
Setelah mendengar jawaban dari sistem, Reza pun langsung paham dan meneruskan latihannya hingga jam 10 malam karena sudah merasa lelah.
Latihan mengolah mana untuk pertama kalinya bisa membuat lebih cepat lelah karena tubuh tidak menyebabkan kelelahan secara fisik melainkan secara mental.
Terlalu memaksakan diri akan menyebabkan kerusakan mental dan jika memaksakan diri secara terus-menerus akan berakibat fatal. Bahkan kasus terburuk adalah kematian.
Oleh karena itu Reza menuruti saran sistem untuk berlatih secara perlahan dan bertahap hingga tubuhnya terbiasa dengan keberadaan energi mana dan tidak melakukan penolakan lagi.
Setelah menyelesaikan latihannya, Reza pun langsung tidur.
...****************...
Pagi ini, Reza telah menyelesaikan Rutinitas paginya. Reza pun menyempatkan diri untuk berlatih sebentar sebelum ia berangkat ke sekolahnya. Hari ini adalah hari yang cukup sibuk untuk Reza.
Setelah pulang sekolah, Reza akan melaksanakan rapat bulanan dengan para pemimpin cabang perusahaan R.A. Tech.
Di sekolahnya Reza adalah orang yang paling populer. Hampir seluruh perempuan di sekolahnya selalu mengejar-ngejar Reza. Hanya saja Reza tidak pernah menanggapi hal itu.
Tentu saja ada beberapa orang yang membencinya karena iri. Hanya saja tidak ada yang berani berbuat macam-macam kecuali satu orang.
Namanya Ferlan. Ferlan adalah anak berandalan. Dikatakan jika Ferlan bergabung dengan salah satu geng motor yang ada di kota ini. Hanya saja tidak ada bukti yang jelas dan Ferlan pun tidak di keluarkan dari sekolah.
Ferlan adalah anak dari pasangan suami istri yang sangat kaya. Hanya saja orangtuanya tidak pernah ada waktu untuk Ferlan. Mereka hanya memberikan Ferlan kebutuhan materi tapi tidak memenuhi kebutuhan lainnya.
Ferlan yang dari kecil tidak pernah mendapatkan perhatian dari orang tuanya malah membuatnya menjadi tidak memiliki Sopan santun sama sekali dan suka berbuat semaunya.
Tidak ada yang mengajarkan sopan santun padanya sejak kecil dan tidak ada yang mengaturnya sehingga Ferlan menjadi seperti berandalan dan memiliki pergaulan yang bebas.
__ADS_1
Karena Ferlan sering menjahili atau berniat untuk menindasnya Walaupun tidak pernah berhasil. Reza pun menyuruh Vina untuk meretas dan mencari informasi detail tentang Ferlan. Reza sebenarnya cukup prihatin dengan keadaan Ferlan. Kurangnya kasih sayang dan pendidikan yang di berikan orang tua membuatnya menjadi anak berandalan.
Ferlan pun dijauhi oleh kebanyakan orang di sekolah. Kebanyakan orang menjauhinya karena takut ketularan menjadi berandalan jika bergaul dengannya. Sedangkan beberapa orang lainnya takut dengan Ferlan karena pernah di bully oleh Ferlan.
Di sekolahnya hanya ada dua orang yang berteman dengan Ferlan. Keduanya yang bernama Riki dan Eko juga anggota dari geng motor yang sama dengan Ferlan. Mereka juga memiliki latar belakang kehidupan yang tak jauh berbeda dengan Ferlan.
Reza sekali lagi merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat perhatian dan memberikan kasih sayang dengan tulus dan sepenuh hati.
Tapi walaupun Reza merasa sedikit prihatin dengan Ferlan, Reza tidak akan memaafkan siapapun yang berniat untuk menganggu Kehidupannya.
Hasil dari penyelidikan Vina belum lama ini menunjukkan bahwa Ferlan berniat untuk menculik Reza bersama teman-teman satu geng Motornya. Penculikan ini Ferlan lakukan semata-mata hanya untuk kepuasan pribadinya lantaran didalam lubuk hatinya ia merasa iri dengan Reza yang memiliki keluarga yang harmonis dan sangat digemari oleh semua orang di sekolah.
