
Reza sudah mengirim beberapa R.A. Human Robot untuk menggagalkan pengiriman barang milik Dilan yang akan dikirim menuju Kalimantan di sore hari.
Pengiriman tersebut Reza gagalkan hanya sebagai hadiah pembuka untuk Dilan.
Setelah Malam tiba, Hadiah utama dari Reza untuk Dilan pun dimulai.
Reza sudah mengumpulkan pasukan di beberapa kota yang tersebar di Pulau Jawa.
Kota-kota yang terdapat markas Dilan yaitu:
- Surabaya
- Tegal
- Bandung
- Jakarta
- Bogor
Masing-masing Kota setidaknya di jaga oleh 200 orang.
Reza sudah menyiapkan sekitar 100 R.A. Human Robot untuk menyerang dan menghancurkan markas Dilan kapanpun Reza mau. Bukannya Reza kekurangan R.A. Human Robot. Tapi Reza merasa 100 R.A. Human Robot saja sudah cukup untuk menghancurkan markas Dilan.
Semua pasukan R.A. Human Robot milik Reza sudah berada di posisinya masing-masing dan siap untuk melancarkan serangan.
***Jum'at,19September2018
Surabaya 20:00***
Saat ini Reza sudah berada di sekitar markas utama Dilan yang berada di salah satu hutan besar yang berada di pinggiran kota Surabaya. Reza Baru saja menyuruh pasukannya yang berada di kota lain untuk mulai menyerang.
Reza saat ini sedang terbang di udara dan memantau Dilan dengan alat tembus pandang dan penglihatan jarak jauh yang terpasang di baju besi tempurnya. Dari sana Reza melihat Dilan sedang duduk di depan beberapa anak buahnya.
Melihat raut wajah Dilan yang tampak kesal Reza tersenyum. Lalu dia pun menyiapkan pasukannya dan segera memberi perintah untuk menyerang.
Reza melirik ke arah 2 orang yang berjaga di luar gedung. Reza pun mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah kedua orang tersebut. Segera sebuah sinar laser yang memancarkan hawa panas yang luar biasa keluar dari Baju besi tempur Reza melalui telapak tangannya yang mengarah langsung ke kedua orang yang berjaga di diluar.
__ADS_1
Kedua orang tersebut pun Tiba-tiba melihat sebuah cahaya yang mendekati mereka dengan sangat cepat. Sebelum mereka bereaksi mereka pun merasakan panas yang luar biasa menghantam tubuh mereka yang hanya terasa dalam sekejap mata lalu mereka pun kehilangan kehidupan mereka tanpa tahu apa yang terjadi pada mereka.
Terlihat tubuh bagian dada mereka bolong dan tembus kebelakang melalui punggung. Darah pun menggenangi lantai di sekitar tubuh mereka. disekitar lubang tersebut terlihat luka bakar ekstrem yang terus menjalar ke seluruh tubuh secara perlahan.
Melihat hasil tembakan tersebut Reza pun tersenyum puas. Nyatanya, Reza barusan hanya menggunakan kedua orang tadi untuk menjadi tikus percobaan untuk tembakan laser yang belum lama ini selesai dibuat Reza.
Tembakan Reza barusan juga sebagai penanda awalnya pertempuran ini. 100 R.A. Human Robot yang ada pun langsung bergerak maju.
Beberapa orang pun keluar dari markas dan melihat 2 temannya mati dalam keadaan yang mengenaskan. Mereka pun langsung ingin mengabarkan hal ini ke bos mereka yaitu Dilan.
Namun sebelum mereka bisa melakukan hal tersebut. Seseorang menembak ke orang yang berjalan di paling depan diantara mereka dan meledakkan kepalanya begitu saja.
Mereka pun sontak melihat ke arah penembak. Mereka pun melihat seorang wanita cantik tetapi di pergelangan tangannya terdapat sebuah senjata yang terlihat menempel dengan kulitnya.
Mereka juga melihat dibelakang wanita Tersebut ada banyak orang yang memiliki kesamaan dengan wanita tadi. yaitu terdapat senjata yang menempel di tangan mereka.
Mereka yang melihat itu pun panik dan berteriak untuk bantuan dari dalam.
" ada Penyerangan!!!!"teriak salah satu dari mereka
Orang orang yang berada di dalam Markas pun langsung bergegas keluar untuk melihat keadaan dengan membawa senjata mereka masing-masing.
Mereka pun langsung mengambil posisi dan menembak ke arah orang-orang yang didepan mereka.
