Sistem Kehidupan

Sistem Kehidupan
Memberikan kesempatan


__ADS_3

Melihat mereka mengeluarkan senjata, Reza pun mulai bergerak dan mengeluarkan dua buah benda berbentuk persegi panjang kecil dari Penyimpanan Sistem. Setelah Reza memencet tombol yang ada di benda tersebut, Tiba-tiba benda itu berubah bentuk menjadi sepasang senjata berupa Pistol kejut yang bisa menembakkan listrik.


Pistol kejut ini memiliki daya tembak yang bisa di atur sesuka hati. Daya tembak terendah hanya mengakibatkan orang yang terkena tembakan menjadi lemas tetapi masih sadar. Sedangkan daya tembak tertinggi bisa langsung mengakibatkan kematian karena tersengat listrik bertegangan tinggi.


Selain manusia, Pistol ini juga ampuh untuk menyerang atau menghancurkan benda-benda yang memakai listrik untuk bekerja. Salah satunya adalah Robot dan Drone Atau bisa juga untuk menghancurkan sistem keamanan karena tembakan Listrik yang kuat bisa membuat barang-barang yang memakai listrik untuk bekerja menjadi konslet dan mengalami kerusakan yang parah. Bahkan bisa membuat barang-barang tersebut meledak.


Reza sengaja mengeluarkan pistol kejut ini. padahal Reza bisa saja langsung maju dan menghadapi mereka secara langsung, hanya saja Reza tak ingin membuang waktunya untuk ini karena Reza memiliki jadwal rapat di kantornya.


Melihat Reza mengeluarkan senjata aneh yang menyerupai pistol, Ferlan dan rekan-rekannya pun sedikit waspada. Tetapi sesaat setelah itu mereka malah menyeringai. Mereka mengira Reza mengeluarkan pistol mainan untuk menakut-nakuti mereka karena mereka melihat pistol Reza terlihat mirip seperti pistol canggih yang mereka lihat di beberapa film yang bertemakan Masa depan atau Teknologi modern. Mereka tidak percaya jika pistol yang Reza pegang adalah pistol yang sama yang mereka lihat di film. Tetapi Ferlan masih merasa waspada terhadap pistol yang dipegang Reza.


Namun, Sayangnya semua yang ada di pikiran mereka adalah salah. Melihat mereka menyeringai, Reza pun tanpa basa-basi dan langsung menembak mereka dengan cepat dan tepat dengan dua tangan.


Orang-orang yang terkena tembakan Reza tidak sempat bereaksi. Mereka tiba-tiba merasa tubuh mereka seperti tersengat listrik dan sedikit terpental kebelakang. Sesaat setelahnya mereka merasa lemas tidak bertenaga. Bahkan untuk menggerakkan jari saja mereka tidak bisa melakukannya.


Reza terus menembak dan tidak menyisakan satu orang pun termasuk Ferlan. Reza hanya menggunakan daya tembak terendah pada mereka.


Setelah mereka semua sudah terbaring tak berdaya di jalanan, Reza pun mendekati Ferlan dan membisikkan sebuah peringatan.


"Ferlan, saya merasa sedikit prihatin dengan kondisi keluargamu. Kali ini saya kasih kamu kesempatan. Lain kali kamu cari gara-gara denganku, Maka nyawamu dan orang-orang terdekatmu akan terancam. Dan kau tahu, Semua orang yang sudah menyinggung saya saat ini sudah tidak bisa melihat matahari lagi. Camkan ini baik-baik. Dan kalau saran saya lebih baik kamu keluar dari geng Revenge. Karena saya gak bisa menjamin apakah Geng Revenge masih bisa berdiri setelah ini."


Reza pun meninggalkan mereka begitu saja dan pergi ke Perusahaan langsung dan tidak jadi pulang kerumahnya. Reza sudah mengirim Aurel R1 untuk kerumahnya untuk mengambil hal-hal yang diperlukan sekalian untuk memberi tahu kepada orang rumah jika Reza langsung ke perusahaan.


Tetapi Reza sudah menyuruh Vina untuk mengirim beberapa robot untuk mengawasi dan menyusup ke Markas Geng Revenge dan mencari semua bukti-bukti kejahatan yang mereka lakukan. Reza ingin menghancurkan Geng Revenge nanti karena secara langsung karena saat ini sedang sibuk.


Reza juga sudah lama tidak merasakan darah. Maka dari itu Reza ingin menghancurkan Geng Revenge secara langsung.


Entah kenapa firasat Reza mengatakan bahwa Ferlan akan berguna di masa depan. Maka dari itu kali ini Reza tidak menghabisi Ferlan secara langsung dan membunuh semua anggota Geng Revenge yang ada di sini tetapi memberikan satu kesempatan kepada Ferlan. Tetapi jika Ferlan masih bertingkah di masa depan maka Reza tidak akan berbelas kasih padanya.


...****************...


POV Ferlan

__ADS_1


Namaku Ferlan, Kehidupan keluarga ku sangat berantakan. Orang tua ku tidak pernah memperdulikan ku. yang mereka lakukan hanyalah terus menerus bekerja. Mereka hampir tidak pernah berada di rumah. Bahkan di hari libur sekalipun.


Mereka memiliki perusahaan masing-masing dan kesibukan masing-masing. Saat di rumah mereka hanya membicarakan bisnis yang sama sekali tak bisa ku pahami. Mereka tidak pernah sekalipun menanyakan tentang kehidupan ku.


Walaupun aku masih memiliki orang tua, Tetapi aku merasa seperti tidak memiliki orang tua. Yang mereka pedulikan hanyalah uang. Bahkan dari kecil mereka tidak pernah merawat diriku secara langsung dan hanya mengandalkan baby sitter ataupun ART yang mereka pekerjakan.