Ferlan berfikir tidak akan terjadi masalah besar jika ia menculik Reza dan menyiksanya lagi pula geng motornya sering melakukannya. Terkadang geng motornya yang bernama Revenge (Balas dendam) suka menerima bayaran dari beberapa orang untuk menculik ataupun membunuh orang. Hal ini masih belum di ketahui siapapun yang tidak terlibat. Sehingga mereka masih bebas dan polisi tidak memprioritaskan untuk menangkap geng Revenge. Geng Revenge selama ini lumayan terkenal karena sering membuat kerusuhan kecil dan melakukan balap liar. Geng motor Revenge hanya beranggotakan kurang lebih 80 orang.
Saat melakukan kejahatan lain, mereka tidak akan menggunakan jaket identitas geng mereka dan mereka melakukan dengan rencana yang matang sehingga masih belum ada yang tertangkap hingga saat ini.
Polisi saat ini hanya menganggap Geng Revenge sebagai geng berandalan biasa yang tidak berbahaya. Jika polisi melihat geng Revenge di jalan mereka akan menangkap mereka dan diberikan hukuman ringan karena sering melakukan balap liar. Tetapi jika mereka tidak melihat anggota geng Revenge mereka tidak akan mencarinya.
Waktu penculikan di perkirakan akan dilakukan hari ini setelah pulang sekolah. Penculikan ini akan melibatkan 12 anggota geng Revenge termasuk Ferlan, Riki,dan Eko.
Ferlan membawa 9 orang lainnya dari geng Revenge karena Ferlan tahu jika Reza Sangat kuat dan jago dalam beberapa ilmu beladiri. Ferlan tidak yakin jika dia bisa mengalahkan Reza hanya dengan tiga orang saja.
Mengetahui rencana dari Ferlan, Reza pun hanya acuh tak acuh karena Reza yakin jika hanya enam orang dari geng Revenge tidak akan bisa mengalahkannya. Reza hanya menganggap mereka sekumpulan tikus pengganggu yang bisa dimusnahkan kapan saja dengan mudah olehnya.
Reza terus melanjutkan sekolahnya dengan santai. Walaupun semuanya sudah ia pelajari dan menghapal semuanya, Reza tetap ingin bersekolah dengan normal untuk saat ini. Tetapi Reza mulai berfikiran untuk lulus lebih awal dengan lompat ke kelas 12 agar bisa mengikuti ujian nasional tahun ini.
Reza ingin fokus untuk tujuan dan latihannya untuk saat ini dan merasa jika terus bersekolah hanya membuang waktunya.
__ADS_1
...****************...
Jam Sekolah pun sudah usai di jam 12 siang. Reza saat ini dalam perjalanan pulang menuju ke rumahnya.
Reza pun teringat tentang rencana penculikan Ferlan padanya. Dan benar saja, Saat Reza di jalan yang sepi yang biasa dilaluinya Reza di cegat oleh Ferlan dan lima orang lainnya.
Reza pun turun dari motornya dengan tenang dan melepaskan helm yang dipakainya. Setelah itu Reza hanya melihat ke arah 12 orang di depannya dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
Melihat ekspresi Reza yang didepannya sangat santai walaupun mereka cegat pun merasa sedikit kesal. Selama ini orang-orang yang mereka jadikan target pasti akan memiliki ekspresi yang berbeda. Tetapi baru kali ini mereka bertemu target yang tanpa ekspresi. Hal ini membuat mereka merasa sedikit terhina karena Reza seakan tidak peduli sama sekali dan sana sekali tidak ada rasa takut di hadapan mereka.
Mereka pun langsung mengelilingi Reza dan mengeluarkan senjata yang mereka miliki. Mereka hanya memiliki senjata tajam walaupun kebanyakan dari mereka adalah orang kaya. Hal ini dikarenakan mereka tidak punya koneksi dengan penjual senjata ilegal. Lagi pula geng Revenge hanya geng kecil walaupun terkadang menerima bayaran untuk melakukan penculikan dan pembunuhan.
Melihat mereka mengeluarkan senjata, Reza pun mulai bergerak.....
•
•
•
•
•
•
To Be Continued
__ADS_1