Sistem Kehidupan

Sistem Kehidupan
Membawa Tiara ke Dungeon (2)


__ADS_3

Namun Tiara segera menghindari serangan Tersebut. Taring kelinci bertaring hanya berjarak 2 Cm saja dari leher Tiara pada saat itu. Lalu Tiara pun tidak ingin membuang kesempatan dan dengan sigap mengambil sebilah pisau yang ia sembunyikan di balik bajunya.


Lalu pisau tersebut ia tusukan langsung ke leher kelinci bertaring yang membuat kelinci bertaring. tersebut mati begitu saja. Darah berwarna merah kehitaman pun menyembur dan mengenai tubuh Tiara, terutama bagian wajahnya karena posisi kelinci bertaring tersebut masih berada di dekat leher Tiara saat ia terbunuh.


Kelinci bertaring memang memiliki kekuatan serangan yang cukup kuat untuk membunuh Tiara. Namun ia memiliki kelemahan yaitu ia tidak memiliki pertahanan yang kuat. Kelinci bertaring memiliki pertahanan yang sama dengan kelinci normal pada umumnya.


Namun biasanya kelemahan ini ditutupi dengan kecepatannya yang sangat cepat sehingga tidak mudah bagi penyihir Tahap Pemula Menengah tingkat Besi hitam kebawah untuk membunuhnya.


Namun entah kenapa Tiara memiliki insting bertarung yang kuat sehingga ia bisa menebak arah serangan kelinci bertaring membunuh kelinci bertaring sendirian saat masih berada di tahap Pemula awal.


Setelah melihat jika ia berhasil membunuh kelinci bertaring, Tiara pun terdiam membeku ditempat. Reza yang melihat pertarungan Pertama Tiara pun merasa sedikit khawatir dengan keselamatan Tiara. Apalagi pertarungan terjadi dengan sengit. Saat melihat serangan kelinci bertaring hampir mengenai leher Tiara, Reza pun langsung berniat maju dan menghentikannya. Namun sesaat sebelum Reza maju, Tiara dengan tiba-tiba mengambil pisau dan menusukkan pisau tersebut yang membuatnya menghela nafas lega karena Tiara baik-baik saja.


Jika orang biasa melihat penampilan Tiara saat ini ia pasti akan lari ketakutan. wajah Tiara kini bermandikan darah berwarna merah kehitaman.


Namun hal itu tidak berlaku untuk Reza. Reza sudah terbiasa melihat darah. Baik darah manusia maupun darah Monster. Reza pun mendekati Tiara dan menenangkannya dengan memeluknya sambil mengelus-elus punggung nya.


Reza pun berkata


"Kamu harus terbiasa dengan hal ini....terkadang kamu harus membunuh jika kamu tidak ingin diri kamu sendiri atau orang terdekatmu yang terbunuh.


Saat pertama kali kakak membunuh juga kakak mengalami hal yang sama seperti kamu. Terlebih lagi saat kakak membunuh manusia.


Namun kakak tahu satu hal. kasihan terhadap musuh kamu itu sama aja kejam kepada diri kamu sendiri.... Jika kakak tidak membunuh pada saat itu, orang itu bisa saja mencelakai kakak atau papa, mama, bahkan kamu di masa depan. Dan kakak tidak mau hal buruk itu terjadi.


Dan sekarang jika kamu tidak membunuh monster yang menyerang kamu, kamu bisa saja terbunuh olehnya.


Kamu tahu.....Hal selalu kakak tekankan dalam pikiran kakak adalah kamu harus jahat kepada orang yang pantas diperlakukan dengan jahat. Dan kamu harus baik kepada orang yang pantas diperlakukan dengan baik."


Tiara pun menjadi lebih baik setelah mendengar kata-kata Reza dan mengangguk sebagai tanggapan atas kata-kata Reza.


Melihat Tiara yang sudah menjadi lebih baik, Reza pun memecah suasana.


"Tapi kamu hebat loh bisa mengalahkan monster kelinci bertaring sendirian. Kakak bangga sama kamu" ucap Reza dengan senyum sambil mengelus kepala Tiara.

__ADS_1


Mendengar pujian kakaknya, Tiara pun tersenyum senang dan kembali menjadi ceria seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


"Iya dong...Ara kan hebat.. hehehe"


Reza pun merasa senang karena Tiara bisa dengan cepat beradaptasi dan melupakan tekanan yang ia alami karena pembunuhan pertamanya.


"Iya... Adik kakak emang yang terhebat..Nih mending kamu bersihin darah yang ada di diri kamu dengan air ini." ucap Reza sambil menggunakan sihir Sentuhan Beku dan membekukan udara dengan ukuran yang cukup besar dan membentuk seperti ember dan bagian tengahnya di isi oleh air yang jernih.


Reza sudah menguasai sihir sentuhan beku dengan ekstrim sehingga ia bahkan bisa membekukan segalanya dan bahkan udara yang ada disekitarnya dengan jarak hingga 100 Meter dan itu bukan batas yang bisa ia capai dimasa depan. Kekuatannya saat ini lah yang membatasi jaraknya.


Tentu saja jika membekukan segalanya dengan jarak maksimal yang bisa ia tanggung saat ini akan menghabiskan seluruh mana yang ia miliki dan menanggung kelelahan yang ekstrim yang membuat Reza memasuki keadaan hibernasi dalam jangka waktu tertentu.