Saat aku bertanya kepada mereka mengapa mereka seperti tidak peduli padaku, mereka hanya marah dan mengatakan jika semua yang mereka lakukan juga untuk masa depan ku. Mereka tidak pernah sekalipun menanyakan apa yang aku inginkan.


Dari kecil aku selalu iri melihat kedekatan anak-anak lain dengan orang tua mereka. Saat kecil aku selalu berharap untuk bisa mendapatkan kasih sayang dari orang tua ku.


Saat aku masih sekolah dasar aku sudah sangat tertekan. Aku pun mulai mencari pelampiasan emosi ku dengan menjahili teman-teman Sekolah ku. Aku merasakan kesenangan saat menjahili orang lain. Hal ini pun terus berlanjut hingga sekarang.


Saat SMP aku mendapatkan dua teman yang nasib mereka tidak berbeda jauh dengan ku. Mereka bernama Riki dan Eko. Kami pun berteman dekat sejak saat itu.


Mereka juga memiliki kesamaan lain denganku yaitu suka menjahili dan membully. Kami sering melakukannya bersama. Kami di cap Anak berandalan di SMP tempat kami bersekolah.


Orang tua kami terkadang di panggil ke sekolah oleh kepala sekolah. Orang tua ku bahkan tidak pernah datang sekalipun seakan tidak perduli sama sekali dan hanya menyuruh Bibi pengasuh ku dari kecil untuk datang menggantikan mereka.


Saat kami kelas 9, Riki mengajak aku dan Eko untuk bergabung dengan geng motor yang bernama Revenge. Aku sedikit ragu saat itu. Tetapi karena Eko menyetujuinya, aku pun tidak berpikir panjang dan ikut menyetujui ajakan Riki.


Kami sering membuat onar di jalanan dan sering balapan liar. Terkadang Geng Revenge suka mengadakan pesta mabuk di acara-acara tertentu seperti setelah Memenangkan balapan dengan geng motor lain. Aku lagi-lagi merasa sedikit ragu untuk mabuk, tetapi karena Riki dan Eko mengajak ku agar ikut mabuk, aku pun meminumnya.


Aku tidak ingin Riki dan Eko menjauhiku karena hal ini.


Yang aku tahu baru-baru ini adalah ternyata Geng Revenge suka mengambil bayaran dari orang untuk membunuh atau menculik orang. Aku panik saat mengetahui itu, tetapi anggota lain meyakinkan ku jika tidak akan ketahuan Karena ketua Geng Revenge yang bernama Nizar sangat ahli dalam membuat strategi dan rencana.


Karena aku tidak berani untuk melakukannya, ketua Geng Revenge pun tidak memaksa ku. Ia tidak ingin rencana yang ia bangun menjadi berantakan karena ku.


Karena aku tidak ikut dalam aksi tersebut, aku pun mencoba untuk belajar membuat strategi dari ketua Geng Revenge secara diam-diam saat ia sedang menjelaskan rencana di depan semua anggota geng Revenge yang hadir saat perundingan.


Saat SMK ada seorang anak yang sangat populer di sekolah. Dari yang aku dengar, orang itu sangat pintar dan jenius dalam semua bidang baik akademik maupun non akademik. Anak itu sangat populer dari SMP karena selalu memenangkan olimpiade yang ia ikuti hingga Tingkat Nasional.

__ADS_1


Semua orang sangat ingin dekat dengannya dan berbanding terbalik dengan ku yang sangat ingin mereka jauhi. Aku merasa sangat iri dengannya, sering kali aku mencoba untuk menjahili dan membully nya. Tetapi hal itu selalu gagal karena ternyata anak itu sangat ahli dalam beladiri yang tidak ku kenal.


Aku pun memutuskan untuk menculiknya untuk melampiaskan emosi ku. Aku mengajak beberapa anggota Geng Revenge untuk menculiknya karena aku tidak bisa mengalahkannya hanya bertiga dengan Riki dan Eko. Beberapa anggota Geng Revenge adalah seorang psikopat yang senang menyiksa orang lain dan menyetujui permintaan ku untuk menculik anak itu.


Kami pun menjalankan aksi disaat setelah pulang sekolah. Aku sudah menyelidiki semua hal tentangnya dan jalan yang biasa dia lewati.


Kamu pun mencegatnya di jalan yang sepi. Aku sudah mengatakan jika Anak itu sangat kuat dan ahli beladiri asing dan menyuruh mereka untuk tidak meremehkannya.


Saat Kami mengeluarkan senjata yang kami bawa, Anak itu tiba-tiba mengeluarkan dua benda aneh dari entah dari mana.


Benda itu awalnya Berbentuk persegi panjang yang kecil. tetapi secara tiba-tiba benda itu berubah bentuk menjadi seperti pistol yang membuat kami waspada.


Tetapi pistol itu terlihat seperti pistol yang kamu lihat di film-film. Semua anggota Geng Revenge yang ku bawa langsung menyeringai termasuk Riki dan Eko. Tetapi aku merasa jika pistol yang anak itu pegang bisa mengancam nyawaku.


Tiba-tiba anak itu langsung menembak dengan sangat cepat dan menjatuhkan kami. Aku merasa seperti tersengat listrik dan menjadi sangat lemas.


Anak itu mendekatiku dan membisikkan sebuah peringatan kepadaku. Entah kenapa firasat ku mengatakan untuk tidak melanggar peringatan darinya.


setelah memberikan ku peringatan, anak itu langsung berjalan ke motornya dan pergi begitu saja.







To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2