
Satu hari pun berlalu setelah Berd berhasil dijebak. Reza membawa Berd ke lab nya untuk melihat ingatan yang ada di pikiran Berd menggunakan alat yang sudah ia buat.
Alat ini awalnya memang Reza buat untuk melihat ingatan dan kenangan yang ada di otak Berd saat Berd ditangkap agar Reza bisa melihat jika ada Rahasia yang bisa saja ia sembunyikan yang mungkin berpotensi untuk mengancam Reza dimasa depan.
Lagi pula Reza tidak tahu apakah Berd sudah menyiapkan rencana cadangan atau apapun karena Berd termasuk orang yang cerdas dan Reza akui itu.
Karena tidak semua orang bisa membuat Teknologi-teknologi canggih.
Hari ini Reza akan melihat ingatan yang ada pada otak Berd.
Namun yang Reza dapatkan dari ingatan Berd bukanlah rencana cadangan Berd atau apapun. Tetapi Reza melihat adegan di mana Berd bertemu dengan sesosok pria misterius.
Pria itu memiliki kulit yang pucat, mata berwarna merah darah dan memiliki gigi taring yang panjang. Saat melihat ini Reza Langsung kaget dan bertanya-tanya.
Pria misterius itu adalah vampir?
Itu lah yang Reza pikirkan saat melihat sosok pria misterius tersebut.
Reza pun terus melihat ingatan Berd, Reza pun semakin yakin jika pria misterius itu adalah vampir. Hanya saja Reza bingung kenapa ada vampir di bumi. Bukankah Invasi belum di mulai
Dan Reza juga mendapatkan kebenaran jika Berd saat ini sudah bukan manusia murni. Saat Reza ingin terus melihat ingatan Berd.
Tiba-tiba adegan berubah dimana pria misterius tersebut tiba-tiba seolah berbicara kepada Reza.
Dengan latar belakang yang gelap dan hanya taring Yang putih berkilau dan mata yang merah menyala terlihat di layar di hadapan Reza. Sosok itu pun berbicara.
"Hehehe... Rupanya kau adalah orang yang terpilih... Aku akan memberikan kesempatan untuk mu dan menunggu kau tumbuh lebih kuat...dan saat itu aku akan menghancurkan dirimu... Akan aku buktikan pada orang itu jika ramalan itu salah.... Hahahaha"
Reza terkejut dengan kejadian ini. Sosok misterius itu mengatakan beberapa kalimat yang aneh.
Seolah-olah Reza ada di sebuah ramalan?Lalu ramalan apa itu?
Pertanyaan ini melintas di pikiran Reza.
Setelah kalimat itu berakhir Berd tiba-tiba kejang-kejang dan meninggal di tempat. Layar pun mati karena alat itu hanya bisa melihat ingatan orang yang masih hidup.
Saat manusia mati maka aktifitas otak akan berhenti. Saat itu terjadi maka alat itu tidak berfungsi.
Setelah itu Reza menyuruh R150 (Salah satu R.A. Human robot) untuk mengurus tubuh Berd dan berjalan kembali ke ruangannya.
Reza terus memikirkan tentang apa yang terjadi tadi. Reza pun bertanya kepada sistem mengenai hal ini.
"Sistem apakah kau tahu mengapa Vampir sudah muncul di bumi?"
{Sistem tidak mengetahuinya dengan pasti. Ada kemungkinan bahwa vampir tersebut merobek penghalang dimensi dengan metode tertentu sehingga sistem tidak bisa mendeteksi hal ini.}
"Lalu vampir itu mengatakan sesuatu tentang ramalan. apakah kau tahu tentang ramalan apa itu?"
{Anda belum Memiliki hak untuk mengakses hal ini untuk saat ini.}
"hufftt Lama-lama semuanya semakin rumit. Kalau begitu biarlah hal ini masih menjadi misteri untuk saat ini. Dan biarkan waktu yang menjawab semuanya.
