
Sesampainya di Kota Tirai Kuno bertepatan dengan sebuah kompetisi perburuan yang diselenggarakan oleh Raja Kota. Sebuah acara tahunan yang sangat menarik banyak kekuatan untuk menyaksikan.
“Sepertinya kita akan antri cukup lama, karena tadi setelah aku tanya beberapa orang, ternyata dalam waktu beberapa hari ke depan, akan diadakan sebuah acara tahunan,” ucap Mo Chen yang baru saja kembali ke kereta kuda.
“Kalau tidak salah saya memang pernah mendengarnya, kenapa kamu tidak mencobanya saja Mo Chen? Anggap saja ini pengalaman baru untukmu?” tanya Kakek Mo Bingwen memberikan usulan.
“Memangnya itu menarik ya Kakek?” tanya Mo Chen.
“Ya sama seperti sebelumnya, hanya memburu beberapa hewan spiritual berbagai tingkatan. Namun kalau tidak salah siapa saja yang menang bisa meminta sebuah hal masuk akal pada Raja Kota,” jawab Kakek Mo Bingwen.
“Oh menarik, apakah Raja Kota ini sangat dermawan sampai-sampai memberikan hadiah seperti itu? Bukankah dengan begitu akan ada banyak orang kuat datang kesini?” tanya Mo Chen.
“Ingat yang aku katakan tadi adalah masuk akal, selama menurut Raja Kota itu masuk akal, maka permintaan itu akan dikabulkan, tapi jika tidak maka dia akan menggantinya semampu dirinya,” jelas Kakek Mo Bingwen.
“Dan meskipun banyak orang kuat datang ke kota ini, kebanyakan dari mereka adalah pendamping saja, karena kompetisi perburuan ini memang ditujukan untuk para kultivator muda,” jelas Kakek Mo Bingwen.
“Dan juga kenapa kota ini selalu mengadakan acara-acara seperti ini, karena kota ini berbatasan langsung dengan habitat monster spiritual terbesar di kekaisaran ini,” lanjut Kakek Mo Bingwen.
“Jadi niat mereka untuk memperlihatkan bagaimana generasi muda ini bisa menjadi pemimpin layak atau tidak di masa depan begitu? Disisi lain mereka juga diuntungkan karena jumlah monster akan berkurang banyak,” simpul Mo Chen melihat segalanya lebih luas.
Kakek Mo Bingwen mengangguk membenarkan perkataan Mo Chen.
“Bukankah itu adalah cara tercepat untuk segera melakukan rencana Anda, Tuan muda? Dengan begitu rencana Pembangunan Paviliun Senjata 3 Api Abadi akan berjalan mulus,” potong Xia He.
“Apalagi mendirikan Paviliun Senjata di tempat seperti ini, pasti akan mendatangkan banyak keuntungan, dengan begitu kita bisa mendapatkan modal yang banyak dan bisa memperluas jaringan pemasaran sampai ke seluruh kekaisaran atau bahkan antar kekaisaran,” lanjut Xia He.
__ADS_1
“Sejak kapan kalian berdua merencanakan itu? Dan untuk apa memangnya Paviliun Senjata itu? Apakah kalian ke kota ini memang dengan niat berdagang?” tanya Kakek Mo Bingwen.
“Kurang lebih seperti itu, bukankah di dunia manapun uang adalah segalanya. Pada kenyataannya pembunuh seperti Kong Liang sebelumnya, melakukan semuanya demi uang bukan?” tanya Mo Chen.
“Dan itu membuktikan bahwa uang bisa membeli nyawa seseorang. Jadi jika aku ingin menjadi yang terkuat dalam segala aspek, aku tidak bisa tidak mempertimbangkan hal ini, apalagi aku memiliki ini,” ucap Mo Chen sambil menunjukkan Logam Cair Terkutuk.
“Padahal jika memang kamu butuh uang bisa meminta padaku, tapi tidak ada salahnya jika kalian ingin mandiri, aku akan mendukung hal itu,” ucap Kakek Mo Bingwen senang.
“Kalau begitu aku akan ikut dengan Kompetisi Perburuan itu, aku akan memenangkannya dan menjadi juara pertama,” ucap Mo Chen dengan sungguh-sungguh.
Kakek Mo Bingwen dan Xia He tersenyum mendukung.
***
Mereka sudah masuk ke kota dan menginap di salah satu penginapan yang cukup mewah, lalu mereka berempat berjalan-jalan santai di kota sambil mengumpulkan informasi lebih mendetail mengenai kompetisi.
