill pada suamiku." nenek Li berkata sambil menangkupkan tangan ke arah Ling Wan.
"Ya sama-sama, nenek juga dapat mengambil pill ini." Ling Wan berkata sambil berjalan ke arah nenek Li kemudian menyerahkan sebuah pill obat.
"In.. ini apakah tidak apa-apa, jelas pill ini pasti sangat berharga dan mahal." ucap nenek Li.
"Hahaha.. tidak perlu sungkan dan malu nenek, tenang saja aku bisa membuat pill ini semudah membalikkan tangan, jadi jangan menolaknya." ucap Ling Wan.
Nenek Li pun menerima pill tersebut dan kemudian nenek Li mengonsumsi pill pemberian Ling Wan, tak selang berapa lama rambut putih nenek Li segera menghitam kembali, wajah tua keriputnya juga mulai berubah menjadi seperti seorang gadis cantik yang berusia 20 tahunan.
"Istriku, kamu terlihat seperti saat pertama kali kita bertemu, terima kasih banyak atas pemberian pill milik tuan muda." kakek Hu berkata pada nenek Li kemudian setelah itu ia menoleh ke arah Ling Wan sambil menangkupkan tangan.
"Ya sama sama." jawab Ling Wan.
"Kakek Hu apakah boleh aku melakukan pesta makan bersama di depan rumahmu." tanya Ling Wan.
"Tentu saja tuan muda, ini adalah suatu kehormatan terbesar bagiku." jawab kakek Hu sambil menangkupkan tangannya.
"Seluruh warga desa, hari ini aku mengundang dan mengajak kalian semua untuk berpesta di depan rumah kakek Hu ingat kalian semua wajib datang, ini karena aku akan memberikan beberapa hadiah pada kalian semua." suara Ling bergema ke seluruh sudut Desa Rumput Hijau.
30 menit kemudian....
Terlihat ada ratusan orang yang sedang duduk di dekat rumah kakek Hu, mereka semua duduk di tanah tanpa mengenakan alas apapun.
"Xiao Fan, bukankah kamu selalu merengek ingin makan daging, lihatlah disana ada begitu banyak rusa yang siap di masak." kata seorang wanita berbaju biasa pada anaknya.
"Ya ibu, Xiao Fan sudah lama tidak makan daging, syukurnya ada kakak laki-laki itu yang membawakan banyak makanan enak." kata Xiao Fan sambil menunjuk Ling Wan yang sedang duduk santai.
"Xiao Fan kamu tidak boleh berperilaku tidak sopan, tuan muda maafkan anak saya karena telah berperilaku lancang." kata ibu Xiao Fan.
"Tidak apa-apa. " ucap Ling Wan sambil tersenyum ramah.
"Semua orang sudah berkumpul ya, kalian bisa berbaris dengan rapi, aku akan memberikan masing-masing dari kalian beberapa pill dan juga beberapa puluh ribu tael emas." ucap Ling Wan pada banyak orang.
"Tuan muda terlalu baik, makanan ini saja sudah cukup untuk kami." ucap seorang pak tua berambut putih.
"Ya benar, kakak laki-laki sudah sangat baik membawakan banyak bahan makanan ini. " ucap seorang anak laki-lak yang berusia kira-kira 8 tahunan, bajunya terlihat sangat biasa dan lumayan kotor.
Banyak perbincangan terjadi, namun perbincangan ini lebih mengarah ke arah menghormati dan menghargai Ling Wan mereka semua masih tidak tahu dan sadar bahwa pemuda di depan mereka adalah orang yang telah mengguncang semesta ini beberapa hari yang lalu.
Ini bukanlah sebuah kemunafikan layaknya orang yang menghormati karena suatu alasan kekuatan dan kekuasan, mereka semua memiliki hati nurani bersih dan penuh dengan kebaikan jadi walaupun Ling Wan hanya membantu membawakan banyak daging, mereka semua sudah sangat berterima kasih dengan hal ini, di sisi ini kita bisa melihat apa yang perbedaan yang ada di antara orang yang berkecukupan dan orang yang sederhana.
Hati yang sederhana membuatmu selalu bersyukur walaupun hanya mendapatkan beberapa hal kecil, dilain sisi hati seorang yang kaya dan rakus akan segala hal dipenuhi dengan rasa tidak puas akan hal-hal kecil, perihalnya jika kita saja tidak merasa bersyukur atas apa yang sudah kita miliki, lalu apa yang membuat kita berpikir bahwa kita akan bahagia dengan memiliki yang lebih banyak?
"Semuanya tidak perlu merasa sungkan dan menolaknya, lagipula ini hanyalah sedikit dari banyak hal yang aku miliki, aku meminta pada kalian semua untuk menerimanya, lalu kemudian ayo berbaris dan jangan lupa seseorang bantu aku memasak daging ini hahaha." ucap Ling Wan sambil tertawa ramah.
15 menit kemudian...
Pembagian pill dan uang pun telah selesai dilakukan, ada beberapa orang tua yang langsung mencoba pill pemberian Ling Wan tersebut, segera terlihat sebuah pemandangan menakjubkan terjadi.
Pemandangan dimana puluhan orang tua menjadi seorang pemuda yang layaknya terlihat baru berusia 20 tahunan.
Penduduk desa rumput hijau bertanya-tanya di dalam hati mereka, sebenarnya pill berharga macam apa yang diberikan oleh pemuda tampan ini?
Entah berapa menit waktu telah berlalu tapi suatu hal yang jelas adalah seluruh makanan sudah siap untuk segera dimakan, disana terlihat Ling Wan berbaur ramah dengan seluruh penduduk desa, kakek Hu juga memberi tahu beberapa orang bahwa Ling Wan adalah seorang penguasa dari alam semesta tertentu, ia juga memberi tahu mereka semua bahwa Ling Wan lah orang yang telah menyebabkan keributan di semesta ini beberapa hari yang lalu, ini semua membuat mereka semakin menghormati Ling Wan.
Menurut mereka semua, pemuda ini adalah gambaran dari seorang pemimpin yang sangat sempurna, kekuatannya yang mendominasi namun kerendahan hatinya bahkan bisa dibandingkan dengan seorang manusia fana, ini bukan perihal menghormati sebuah kekuatan melainkan tentang seseorang yang memiliki hati nurani untuk bersikap rendah hati dan memandang drajat setiap orang itu sama!.
__ADS_1
Bersambung........
Jangan lupa Like, Komen, Beri Nilai , Follow Dan Jangan Lupa Berikan Sedikit Dukungan/Vote Jika Memiliki Poin Berlebih ...