
Reza saat ini masih dalam perjalanan menuju perusahaannya. Di dalam perjalanan saat Reza mengambil jalan pintas, Reza melihat ada beberapa pengguna sepeda motor yang sedang mengganggu dan mengelilingi seorang gadis perempuan yang cantik di pinggir jalan yang lumayan sepi.
Reza menduga para pengguna sepeda motor tersebut adalah anggota geng motor yang tadi disebutkan oleh mama nya.
Reza pun berinisiatif untuk menolong gadis tersebut dan berhenti di depan mereka.
Para anggota geng motor yang melihat Reza berhenti pun berhenti mengelilingi si gadis dan melihat ke arah Reza dengan tatapan tidak suka.
"Ngapain Lo berhenti di sini? Jangan ikut campur kalo gak gue habisin Lo" Ucap salah satu anggota geng motor tersebut
"Oh begitu kah? Kalo gitu kita lihat siapa yang bakal KO duluan"
"Oh berani macem-macem ya, Lo gak tau siapa kita? Kita dari geng Kobra"
"Emang nya Saya peduli gitu? Gak usah banyak omong kosong deh. Saya kasih pilihan ke kalian. Kalian pergi dari sini dan gua bakal anggap gak terjadi apa-apa atau kalian bakal masuk rumah sakit dan masuk penjara?" Ucap Reza sambil melepaskan Jas dan Desi yang Reza pakai dan menggulung lengan kemejanya.
Para anggota geng motor yang mendengar ucapan Reza pun semakin kesal.
"Kurang ajar, Hajar dia!!"
Salah satu anggota geng Kobra pun mengomandoi anggota lainnya untuk langsung mengelilingi dan menghajar Reza.
Reza pun dengan sigap mengambil kuda-kuda dari ilmu beladiri campuran yang Reza buat dari beberapa ilmu beladiri yang Reza kuasai.
Reza dengan cepat menendang tenggorokan dari salah satu anggota geng Kobra yang ada di depannya.
Orang yang di tendang Reza pun langsung terbang dan berguling hingga tiga meter karena tendangan Reza yang keras. Walaupun itu. Bukan tendangan maksimal Reza tetapi tendangan tersebut sudah sangat keras karena kekuatan fisik Reza yang sudah melebihi rata-rata orang dewasa.
Orang yang di tendang Reza pun kesulitan bernafas dan tidak bisa bangkit kembali.
Melihat salah satu temannya di jatuhkan dengan mudah, Semua anggota geng Kobra yang masih berdiri pun menjadi semakin marah dan juga waspada.
Setelah itu 2 anggota geng Kobra pun maju secara bersamaan dari arah depan dan belakang Reza. Reza yang melihat itu pun menghindari serangan mereka dengan menunduk. Reza pun memanfaatkan saat ini dengan kaki menendang dengan keras ke arah Selangk*ngan orang yang berada di belakangnya dan tangan kanan memukul ke arah perut dari orang yang ada di depannya. Setelah memukul perutnya, Reza pun memutar kakinya dan menendang tepat ke arah dadanya.
Reza melakukannya dengan sangat cepat sehingga mereka tidak bisa menghindari serangan Reza.
Setelah Reza berhasil menjatuhkan kedua orang tadi, Anggota geng Kobra yang masih berdiri pun merasa ketakutan. Karena salah satu kedua orang yang menyerang Reza barusan adalah salah satu anggota terkuat yang ada di geng Kobra.
__ADS_1
Melihat mereka sedikit gemetaran, Reza pun tak ambil pusing dan langsung menyerang mereka satu persatu dengan cepat dan membuat mereka Tak sanggup untuk berdiri.
Setelah itu Reza mengumpulkan Mereka ke satu titik dan melepaskan sebuah tali canggih buatannya. begitu tali di lemparkan ke tengah-tengah mereka, Tali itu langsung memanjang dan mengikat mereka secara otomatis. Tali itu hanya bisa di buka dengan Kode.