Jika begini maka rencana utama harus segera di lakukan secepatnya.
Vina bagaimana kemajuan persiapan 'Proyek R.A. 01' sejauh ini?"
Proyek R.A. 01 adalah nama yang Reza berikan untuk rencana menguasai dunia.
Sosok hologram Vina pun muncul di depan meja tempat Reza duduk.
"Sejauh ini Proyek R.A. 01 tahap Pertama sudah siap untuk dimulai. Semua hanya tinggal menunggu perintah tuan Reza untuk memulai."
"Bagus, Kita akan memulai proyek ini besok pagi."
"baik tuan"
Setelah berakhirnya percakapan dengan Vina, Sisil datang dan membawa beberapa berkas untuk Reza tanda tangani. setelah semuanya sudah selesai, Reza pun bersantai sejenak dan melihat statusnya.
"Sistem tampilkan statusku saat ini"
Status:
Nama:Reza Affandi
Usia:19 Tahun
__ADS_1
Level:130(50.000/70.000)
Kesehatan:100%
Mana:10.000/10.000
Peringkat:Tahap Pemula akhir Tingkat Emas
Serangan Sihir: 20
Pertahanan Sihir:10
Kekuatan fisik:110
stamina:129
kecepatan:100
kepintaran:100
Keterampilan:
•Sihir:
- Sihir penguatan (Rank-F)
- Pembaca pikiran (Rank-C)
- Sentuhan Beku (Rank-B)
- Sengatan listrik (Rank-C)
- Medan Listrik (Rank-A)
- Medan magnet (Rank-B)
- Penglihatan malam (Rank-C)
- Mata Elang (Rank-B)
•Khusus:
- Memori fotografis (Pasif)
- Bernyanyi (Master)
•Beladiri:
- Karate (Tingkat Tertinggi)
- Pencak silat (Tingkat Tertinggi)
- Kungfu (Tingkat Tertinggi)
- taekwondo (Tingkat Tertinggi)
- Kendo (Tingkat Tertinggi)
poin stat :0
Poin Sistem: 40.000
Toko Sistem›
Misi Sistem›
Penyimpanan sistem›
Diantara semua sihir yang Reza kuasai, hanya sentuhan beku dan sengatan listrik yang merupakan hasil dari keterampilan d yang Reza buat sendiri. Walaupun itu merupakan sihir yang biasa dan sudah dikuasai oleh banyak orang di dimensi atau dunia lain. Tetapi belum ada yang menguasai sihir ini di bumi dan Reza membuat sihir ini tanpa bimbingan atau bantuan dari sistem. Sehingga keterampilan sihir ini di hitung sebagai buatan Reza sendiri.
Ada juga Medan magnet yang Reza buat dengan sedikit bimbingan dari sistem yang Reza buat berdasarkan Medan listrik.
Jika digunakan, Medan magnet akan membuat sebuah area Sebesar 10 meter dengan Reza sebagai pusatnya. Area yang terkena Medan magnet akan berubah menjadi magnet dan menarik semua benda logam atau apapun yang bisa di tarik oleh magnet. Daya tarik magnet akan bertambah kuat jika Reza mengeluarkan mana yang lebih banyak.
Saat Reza membuat sihir ini Reza juga berpikir untuk mengantisipasi robot-robot nya jika ada serangan seperti ini di masa depan sehingga semua robot Reza sudah memiliki pertahanan melawan daya tarik magnet.
__ADS_1
Setelah Reza melihat statusnya Reza berniat untuk kembali pulang ke rumah untuk menenangkan pikiran karena hal tadi masih mengganggu pikiran Reza.
Saat Reza sampai di lobby, Reza melihat seseorang yang tampak familiar. Orang itu adalah Inez, Gadis yang pernah Reza selamatkan saat ia di ganggu geng motor di pinggir jalan.
