Sistem Kehidupan

Sistem Kehidupan
Petunjuk lokasi Markas ASTRO


__ADS_3

Reza pun membeli Gulungan Dungeon dan zirah sihir. Untuk senjata, Reza sementara tidak akan membeli pedang terkutuk karena poin sistem yang tidak mencukupi.


"Sistem, Beli Gulungan Dungeon dan zirah sihir"


{Membeli Gulungan Dungeon dan zirah sihir....


Pembelian sukses


Poin sistem dikurangi: 85.000 Poin sistem


Poin sistem tersisa: 75.000 Poin sistem}


"Sistem tampilkan status"


Status:


Nama:Reza Affandi


Usia:17 Tahun


Level:100(21.365/40.000)


Kesehatan:100%


Mana:95/100


Peringkat:Tahap Pemula awal Tingkat Perunggu


Serangan Sihir:-


Pertahanan Sihir:-


Kekuatan fisik:65


stamina:70


kecepatan:65


kepintaran:100


Keterampilan:


•Sihir:


- Sihir penguatan (Rank-F)


•Khusus:


- Memasak (Grand Master)


- Memori fotografis (Pasif)


- Bernyanyi (Master)


•Beladiri:


- Karate (Tingkat Tertinggi)


- Pencak silat (Tingkat Tertinggi)


- Kungfu (Tingkat Tertinggi)


- taekwondo (Tingkat Tertinggi)

__ADS_1


- Kendo (Tingkat Tertinggi)


poin stat :0


Poin Sistem: 75.000


Toko Sistem›


Misi Sistem›


Penyimpanan sistem›


- Uang Rupiah: Rp.100.000.000.


- Kartu Pelajar ×1


- Kartu Identitas (Indonesia) ×1


- Surat Kepemilikan ×10


- Cetak biru ×10


- R.A. Shock Gun ×2


- Gulungan Dungeon Rank-E ×1


- Zirah Sihir ×1


Saat melihat Gulungan Dungeon di penyimpanannya, Suatu keraguan tiba-tiba muncul di kepala Reza. Reza pun langsung bertanya kepada sistem.


"Sistem, Apakah ada perbedaan waktu saat aku pergi ke Dungeon dengan gulungan Dungeon?"


{Perbedaan waktu antara Dungeon yang ada di gulungan dan bumi adalah 7 hari. 7 hari berada di dungeon tersebut setara dengan 1 hari di bumi. Hal ini terjadi karena Dungeon itu sendiri berada di suatu tempat di dunia lain yang mengakibatkan perbedaan waktu yang jauh.


Catatan: Dungeon yang berbeda maka perbedaan waktu akan berbeda}


Baiklah sebelum aku pergi ke Dungeon, aku harus memodifikasi senjataku agar bisa digunakan untuk melawan monster dengan mudah. Walaupun Monster tingkat E itu relatif lemah dan mungkin aku bisa mengalahkannya dengan menggunakan Baju besi tempur yang ku buat dulu. Tetapi aku tidak tahu apa yang ada di sana. Lebih baik datang dengan persiapan penuh dari pada menyesal nantinya.


Dan juga....aku belum memiliki keterampilan sihir apapun."


Pikiran itu pun melintas dipikirannya. Setelah memikirkannya Reza pun memutuskan untuk memikirkannya nanti saja setelah senjata yang ingin dikembangkannya untuk pergi ke Dungeon selesai.


Reza pun menyudahi pikirannya. Melihat ke arah jam, Reza pun menyadari jika hari sudah sore dan jarum jam menunjukkan ke arah angka 5. Reza pun mandi untuk membersihkan dirinya dan keluar dari kamarnya.


Reza melihat dari lantai dua jika Rara sedang belajar di ruang tamu. Reza pun mendekatinya.


"Selamat sore Rara, Wah adik kakak rajin banget ya"


Mendengar suara kakaknya, Tiara pun menyudahi belajarnya dan menjawab pertanyaan Reza.


"Sore juga kak, Iya dong Rara gitu loh. Kakak ngapain sih di kamar terus. Rara kan pengen nanya sesuatu sama kakak."


"Loh.. Kamu kan bisa ketuk pintu kamar kakak kalo kamu mau nanya sesuatu"


"Udah Rara ketuk tau... kakak aja yang gak respon dan bukain pintu"


"Emang iya? Kalo gitu maafin kakak ya... Kakak lagi sibuk dengan sesuatu jadi mungkin kakak gak denger kamu ketuk pintu"


"Iya kak gapapa kok"


"emang Rara mau nanya apa sama kakak?"


"Gak jadi, Tadi Karena kakak gak bukain pintunya, jadinya Rara nanya sama mama."

__ADS_1


"Oh gitu. Oke"


"oh iya kak, Kakak kapan-kapan bisa bawa Rara ke lab kakak gak?"