Tiara pun menggunakan air yang dikeluarkan oleh Reza untuk membasuh darah yang menempel ditubuhnya hingga bersih.


Saat Tiara sedang membersihkan tubuhnya tentu saja Reza berjalan agak menjauh dari Tiara agar menjaga privasi Tiara.


Setelah Tiara terbebas dari darah yang menempel di tubuhnya. Tiara pun berjalan ke arah Reza dan setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka.


Tentu saja semakin luas Dungeon maka semakin banyak monster yang dapat di tampung dalam Dungeon tersebut.


Dungeon dengan daerah hutan biasanya akan lebih luas dan sedikit rumit dari daerah lainnya seperti gua bawah tanah, Dataran luas, dataran Es, dll.


Hal ini dikarenakan Dungeon dengan daerah hutan memiliki resiko tersesat. Apalagi itu adalah hutan yang tidak dikenal. Jika mendapati Dungeon dengan daerah hutan biasanya Reza selalu menandai jalan yang sudah ia lewati dengan membekukan tanah yang ia injak di sepanjang jalan. Sehingga jejak kakinya akan membeku tidak akan menghilang dengan cepat.


mereka berdua terus berjalan hingga mencapai area inti Dungeon. Di sepanjang jalan, Tiara sudah melawan berbagai monster yang menurut Reza lemah.


Namun bagi Tiara monster-monster yang ia lawan sangat kuat. Terkadang ada monster yang berkoloni seperti Goblin hijau, Troll (Monster batu yang mirip Golem namun sangat kecil dan bisa menekuk tubuhnya menjadi bola yang keras seperti trenggiling.) yang harus Tiara lawan.


Dan sesuai kata-katanya, Reza hanya melihat dan mengawasi Tiara dan tidak membantunya saat melawan monster. Mereka pun sudah beberapa kali berhenti untuk beristirahat atas permintaan Tiara.


Reza pun hanya mengikuti keinginan adiknya. Di sini ia hanya menemani adiknya dari awal hingga akhir. Tiara saat ini sedang berhadapan dengan bos monster yang menjaga inti Dungeon ini.


Bos monster yang sedang Tiara lawan adalah seekor Kobolt. Kobolt adalah monster yang memiliki postur tubuh seperti manusia. Namun di sekujur tubuhnya ditutupi oleh bulu yang tebal dan memiliki kepada yang menyerupai Anjing.

__ADS_1


Kobolt yang Tiara lawan memegang senjata berupa pedang pendek.


Tiara juga memakai pedang yang diberikan oleh Reza belum lama ini saat berada di dalam Dungeon ini.


Pedang yang diberikan oleh Reza adalah pedang Sihir yang dibuat oleh Reza. Pedang tersebut bisa memanjang dan memendek sesuai keinginan pengguna dengan menggunakan Mana. Pedang tersebut juga sangat tajam saat dialiri mana.


Pedang tersebut Reza buat khusus untuk Tiara. Di bilahnya terukir nama Tiara dan Reza. Selain itu terdapat simbol-simbol yang hanya mereka berdua yang tahu. Tadinya Reza ingin memberikan pedang ini nanti setelah Tiara menyelesaikan Dungeon ini.


Namun Reza merasa jika Tiara membutuhkan pedang itu sekarang karena Reza melihat jika Tiara sudah mulai kewalahan saat menghadapi monster di dalam area inti.


Tiara memang sudah belajar ilmu Kendo atau ilmu pedang. Walaupun tidak semahir Reza, Namun ilmu pedangnya sudah bisa dikatakan cukup kuat. Ia sangat senang saat Reza memberikan pedang tersebut. Pedang tersebut ia beri nama Pedang Tireaff. Yang merupakan gabungan dari Tiara & Reza Affandi.


Tiara dan monster Kobolt pun terus bertukar tebasan pedang. Namun Tiara terlihat di atas awan dalam pertarungan duel tersebut.


tentu saja hal ini karena pedang yang Tiara pakai bukanlah pedang biasa. Kobolt tersebut memiliki banyak luka tebasan di tubuhnya. Sedangkan Tiara masih bersih tanpa luka tebasan. Walaupun ada beberapa luka memar ditubuhnya setelah bertarung melawan monster sebelumnya.


Tidak ingin memperpanjang pertempuran ini, Tiara pun dengan cepat melakukan gerakan seperti akan menikam dengan pedangnya, Namun Tiara tidak menggerakkan tangannya namun pedang tersebut memanjang dengan cepat dan menusuk jantung Kobolt tersebut yang membuat nya tewas seketika.







To Be Continued


Maaf nih baru bisa up. Belakangan lagi banyak banget tugas yang harus dikerjakan. Jadi gak sempet buat up. Kalo ada yang penasaran tugas apa, Saya itu masih sekolah dan masih SMK. Dan saya bikin novel ini tuh cuma iseng doang.


Tadinya kan Libur akhir tahun pelajaran, Jadi karena gak ada kegiatan saya buat novel ini. Tapi karena keterusan yaudah deh saya lanjutin sampe sekarang. Jadi maaf kalo jadi semakin jarang up.

__ADS_1


__ADS_2