
Keesokan harinya...
Tiga orang pria bule datang ke gedung Annie Magazine. Mereka adalah Roy, Ranerd, dan Zoan. Hari ini mereka ada janji untuk bertemu dengan Annie.
Mereka pun masuk ke dalam gedung dan datang ke Meja resepsionis.
"Selamat siang, Maaf tuan-tuan. Ingin mencari Nona Annie ya?" Ucap si resepsionis.
"selamat siang, Iya kami ada janji untuk bertemu dengan Nona Annie." Balas Zoan
"baik, Nona Annie ada di ruangannya di lantai 9. Tuan-tuan silahkan ikuti saya. Nona Annie sudah menunggu kalian diruangannya." Ucap si resepsionis yang kemudian berjalan keluar dari meja resepsionis menuju lift yang tidak jauh dari sana.
Roy, Ranerd, dan Zoan pun berjalan mengikuti Si resepsionis.
beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di depan sebuah ruangan yang bertuliskan Direktur utama.
Lalu si resepsionis itu pun memencet tombol pada sebuah alat yang ada di samping pintu lalu berbicara.
"Selamat Siang Nona Annie, Tamu yang Anda tunggu sudah datang."
lalu sebuah suara pun terdengar dari alat tersebut.
"Persilakan mereka masuk"
Bersamaan dengan berakhirnya kata-kata tadi, Pintu pun tiba-tiba terbuka dengan sendirinya.
Si resepsionis pun berkata
"Ayo silahkan masuk" ucap si resepsionis sambil berdiri di dekat pintu sambil tersenyum
Mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan. Ruangan itu sangat luas. Dan di dalam mereka melihat Annie yang sedang duduk di mejanya dan menatap mereka dengan tatapan ramah.
"Terima kasih Anna, Tolong sampaikan ke OB untuk membuatkan minuman untuk tamu." Ucap Annie kepada si resepsionis yang bernama Anna yang tadi menuntun Roy, Ranerd, dan Zoan. Annie mengatakan hal ini sambil tersenyum penuh arti kepada Anna.
"Baik Nona" Ucap Anna sambil sedikit membungkuk lalu pergi kembali ke tempatnya.
Roy, Ranerd dan Zoan pun masih berdiri di dalam ruangan tersebut. Namun yang tidak mereka ketahui adalah setelah Anna berbalik badan, Ada seringai di wajahnya yang cantik. Namun itu hanya beberapa saat saja. Tak lama kemudian raut wajah yang ramah pun melekat kembali di wajahnya itu.
Setelah melihat Anna pergi, Annie pun berdiri dan berjalan ke salah satu sudut ruangan yang terdapat Meja besar dan beberapa kursi. Lalu Annie pun duduk di salah satu kursi itu.
"Silahkan duduk Tuan-tuan Tampan." Ucap Annie
"Baik Nona , terima kasih" Ucap mereka bertiga berbarengan, lalu duduk di kursi yang tersedia di ruangan tersebut.
"Lalu apa yang harus kami lakukan untuk pekerjaan ini?" Ucap Zoan yang berterus terang langsung tanpa basa basi.
__ADS_1
"Hehehe.. Tuan Tampan yang satu ini tidak sabaran rupanya. Baik kalau begitu saya akan langsung ke intinya......."
Annie pun menjelaskan kepada mereka bertiga tentang pekerjaan mereka. Saat Annie sedang berbicara, tiba-tiba ada suara dari alat yang terpasang di samping pintu.
"Maaf mengganggu Nona, Minumannya sudah siap" Ucap seseorang dari luar.
"Baik silahkan masuk" Ucap Annie Yang membuat pintu terbuka secara otomatis.
lalu seorang pria pun masuk ke dalam ruangan dengan membawa minuman di tangannya. Lalu pria tersebut pun menaruh minuman di meja.
"Terima kasih ya Fahmi" Ucap Annie
"Sama-sama Nona, Kalau tidak ada hal yang lainnya saya permisi" Ucap Fahmi yang merupakan OB
"Silahkan" Balas Annie
OB tersebut pun pergi keluar dari ruangan tersebut.
"Silahkan di minum dulu" Ucap Annie yang kemudian meminum minuman yang ada di depannya
"Terima kasih Nona" Mereka bertiga pun meminum minuman yang di siapkan untuk mereka.