Pertempuran pun di mulai Mereka mulai saling menembak. Aurel dan beberapa R.A. Human Robot lainnya yang berada di paling depan memilih untuk maju dan bertarung dengan jarak dekat dan mulai menyerang dengan sebilah pedang yang tiba-tiba muncul di kedua tangan mereka menggantikan senjata api yang tadi mereka pakai.
Satu persatu anggota pasukan Dilan tewas. Aurel memimpin pasukan jarak dekat untuk terus menebas musuhnya membuat Aurel dan R.A. Human Robot yang bertarung jarak dekat memiliki tubuh yang sudah berlumuran dengan darah.
Sekali mereka menebaskan pedangnya maka salah satu bagian anggota tubuh dari pasukan Dilan akan terbang dan terpisah dari asalnya. Darah pun berterbangan di mana-mana. Seluruh area markas ini pun tergenang oleh lautan darah yang masih segar dan kental.
Pertempuran atau yang lebih tepatnya di sebut pembantaian ini hanya terdengar suara tembakan dan tebasan pedang yang memotong daging dimana-mana.
Pertempuran ini memang lebih tepat disebut dengan pembantaian karena Di pihak pasukan Reza sama sekali tidak memiliki korban yang jatuh. Paling-paling hanya beberapa bagian tubuh yang memiliki kerusakan kecil karena sering terkena tembakan. Sedangkan di sisi pasukan Dilan, orang yang tewas terus berjatuhan di setiap menitnya.
yang tidak mereka sadari dari tadi adalah ada satu orang yang terbang di atas mereka dan mengawasi jalannya pertempuran.
Orang itu adalah Reza. Reza masih memantau Dilan yang saat ini terlihat sedang menerima beberapa telepon sekaligus. Ekspresi marah kembali muncul di wajah Dilan. Disaat yang bersamaan Reza juga menerima laporan jika semua markas Dilan yang ada sudah di hancurkan tanpa sisa. Reza tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
Reza pun melihat kembali ke pembantaian di bawahnya dan melihat pasukan Dilan yang hanya tersisa sekitar 50 orang. Lalu Reza melihat Dilan akan turun dan keluar dari markasnya dan mulai menembaki salah satu R.A. Human Robot.
Saat tembakan pertamanya gagal untuk membunuh R.A. Human Robot tersebut, Dilan tampak terkejut dan mulai menembaki R.A. Human Robot tersebut berkali-kali dengan gila hingga kepalanya hancur. Ekspresi puas terpampang di wajahnya terlihat dengan jelas.
Hanya saja Dilan tidak melihat jika seluruh pasukannya yang sudah mati. Reza pun memutuskan untuk turun kebawah dengan wajah penuh kepuasan dan menghampiri Dilan.
R.A. Human Robot yang ada pun ikut menghampiri dan mengelilingi Dilan dengan senjata yang masih menempel ditangan mereka. Aurel yang masih penuh dengan darah di sekujur tubuhnya pun berdiri di samping Reza. dan kelima orang yang kemarin Reza interogasi pun juga keluar dan berdiri dibelakang Reza.
Mereka dari tadi hanya berdiri dan menyaksikan pembantaian satu sisi ini dari jauh.
Reza pun memilih untuk berbicara
"Tuan Dilan Admojo bagaimana hadiah yang saya berikan. menyenangkan bukan" ucap Reza dengan santainya
"Sialan. Siapa kamu!?. Kenapa kamu menyerang saya!?. Saya tidak pernah merasa menyinggung kamu."
"Hahaha, Kamu tidak pernah menyinggung saya? kalau begitu perkenalkan nama saya Reza Affandi putra dari Hendi Affandi yang beberapa waktu lalu ingin kamu culik."
Mendengar jawaban Reza, Dilan pun kaget dan mulai menyesal karena tindakan yang ia rasa bukanlah hal besar karena ia sudah sering melakukannya justru membawanya pada kehancuran.
Tiba-tiba pandangan dilan kabur. Sebelum ia kehilangan kesadaran sepenuhnya, dilan mendengar suara Reza yang mengatakan
"Kehancuran adalah hal yang akan didapatkan oleh orang yang menyinggung ku dan mengganggu keselamatan keluargaku"
•
•
•
•
•
To Be Continued
Sorry buat yang udah nunggu, Kemarin-kemarin sibuk banget dan gak ada waktu buat ngetik. jadi gak bisa up. Jadi Maaf buat kalian yang udah nunggu. Dan maaf juga kalo kurang puas sama chap ini soalnya saya bikinnya buru-buru dan ini saya sempet-sempetin Buat ngetik karena besok masih sibuk.
__ADS_1
Thanks....