“Benar Tuan Muda, saya sudah pernah beberapa kali kesini dulu, ternyata suasananya masih sangat ramai seperti biasanya,” ucap Kong Liang yang ada di samping Mo Chen.
“Baiklah kalau begitu mari kita menuju tempat pendaftaran!” Mo Chen mengajak tiga orang lainnya, hingga sampailah mereka di tempat pendaftaran yang baru saja dibuka, mereka langsung mendaftar.
“Jadi kalian akan mengikuti langsung dua kompetisi, kalau begitu sudah cocok, kalian akan mengikuti perburuan kelompok dengan per kelompok 3 orang dan akan melakukan perburuan individu,” ucap petugas pendaftaran.
“Biaya yang harus dikeluarkan sebanyak 30 keping emas dan semua material yang kalian dapatkan akan menjadi milik kalian, jadi silakan membayar disini,” lanjut petugas tersebut.
Mo Chen merogoh di sakunya, namun karena uangnya kurang, dia meminjam ke Kakek Mo Bingwen. “Akan aku ganti nanti Kek!”
__ADS_1
“Sudah pakai saja, aku juga akan menaruh 100.000 keping emas di taruhan, aku akan memberikan taruhanku semuanya padamu Mo Chen dan setengahnya lagi akan aku taruh di perburuan kelompok kalian,” ucap Kakek Mo Bingwen begitu percaya diri.
“Kenapa Kakek memberikan taruhan sebanyak itu, padahal kami belum yakin bisa menang atau tidak?” tanya Mo Chen sedikit terkejut kakek angkatnya itu melakukan hal seperti itu.
“Karena ini untuk memotivasi kalian semua, jika sampai kalian kalah maka kita akan hidup gelandangan dan aku akan menyuruh kalian semua bekerja keras sampai uang itu kembali!” ucap Kakek Mo Bingwen berapi-api.
Mo Chen, Kong Liang dan Xia He sama-sama terkejut, mereka tidak pernah tahu sisi Kakek Mo Bingwen yang seperti ini, mereka hanya tahu dia seorang yang baik hati dan selalu melakukan hal baik.
“Hahaha! Aku hanya bercanda, kenapa juga aku menyuruh kalian melakukan itu. Tenang saja, aku tidak mempermasalahkan uang itu sama sekali, aku hanya sedang melakukan hobi lama saja,” ucap Kakek Mo Bingwen.
“Ya karena kakek sudah melakukan itu, maka tidak ada alasan bagi kami untuk kalah. Dan tenang saja, kami akan melipat gandakan uang itu sampai menjadi gunungan keping emas, lihat saja nanti,” ucap Mo Chen menerima tantangan tidak langsung Kakek Mo Bingwen.
“Bagus! Itulah yang aku inginkan dari kalian, bukankah memang tujuan kalian adalah mendapat tempat pertama, maka tidak ada salahnya aku memberikan seluruh uangku pada kalian, karena aku yakin kalian akan menang, hehehe.” Kakek Mo Bingwen tertawa dengan suara khasnya.
***
Beberapa hari berlalu begitu saja, Kompetisi Perburuan Kota Tirai Kuno akan dimulai hari ini. Semua peserta sudah berkumpul di halaman istana Raja Kota, mereka semua akan menerima beberapa arahan sebelum mulai melakukan perburuan.
“Mohon perhatiannya! Dengarkan apa yang akan aku katakan tanpa ada yang membantah! Nanti akan ada waktunya untuk bertanya!” teriak seseorang yang dengan gagahnya terbang di atas semua peserta.
“Kalian akan keluar dari gerbang barat kota, di sana kalian akan langsung dihadapkan dengan hamparan hutan yang sangat luas dan merupakan habitat pada hewan spiritual!” lanjutnya.
“Dan setiap dari kelian boleh menggunakan cara apapun termasuk menggunakan racun. Dan fungsi gelang yang ada di tangan kalian itu adalah untuk menghitung berapa banyak hewan spiritual sudah kalian bunuh beserta tingkatannya,” lanjutnya lagi.
“Dan jika kalian ingin membawa seluruh material berharga dari para monster itu, sangat diperbolehkan. Tapi kami tidak bertanggung jawab jika kalian malah membuang waktu hanya untuk melakukan itu dan berakhir dengan kekalahan!” lanjutnya lagi.
__ADS_1
“Mungkin itu saja, apakah diantara kalian ada yang ingin bertanya?”
“AKU!” seseorang mengangkat tangannya tinggi-tinggi.