
Aliansi Dunia (World Alliance) sepakat bahwa mereka akan menyerang Negara Teknologi dengan Senjata nuklir Satu Minggu kemudian karena masih harus menyiapkan banyak hal agar penyerangan nanti berjalan lancar.
Mereka benar-benar berencana untuk menghancurkan Negara Teknologi sepenuhnya. Masing-masing Negara anggota menyiapkan seluruh persediaan senjata nuklir yang mereka miliki untuk di luncurkan ke wilayah Negara Teknologi.
"Kali ini Negara Teknologi pasti akan hancur" inilah yang ada dipikiran semua orang tentang penyerangan ini.
...****************...
13 Desember 2024
Gedung Pertemuan - Amerika serikat
Pertemuan Aliansi Dunia (World Alliance) selalu dilakukan di Amerika karena Amerika adalah negara yang pertama mengusulkan pembentukan Aliansi Dunia (World Alliance), selain itu Amerika juga pemegang kekuatan militer terbesar diantara anggota lainnya. Jadi secara tidak langsung Amerika dianggap sebagai pemimpin Dari Aliansi Dunia (World Alliance)
"Baik, Sesuai seperti rencana yang sudah kita sepakati bersama. Hari ini kita akan menyerang Negara Teknologi secara besar-besaran dengan senjata nuklir.
Bagi kalian yang masih merasa ini terlalu kejam untuk warga sipil di sana. Saya tekankan sekali lagi, jangan pernah kasihan kepada musuh. Dari awal mereka tinggal di sana adalah sebuah kesalahan.
Jika kita tidak melakukan hal ini, bisa jadi justru rakyat kita yang akan mengalami hal ini di masa depan. Ku harap kalian paham.
Baiklah kalau begitu...
Untuk kebebasan dunia, Serang!!!"Ucap Kepala Negara Amerika
Bersamaan dengan Komando dari Kepala Negara Amerika, satu persatu misil Senjata nuklir di luncurkan dan bergerak ke arah Asia Tenggara yang merupakan daerah kekuasaan Negara Teknologi.
Kurang lebih sebanyak 3000 Senjata nuklir diluncurkan pada saat yang hampir bersamaan. Dengan kecepatan mencapai 8.000 Km/Jam. Dan diperkirakan kurang dari dua jam akan mencapai pusat Negara Teknologi.
...****************...
Pemandangan yang mengerikan telah memenuhi langit. Ribuan Senjata nuklir menutupi langit yang cerah dan menggantikannya dengan ribuan logam terbang yang meninggalkan asap di sepanjang lintasannya.
Semua negara yang dilintasi misil nuklir akan dapat melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Banyak orang yang takut jika tiba-tiba misil-misil itu akan jatuh di dekat mereka.
__ADS_1
Penyerangan besar-besaran ini memang dirahasiakan dari warga sipil untuk mencegah bocornya informasi. Namun hal itu juga memicu kepanikan di seluruh negara yang di lintasi oleh misil-misil tersebut.
Banyak Reporter yang melaporkan dan menayangkan berita ini di televisi. Dan dalam sekejap mata berita ini tersebar di seluruh dunia.
Beberapa orang yang cerdas mungkin sudah mengetahui siapa pengirim dan tujuan dari misil-misil tersebut dari arah lintasannya.
Dan mereka akan berfikir
"apakah Negara Teknologi mampu mengatasi hal ini?"
Pertanyaan ini muncul dibenak mereka.
...****************...
Kota Kemajuan - Pulau Revolusi - Negara Teknologi
Reza yang mengetahui berita tersebut sama sekali tidak panik, Justru Reza memiliki tatapan meremehkan di wajahnya yang tampan.
Lalu Reza pun memerintahkan pasukannya bersiap untuk menyerang pasukan Aliansi Dunia (World Alliance) yang sudah mengepung Negara Teknologi di seluruh perbatasan secara diam-diam. Namun mereka belum bergerak dan menunggu komando dari atasan.
Namun yang tidak mereka ketahui adalah Reza mengetahui semuanya rencana mereka, Ya semuanya. Memikirkan hal ini, Reza pun menunjukkan seringai yang mengerikan di wajahnya.
...****************...
Misil-misil Nuklir telah sampai di langit Asia tenggara. Misil-misil tersebut mulai berpencar dan bergerak ke berbagai arah. Beberapa misil mulai menukik ke bawah dan beberapa masih mereka masih melanjutkan perjalanan mereka yang belum selesai.