Reza pun menyuruh Vina yang setia menemani Reza lewat earphone nya yang terpasang di telinga Reza untuk menghubungi polisi dan memberi tahu kode untuk membuka talinya karena Reza malas untuk mengurusi geng Kobra yang merupakan geng kecil. Kecuali Geng tersebut mengincarnya atau keluarganya.
Setelah itu Reza pun mendekati Gadis yang tadi di ganggu oleh anggota geng Kobra yang terlihat masih agak ketakutan.
Reza pun menyapanya.
"Hai ,Kamu baik-baik saja?"
Gadis itu pun melihat ke arah Reza. Setelah melihat Reza, gadis tersebut justru malah terdiam dan terpesona dengan ketampanan Reza. Tanpa sadar pipinya pun memerah
Melihat gadis tersebut diam dan tidak menjawab, Reza pun kembali menegurnya dengan sedikit lebih keras.
"Halo.. Kamu baik-baik saja?"
Mendengar teguran dari Reza, Gadis Tersebut langsung tersadar dari lamunannya dan menjawab Reza dengan menahan perasaan gugupnya.
"Ah iya terima kasih, Kalo gak ada kamu aku gak tau gimana nasib aku kedepannya."
"Ah iya tadi aku habis dari rumah teman dan mau pulang. Karena aku udah biasa jalan kaki lewat sini jadi aku jalan sendiri. Ternyata aku malah di ganggu sama geng motor tadi. Sekali lagi terima kasih. Oh iya nama aku Inez. Salam kenal"
"Hmm.. gitu ya, kali gitu lain kali hati-hati. Nama Saya Reza, Salam kenal. memangnya rumah kamu di mana?"
"Rumah ku di Komplek Mawar Blok A"
"Kalo gitu biar saya antar ke depan komplek kamu deh. Lagi pula searah dengan tujuan saya."
"Kalo begitu terima kasih, Tapi mereka gimana?" ucap Inez sambil menunjuk ke arah geng Kobra yang masih terkapar do jalanan."
"Tenang aja, Polisi udah menuju ke sini." Ucap Reza sambil merapikan kembali pakaiannya dan memakai kembali dasi dan jas yang di lepasnya tadi. Setelah selesai, Reza pun menyalakan motornya dan menyuruh Inez untuk naik ke motornya.
Setelah Inez naik ke motor, Reza pun langsung berangkat menuju kompleks Mawar yang kebetulan memang searah dengan gedung utama R.A. Tech.
Di perjalanan Inez pun mencari topik pembicaraan dengan Reza agar bisa lebih dekat dengan Reza.
__ADS_1
"Reza, Usia kamu berapa?"
"Saya Masih tujuh belas tahun" balas Reza dengan jelas
"wow ternyata kita seumuran. Kamu memangnya mau kemana? Kok bajunya rapih Banget?"
"Saya mau bekerja"
"Kamu kerja apa memangnya?"
Sebelum Reza menjawabnya, Reza mendapatkan panggilan dari Elzan.
"Maaf Inez, bisakah kamu diam sebentar? Saya mau jawab telpon"
"oh oke"
Inez merasa sedikit kecewa tetapi Inez tidak bisa mengatakan apa-apa selain oke
Sepanjang perjalanan pun terasa lama bagi Inez. Ia merasa sedikit canggung.
Reza masih berbicara dengan Elzan tentang suatu hal yang bukan hal penting. Hanya saja Reza menyuruh Vina untuk menyuruh Elzan menelponnya.
Reza tahu jika Inez ingin lebih dekat dengannya saat ini. Dan Reza juga mengakui jika Inez sangat cantik menurutnya. Tetapi Reza belum ingin menjalin hubungan asmara dengan siapapun saat ini. Reza berniat untuk mengantarkan Inez murni hanya karena kasihan.
Setelah beberapa saat, Motor Reza pun sampai ke depan komplek Mawar dan menurunkan Inez di sana.
Setelah Inez turun, Reza pun langsung bergegas menuju perusahaannya sebelum Inez sempat meminta nomor telepon Reza. Hal ini membuat Inez semakin tertekan karena tidak bisa menghubungi orang yang ia sukai walaupun baru pertama kali bertemu.
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
To Be Continued