Reza masih mengingatnya walaupun baru bertemu satu kali karena Reza memiliki memori fotografis. Sehingga Walaupun Reza tidak ingin mengingat sesuatu seperti kenangan buruk atau kejadian-kejadian yang tidak penting, akan terus mengingatnya. Ini adalah kelemahan dari kemampuan memori fotografis.
Inez terlihat rapi dan terlihat seperti ingin melamar pekerjaan karena ia memegang sebuah map.
Inez yang merasa diperhatikan pun langsung menengok dan mencari orang yang memperhatikannya. Dan ia pun menemukan jika seorang laki-laki yang Pernah menyelamatkannya dulu.
Inez selalu mengingat Reza hingga saat ini. Walaupun Inez belum pernah bertemu Reza lagi semenjak saat itu, Inez tidak bisa melupakan Reza di dalam hatinya. Inez pun tidak tahu mengapa hal ini terjadi.
Saat mengingat Reza, Inez akan tersenyum-senyum sendiri tidak jelas.
Inez juga kaget dan kagum saat melihat berita yang memberitahukan jika Reza adalah pendiri dan pemilik perusahaan R.A. Tech.
Inez sendiri adalah anak yang pintar dan Mandiri. Keluarganya meninggal dunia Saat ia masih SMP. Untungnya orang tuanya meninggalkan sejumlah harta yang cukup untuk membiayai sekolahnya hingga tamat SMA. Orang tuanya juga meninggalkan sebuah rumah milik sendiri di komplek Mawar.
Orang tuanya sendiri dulunya adalah sepasang pekerja kantoran biasa yang salin jatuh cinta dan akhirnya menikah dan mempunyai seorang anak yaitu Inez sendiri.
Inez pun berinisiatif untuk berusaha dengan berjualan online untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Walaupun pendapat tidak seberapa tetapi cukup untuk membiayai kehidupan satu orang.
Inez pun berinisiatif untuk menyapa Reza.
"Maaf mengganggu tuan, Anda masih mengenal saya?"
Reza pun menjawab dengan santai
"Oh ya, saya masih ingat kamu. Namamu Inez bukan?"
Inez yang tahu Reza masih mengingatnya pun entah kenapa langsung merasa sangat senang di dalam hatinya.
"Ah iya, saya Inez"
Inez tiba-tiba merasa gugup karena beberapa orang memperhatikan interaksi mereka berdua karena Reza adalah orang yang terkenal.
Reza yang menyadari jika Inez gugup pun berbicara untuk mengalihkan kegugupan Inez.
"Kamu disini mau melamar pekerjaan?"
"Iya, saya disini mau melamar pekerjaan"
"Kamu gak kuliah dulu?"
"Tidak tuan saya tidak kuliah, Saya ingin langsung kerja saja"
"Santai saja Inez, Tidak perlu panggil saya tuan"
"Saya tidak enak karena tuan adalah orang besar sedangkan saya.."
Belum selesai Inez berbicara langsung dipotong oleh Reza.
"Sudahlah jangan pikirkan itu. Yasudah kamu bisa melanjutkan urusan kamu. Saya ada urusan lain."
"Ah , Baiklah kalau begitu Reza, Tetapi bolehkah aku meminta nomor telepon mu?"
"Tentu" Reza pun menyerahkan kartu namanya kepada Inez.
"Terima kasih, dan maaf jika aku mengganggu urusan kamu"
"Tidak perlu dipikirkan kalau begit sampai jumpa"
"Ah iya sampai jumpa"
Reza pun melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya. Reza sendiri saat ini tidak memiliki perasaan khusus dengan Inez. Tetapi dia cukup kagum dengan kegigihan Inez.
Reza selama ini selalu mencari informasi pribadi siapa saja yang pernah berhubungan atau berinteraksi dengannya. Hal ini Reza lakukan untuk berjaga-jaga
•
•
•
•
__ADS_1
•
To Be Continued