Para anggota Aliansi Dunia (World Alliance) menunjukkan seringai di wajah mereka. Karena Mustahil Negara Teknologi akan bertahan melawan serangan mereka. Yah setidaknya itulah yang mereka pikirkan. Namun kejadian selanjutnya membuat seringai yang baru saja terlihat di wajah mereka menjadi membeku. Ekspresi mereka pun berubah drastis, mereka tidak percaya apa yang mereka lihat.
Misil-misil Nuklir yang mereka luncurkan meledak sebelum mencapai daratan. Misil-misil tersebut seperti menabrak sesuatu. Namun mereka tidak bisa melihat apa itu. Satu misil meledak dan ledakan tersebut menyebar ke sebagian besar misil yang masih berada di dekat mereka.
Beberapa misil yang sudah menjauh dari area ledakan masal tersebut pun juga mengalami hal yang sama saat mereka menurunkan ketinggian mereka untuk mencapai target.
Namun Aliansi Dunia (World Alliance) masih berfikir jika masih ada efek radiasi yang bisa merugikan pihak lain. Namun lagi-lagi mereka hanya bisa membatu di tempat mereka.
__ADS_1
Mereka melihat udara di sekitar ledakan Nuklir yang kotor dan penuh dengan radiasi dengan cepat dihisap dan dibersihkan oleh Sesuatu yang terlihat seperti menara logam yang kecil nun panjang yang tersebar di mana-mana.
Semua kejadian tadi terlihat jelas di monitor besar yang ada di depan mereka. Tayangan di depan mereka terhubung langsung dengan Satelit yang Negara Amerika luncurkan dan mengorbit di luar angkasa.
Mereka tidak tahu harus berkata apa melihat rencana mereka yang mereka pikir tidak mungkin untuk gagal namun berhasil digagalkan oleh pihak lain tanpa harus mengorbankan apapun.
Rencana mereka hancur disaat yang bersamaan saat mereka memulainya. Mereka tidak percaya diri untuk menghadapi Pasukan robot Negara Teknologi secara frontal begitu saja.
Saat ini mereka harus berfikir keras untuk apa yang yang harus mereka lakukan selanjutnya. Namun tiba-tiba monitor besar di depan mereka menjadi gelap sesaat dan sesaat setelahnya menampilkan sebuah ruangan yang terlihat penuh dengan peralatan canggih dan berteknologi Hologram sebagai latar belakang dan terlihat seorang pria muda sedang duduk di kursinya.
Setelah melihat wajah dari pria muda itu, mereka pun langsung mengenalnya. Karena pria muda itu ada Reza Affandi, pendiri dan pemimpin Negara Teknologi yang mereka hadapi.
...****************...
Saat Reza melihat bahwa serangan nuklir mereka sudah selesai, Reza pun tersenyum kecil. Lalu ia meretas satelit yang dimiliki oleh Aliansi Dunia (World Alliance) untuk berbicara dengan mereka. Reza bisa saja meretas dan mengambil alih satelit mereka dari dulu, namun ia sengaja ingin menampilkan pertahanan absolute miliknya kepada mereka yang percaya diri dengan serangan yang mereka luncurkan.
Ia hanya ingin mematahkan kepercayaan diri mereka secara langsung dengan memperlihatkan pertahanannya yang mampu bertahan tanpa kesulitan sama sekali dalam menghadapi serangan mereka.
Dalam sekejap mata Reza pun berhasil meretas satelit mereka dan melakukan siaran langsung.
Reza tersenyum puas saat melihat wajah mereka yang tampak frustasi.
"Hahaha... pertunjukan kembang api yang hebat. Namun kembang api saja tidak bisa menembus pertahanan milikku. Apakah kalian tidak memiliki hal yang lebih baik dari ini?"
Wajah semua orang yang hadir pun semakin jelek saat mendengar kata-kata Reza yang penuh dengan penghinaan. Namun mereka tidak tahu harus berkata apa.
Setelah puas melihat reaksi mereka, Reza pun melanjutkan perkataannya.
"Kalian sudah mengambil giliran kalian bukan?, kalau begitu sekarang giliran ku. Oh iya, seperti pasukan yang kalian pasang di sekeliling wilayah ku tidak bisa kembali. Mereka akan menginap di tempatku untuk selamanya. Hahaha....
Jadi bersiaplah untuk serangan balasan."
Setelah Reza mengatakan itu, monitor besar tersebut menjadi gelap. Ruangan pun menjadi sunyi untuk sesaat. Dan yang tidak mereka perhatikan adalah salah satu dari anggota mereka tidak terlihat semenjak mereka meluncurkan misil.
__ADS_1