Namun Setelah mereka meminum minuman tersebut, tiba-tiba mereka merasa merasakan perasaan aneh menerpa tubuh mereka. Tubuh mereka terasa panas dan gatal. Namun mereka tidak bisa menggaruknya karena tiba-tiba mereka merasa sangat lemas.
Lalu mereka melihat Annie yang berada didepan mereka mengubah ekspresi Ramah nya menjadi seringai mengerikan bagai iblis.
Melihat ketiganya yang tersiksa dan tidak berdaya pun Annie berkata.
"Bagaimana hadiah yang saya berikan, indah bukan" Ucap Annie yang kemudian disertai dengan seringainya.
Walaupun mereka ingin menjawabnya dengan kata-kata kasar, Mereka bertiga tidak bisa menjawab sama sekali. Mereka benar-benar tersiksa saat ini. Tubuh mereka terasa terbakar dan sangat gatal. Namun mereka sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk menggaruknya.
Saat ini Annie pun menghubungi seseorang. Dengan Smartphone nya yang ia keluarkan dari sakunya.
"Target dilumpuhkan, Silahkan datang dan kita bawa mereka ke ruang pesta. Malam ini kita akan berpesta" Ucap Annie yang kemudian langsung menutup Telepon tersebut tanpa menunggu jawaban dari pihak lain.
Setelah itu ia berjalan mendekati ketiga mata-mata tersebut. Lalu berbisik
"Selamat datang di neraka."
Setelah Annie mengatakan hal tersebut, Tampak raut wajah mereka yang tampak menahan rasa sakit disertai dengan ekspresi ketakutan. Tiba-tiba ketiga mata-mata Amerika tersebut kehilangan kesadaran mereka.
Lalu tiba-tiba Ada dua wanita yang seumuran dengan Annie Masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Mereka ternyata mudah sekali tertipu. Apakah mereka bukan agen yang profesional? Tidak ada kewaspadaan sama sekali." Ucap salah satu wanita yang masuk tadi meremehkan ketiga mata-mata Amerika yang tidak sadarkan diri saat ini.
__ADS_1
"Kamu benar Vir, Tugas kali ini sangat mudah." Ucap wanita lainnya.
Kedua wanita tersebut adalah Virly dan Jessie. Keduanya merupakan teman-teman Annie saat berada di Amerika. Keduanya bisa dikatakan memiliki nasib yang buruk. Saat Reza mengajak Annie ke Negara Teknologi yang baru di bangun saat itu, Annie meminta Reza untuk mengizinkannya untuk mengajak Virly dan Jessie ke negara Teknologi.
Reza pun mengizinkan keduanya untuk ikut. Sebelum Reza juga sudah memeriksa riwayat kehidupan mereka. Jadi Reza mengizinkan keduanya untuk ikut ke negara Teknologi dengan syarat mereka akan patuh dengan perintah dari Reza.
Singkatnya mereka sudah di ajarkan berbagai hal oleh Reza termasuk membunuh. Namun Ternyata ketiganya memiliki kesenangan tersendiri saat menyiksa seseorang.
Reza tidak mempermasalahkan hal tersebut karena Reza juga tidak berbeda jauh. Bisa dikatakan hampir semua orang yang menjadi bawahan Reza memiliki sifat ini.
Mendengar ucapan kedua temannya, Annie pun berkata.
"Sudahlah lebih baik bawa tubuh mereka ke ruangan "pesta". malam ini akan menjadi malam yang menyenangkan. Hihihi...."
Mendengar ucapan Annie, Jessie pun menjawab.
"Baiklah kita bawa mereka dulu"
Mereka bertiga pun mengangkat masing-masing satu orang dan berjalan ke salah satu sudut ruangan di ruangan tersebut.
Lalu Annie berbicara
"Buka Pintu"
Tiba-tiba tembok di depan mereka terbuka yang menampakkan sebuah ruangan kecil. Ruangan kecil tersebut adalah Lift yang akan membawa mereka ke Sebuah ruangan rahasia yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja di kantor Tersebut.
mereka pun masuk ke dalam lift tersebut dan memencet tombol yang. Lift pun bergerak turun.......
•
•
•
•
•
•
To Be Continued
Kalo ada Kesalahan kata, mohon di komen biar bisa saya koreksi
Terima kasih
__ADS_1