"Mau ngapain di sana?


"Penasaran aja. lagi pula selama ini Rara belum pernah liat tempat kakak menghabiskan waktu"


"Yaudah, besok sepulang sekolah, kamu bisa ikut kakak ke lab kakak. Sekalian Ada yang lagi kakak kembangin dan tinggal tahap terakhir sebelum bisa bekerja tetapi karena ada urusan lain yang lebih penting jadinya Kaka tunda dulu deh."


"yeey, terima kasih kakak."


"Iya, tapi nanti kamu bilang dulu ke mama"


"Iya kak, Tenang aja nanti pas makan malem Rara bilang ke mama."


"Yaudah, kakak mau ke taman belakang dulu ya. Kamu mau ikut gak?"


"enggak ah kak. Rara masih mau disini."


"oke"


Reza berfikir untuk merilekskan pikiran dan tubuhnya setelah tadi ia berhasil mencapai Tingkat Perunggu dengan bersantai di taman belakang rumahnya yang dipenuhi dengan bunga-bunga dan tanaman hias lainnya yang indah. Di tambah udara yang segar tanpa polusi yang memberikan ketenangan kepada siapa saja yang bersantai di sana.


Sebelum pergi ke sana, Reza juga meminta salah satu asisten rumah tangga yang ditemuinya untuk membuatnya teh hijau dan membawanya ke taman belakang.


Hal ini memang sering Reza lakukan saat ingin bersantai sejenak. Teh hijau juga selalu menjadi pilihan Reza di saat-saat seperti ini.


Reza pun duduk di gazebo yang berada tepat di tengah-tengah taman. Reza menikmati pemandangan matahari terbenam dengan tenang hingga sebuah panggilan video yang menyebabkan suara yang cukup nyaring pun merusak ketenangan yang ada.


Reza pun dengan sedikit kesal melihat nama si penelepon pada layar hologram yang di tampilkan Smartphonenya yang dari tadi diletakkan di meja yang ada di depannya.


Orang yang menelponnya ternyata adalah Sisil. Reza pun menjawab panggilan tersebut. Sisil pun terlihat di layar hologram.


"Selamat sore tuan. Maaf mengganggu. Saya mau memberikan laporan jika ada petunjuk yang saya temukan tentang lokasi yang kemungkinan adalah markas ASTRO."


"hmm... Kerja bagus. Dimana lokasi Tersebut?"


"Lokasi yang saya temukan berada di daerah Mountain view yang berada di wilayah Barat Amerika serikat. Beberapa bukti yang saya temukan mengarah ke daerah tersebut. Tetapi saya belum bisa memastikan kebenaran hal ini."


"Kalau begitu kirim ratusan R.A. Mini Spy dan Beberapa R.A. Human robot untuk menelusuri dan menyelidiki daerah tersebut. Lakukan penelusuran hingga mendapatkan petunjuk lainnya."


"Baik tuan"


Reza pun menyudahi panggilan video tersebut. Mendengar laporan Sisil, Reza kembali mengingat masalah yang baru saja muncul tersebut. Reza merasakan firasat jika organisasi ini bukan organisasi biasa dan bisa saja menjadi ancaman besar di masa depan jika tidak di hancurkan sepenuhnya sekarang.


Saat Reza sedang memikirkan ini, Salah satu Pembantu pun mengantarkan teh hijau yang tadi ia pesan.


Ketenangan pun kembali menyelimuti Reza setelah Reza menyesap teh hijau tersebut. Reza selalu merasakan pikirannya menjadi lebih santai setelah meminum teh hijau. Itu yang membuatnya sering meminumnya.


Tetapi Reza masih memikirkan ASTRO yang berpotensi untuk menjadi ancaman di masa depan. Setelah menghilangkan pikiran-pikiran tadi, Reza pun kembali sepenuhnya menikmati pemandangan matahari terbenam di tengah taman yang penuh dengan tanaman hias dibelakang rumahnya. Reza ingin menjernihkan pikirannya yang agak lelah setelah banyak hal yang terjadi belakangan ini termasuk pencapaiannya. Reza juga sedang Memikirkan rancangan untuk senjatanya yang akan dimodifikasi.


Tiba-tiba Reza pun bersemangat karena mendapat sebuah ide rancangan senjata yang akan dimodifikasi untuk melawan monster dengan mudah. Hal ini biasa Reza alami saat sedang bersantai di taman. Karena itu taman adalah salah satu tempat favorit nya untuk mencari ide.


Setelah matahari sudah sepenuhnya terbenam dan digantikan oleh cahaya bulan. Reza pun menghabiskan teh nya dan masuk kembali kedalam rumah.





__ADS_1



To Be Continued


__ADS_2